Home / Romansa / Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan / BAB 165 SENGAJA MENYEBAR GOSIP

Share

BAB 165 SENGAJA MENYEBAR GOSIP

last update publish date: 2026-08-30 06:00:13

Aku membeku sesaat, menatap wajah Axel yang mendadak berubah teramat serius. Tidak ada keraguan sedikit pun di balik sorot matanya.

Mungkinkah... dia benar-benar yakin dengan hubungan kami? Ah... entahlah. Aku memang mencintainya. Tetapi, jauh di dalam relung jiwaku, terasa begitu sulit untuk percaya bahwa pria sesempurna Axel bisa memiliki perasaan yang sedemikian gilanya padaku.

"M-maaf, Pak... Saya mau membersihkan ruangannya sekarang," ucap sang petugas cleaning service
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 168 PELARIAN KONYOL

    Aku dan Axel sama-sama terperanjat dengan mata membelalak lebar. "PERGI KALIAN SEMUA DARI SINI!!!" teriak Pak De Arga dengan wajah merah padam bagai bara api dan kedua tangan yang mengepal hebat. Aku dan Axel saling berpandangan sejenak, sebelum akhirnya pria itu menggenggam jemariku erat-erat lalu menarikku berlari sekencang mungkin dari tempat itu. Di sepanjang lorong menuju tangga darurat, para karyawan yang melintas sibuk menatap kami yang berlarian dengan mata membulat. Bisik-bisik heboh mereka terdengar riuh dan jelas di telinga. "Eh, ada apa tuh? Kenapa mereka berlarian begitu?" "Wah... manis sekali melihat mereka." "Lucu banget, mirip adegan di film romantis remaja!" Aku dan Axel sempat saling melempar tatapan, lalu menyunggingkan senyum geli bersamaan sambil terus memacu langkah menuju tangga darurat. "Xel... karyawan Lo ngeliatin kita..." ucapku sambil terus berlari dengan napas tersengal-sengal. "Nggak usah pedulikan mereka..." Kami menaiki anak tangga satu per sat

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 167 TIKUS GOT GILA

    "Siap, Pa!" sahut Axel dengan nada penuh semangat yang melonjak-lonjak.Ia menoleh padaku, menyunggingkan seringai licik yang teramat menyebalkan. Sementara aku hanya bisa membeku di tempat, menatapnya dengan kening berkerut dalam dan tatapan horor.Perasaanku mendadak tidak enak. Sepenuhnya diserahkan ke dalam genggaman kekuasaan Axel bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Aku tahu betul seberapa jahil dan liciknya otak pria ini. Jangan-jangan... dia benar-benar berencana memanfaatkanku untuk melayani nafsunya setiap saat?!Ah, sialan! Aku benar-benar terjebak dalam perangkap sekarang! Tidak ada hal apa pun yang bisa kulakukan untuk meluluhkan keputusan tegas Pak De Arga, selain menuruti segala kemauan si tikus got ini."Sekarang... bawa Kayla keluar dari ruangan Papa!" perintah Pak De Arga seraya mengayunkan tangannya lelah ke arah pintu keluar. Ia kemudian memijat pelipisnya seraya menundukkan kepala dalam-dalam. "Kepala Papa rasanya m

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 166 ANAK KERAS KEPALA

    "Lantas... kenapa kamu bisa berakhir di kantor ini sebagai cleaning service, Kayla?" tanya Pak De Arga dengan nada suara dingin yang menusuk kalbu.Aku menundukkan kepala dalam-dalam. Rasanya teramat berat dan memalu untuk membeberkan kenyataan yang sebenarnya. Jemariku saling meremas gelisah di atas pangkuan.Namun, celotehan Axel yang terlewat percaya diri tiba-tiba kembali mengusik telingaku. "Udah... jujur aja. Nggak apa-apa kalau lo kerja di kantor ini demi gue. Papa nggak bakal marah, kok."Aku spontan menoleh padanya dengan dada kembang kempis menahan sesak dan kesal. "Gue kerja di sini memang bukan karena lo! Gue terpaksa, Axel!" bentakku lirih, sebelum akhirnya kembali menundukkan wajah penuh penyesalan. "Itu sebabnya gue menyamar jadi Surti... supaya kalian semua nggak tahu siapa gue yang sebenarnya.""Jadi kamu sungguh-sungguh memilih pekerjaan sebagai cleaning service? Bukan karyawan kafe seperti yang kamu katakan pada Pak De kemarin?!

