Accueil / Mafia / PEREMPUAN MILIK MORETTI / Cara Mereka Menghapus

Partager

Cara Mereka Menghapus

last update Date de publication: 2026-03-29 21:18:01

Rapat tidak berhenti.

Suara kembali mengisi ruang dengan ritme yang sama—angka disebut, lot dipindahkan, keputusan dijatuhkan tanpa jeda. Pena bergerak, halaman dibalik, nama ditandai. Tidak ada yang kembali pada artefak sebelumnya. Tidak ada yang perlu.

Elena tetap berdiri.

Kursi di samping Adriano masih kosong. Tidak disentuh. Tidak dilihat terlalu lama. Satu staf di ujung meja sempat meliriknya—lalu menunduk lagi, seolah kursi itu bukan sesuatu yang boleh dipikirkan tanpa izin.

Sistem be
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Ketika Laras Itu Berubah Arah

    Halaman belakang mansion membentang jauh di bawah cahaya lampu taman. Julian berjalan di depan. Tangannya tidak lepas dari tangan Elena. Mereka menerobos semak yang tumbuh di sepanjang dinding belakang. Ujung mantel Elena tersangkut ranting. Julian menariknya bebas tanpa berhenti. Kaki Elena menyentuh tanah tanpa sepatu. Setiap pijakan membuat luka di betisnya berdenyut. Ia menoleh. Dari arah mansion, gonggongan anjing masih terdengar dari balik kandang. Keras. Tidak putus. Julian mempererat genggamannya. “Jangan menoleh ke belakang.” Elena memandang punggungnya. “Kau yakin kita bisa keluar dari sini?” “Mobilku tidak jauh.” Ia menunjuk ke arah pepohonan di depan. “Sedikit lagi.” Elena memaksakan langkah. Tanah basah bergeser di bawah telapak kakinya. Sebuah akar mencuat dari permukaan. Ujung kakinya mengenainya. Bruk. Tubuh Elena jatuh ke samping. Julian langsung berbalik. “Elena.” Ia berjongkok. “Kau tidak

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Jalan Keluar yang Tidak Seharusnya Ada

    “Siapa di luar?” Jemari pria itu meninggalkan gagang pintu. Satu langkah mundur. Pintu di sebelahnya tidak terkunci. Ia menyelinap masuk. Gelap. Daun pintu ditarik kembali hingga menyisakan celah tipis. Ia bergerak ke sisi lemari, merapatkan tubuh ke dinding yang berdekatan dengan jendela. Gagang pintu kamar Elena berputar. Klik. Pintu terbuka. Cahaya dari kamar tumpah ke koridor. Adriano keluar. Tatapannya langsung menyapu sepanjang lorong. Kosong. Matanya turun ke lantai. Naik lagi. Di ujung koridor, sebuah sosok melintas. Jas hitam. Sisi rambut yang memutih. Elias. Adriano menyipitkan mata. Sosok itu sudah menghilang di balik tikungan. Tatapannya masih tertahan di sana. Beberapa hari terakhir, terlalu banyak hal yang tidak dikatakan Elias. Dari dalam kamar terdengar suara Elena. “Ada apa?” Adriano menoleh. Ia masuk kembali. “Tidak ada.” Elena sudah mengangkat tubuh sedikit dari bantal. Tatapannya berpindah ke pintu. “Kau

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Rumah yang Tidak Lagi Mengenalinya

    Pintu terbuka selebar satu telapak tangan. Pria itu menunggu. Tidak ada suara dari dalam. Ia mendorongnya sedikit lebih jauh, cukup untuk menyelipkan tubuh. Telapak tangannya menahan daun pintu sampai kaitnya kembali pada tempatnya. Koridor belakang mansion gelap. Beberapa lampu dinding menyala dengan jarak berjauhan. Cahaya dari luar jatuh melalui jendela tinggi, memanjang di atas lantai marmer. Ia tidak langsung berjalan. Matanya menyusuri koridor. Di ujung terdapat persimpangan. Kanan menuju dapur. Kiri menuju bagian utama rumah. Ia memilih kiri. Langkahnya teratur. Bukan terburu-buru. Tidak juga terlalu lambat. Dari lantai bawah terdengar bunyi porselen. Ia berhenti. Suara percakapan muncul dari arah ruang staf, kemudian menghilang. Ia kembali bergerak. Seragam penjaga yang dikenakannya sedikit kebesaran di bahu. Topi ditarik rendah. Senter berada di tangan kiri, tetap mati. Seorang penjaga muncul dari persimpangan. Pria itu menundukkan kepala. Penjaga tersebu

