Share

BAB 27 TERTANGKAP BASAH

last update publish date: 2026-07-11 06:00:06

"Hey!" gertak Hani dengan volume suara kecil sembari menepuk lenganku, seketika membuyarkan lamunan panjangku tentang Axel. "Ngapain lo malah bengong begitu?"

Aku terlonjak sedikit, lalu memaksa sebuah senyum lebar sambil menggelengkan kepala cepat. "Nggak apa-apa kok," kelitku buru-buru, meski sebenarnya sudut hatiku kini bagai ditusuk belati tak kasat mata.

Aku meraih gelas kombucha di atas meja, lalu meminumnya lambat-lambat sembari sesekali kembali melirik ke arah Axel.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 146 MARTABAK MANIS

    "Iih! Apaan sih lo?! Ganjen banget!" Axel menghempas tanganku kasar, lalu melangkah mundur dengan tergesa-gesa hingga tertahan di depan meja kerjanya.Ia menunjukku kaku dengan raut wajah penuh kejijikan. "Ingat ya! Lo... jangan pernah berani sentuh barang pribadi gue lagi!"Aku tersenyum puas dari balik kain lap, lalu sengaja membelai lembut jemari tangannya yang menunjukku dengan gerakan menggoda. "Jangan galak-galak dong, Pak...""Ihhh...!" Ia menarik tangannya spontan sembari menatapku bagai melihat hantu. "Apaan sih! Dasar cewek aneh!"Tanpa menunggu lama, ia menyambar berkas dokumen di atas meja dengan cepat, lalu bergegas lari terbirit-birit keluar dari ruangannya sendiri.Aku melepaskan kain lap yang menutupi wajahku diiringi tawa yang pecah terpingkal-pingkal. "Dasar cowok bodoh! Segitunya lo jijik sama gue?!"Aku menatap daun pintu yang tertutup rapat, seolah masih bisa membayangkan wajah panik Axel di sana. "Tapi syuku

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 145 MEMANCING ILFEEL

    "Maaf, Pak. Tadi saya cuma berniat mengelap debunya," ucapku cepat sembari berpura-pura sibuk merapikan rak buku di belakang meja kerjanya.Aku mendengar langkah kaki Axel bergerak mendekat, membuat kakiku secara refleks bergeser menjauh.Tolong... jangan sampai Axel mendekat dan melihat wajah asliku tanpa masker!Aku melirik sedikit dari balik kibasan kain lap lembut yang sengaja kugunakan menutupi wajah. Axel tampak mengangkat bingkai foto kami, lalu menatap gambar di dalamnya cukup lama."Apa staf HRD tidak memperingatkanmu untuk tidak pernah menyentuh barang pribadiku?!" hardiknya murka.Aku spontan kembali membelakanginya sembari berpura-pura mengelap rak. "Maaf, Pak. Tadi saya benar-benar nggak sengaja. Saya janji nggak akan mengulanginya lagi."Hening sejenak. Tak ada pergerakan atau suara langkah kaki dari arahnya. Apa yang sebenarnya sedang dilakukan Axel di sana? Kenapa dia tidak kunjung keluar? Padahal baru sekitar lim

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 144 FOTO CANDID

    "Ayo, Axel. Jajaran direksi sudah menunggu kita," desak Pakde Arga dari ambang pintu.Axel mengembuskan napas berat, melempar tatapan penuh ancaman padaku sebelum akhirnya mengekor di belakang Pakde Arga keluar dari ruangan.Begitu pintu tertutup rapat, aku menghela napas panjang dan menjatuhkan tubuh lemas di atas sofa empuk ruangan tersebut."Hufh... hampir saja terbongkar!" Aku meremas pelipisku yang mendadak pening luar biasa. "Kalau begini terus, terbongkarnya penyamaranku cuma tinggal menunggu waktu!"Aku melepas masker yang menutupi separuh wajahku, lalu merogoh saku celana untuk mengambil ponsel dan menghubungi Hani."Hai, Sayang! Gimana hari pertama kerja? Tempatnya asyik nggak?" sapa Hani terdengar sangat antusias dari seberang telepon.Aku menyandarkan punggung ke sandaran sofa, mengurut dadaku yang masih berdebar kencang. "Asyik dari mananya... Lo tahu nggak siapa bos gue di sini?""Emang siapa?"Aku

