Share

BAB 28 LUMATAN LEMBUT

last update publish date: 2026-07-11 12:00:56

"Diem aja! Sariawan lo?!" gertakku ketus.

Ditatap langsung oleh Axel dengan sorot mata intens khas playboy-nya itu sontak membuat seluruh pertahananku runtuh dan berubah salah tingkah.

Suhu tubuhku tiba-tiba memanas, dan tanganku bergerak acak tidak jelas karena bingung harus melakukan apa demi mengalihkan kecanggungan ini.

Sialnya, semakin dalam Axel menatapku, membuatku semakin gelisah dan tidak bisa diam.

"Dah ah! Malas. Kayak ngomong sama patung!" rut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 170 GAJI SEPULUH KALI LIPAT

    "Kaget, kan, Mbak? Awalnya saya juga nggak nyangka loh... kalau Pak Axel orangnya ternyata bisa seperti itu," imbuhku sengaja memprovokasi dan menyudutkan Axel.Namun, sang HRD justru melirikku sinis dari atas hingga ke bawah."Saya pikir... yang tadinya merayu itu justru Mbak Kayla," ucapnya dengan nada bernada meremehkan. "Jujur saja ya, Mbak. Pak Axel yang saya tahu itu selalu bersikap dingin dan berjarak dengan orang asing. Jadi... tidak mungkin kan beliau bertindak mesum pada Mbak Kayla yang hanya seorang petugas cleaning service?"Astaga... meremehkan sekali ini cewek! Emang bener sih Axel nggak tertarik padaku saat menjadi Surti. Wanita ini sama saja dengan Axel. Sukanya meremehkan kasta rendah.Aku akhirnya tertawa garing, memilih untuk menghentikan saja provokasi yang sia-sia ini. "Iya juga, sih, Mbak..." Lalu, mendadak aku meraih jemarinya di atas meja seraya memohon pasrah. "Tapi tolong, Mbak... Saya sebenarnya tidak mau dijadikan asisten pribadi Pak Axel. Saya mohon, tolo

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 169 SANGKAR BURUNG

    "Gila lo, ya!" teriakku seraya mendorong kuat dada Axel hingga tubuh tingginya sedikit limbung. "Kalau lo berani jadiin gue budak nafsu lo, gue potong burung gagak lo itu!"Axel spontan menutupi area selangkangannya dengan kedua tangan. Matanya membelalak lebar menatapku dengan mulut menganga kaget. "Hah?! Ini kan aset paling berharga gue! Kalau lo potong, gimana nasib sangkarnya nanti?"Ia melirik ke arah bagian bawah tubuhku seraya menyunggingkan seringai menyebalkan. "Sangkar lo... bisa lapuk ntar karena kelamaan gak dihinggapi burung..."Ih, sialan banget memang si tikus got ini!"Emangnya yang punya burung gagak cuma lo doang?" Aku meliriknya sinis sebelum akhirnya membuang muka gusar. "Masih banyak burung lain yang antre mau menempati sangkar gue...""Apa?!" Axel refleks mencengkeram kedua bahuku, lalu memaksa wajahku untuk mendongak menatapnya. "Lo... jangan coba-coba berniat mengundang burung lain buat nempati sangkar itu, ya!""Ihh... emangnya lo siapa, hah?" sangkalku seraya

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 168 PELARIAN KONYOL

    Aku dan Axel sama-sama terperanjat dengan mata membelalak lebar. "PERGI KALIAN SEMUA DARI SINI!!!" teriak Pak De Arga dengan wajah merah padam bagai bara api dan kedua tangan yang mengepal hebat. Aku dan Axel saling berpandangan sejenak, sebelum akhirnya pria itu menggenggam jemariku erat-erat lalu menarikku berlari sekencang mungkin dari tempat itu. Di sepanjang lorong menuju tangga darurat, para karyawan yang melintas sibuk menatap kami yang berlarian dengan mata membulat. Bisik-bisik heboh mereka terdengar riuh dan jelas di telinga. "Eh, ada apa tuh? Kenapa mereka berlarian begitu?" "Wah... manis sekali melihat mereka." "Lucu banget, mirip adegan di film romantis remaja!" Aku dan Axel sempat saling melempar tatapan, lalu menyunggingkan senyum geli bersamaan sambil terus memacu langkah menuju tangga darurat. "Xel... karyawan Lo ngeliatin kita..." ucapku sambil terus berlari dengan napas tersengal-sengal. "Nggak usah pedulikan mereka..." Kami menaiki anak tangga satu per sat