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sebelum Pintu Itu Terbuka

    Elias tidak segera menjawab. Jari-jarinya masih berada di atas kotak kayu tempat ia menyimpan catatan inventaris. Pandangannya turun pada klip merah di tangan Adriano. Ada goresan kecil di bagian dalamnya. “Mungkin hanya kebetulan, Signore.” Adriano mengangkat klip itu sedikit. “Benda ini hanya dibuat satu.” Elias mengembuskan napas pendek. “Banyak benda berpindah tangan.” “Ini bukan artefak.” “Saya tahu.” Adriano tidak berkedip. Elias mengambil sebuah map dari meja. Membukanya. Menutupnya kembali. “Barang kecil seperti itu bisa hilang bertahun-tahun. Ditemukan seseorang. Disimpan. Dijual. Diberikan kepada orang lain.” Adriano menatapnya. “Termasuk anak kecil?” Elias mengangkat wajah. “Termasuk apa pun.” Suara roda troli terdengar d

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Pasangan yang Seharusnya Tidak Ada

    Pagi masuk melalui celah tirai. Cahaya pucat jatuh di ujung ranjang, berhenti pada selimut yang menutupi kaki Elena. Matanya terbuka. Untuk beberapa saat ia hanya menatap langit-langit. Tubuhnya masih terasa berat. Nyeri di lengan belum hilang. Betisnya berdenyut setiap kali ia mengubah posisi. Elena menarik napas dan mengangkat tubuh sedikit lebih tinggi. Bantal di belakang punggung menopangnya. Di dekat jendela, tirai vitrase terbuka beberapa jengkal. Cahaya pagi menembus kain tipis itu dan membuat debu-debu kecil tampak melayang. Seorang suster berdiri di sisi meja. Begitu melihat Elena bergerak, ia menutup catatan medis. “Signora sudah bangun.” Elena mengangguk kecil. Pandangannya berkeliling kamar. Berhenti pada kursi di sudut. Kosong. “Di mana Signore?” “Beliau keluar sebentar.” Suster memeriksa selang infus di punggung tangannya. “Saya diminta tetap mengawasi Signora sampai beliau kembali.” Elena menurunkan pandangan. Jemarinya bergerak satu per satu. Masih

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Seseorang Masih Menunggunya

    Malam turun di atas mansion Moretti. Di kamar, Elena duduk bersandar pada dua bantal. Perban membungkus lengan dan betisnya. Selang infus masih terpasang di punggung tangan. Ia menggerakkan jemarinya. Nyeri menjalar sampai siku. Elena berhenti. Bekas gigitan di lengannya masih berdenyut di bawah balutan. Ia menyentuh tepi perban, kemudian membiarkan tangannya jatuh ke atas selimut. Suara Adriano kembali terdengar dalam ingatannya. Aku pernah punya seorang adik perempuan. Namanya Alessandra. Kalau dia masih hidup, usianya mungkin tidak jauh darimu. Elena mengalihkan pandangan ke jendela. Tirai tertutup. Tangannya naik ke rambut, berhenti di dekat telinga. Kosong. Jepit merah itu sudah tidak ada. Ingatan lain menyusul. Tatapan Adriano ketika pertama kali melihat benda itu di tangannya. Kau mencuri benda ini dari lemariku? Aku tidak mencuri apa pun darimu. Siapa yang memberikannya? Elena memejamkan mata. Mungkin hanya kebetulan. Benda lama bisa

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sarapan yang Tidak Pernah Aman

    Ruang makan sudah siap sebelum siapa pun masuk. Cahaya pagi jatuh lurus dari jendela tinggi, membelah meja panjang menjadi dua sisi yang terlalu rapi untuk disentuh. Piring porselen tersusun presisi. Sendok dan garpu sejajar seperti garis komando. Cangkir kopi mengepul tipis—hangat, tapi tidak m

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Jika Dia Titik Lemahmu

    Ruang kerja Valerius Moretti selalu terasa lebih dingin dari ruangan lain di rumah itu. Bukan karena udara. Karena cara pria tua itu mengatur ruang. Segalanya teratur. Terukur. Tanpa sesuatu yang tidak memiliki fungsi. Rak buku berdiri rapi di sepanjang dinding. Meja kayu besar berada d

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Tanpa Jalan Keluar

    Adriano sudah berjalan di depan. Ia tidak menunggu. Langkahnya panjang dan terukur, seolah rumah itu telah menghafal ritmenya. Sepatu kulitnya nyaris tak bersuara di atas lantai marmer, namun setiap tapak terasa seperti penanda wilayah. Elena ragu sepersekian detik. Lalu ia menyusul.

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Kalimat yang Mengikat Nyawa

    Interior mansion Moretti tidak menyambut. Ia menelan. Langit-langit tinggi membuat langkah kaki Elena terdengar terlalu kecil. Lantai marmer dingin memantulkan bayangan mereka seperti air yang tak mau terusik. Tidak ada lukisan keluarga. Tidak ada foto. Tidak ada bunga. Hanya ruang luas, suny

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status