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 165 SENGAJA MENYEBAR GOSIP

    Aku membeku sesaat, menatap wajah Axel yang mendadak berubah teramat serius. Tidak ada keraguan sedikit pun di balik sorot matanya.Mungkinkah... dia benar-benar yakin dengan hubungan kami? Ah... entahlah. Aku memang mencintainya. Tetapi, jauh di dalam relung jiwaku, terasa begitu sulit untuk percaya bahwa pria sesempurna Axel bisa memiliki perasaan yang sedemikian gilanya padaku."M-maaf, Pak... Saya mau membersihkan ruangannya sekarang," ucap sang petugas cleaning service senior dengan tatapan canggung dan salah tingkah."Hm, bersihkan saja. Kami akan segera keluar," sahut Axel dengan suara tegas berwibawa. Tanpa ragu sedikit pun, ia langsung meraih dan mengunci jemari tanganku erat-erat di hadapan wanita itu. "Apa pun yang kamu lihat di ruangan ini hari ini... boleh kamu sampaikan ke karyawan yang lain."Wanita itu spontan mendongak kaget dengan mata membelalak lebar, sebelum akhirnya kembali menunduk dalam-dalam karena sungkan.

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 164 TAK TAHAN

    "Kamu itu sudah dewasa, Axel! Bisa-bisanya kamu memperlakukan Kayla seperti ini di kantor?!" bentak Pak De Arga seraya menunjuk wajah putranya dengan gulungan berkas di tangan.Namun, bukannya merasa bersalah atau menggeletar ketakutan, Axel justru menoleh padaku sambil menyunggingkan seringai tipis. "Aku cuma kasih sedikit hukuman buat Kayla, Pa. Lagian... siapa suruh dia membohongi kita berdua selama satu bulan penuh?"Pak De Arga kembali memukul lengan kekar Axel dengan gulungan kertas itu. Puk! "Tetap saja kamu tidak boleh melakukan hal tak senonoh seperti itu di area kantor!""Aku... cuma sudah nggak tahan karena harus puasa sebulan," sahutnya santai dengan cengiran nakal yang memprovokasi.Rahang Pak De Arga terlihat mengeras. Ia menatap Axel dengan alis menyatu tajam, lalu melirikku seraya menggeleng-gelengkan kepala diiringi helaan napas berat."Cih! Papa heran sekali sama kalian berdua. Sebentar bertengkar bagai kucing dan anjing

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 163 DASAR ANAK NAKAL!

    "Axel... kamu di dalam?!" suara teriakan Pak De Arga kembali menggelegar dari balik pintu tebal.Ceklek! Ceklek!"Xel... bokap lo..." bisikku panik setengah mati sambil menepuk-nepuk pundaknya yang masih basah oleh peluh.Dengan cekatan, Axel menurunkanku dari gendongannya. Ia meraih kain panjang yang terlipat rapi di atas sofa—selimut tebal yang biasa ia gunakan untuk tidur siang di kantor.Ia membungkus tubuh polosku rapat-rapat dari dada hingga kaki dengan selimut itu. Setelah memastikan aku aman, Axel berlari kilat ke kamar mandi dalam ruangan dan keluar beberapa detik kemudian hanya dengan selembar handuk yang melilit pinggangnya.Brak!Suara pintu dijebol paksa mendadak membelah keheningan ruangan."Axel?!" teriak Pak De Arga dengan mata membelalak sempurna. Mata tuanya bergantian menatapku dan Axel yang tampak acak-acakan luar biasa. "Kalian..."Aku dan Axel seketika membeku bagaikan patung. Sementara itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status