로그인...Bab 87“Pergi, aku mohon,” pinta Dara dengan mata yang terpejam. “Aku mohon, jangan siksa aku gini,” ucap Dara lagi.Ryuga terpekur sesaat. Apa yang terjadi pada pada istrinya? Apa dirinya membuat kesalahan yang begitu menyakitinya?Semua pertanyaan itu memenuhi benak Ryuga.“Kamu mimpi buruk?” Ryuga masih mencoba berpikir positif.Pasalnya, jarum jam masih menunjukkan pukul satu malam. Bisa saja Dara terbangun dari tidurnya tepat saat Ryuga pulang tugas.“Minum dulu,” Ryuga menyodorkan gelas berisi air minum ke hadapan Dara.Pelan-pelan Dara menolehkan wajahnya pada sosok yang duduk merangkul bahunya.“Mas Ryu?!” seketika Dara menghambur dalam pelukan pria itu. Mengabaikan gelas yang airnya sedikit tumpah.“Mas,… kamu kapan pulang?” cicit Dara, seakan baru sadar kalau lelaki disampingnya memang Ryuga.Ryuga mengusap punggung istrinya dengan gerakan beraturan. “Barusan, kamu kenapa? Hm.”Dara mengusap jejak air matanya kasar. “Kayaknya aku beneran butuh konsul ke Dokter lagi, de
...Bab 86“Oke. Mau ditunggu atau diantar ke mana?”“Aku tunggu di sini.”Tidak sampai sepuluh menit Dara menyelesaikan pesanannya, senyumnya mengembang lebar mendapati hasil rangkaian bunga dari tangan ajaibnya. Tentu dia berharap melihat senyuman yang sama di wajah pelanggannya juga ketika dia mempersembahkan hasil karangan bunganya.“Ini buketnya, sudah siap. Apakah sudah cocok?”Ekspresi laki-laki pemesan bunga terkesan tidak ramah, membuat Dara resah. Ia perhatikan sekali lagi buket di tangan lelaki itu. Rasanya tidak ada yang salah, lalu kenapa dia tampak kesal?“Kenapa? Apa ada yang kurang?” tanya Dara, cemas.Pria itu tersentak kaget dan sepertinya sadar kalau kekesalannya tergambar jelas di wajah. Dengan segera dia tersenyum sambil menurunkan ujung topinya.“Oh, nggak. Kamu pandai merangkai bunga. Saya hanya harus buru-buru, bos saya kasih tugas mendadak.”Dara mengembuskan napas lega dan mengangguk paham. Karena dia sudah membayar ke Dealova, pria itu pun gegas membawa bu
...Bab 85“Tips dari aku, udah dipraktekin?”Dara menggeleng lemah. “Aku nggak inget gimana detailnya, mana sempat inget-inget tips dari kamu.”“Jadi, kamu pasrah aja gitu pas Komandan beraksi semalam?” Dealova meneliti leher Dara, kemudian menarik kerahnya untuk melongok ke dalam.Buru-buru Dara menepuk tangan tidak sopan itu untuk menjauh. “Apaan? Mesum dasar!”“Nggak ada bekas cupang di leher, jadi aku tebak pasti banyak bertebaran di dada. Aku nggak salah, kan?” Dealova nyengir puas.Dara menoyor kepala Dealova sekuat tenaga seolah ia sedang mengusir setan mesum dari kepala gadis itu.“Cerita, dong! Penasaran aku gimana pertahanan kamu berhasil dijebol Sang Komandan.”Dara meringis. “Aku nggak inget, De. Aku kayak orang kena hipnotis tau!”Dealova mendecap. “Halah! Kena hipotis tuh, yang ila
...Bab 84Panik, Ryuga hanya bisa menyeduh segelas teh hangat dan membawa dua botol air mineral yang disediakan vila. Ia bergegas mendekati Dara kembali.“Saya buatkan teh hangat. Atau mau di kompres?” tawar Ryuga, penuh perhatian.Masih dalam posisi meringkuk, Dara menggeleng pelan. Bantal yang menutupi wajahnya coba ia turunkan untuk dipeluk. Dara beranikan diri membalas tatapan panik suaminya.“Aku nggak apa-apa,” ujar Dara, dengan suara lrih dan sengau.Mendengarnya membuat Ryuga ingin meninju dinding.“Sedikit agak sakit, tapi aku nggak apa-apa,” ulang Dara.“Saya harusnya lebih pelan.”Dara menggeleng cepat, jari-jarinya meremas bantal dengan cukup kencang. “Aku malu, Mas.”Kembali Dara menutup wajahnya dengan bantal. Beberapa detik kemudian ia menurunkan bantal untuk menatap w
...Bab 83Pandangan berkabut hasrat dari sorot mata Ryuga membuat kepercayaan diri Dara mendadak memudar. Ia melangkah makin dekat, lalu tangannya meraih dagu Ryuga. Mengangkatnya agar pandangan mereka bertemu.“Jangan diliatin gitu, ih! Aku malu, Mas.”“Saya hanya mengapresiasi pemandangan yang sangat luar biasa, malam ini,” aku Ryuga jujur. Baginya ini adalah pemandangan perdana yang sangat mengagumkan.Ditariknya pelan pergelangan tangan Dara, tubuh mungil itu tergerak merapat tepat berada di depan Ryuga. Tali yang mengikat piyama Dara, ditariknya pelan sampai terlepas dan memperlihatkan kulit bersih mulus yang membalut lekuk tubuh istrinya.Ryuga memeluk Dara dan membenamkan wajah di perutnya. “Kamu cantik,” gumam Ryuga.Mereka terus berinteraksi saling mengagumi tubuh masing-masing dalam bentuk ciuman dan decapan yang berujung dengan berbagi desah penuh damba. Hin
...Bab 82***Hari sebelum insiden dengan Dara, Ryuga dipanggil menghadap Letkol Desta. Panggilan yang terbilang mendadak itu untuk mengkonfirmasi tugas mereka selanjutnya.“Kita baru saja mendapat foto kiriman dari pihak kepolisian, saat ini semuanya masih dirahasiakan. Tapi,…” Letkol Desta menjeda ucapannya untuk mendorong sebuah map ke hadapan Ryuga.“Kamu cek sendiri saja,” perintah Letkol Desta.Map berwarna putih dengan stempel kepolisian itu segera Ryuga buka. Dari dalamnya Ryuga mengeluarkan dua lembar berkas dan sebuah foto yang turut jatuh dengan posisi terbalik. Di sana tertera sebuah anam yang ditulis menggunakan bolpoint. Driga Satriya.Ketika Ryuga mengambil foto dengan tersebut dan membaliknya, didetik itu juga dadanya mencelos. Seluruh darahnya seperti mengalir dan berpusat di kepalanya.Jemari Ryuga sedikit bergetar. “Semoga penglihatan saya bermasalah,” gumamnya, parau.“Saya pun berharap demikian.” Letkol Desta mendengus panjang sembari menghempaskan punggungny