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 143 HAMPIR TERBONGKAR

    Aku tercengang selama beberapa detik, otakku berputar keras mencari alasan yang masuk akal.​"Got! Di... di ruangan ini sepertinya ada bau got, Pak!" sahutku asal.​Axel melangkah mendekatiku dengan gestur kaku. Tatapannya tajamnya menghunus membuatku ketakutan setengah mati.Aku perlahan berjalan mundur untuk menghindarinya hingga tanpa terasa menabrak meja kerjanya dan terpojok.Bersama dengan itu, Axel berhenti tepat di hadapanku. "Aku tahu kamu tadi menyebutku tikus got!"​Tubuhku bergetar hebat di balik seragam. Pijakan kakiku mendadak lunglai seperti tak bertulang. Sialan! Kenapa pendengarannya tajam sekali?! Kupikir gumanan kecilku tak akan terdengar olehnya.​"B-Bapak pasti salah dengar." Aku bergegas membalikkan badan, berpura-pura sibuk celingukan mencari sumber bau. "Saya sungguh mencium bau got di ruangan ini. Tapi Bapak tenang saja, saya pasti akan membersihkannya sampai wangi."​Aku bergeser melangkah menja

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 142 BOS AROGAN

    Astaga... baru juga masuk ruangan, kelakuannya sudah arogan setengah mati!"Maaf, Pak... Apa bukan Bapak yang datang terlalu awal?" sahutku dengan nada penuh sindiran."Apa?!" Axel membelalakkan matanya lebar-lebar."Begini saja. Sebaiknya... Bapak silakan keluar dulu dari ruangan ini, biarkan saya membersihkan semuanya sampai beres. Oke?" potongku sembari memberi gestur mempersilakannya keluar dengan gerakan tangan yang dibuat ramah.Namun ia justru menegakkan tubuh, menatapku kaku dengan rahang mengeras. "Kamu mengusirku?!" desisnya tajam, lalu terdiam sejenak. "Tunggu! Kamu... wanita yang di dalam lift tadi, kan?"Oh, sialan! Dia mulai mengenali postur tubuhku!"B-betul, Pak..." sahutku cepat sembari membungkukkan badan, memaksa diri bersikap sesopan mungkin."Pantas saja kamu terlambat! Datangmu saja bersamaan dengan atasan. Harusnya kamu tiba lebih awal dibanding kami!"Dasar tikus got! Bisanya cuma bertind

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 141 HARI PERTAMA KERJA

    "Maksud Papa siapa?" timpal Axel dari belakang, membuat aku dan Pakde Arga spontan menoleh bersamaan.​"Tentu saja mantan istri kamu, Kayla," sahut Pakde Arga tenang.​Aku seketika tersedak ludahku sendiri. "Uhuk-uhuk!"​Pakde Arga sempat menatapku penuh selidik sebelum akhirnya protes keras dari Axel terdengar.​"Papa jangan sembarangan bicara! Aku dan Kayla itu belum resmi bercerai. Dan... Papa menyamakan Kayla dengan cleaning service ini?!" Axel menjeda kalimatnya dengan intonasi sarkastik yang kental.​Aku menoleh ke belakang, mendapati pria itu tengah menatapku dengan pandangan meremehkan.​"Tentu saja cewek ini nggak ada mirip-miripnya dengan Kayla!"​Sialan! Apa dia sedang merendahkan pekerjaanku sekarang?! Mentang-mentang aku mengenakan seragam cleaning service, dia menganggapku manusia kelas bawah?!​Rasanya aku ingin sekali menginjak sepatu kulitnya yang mengilap itu sekarang juga!​"Kamu ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status