共有

Bab 43

作者: Author Lee
last update 公開日: 2026-06-20 17:37:20

Sebuah pistol.

Aaron tidak salah lihat. Apa yang ada di tangan Olivia saat ini adalah sebuah pistol. Sejak kapan wanita ini menyimpan benda seperti ini? Di kamarnya?

Langkah kakinya perlahan bergerak mundur seiring langkah kaki Olivia yang bergerak ke arahnya menjauhi kasur. Wanita itu menempel ujung pistol tepat di pelipis kanannya.

Ada raut marah sekaligus ketakutan di dalam manik Olivia. Tangannya yang menggenggam pistol sedikit bergetar.

"Kau pikir aku takut padamu?" sergah Olivia dengan ke
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 47

    "Mom, aku datang mengunjungimu."Olivia seketika terpaku saat mendengar ucapan Aaron yang begitu pelan. Suaranya amat rendah, jauh berbeda dengan sosok Aaron Kendrick yang selama ini dilihatnya.Yang paling menyita perhatian Olivia, setiap kata yang diucapkan Aaron seolah menyimpan kesedihan dan keputusasaan yang begitu mendalam.Meskipun tidak bisa melihat ekspresi wajah Aaron, tapi Olivia dapat merasakan perasaan pria itu saat ini. Tanpa diminta, Olivia pun ikut berjongkok di sampingnya.Aaron langsung menoleh ke samping, menatap Olivia yang berjongkok di sampingnya dengan tatapan lurus ke arah batu nisan ibunya. Tidak ada ekspresi apa-apa di wajah wanita itu."Mom, ini Olivia Rose, calon istriku." ucap Aaron lagi setelah kembali menatap ke depan. "Dia yang sudah merangkai bunga ini untukmu." tambahnya lagi dengan seulas senyum tipis."Kuharap bibi menyukainya." ujar Olivia spontan.Sekali lagi Aaron menoleh ke arahnya, menatapnya dengan alis terangkat. Ketika itu pula, Olivia berpa

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 46

    Seperti yang dikatakan Aaron padanya sebelum ini, perjalanan mereka pagi itu terasa cukup panjang.Meskipun begitu, langit hari itu yang tampak begitu cerah membuat perjalanannya tidak terasa membosankan untuk Olivia. Pemandangan sawah dan perbukitan yang mereka lewati membuatnya merasa takjub.Ini pertama kalinya Olivia melihat Aaron menyetir. Sopir lain yang ada di mansion diminta untuk tetap di sana, menunggu instruksi lebih lanjut untuk menjemput atau mengantar Josh yang masih berada di rumah sakit.Dan untuk pertama kalinya juga Olivia duduk di bangku penumpang di baris depan, tepat di sebelah calon suaminya itu.Selama perjalanan, mereka tidak banyak mengobrol.Aaron fokus pada jalanan. Sementara Olivia hanya memperhatikan pemandangan di luar sana sambil sesekali bergumam takjub. Dan ketika ia bergumam, Aaron hanya menyahut singkat dengan seulas senyum.Mobil mewah yang disetir oleh Aaron berhenti di tempat terbuka yang sepi. Tidak jauh dari tempat mereka berhenti, terlihat sebu

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 45

    Aaron tengah menyeka sudut bibirnya dengan sebuah serbet putih ketika Olivia tiba di ruang makan. Pakaiannya juga sudah rapi. Kehadiran Olivia di sana langsung mengalihkan perhatiannya."Selamat pagi," sapa Olivia pelan. Nada bicaranya terdengar sedikit gugup saat Aaron melirik ke arahnya.Olivia belum pernah menyapa Aaron sebelumnya. Jadi hal itu membuat Aaron sedikit kaget, tapi ia tidak memperlihatkannya."Hm," sahutnya berdeham.Sebenarnya bukan tidak ada maksud Olivia melakukan hal tersebut. Apa yang sudah dilakukannya terhadap Aaron kemarin masih terbayang jelas di benaknya. Dan sekarang ia baru menyesalinya.Pagi ini saat mendengar dari Claudia bahwa pria itu mengajaknya ke suatu tempat yang bahkan Claudia pun tidak tahu ke mana, Olivia jadi sedikit merasa ngeri.Ketika Olivia baru menarik kursi dan duduk, Aaron melakukan hal yang sebaliknya. Kursinya didorong ke belakang. Pria itu sudah hendak meninggalkan meja makan."Setelah selesai sarapan, temui aku di taman bunga di halam

