Compartilhar

Bab 22 Kebenaran

last update Data de publicação: 2026-02-28 06:37:54
Sean terlihat santai di ruang makan. Pria itu menikmati sarapan seorang diri. Dia benar-benar tidak peduli dengan Maria yang diculik oleh musuhnya.

“Tuan. David mengirim pesan terusan dari penculik.” Elio memperlihatkan pesan kepada Sean yang baru selesai sarapan dan mereka sudah pindah ke ruang tengah.

“Abaikan saja,” ucap Sean.

“Baik, Tuan.” Elio baru saja akan menyimpan ponsel yang tiba-tiba berdering.

“Halo, David.” Elio menerima panggilan dari David.

“Apa aku bisa bicara dengan Sean?” tanya
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas hadiah yang diberikan. Semoga suka dengan karya Akak ini.

| 18
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (6)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehehe. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
Nurliana Ali
paling pas itu up 2 bab deh kk hee...mulai pencarian maria asli makin seru
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih, Cinta...️
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 129 Balas Denda,

    Maria dibawa ke rumah sakit. Matanya diperban. Wajahnya memerah dan bengkak. Dia sangat kesakitan. Ada rasa pedih, perih dan ngilu di kepala, mata dan wajanya.“Varrel, di mana kamu?” tanya Maria.“Nona, Tuan Varrel sudah kembali setelah mengantar Anda,” ucap perawat.“Bagaimana keluargaku? Apa mereka telah diberitahu?” tangan Maria meraba-raba. Dia mencari perawat.“Saya tidak tahu, Nona. Tuan Varrel tidak bicara apa pun. Dia hanya meminta kami untuk menjaga dan merawat Anda,” jelas perawat.“Apa Varrel membawa ponselku? Tanya Maria lagi.“Tidak ada, Nona,” jawab perawat.“Tolong hubungi Varrel. Aku mau memberitahu keluargaku,” pinta Maria.“Baiklah. Apa Anda hapan nomor Tuan Varrel?” tanya perawat.“Tidak,” jawab Maria bingung.“Pergilah,” tegas seorang wanita dari pintu. Dia mengusir perawat yang bertugas menjaga dan merawat Maria.“Baik, Nona.” Perawat segera keluar dari kamar Maria.“Siapa kamu? Apa kamu tahu di mana Varrel?” tanya Maria menoleh ke arah suara. Dia tidak mengenali

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 128 Malam Pengantin

    Tamu undangan telah berpindah ke hotel untuk beristirahat karena masih ada pesta di malam hari. Mereka juga mendapatkan kamar mewah. Semua orang benar-benar menikmati kebahagiaan yang diberikan oleh Varrel. Pria itu memanjakan setiap tamu yang datang. Dia tidak mengecewakan. Walaupun pernikahan itu tanpa dasar cinta hanya jebakan untuk mendekati keluarga Aisyah.Pesta begitu liar. Para pria dan wanita menghabiskan malam dengan minum-minuman beraneka warna serta rasa. Lampu menjadi redup dan berkelip mengikuti alunan music. Para tetua telah meninggalkan jam malam untuk muda mudi.“Ahh! Aku benar-benar bahagia.” Maria merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia menatap langit kamar yang dihiasi lampu Kristal. Wanita itu mengambil ponsel dan memposting pesta mewahnya di semua aku media sosial.“Seluruh dunia harus tahu bahwa aku menikah dengan Varrel. Pria yang berkuasa dan pesta pernikahanku sangat mewah.” Maria terus tersenyum.Maria tidak lagi berhubungan dengan teman-teman yang telah meng

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 127 Pesta Pernikahan

    Varrel tidak mencium bibir Maria. Dia hanya mengecup sekilas. Pria itu tidak benar tertarik pada istrinya yang bukan anak kandung Leana.“Kenapa?” tanya Maria di dalam hati. Dia kecewa karena tidak mendapatkan ciuman dari Vareel. Pria yang telah sah menjadi suaminya.“Aku menginginkan keturunan asli,” bisik Varrel melirik Aisyah yang duduk di samping Leana dan memeluk Maria.“Apa?” Maria terkejut. Tubuhnya dipeluk erat oleh Varrel.“Kamu hanya anak angkat dengan keturunan yang tidak jelas. Diambil dari panti asuhan dan menukar identikas dengan Bianka,” lanjut Varrel mengejutkan Maria.Maria terdiam dan membeku. Dia mengunci mulutnya. Wanita itu tidak menyangka bahwa Varrel mengetahui masa lalunya yang cukup kejam. Seorang adik yang membuat sang kakak buta sementara agar bisa masuk kek keluarga kaya.“Bagaimana dia bisa tahu tentang masa laluku?” tanya Maria di dalam hati. Dia menjadi gugup dan takut. Rahasia sepuluh tahun yang lalu telah dikuburnya dengan sangat dalam.“Tuan, Varrel. S

