مشاركة

Ayah Lagi?

مؤلف: Anny Djumadi
last update تاريخ النشر: 2026-06-12 17:36:01

Akhirnya Alena menyerah, Ia tahu percuma membantah. Kalau Leon sudah memutuskan sesuatu, biasanya tidak mudah diubah.

"Baiklah, Pak."

Leon mengangguk pelan. Mereka berjalan menuju pintu rumah. Belum sempat Alena mengetuk, pintu sudah lebih dulu terbuka. Ibunya muncul dengan senyum yang langsung berubah saat melihat Leon berdiri di belakang putrinya.

"Oh."

Alena buru-buru mengambil alih situasi sebelum ibunya mengatakan sesuatu yang aneh.

"Bu, Pak Leon mengantar Alena pulang."

"Oh."

"Jadi Alena
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Green Grand
aduh mak Alena parah...
goodnovel comment avatar
Ayu Ilma
Asal ibu tau, anak ibu duluan yg lamar pak Leon waktu Alena SMA(≧▽≦)
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jangan Ikut Blind Date!

    Beberapa saat kemudian, pintu ruang rapat terbuka. Begitu Leon keluar setelah hampir satu jam berada di dalam, seseorang langsung menghampirinya.Ibunya.Mira sudah tidak sabar."Sudah selesai?""Iya, Bu.""Bagus."Leon mengangguk pelan. Ia sudah terlalu lelah untuk bertanya kenapa ibunya masih ada di sana. Kalau dipikir-pikir, jawabannya pasti sama.Menemaninya.Atau lebih tepatnya...Mengawasinya.Mira langsung berjalan di samping putranya."Aku tadi jalan-jalan.""Hm.""Terus aku ke bawah.""Hm.""Terus aku ketemu Alena."Langkah Leon langsung melambat."Hah?"Mira sama sekali tidak menyadarinya."Aku sudah bilang, jangan ganggu Alena saat kerja.""Ibu tidak ganggu.""Lalu?""Justru Ibu bikin dia santai sejenak.""Hah?""Ibu ajak ngobrol-ngobrol.""Namanya perempuan pasti suka ngobrol.""Ibu...""Anaknya lucu ya."Leon mulai tidak tenang."Bu...""Polos.""Bu.""Dan imut.""Bu.""Malah Ibu sudah tidak heran."Leon menelan ludah."Tidak heran apa?""Kenapa kamu menganggap dia sepert

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Blind Date

    Keesokan paginya, Alena berangkat kerja dengan wajah lesu. Bahkan sejak turun dari kendaraan sampai masuk ke ruang marketing, senyum yang biasanya selalu menghiasi wajahnya sama sekali tidak terlihat.Tentu saja perubahan itu langsung ditangkap oleh seseorang.Sisca.Wanita itu langsung menggeser kursinya mendekat."Lena.""Hm?""Ayo senyum.""Hmm.""Aku kangen lesung pipimu."Alena tetap diam."Jangan pelit-pelit.""Hmm."Sisca mulai gelisah. Biasanya Alena memang gampang tersipu, gampang malu, tetapi selalu ceria dan tidak pernah semurung ini. Akhirnya Alena mengangkat sudut bibirnya sedikit.Namun... senyum itu begitu kaku.Sisca langsung memegang dada."Jangan begitu dong."Alena mengernyit."Kenapa?""Lebih baik kamu marah.""Hah?""Senyum kayak gitu bikin aku takut."Alena langsung menghela napas. Daripada berdebat dengan Sisca, lebih baik diam.Namun ternyata... diam juga tidak membuat sahabatnya berhenti bicara."Lena.""Hm?""Di dunia ini cowok banyak."Alena meliriknya."Buk

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Memilih Calon

    Keesokan paginya...Leon benar-benar mulai merasakan hidupnya berubah. Kalau biasanya ia bebas pergi ke mana pun, sekarang berbeda.Ke mana pun ia pergi, selalu ada satu orang yang mengikutinya.Ibunya.Pagi itu Leon baru saja mengambil kunci mobil."Sudah mau berangkat?""Iya.""Ibu ikut."Leon hanya bisa mengangguk pasrah.Begitu tiba di perusahaan...Mira langsung ikut turun dari mobil, menyapa para karyawan dengan ramah, bahkan sesekali berhenti mengobrol dengan mereka.Melihat tingkah ibunya, Leon sampai merasa wanita itu sudah naik jabatan menjadi sekretaris pribadi keduanya.Leon mulai punya firasat buruk."Bu.""Hm?""Ibu mau ke mana?""Ikut kamu."Leon menghela napas."Tapi Ibu tidak ada urusan di kantor.""Siapa bilang?""Lalu urusannya apa?""Menemani anak."Leon benar-benar kehabisan kata-kata.Sepanjang hari...Leon bahkan tidak pernah benar-benar sendirian. Saat menuju ruang rapat... Mira ikut sampai depan pintu."Mau meeting, Bu.""Iya.""Ibu tunggu."Saat Leon keluar