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 167 TIKUS GOT GILA

    "Siap, Pa!" sahut Axel dengan nada penuh semangat yang melonjak-lonjak.Ia menoleh padaku, menyunggingkan seringai licik yang teramat menyebalkan. Sementara aku hanya bisa membeku di tempat, menatapnya dengan kening berkerut dalam dan tatapan horor.Perasaanku mendadak tidak enak. Sepenuhnya diserahkan ke dalam genggaman kekuasaan Axel bukanlah sebuah keputusan yang bijak. Aku tahu betul seberapa jahil dan liciknya otak pria ini. Jangan-jangan... dia benar-benar berencana memanfaatkanku untuk melayani nafsunya setiap saat?!Ah, sialan! Aku benar-benar terjebak dalam perangkap sekarang! Tidak ada hal apa pun yang bisa kulakukan untuk meluluhkan keputusan tegas Pak De Arga, selain menuruti segala kemauan si tikus got ini."Sekarang... bawa Kayla keluar dari ruangan Papa!" perintah Pak De Arga seraya mengayunkan tangannya lelah ke arah pintu keluar. Ia kemudian memijat pelipisnya seraya menundukkan kepala dalam-dalam. "Kepala Papa rasanya m

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 166 ANAK KERAS KEPALA

    "Lantas... kenapa kamu bisa berakhir di kantor ini sebagai cleaning service, Kayla?" tanya Pak De Arga dengan nada suara dingin yang menusuk kalbu.Aku menundukkan kepala dalam-dalam. Rasanya teramat berat dan memalu untuk membeberkan kenyataan yang sebenarnya. Jemariku saling meremas gelisah di atas pangkuan.Namun, celotehan Axel yang terlewat percaya diri tiba-tiba kembali mengusik telingaku. "Udah... jujur aja. Nggak apa-apa kalau lo kerja di kantor ini demi gue. Papa nggak bakal marah, kok."Aku spontan menoleh padanya dengan dada kembang kempis menahan sesak dan kesal. "Gue kerja di sini memang bukan karena lo! Gue terpaksa, Axel!" bentakku lirih, sebelum akhirnya kembali menundukkan wajah penuh penyesalan. "Itu sebabnya gue menyamar jadi Surti... supaya kalian semua nggak tahu siapa gue yang sebenarnya.""Jadi kamu sungguh-sungguh memilih pekerjaan sebagai cleaning service? Bukan karyawan kafe seperti yang kamu katakan pada Pak De kemarin?!

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 165 SENGAJA MENYEBAR GOSIP

    Aku membeku sesaat, menatap wajah Axel yang mendadak berubah teramat serius. Tidak ada keraguan sedikit pun di balik sorot matanya.Mungkinkah... dia benar-benar yakin dengan hubungan kami? Ah... entahlah. Aku memang mencintainya. Tetapi, jauh di dalam relung jiwaku, terasa begitu sulit untuk percaya bahwa pria sesempurna Axel bisa memiliki perasaan yang sedemikian gilanya padaku."M-maaf, Pak... Saya mau membersihkan ruangannya sekarang," ucap sang petugas cleaning service senior dengan tatapan canggung dan salah tingkah."Hm, bersihkan saja. Kami akan segera keluar," sahut Axel dengan suara tegas berwibawa. Tanpa ragu sedikit pun, ia langsung meraih dan mengunci jemari tanganku erat-erat di hadapan wanita itu. "Apa pun yang kamu lihat di ruangan ini hari ini... boleh kamu sampaikan ke karyawan yang lain."Wanita itu spontan mendongak kaget dengan mata membelalak lebar, sebelum akhirnya kembali menunduk dalam-dalam karena sungkan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status