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 44

    Ponsel di atas meja kerjanya berdering ketika Aaron tengah berdiri menghadap ke luar jendela pagi itu.Matahari sudah terbit di sebelah timur. Cahayanya hangat, belum terlalu terik. Kicauan burung yang bernyanyi merdu mengisi suasana pagi yang tenang.Hari ini ia bangun lebih awal dari biasanya. Meskipun baru saja pulang dari perjalanan yang cukup jauh, sekaligus mengalami kecelakaan yang cukup serius, tapi Aaron tidak merasa benar-benar lelah.Ia memutar badan dan berjalan ke arah meja kerjanya, lalu menatap layar ponselnya sejenak sebelum menjawab telepon dari pihak kepolisian.Benda itu menempel di sebelah telinganya. Seorang pria paruh baya berbicara dengannya, menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah mereka lakukan semalaman.Hasilnya nihil.Mereka tidak berhasil menemukan apa pun di lokasi kejadian. Kesengajaan ini terlalu rapi dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.Bahkan karena Aaron sendiri tidak berhasil mengingat nomor plat mobil tersebut, pihak kepolisian tidak bisa mel

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 43

    Sebuah pistol.Aaron tidak salah lihat. Apa yang ada di tangan Olivia saat ini adalah sebuah pistol. Sejak kapan wanita ini menyimpan benda seperti ini? Di kamarnya?Langkah kakinya perlahan bergerak mundur seiring langkah kaki Olivia yang bergerak ke arahnya menjauhi kasur. Wanita itu menempel ujung pistol tepat di pelipis kanannya.Ada raut marah sekaligus ketakutan di dalam manik Olivia. Tangannya yang menggenggam pistol sedikit bergetar."Kau pikir aku takut padamu?" sergah Olivia dengan kepala mendongak menatap Aaron yang menjulang tinggi di hadapannya. "Aku bisa membunuhmu sekarang juga, Aaron Kendrick."Aaron tidak berkutik. Tidak ada ekspresi apa pun di wajahnya. Olivia sampai berpikir, apa dirinya yang sedang memegang pistol seperti sekarang ini tidak terlihat cukup menakutkan?Langkah Aaron terhenti tepat di tengah ruangan. Olivia berusaha menekan ujung pistol lebih dalam agar pria itu bergerak. Namun pria itu sama sekali tidak beranjak."Kenapa kau berhenti?" tanyanya denga

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 42

    Waktu terasa singkat malam itu untuk Olivia.Mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang mansion saat hampir menjelang tengah malam. Para penjaga segera membuka pintu gerbang dan membiarkan mobil melaju masuk ke area mansion.Selama perjalanan, suasana di dalam mobil begitu hening.Josh tetap tinggal di rumah sakit. Sedangkan Aaron, pria itu tertidur selama perjalanan pulang. Tiba-tiba ia merasa mengantuk, efek dari obat yang diberikan oleh pihak rumah sakit.Kepalanya bersandar di pundak Olivia, membuatnya terpaksa harus duduk tegap dan tidak berani terlalu banyak bergerak. Ia takut jika gerakannya akan membangunkan pria itu.Tapi sekarang Olivia harus membangunkannya. Mereka sudah tiba di depan teras pintu utama."Bangun," panggil Olivia sambil menepuk-nepuk pelan bahu Aaron yang masih bersandar padanya.Tidak ada jawaban, tidak ada pergerakan sama sekali. Kedua matanya bahkan masih terpejam.Olivia menepuk bahunya sekali lagi. "Hei," panggilnya. Namun tidak ada yang berubah. Olivia

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 35

    Aaron sudah berada di ruang makan saat Olivia tiba.Hidangan makan siang yang kelihatan begitu nikmat dan lezat sudah tersaji di atas meja.Olivia menarik kursi dan duduk di sisi kanan Aaron. Kepalanya tertunduk. Ia berusaha menghindari tatapan mata Aaron yang mulai tertuju ke arahnya.Saat di kama

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 34

    Olivia langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang, menimbulkan suara bantingan yang cukup keras.Ia langsung meletakkan kotak obat yang didekapnya untuk menutupi dadanya yang tidak mengenakan apa pun di atas meja terdekat, lalu berlari ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian baru.Tanpa senga

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 33

    Olivia menanggalkan gaunnya yang secara keseluruhan telah basah saat dirinya masih menginjak alas kaki di depan pintu kamar mandi.Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi kulit tubuhnya. Udara dingin menerpa, membuatnya mulai merasa kedinginan.Ia buru-buru berlari ke lemari pakaian, membuk

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 32

    🔞-----Olivia dapat merasakan tatapan mata Aaron yang tertuju penuh ke arahnya. Setiap gerak-geriknya seolah dipantau oleh sepasang mata yang dapat menembus masuk hingga ke dalam tubuhnya."Sampai kapan kau mau terus menyiram tubuhku dengan air?"Suara Aaron yang rendah memecah keheningan dan ket

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status