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Dua Ibu, Dua Rencana

    Sore itu...Jam kerja akhirnya usai. Sebagian besar karyawan mulai berkemas untuk pulang. Namun tidak dengan Leon. Pria itu justru menghela napas panjang begitu keluar dari ruangannya.Seharian ini... ia sama sekali tidak memiliki kesempatan mendekati Alena. Padahal sejak pagi sudah ada rencana di kepalanya.Sepulang kerja... ia ingin mengajak Alena makan malam. Bukan untuk berkencan. Setidaknya menurut pengakuannya sendiri.Ia hanya ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang terus menumpuk.Tentang Cynthia.Tentang ibunya.Dan tentang boneka singa yang ternyata malah membuat keadaan semakin rumit.Namun semua rencana itu langsung buyar. Karena begitu keluar dari lift... seseorang sudah berdiri sambil tersenyum manis.Ibunya."Sudah selesai?"Leon langsung memejamkan mata."Sudah, Bu.""Bagus."Mira langsung merangkul lengan putranya."Yuk pulang."Leon hanya bisa mengangguk pasrah. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, Mira terus mengobrol.Mulai dari menu makan malam.Sampai membah

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Tidak Mengerti

    Begitu Leon dan Mira menghilang ke dalam lift...Area marketing mendadak hening.Lima detik.Sepuluh detik.Lalu..."AAAAAA!"teriak Sisca.Alena yang masih berusaha menenangkan jantungnya sampai terlonjak dari kursinya."Apa lagi sih?!"Sisca langsung menunjuk lift yang sudah tertutup."Itu!""Itu apa?""'Nanti Alena bisa resign!'"Sisca menirukan suara Leon dengan dramatis. Alena langsung memegang kepala."Tolong jangan diulang.""Tidak bisa.""Kenapa?""Karena aku merinding."Alex menghela napas."Aku juga dengar.""Nah kan!"Sisca langsung menepuk meja."Itu bukan kalimat bos biasa."Alena mendelik."Itu kalimat orang yang takut kehilangan karyawan.""Bohong.""Benar."Seperti biasa, Alena memilih diam daripada harus adu mulut dengan Sisca. Ekspresi Sisca sangat serius. Bahkan terlalu serius."Aku tahu sekarang.""Apa?""Pak Leon pasti sudah membayangkan masa depan."Alena langsung memejamkan mata."Tolong jangan mulai.""Tidak."Sisca mengangkat telunjuk."Analisis ini berdasarka

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jangan Sampai Ibu Tahu!

    Alena sudah benar-benar hampir putus asa. Karena perasaannya sudah tidak tenang, di kepalanya sekarang hanya ada satu ketakutan.Aduh mati aku.Jangan-jangan aku mau dituduh jadi pelakor lagi.Penyebab hubungan mereka bermasalah.Dan karena terlalu panik ... tanpa sadar Alena malah menambahkan,"Aku juga tidak minta apa-apa.""Hm?""Maksud saya..."Alena langsung ingin menepuk mulutnya sendiri. Namun semuanya sudah terlambat."Aku tidak minta apa-apa."Mira mulai penasaran."Lalu?""Pak Leon sendiri yang antar boneka singa."Hening.Mira membeku."Hah?"Alena ikut membeku.Astaga.Kenapa omongan seperti itu keluar dari mulutnya?"Apa?"Mira berkedip."Boneka singa?"Alena langsung ingin menghilang dari muka bumi.Sementara di kejauhan ... Sisca yang sedang menguping hampir jatuh dari kursinya."ASTAGA!""Kali ini aku juga bakal kena masalah!"Alex buru-buru menarik lengannya."Kok bisa?""Aku kan konsultannya!""Hah?"Tapi Sisca malah berdiri dan menegakkan tubuhnya."Duduk!""Tapi in

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Detektif Sisca Mulai Bingung

    Malam itu Alena pulang dengan pikiran yang benar-benar kacau. Sepanjang perjalanan pulang, bahkan saat sedang mandi, makan malam, sampai berbaring di tempat tidur, hanya ada satu kalimat yang terus berputar di kepalanya. "Kenapa tidak mencoba memperbaiki hubungan dengan Cynthia?" Dan yang lebih

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!    Penemuan Bukti oleh Detektif Sisca

    Perjalanan pulang berlangsung jauh lebih tenang daripada yang dibayangkan Alena. Atau lebih tepatnya, terlalu tenang.Sepanjang perjalanan, Leon fokus menyetir. Sementara Alena duduk dengan rapi di kursi penumpang sambil berusaha terlihat normal. Masalahnya, semakin ia berusaha terlihat normal, sem

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bosku Hari Ini Aneh

    Sisca yang sempat menangkap pandangan Alena yang diam-diam mengarah ke Leon langsung memegang dagunya dengan curiga. Tatapannya bergantian antara Alena dan sang direktur. Beberapa detik kemudian, ia tiba-tiba berdiri di samping Alena sambil menyipitkan mata."Kamu juga lihat, kan?"Alena yang sedan

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Surat yang Tidak Jadi Diserahkan

    Amara terlihat benar-benar kesal. Bahkan ia kembali mengulangi ucapannya, seolah ingin membuat Leon menyadari kesalahan besar yang menurutnya telah dilakukan Alena."Kalau suka bercanda ada batasnya, Alena. Pak Leon itu atasanmu.""Aku benar-benar tidak tahu ada cabainya.""Saya sendiri yang memaka

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status