Share

Bab 157

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-09-08 23:29:32

Napas Ravita tertahan di tenggorokan. Nampan berisi camilan di tangannya gemetar hebat. Ia menatap kakaknya dan sang ibu bergantian dengan raut wajah hancur dan tak percaya.

"Mas Reno... bicara apa, sih?" suara Ravita bergetar hebat menahan syok. "Kenapa Mas Reno tanya begitu sama Ibu? Mas Reno kan anak kandung Ibu. Kakak terbaikku. Pahlawan keluarga ini setelah bapak tiada."

Namun, tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Ravita. Suasana di ruang tamu yang hangat kini berubah hening dan sedik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 157

    Napas Ravita tertahan di tenggorokan. Nampan berisi camilan di tangannya gemetar hebat. Ia menatap kakaknya dan sang ibu bergantian dengan raut wajah hancur dan tak percaya."Mas Reno... bicara apa, sih?" suara Ravita bergetar hebat menahan syok. "Kenapa Mas Reno tanya begitu sama Ibu? Mas Reno kan anak kandung Ibu. Kakak terbaikku. Pahlawan keluarga ini setelah bapak tiada."Namun, tak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Ravita. Suasana di ruang tamu yang hangat kini berubah hening dan sedikit ketegangan.Viona mengusap punggung Bu Rahma dengan hangat meski dadanya berdegup kencang. Ia memajukan duduknya sedikit, siap mengantisipasi jika kondisi kesehatan Bu Rahma mendadak memburuk. Matanya tak lepas menatap raut wajah ibu mertuanya yang pucat pasrah.Bu Rahma masih mengelus lembut rambut Reno dengan tangan yang gemetar. Air mata perlahan menetes membashi pipinya yang mulai keriput, mengalir tanpa suara. Tatapan matanya tidak lagi memancarkan keterkejutan, melainkan penyesalan yang

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 156

    "Dengar, Ma," sela Dandi dengan suara memelan, mencoba merangkai logikanya yang kalut. "Kalau memang dulu anak kita tertukar di rumah sakit, itu artinya Reynald dan Axel ini bukan salah satu anak kandung kita. Karena waktu itu kamu cuma hamil tunggal, Ma. Nggak mungkin kamu melahirkan kembar. Jadi kemungkinannya cuma satu, Reynald dan Axel itu saudara kandung dari orang tua asli mereka, dan anak kandung kita entah tertukar ke mana."Kalimat Dandi menghantam dada Axel bagai pukulan telak. Pemuda itu tertawa sumbang, matanya memerah menahan tangis dan amarah yang meledak di kepalanya."Saudara kandung?" sinis Axel, menunjuk dirinya sendiri dengan dada naik-turun. "Papa bilang aku saudara kandung sama pria melarat yang tiba-tiba datang rebut Viona dan harta Darmawan itu? Enggak sudi, Pa. Aku ini anak Papa sama Mama. Aku Axel.""Nggak usah banyak protes dan banyak bicara kamu, Axel!" bentak Dandi menggelegar, menunjuk muka putranya hingga Axel terdiam kaku. "Semua orang di rumah ini sedan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 155

    Reno meremas lembut jemari Viona, mencoba mengalirkan ketenangan sekaligus mencari kekuatan dari genggaman istrinya. Ia menarik napas panjang, menatap Darmawan dan Viona secara bergantian dengan raut wajah yang kian mantap."Saya akan tanya langsung pada Ibu," kata Reno, suaranya terdengar tegas, menyimpan getaran emosi yang ditahannya rapat-rapat.Viona menatap suaminya penuh perhatian. "Mau telepon Ibu sekarang, Ren? Aku bisa bantu sambungkan."Reno menggeleng pelan. "Enggak, Vi. Hal sepenting dan sesensitif ini enggak bisa dibicarakan cuma lewat telepon. Bicara di telepon cuma bakal bikin canggung, dan aku enggak bisa melihat reaksi Ibu secara langsung. Lebih afdol kalau kita bertemu muka secara langsung."Darmawan mengangguk setuju dengan keputusan bijak menantunya. "Langkah yang tepat, Reno. Rahasia besar seperti ini butuh pembicaraan tatap muka. Suasana hati dan gestur tubuh seseorang tidak akan bisa dibohongi saat bertemu langsung.""Lalu, kapan kita berangkat ke rumah Ibu, Ren

