Teilen

13: Jangan lari!

last update Veröffentlichungsdatum: 03.09.2026 15:10:50

Reno yang melihat calon istrinya datang dengan gaun seksi berwarna merah menyala seketika membuat kedua matanya membulat sempurna liur nya hampir menetes saat pikiran cabul menari-nari di benak nya.

" Tuan Reno, apa kabar " Ragas menyapa hangat

" Baik, baik. Sangat baik " sahutnya penuh kegirangan yang tidak bisa di tutupi. Mata liarnya tak lepas dari tubuh memikat Ayya

" Ini Alayya, dia baru pulang dari studi nya. Dia sengaja tampil kaya gini demi Pak Reno "

Ayya yang mendengarnya i
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • PACAR SEWAAN 24 JAM   13: Jangan lari!

    Reno yang melihat calon istrinya datang dengan gaun seksi berwarna merah menyala seketika membuat kedua matanya membulat sempurna liur nya hampir menetes saat pikiran cabul menari-nari di benak nya. " Tuan Reno, apa kabar " Ragas menyapa hangat " Baik, baik. Sangat baik " sahutnya penuh kegirangan yang tidak bisa di tutupi. Mata liarnya tak lepas dari tubuh memikat Ayya " Ini Alayya, dia baru pulang dari studi nya. Dia sengaja tampil kaya gini demi Pak Reno " Ayya yang mendengarnya ikut tersenyum manis, jauh dalam dirinya ia menahan mual yang bergejolak diperut. Rasanya ingin sekali ia membenturkan dua kepala pelontos itu sampai pecah. " Wahh, cantik sekali. Benar-benar sesuai selera saya " Ujar Reno, dari segi wajah kentara sekali dia itu pria cabul. " Ayya, cepet temenin Pak Reno sambut tamu " Dengan penuh keterpaksaan Ayya menurut, ia menemani laki-laki plontos berperut buncit dan bergigi emas----menyambut tamu yang berdatangan. Saat tangan kasar dan gemuk Re

  • PACAR SEWAAN 24 JAM   12: Pukulan telak

    Kamar yang semula bernuansa putih gading dengan ornamen warna-warna pastel kini terlihat begitu gelap dan banyak barang-barang yang rusak----dan barang bekas yang di taruh disana. Cahaya matahari mengintip masuk melalui sela papan kayu yang melapisi jendela di kamar itu. Di sisinya seorang perempuan lusuh tampak duduk dengan mata terpejam menunjukkan guratan merah dari urat mata yang menyembul. Tampak mengerikan sekaligus menyedihkan. Ayya memeluk tubuhnya yang meringkuk pedih di atas kasur usang. Perlahan matanya terbuka, sorot mata yang semula terlihat berbinar ceria kini jauh lebih redup dan dingin. Ia mengangkat pelan tubuhnya diiringi rasa sakit menjalar di seluruh syaraf nya. " Nih makanan nya, abisin " Seorang pelayan menaruh kasar piring berisi nasi dan lauk sisa kemudian berlenggang pergi dengan wajah sombong seolah dia baru saja memberi makan seekor peliharaan. Ayya melirik tanpa minat, ia tidak akan menyentuh makanan itu. Dirumah ini tidak ada yang aman ba

  • PACAR SEWAAN 24 JAM   11: Dia menghilang

    Jarum jam menunjukkan pukul 8 malam saat Nerian menyambangi kedai ayam goreng tempat Ayya bekerja. Sang pemilik toko langsung menyambutnya dengan senyuman ramah " Mau pesen apa Kak? " tanyanya ramah " Saya mau tanya, kurir makanan anda kemana ya? saya suaminya " Ujar Nerian langsung tanpa basa-basi Keterkejutan terlihat di sorot mata wanita itu, tatapannya menyapu penampilan Nerian dari atas hingga bawah. " Tadi siang saya suruh dia antar pesanan ke kantor Winata tapi sampe sekarang dia belum juga pulang, nomernya nggak aktif. Pak " Sahutnya cemas bercampur kesal " Ck! mana motor kurir dibawa dia " Gumam nya menyuarakan keresahan hatinya " Soal motor nanti saya ganti, saya permisi " Setelah itu Nerian bergegas pergi Perasaan nya semakin kacau, sejak tadi ia sudah menghubungi Ayya namun nomernya masih belum aktif. " Nggak mungkin dia kabur " Nerian kembali mengecek ponselnya dan pas sekali saat itu Riyan menghubungi nya. " Apa udah ada kabar dari Aina? " ta