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 126 Tamu Istimewa

    Tidak sulit untuk keluarga Vito memberikan pesta yang meriah dalam waktu yang singkat. Mereka mengundang kolega dan keluarga terdekat. Satu hotel dijadikan tempat pesta dan kamar diberikan gratis untuk tamu undangan. Prosesi pernikahan dilaksanakan di sebuah gereja tua.Tamu adalah kalangan atas, pembisnis dan pejabat ternama. Tidak ada Masyarakat biasa yang hidup seadanya. Mereka semua adalah orang-orang dengan kuasa, tahta dan harta.Maria berdiri bersama dengan Varrel. Mereka masih menunggu Aisyah dan Sean untuk mengucapkan ikrar sumpah pernikahan di gereja yang mewah yang dihiasi dengan mawar putih.“Kenapa Aisyah belum datang?” Maria terlihat gelisah karena pernikahan tidak akan terjadi jika Aisyah tidak datang.“Bukankah kamu pastikan Aisyan akan datang?” Varrel menatap Maria yang tampak gugup.“Tuan Vito. Kapan sumpah pernikahan akan dilangsungkan?” tanya Pendeta.“Kita masih menunggu tamu Istimewa,” jawab Vito melihat pada Varrel.“Kemana Aisyah dan Sean? Kenapa mereka belum da

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 125 Gaun Cantik

    Leana keluar dari ruang kerja dan menemui Maria. Dia melihat putri angkatnya masih belum menentukan pilihan.“Maria, apa tidak ada yang kamu suka?” tanya Leana.“Aku suka semuanya, Ma.” Maria memeluk tangan Leana. Dia sangat bahagia karena akan mengenakan rancangan hasil karya sang mama yang legendaris. Perancang busana yang sangat terkenal di seluruh dunia.“Kamu hanya bisa mengenakan tiga gaun, Sayang. Pagi, siang dan malam.” Leana mencubit pipi Maria.“Ma, di ruangan itu ada gaun apa?” Maria menunjukkan ruang kaca yang tertutup rapat.“Itu rancangan gaun Muslimah untuk Aisyah.” Leana tersenyum bangga.“Apa aku boleh melihatnya?” tanya Maria.“Kamu tidak akan suka karena gaun-gaun itu tertutup dan khusus untuk Aisyah,” jawab Leana yang tanpa sadar membuat Maria iri.“Mama sudah siapkan gaun pengantin ini yang juga dirancang khusus untuk kamu kenakan di hari bahagia.” Leana merapikan rambut Maria.“Terima kasih, Ma.” Maria tidak puas sebelum bisa melihat gaun Muslimah yang dibuat oleh

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 124 Persiapan Pernikahan

    Pagi hari Sean membawa Aisyah sarapan di ruang makan. Dia tidak pergi ke perusahaan sehingga dapat menemani sang istri di rumah.“Sayang, apa tidak pergi ke kantor?” tanya Aisyah menyelesaikan sarapannya.“Beberapa hari ini aku tidak menemani kamu karena sibuk,” jawab Sean.“Jadi, hari ini aku akan tetap di rumah bersama kamu.” Sean tersenyum.“Jika banyak pekerjaan, aku tidak masalah di rumah atau mau aku temani di kantor?” Aisyah menatap Sean.“Tidak, Sayang. Di luar sana sangat bahaya. Jalanan akan menjadi medan perperangan,” jelas Sean.“Aku tidak mau kamu terluka,” lanjut pria itu.“Baiklah.” Aisyah tersenyum.Sean dan Aisyah beranjak dari kursi. Mereka berjalan bersama menuju taman samping ruang tengah. Keduanya menikmati suasana pagi yang tenang dan sejuk. Angin berhembus lembut menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Kupu-kupu tampak bertebangan bahagia menikmati harumnya bunga yang bermekaran.“Nyaman sekali.” Aisyah memperhatikan sekeliling. Dia sudah lama tidak menginjakka

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 83 Obsesi

    Aisyah membuka mata dan mendapatkan satu tangan serta dua kaki yang terikat di tempat tidur mewah. Dia memperhatikan sekeliling. Ruangan yang tampak asing. Di samping meja ada tiang infus yang masih terhubung dengan pergelangan tangannya.“Astagfirullah alazim. Di mana ini?” tanya Aisyah segera dudu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 52 Syarat Menikah

    Sean memandangi pungkung Aisyah. Pria itu menghela napas dengan berat. Di usia tiga puluh tahun, dia benar-benar tidak memiliki pengalaman mendekati wanita mana pun.“Kenapa Aisyah? Apa kamu membenciku? Kamu harus mencintaiku, Aisyah.” Sean keluar dari kamar Aisyah.“Apa dia benar-benar telah membun

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 46 Pertemuan Keluarga

    Mobil Jordan dan David telah tiba di rumah Sean. Dua kendaraan mewah itu parkir di depan halaman yang luas. Aisyah melihat dari kamarnya. Dia memperhatikan seorang wanita dan tiga pria yang keluar dari mobil dengan tergesa-gesa.“Apa mereka keluargaku?” tanya Aisyah duduk di dinding balkon. Wanita i

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 41 Tiba di Italia

    Aisyah duduk di dalam helicopter. Di sampingnya ada Sean. Wanita itu hanya diam saja. Gaun putihnya ada percikan darah dari pelayan yang ditembak. Dia memalingkan wajah dari pria di sebelahnya.“Kamu memang sudah bertunangan denganku sejak usia sepuluh tahun,” ucap Sean menoleh pada Aisyah.“Tidak m

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status