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 154

    Mila tersentak, menghentikan tangisnya seketika. Ia menatap suaminya dengan raut wajah tidak percaya, terluka oleh tuduhan absurd yang baru saja meluncur dari mulut Dandi."Papa bicara apa, sih?" seru Mila dengan suara serak, dadanya naik-turun menahan emosi. "Kenapa Papa sampai tega ngomong begitu? Aku sendiri yang melahirkan Axel. Aku ingat betul sakitnya, aku ingat betul bayiku. Nggak ada yang tertukar di rumah sakit.""Lalu bagaimana kamu menjelaskan pria yang jadi suaminya Viona sekarang, Ma? Papa baru saja lihat dia dengan mata kepala Papa sendiri di kantor Darmawan. Dia mirip sekali dengan Axel. Satu-satunya perbedaan cuma dia agak gelap, tapi jauh lebih gagah tinggi, tegap, dan berwibawa. Nggak mungkin dua orang asing bisa semirip itu kalau nggak ada hubungan darah. Jangan-jangan mereka sebenarnya saudara kandung... atau malah kembar yang terpisah."Mila terpaku sejenak, lalu matanya memicing tajam. Rasa sedihnya seketika berubah menjadi amarah baru yang mengarah tepat pada Da

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 153

    Reno sudah membuka mulutnya, hendak merespons pertanyaan Dandi dengan tenang. Namun, Darmawan bergerak lebih cepat. Ia melangkah maju, memotong percakapan itu sebelum Reno sempat mengatakan sepatah kata pun."Reynald ini hanya anak dari keluarga orang biasa, Dandi," jawab Darmawan, suaranya menggelegar dipenuhi ketegasan. "Dia bukan berasal dari keluarga kaya raya, bukan juga anak pengusaha terpandang seperti kamu. Tapi Viona, saya dan keluarga sudah menerima dia apa adanya. Dia pria yang bertanggung jawab dan punya harga diri, jauh lebih berharga daripada anakmu yang ngakunya kaya tapi kelakuannya pengecut."Darmawan memicingkan mata, menatap Dandi dengan raut wajah penuh selidik dan sindiran tajam. "Lagi pula, kenapa kamu getol sekali mempertanyakan asal-usulnya? Wajah mereka bisa sangat mirip begini, apa jangan-jangan Reynald ini sebenarnya darah dagingmu juga? Atau hasil hubungan gelapmu di luar?"Mata Dandi membelalak seketika. Pertanyaan nyelekit dari Darmawan itu menyentil harg

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 152

    "Sumpah, demi Tuhan, Darmawan," sahut Dandi cepat, mengangkat sebelah tangannya. Matanya menatap Darmawan penuh kesungguhan yang putus asa. "Saya tidak sedang bersilat lidah. Axel sama sekali tidak pernah membicarakan soal pernikahan ini, apalagi meminta restu. Saya dan ibunya benar-benar buta soal ini."Darmawan terkekeh sinis, menyandarkan tubuhnya ke pinggir meja kerja sambil menggelengkan kepala, penuh rasa tidak percaya."Bicara memang mudah, Dandi. Tapi kamu pikir saya bisa percaya begitu saja?" desis Darmawan dingin. "Anak dan orang tua sama saja. Luar biasanya pandai berskenario. Mana ada orang tua yang tidak tahu anaknya mau menikah, kecuali kalau kalian memang sengaja cuci tangan setelah rencana kalian berantakan?""Saya jujur, Darmawan," tegas Dandi, dadanya naik-turun menahan sesak dan rasa terhina. "Untuk apa saya datang ke mari, berdiri di depan kamu dan Pak Darwin, kalau cuma buat membohongi diri sendiri? Saya membela diri karena saya memang tidak tahu-menahu soal masal

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status