Teilen

OK bab. 6

last update Veröffentlichungsdatum: 14.06.2025 10:35:46
Tak pernah terbayangkan dalam mimpi sekalipun untuk menjadi duri dalam pernikahan orang lain. Namun nyatanya takdir membawa pada lorong gelap yang tak tahu kemana ujungnya.

Kesalahan satu malam kini mulai perlahan mengubah hidupnya. Kiara tak tahu apa yang harus ia lakukan agar bisa terhindar dari masalah rumit yang ingin membelitnya.

"Dari sekian banyak lelaki di dunia ini, kenapa harus suami temanku sendiri? Kenapa Tuhan? Aku mohon, biarkan semuanya berlalu begitu saja. Sepertinya setelah
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
Indah Wirdianingsih
kasian bnget kiara, sedih bnget punya emak modelan begitu
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Orang ketiga.   OK bab. 37

    Diego kembali pulang ke rumah orang tuanya dengan langkah berat. Bahkan sebelum memasuki pintu, ia sudah bisa menebak alasan kepulangannya kali ini. Pasti Anggi kembali mengadukan sesuatu kepada kedua orang tuanya.Ia mengembuskan napas panjang, lalu mendorong pintu utama.Begitu memasuki ruang keluarga, pemandangan yang langsung tertangkap matanya sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Anggi duduk di antara kedua orang tuanya. Ibunya bahkan tampak sibuk mengupaskan buah untuk menantunya dengan penuh perhatian, sementara sang ayah duduk di sisi lain dengan wajah serius.Keduanya selalu memperlakukan Anggi dengan begitu baik.Terlalu baik, pikir Diego.Seolah-olah Anggi adalah putri kandung mereka, sementara dirinya hanya seorang anak yang kebetulan tinggal di keluarga itu.“Putra kesayangan kita ternyata sudah datang.”Suara ibunya membuat semua mata beralih kepadanya.Diego hanya mengangguk singkat.“Duduk sini,” ujar Julian dengan nada tegas pada

  • Orang ketiga.   OK bab. 36

    Pagi itu, udara masih terasa segar ketika Kiara melangkah memasuki gedung kantor untuk pertama kalinya setelah cuti panjang akibat menjalani perawatan di rumah sakit.Sudah beberapa minggu ia tidak melihat kesibukan tempat ini. Suara langkah kaki yang tergesa-gesa di lorong, bunyi pintu lift yang terbuka dan tertutup, suara mesin fotokopi dari kejauhan, hingga aroma kopi yang samar-samar tercium dari pantry—semuanya terasa begitu akrab, tetapi sekaligus asing.Seolah-olah ia sedang kembali ke kehidupan lamanya setelah sempat terlempar jauh dari sana.Beberapa rekan kerja yang berpapasan menyapanya dengan hangat."Kiara! Akhirnya masuk juga.""Sudah sehat, kan?""Selamat datang kembali!"Kiara membalas semuanya dengan senyum ramah."Terima kasih.""Sudah jauh lebih baik."Jawaban itu selalu ia berikan setiap kali seseorang menanyakan kondisinya.Sudah jauh lebih baik.Kalimat sederhana yang sebenarnya menyembunyikan banyak hal.Tubu

  • Orang ketiga.   OK bab. 35

    Matahari telah merangkak tinggi ketika Kiara akhirnya meninggalkan bangsal rumah sakit. Setelah berhari-hari menjalani perawatan, kini ia bisa kembali menghirup udara bebas dengan perasaan yang jauh lebih lega.Sebuah mobil hitam melaju dan berhenti di area parkir basement sebuah apartemen. Reymond turun lebih dulu, lalu bergegas membukakan pintu untuk keponakannya."Pelan-pelan," ucapnya sembari mengulurkan tangan.Kiara mengangguk kecil. Dengan hati-hati ia keluar dari mobil. Tubuhnya masih terasa lemas, tetapi setidaknya ia tidak lagi harus menghabiskan hari-harinya di balik dinding putih rumah sakit.Reymond mengambil tas pakaian serta kantong berisi obat-obatan dari bagasi. Setelah memastikan semuanya terbawa, ia mendampingi Kiara menuju lobi apartemen.Sepanjang perjalanan menuju lift, Reymond tak pernah membiarkan Kiara berjalan terlalu cepat. Sesekali ia melirik keponakannya, memastikan gadis itu tidak kelelahan."Ayolah, aku tidak selemah itu," ujar