  • PACAR SEWAAN 24 JAM   10: Kurir cantik

    " Ini, hati-hati di ya. Awas! jangan sampe hancur makanan nya " Ayya mengangguk cepat " Okey! tenang aja " serunya riang menerima bungkusan isi makanan yang akan ia antarkan. " Harus di anter ke tujuan ya!! fotoin penerima nya " pemilik kedai ayam goreng itu berteriak sambil memperhatikan Ayya yang keluar dengan dua kantong plastik penuh dengan makanan. Dengan penuh semangat Ayya mengendarai motor matic yang pakai untuk mengirim makanan. Ia mengantarkan beberapa makanan ke beberapa rumah dan beberapa toko yang memesan. " Terimakasih, order lagi ya " Ujar Ayya membuat si penerima tersenyum manis. Ayya menceklis lalu memgirim foto pesanan yang telah ia kirim. Kemudian Ayya memeriksa pesanan terkahir yang tersisa " Winata group!! " Pekik nya kemudian meriksa kembali alamat yang tertera. Dan benar, itu alamat kantor Nerian. Jantung nya berdebar tak karuan mendadak ia ingin menghilang atau pingsan saat ini juga. Ayya memikirkan banyak cara yang terlintas di kepalany

  • PACAR SEWAAN 24 JAM   09: Aku pergi!

    Semenjak kejadian siang tadi, disaat ia melihat Nerian bersama seorang perempuan----entah kenapa hatinya terus berdenyut sakit. Seperti ada luka kecil tak kasat mata yang perih dan menuntut sembuh. Berulang-kali Ayya menepis perasaan aneh itu, tapi rasa sakit bercampur sesak justru semakin menghimpit dadanya. Apa lagi senyuman manis Nerian saat melihat perempuan itu memakai gaun pernikahan, begitu terlihat bahagia dan tulus dan sulit hilang dari benaknya. " Curang! dia ngehindarin gue gara-gara Dion. Padahal dia sendiri yang main belakang! " gerutu nya cemburu seolah mereka memang pasangan resmi. Tubuhnya tersentak saat pintu panthouse terbuka menampilkan sosok yang sejak tadi menghantui pikiran nya. Nerian menatap nya sekilas kemudian berlalu menaiki tangga dengan wajah datar seperti biasa. " Nerian " Panggil Ayya menghentikan langkah laki-laki itu. " Kenapa? " Tidak ada senyuman tulus atau nada hangat dari laki-laki itu. " Gua mau pindah dari sini, tapi ten

  • PACAR SEWAAN 24 JAM   8: Dia punya pacar

    Ayya mematung ketila mendengar suara dingin Nerian memanggil nya seperti itu. Suasana dapur seketika berubah dingin dan senyap. " Kenapa Dion manggil kamu kaya gitu? kalian pasti pernah ada hubungan kan " Ayya tergagap, lidahnya kelu dan seluruh kulit kepalanya terasa kebas. Ayya terlihat seperti kucing yang ketahuan mencuri ikan: gugup, bengong dan berusaha kabur dari pertanyaan itu " Dia dari dulu manggil nya gitu, bukan karena ada hubungan. Kam Aina, Ai Ai sama kaya Ayy. Gitu.... mungkin " Semakin menjelaskan semakin terlihat celah kecurigaan nya. Ayya mematikan kompor lalu berseru senang karena opor nya sudah matang. Aroma harum masakan itu mengalihkan sejenak pikiran Nerian, ditatap nya kuah kuning kental yang terlihat menggiurkan dengan kepulan asam pembangkit rasa lapar. " Ini spesial buat lo, bagian paling enak dari ayam" Ujar Ayya menaruh sepotong paha dalam mangkuk lalu meletakkannya ke depan Nerian. " Aku tau kamu lagi nyembunyiin sesuatu " Nerian mencecar nya

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status