  • Orang ketiga.   OK bab. 34

    Diego mengembuskan napas panjang. Rahangnya mengeras, sementara kedua tangannya mengepal di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih.Ia tahu, apa pun jawaban yang keluar dari mulutnya malam ini akan menghancurkan seseorang. Namun, satu hal telah ia putuskan sejak lama. Apa pun yang terjadi, ia tidak akan menyeret nama Kiara ke dalam kemarahan keluarganya. Perempuan itu sudah terlalu banyak menderita. Diego tak ingin beban itu bertambah karena kesalahannya."Jawab Daddy!" bentak Julian.Diego mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya mantap, meski jauh di lubuk hatinya ia tengah berperang dengan dirinya sendiri."Anggi tidak berbohong."Keheningan langsung menyelimuti ruang makan.Ibunya Diego memejamkan mata, seolah tak sanggup menerima pengakuan putra yang selama ini begitu ia banggakan.Sementara Anggi, meski sudah mengetahui kenyataannya, tetap merasakan dadanya diremas hebat saat mendengar pengakuan itu keluar langsung dari bibir suaminya. Har

  • Orang ketiga.   OK bab. 33

    Anggi memarkir mobilnya di halaman rumah keluarga suaminya. Tangannya masih menggenggam kemudi erat-erat, sementara dadanya naik turun menahan gejolak emosi yang sejak tadi memenuhi pikirannya.Ia tidak datang sebagai menantu yang hendak bersilaturahmi.Ia datang sebagai seorang istri yang menuntut keadilan atas tindakan suaminya yang telah mengkhianati ikatan pernikahan mereka.Sudah beberapa hari Diego tidak pulang ke rumah. Pria itu seolah menghilang begitu saja tanpa kabar yang jelas. Nomor ponsel yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung pun lebih sering tidak dapat dihubungi. Kalaupun tersambung, panggilannya hanya berakhir tanpa jawaban, seakan sengaja diabaikan.Sebagai seorang istri, Anggi telah berusaha berpikir positif. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa suaminya benar-benar sibuk dengan pekerjaan. Namun, semua pembelaan yang ia bangun runtuh seketika saat melihat sendiri bukti-bukti bahwa suaminya telah bermain hati.Sejak saat itu, tak ada lag

  • Orang ketiga.   Ok bab. 32

    Pagi itu, sinar matahari menembus sela-sela tirai ruang rawat, menyapu lantai putih dengan cahaya keemasan yang hangat. Namun, kehangatan itu sama sekali tak mampu mengusir kegelisahan yang sejak semalam bersarang di hati Kiara.Ia duduk bersandar di ranjang rumah sakit, memandangi semangkuk bubur yang hampir tak tersentuh. Pikirannya terus dipenuhi keputusan yang telah ia ambil semalam.Pergi.Satu-satunya cara untuk melindungi Anggi adalah menghilang sebelum semua rahasia itu terbongkar.Tok.Tok.Pintu kamar diketuk pelan.Kiara mengangkat kepala.Ia mengira seorang perawat yang datang memeriksa kondisinya. Namun, begitu pintu terbuka, tubuhnya langsung menegang.Diego.Pria itu berdiri di ambang pintu sambil membawa kantong berisi beberapa kotak makanan dan buah-buahan. Wajahnya terlihat lelah, seolah semalaman tidak benar-benar tidur."Akhirnya aku menemukanmu."Jantung Kiara berdegup begitu keras."Diego ... kamu kenapa ada d

  • Orang ketiga.   OK bab. 5

    Anggi tersenyum. Wanita manis itu tak menyadari perubahan yang tiba-tiba menguasai atmosfer. "Sayang, ini Kiara, sahabatku sejak SMA." Tangannya merangkul manja lengan lelaki yang ia perkenalkan sebagai suami. Berbeda dengan wajah Anggi yang sumringah. Lelaki itu justru diam sejenak, kemudian meng

  • Orang ketiga.   OK bab. 4

    Pernah tidak kalian mendengar ada yang bilang, lebih baik capek badan daripada capek otak? Capek badan bisa hilang saat dibawa istirahat, tetapi capek otak mau tidur 24 jam sekalipun tak mampu membuat hilang sakit di kepala. Itulah yang tengah Kiara alami pagi ini. Suasana pagi yang cerah tetapi t

  • Orang ketiga.   OK bab. 3

    Kiara menarik napas cepat, rasa lelahnya berganti waspada. "Mama jarang berbicara dengan nada seperti itu dan jika beliau sampai menunggu di apartemen tanpa memberi tahuku sebelumnya, berarti ada sesuatu yang diinginkannya dariku." Lagi-lagi Kiara hanya mampu bergumam di dalam hati, walau seribu t

  • Orang ketiga.   OK bab. 1

    Selama dua puluh sembilan tahun hidup di dunia ini, Kiara tak pernah melakukan kesalahan. Semua yang berjalan tersusun rapi sesuai dengan keinginannya. Seorang wanita single dengan karier yang cemerlang, wajah cantik dan tubuh yang proporsional menjadi nilai lebih dalam dirinya. Bangga? Tentu saja

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status