Home / Mafia / PEREMPUAN MILIK MORETTI / Sebelum Semua Terlambat

Share

Sebelum Semua Terlambat

last update publish date: 2026-06-23 23:49:37
Mesin mobil menyala lebih dulu sebelum pintu tertutup sempurna.

Getarannya merambat ke lantai beton, naik ke sepatu, lalu hilang di udara yang masih menggantung di dalam gudang.

Adriano masuk tanpa menoleh.

Pintu tertutup.

Bunyi logam pendek memutus sisa ruang.

Di kaca spion, gambar itu masih ada.

Elena di lantai.

Kepala sedikit menunduk.

Rambut jatuh menutupi sisi wajah.

Julian berdiri di dekatnya.

Satu tangannya belum sepenuhnya turun, seperti masih mencari sesuatu yang sud
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Yang Dibawa Pulang Hari Itu

    Debu masih turun.Butiran putih tipis melayang tanpa arah sebelum menempel di ujung sepatu Elena. Sebagian jatuh di kain hitam gaunnya. Sebagian lagi menempel di punggung tangannya.Ia tidak bergerak.Di depan sana, Stella Maris sudah tidak lagi utuh.Pilar dekat gerbang retak sampai ke dasar. Cat putih yang dulu mengelupas di sudut pagar kini pecah menjadi serpihan kecil di tanah. Salah satu kusen jendela lantai bawah menggantung miring, tertahan di sisi dinding yang patah.Matanya turun.Di dekat tangga, pot kecil tertimbun pecahan semen.Separuh badannya masih terlihat.Tanahnya tumpah ke sisi jalan.Tak jauh dari sana, potongan kayu pagar tergeletak menyamping.Cat putih masih menempel di salah satu sudut.Ada bekas cat biru kecil di pinggirnya.Minggu lalu seorang anak menumpahkannya.Elena belum sempat membersihkan.Tak jauh dari sana, lonceng angin kecil terbaring di bawah jendela.Benang pengikatnya putus.Satu keping kayunya retak.Diam.Tangannya bergerak pelan.Jari-jarinya

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Yang Pergi Tidak Menoleh Lagi

    "Lakukan perintahku."Jemari di pergelangan Elena terlepas.Angin laut menyapu halaman, mengangkat beberapa helai rambut yang menempel di pipinya.Adriano memalingkan kepala.Bukan kepadanya.Tatapannya jatuh ke Stella Maris."Waktu habis."Di dekat alat berat, operator mengangkat wajah dari balik kabin. Tangan kasarnya meraih tuas.Mesin menggeram lebih dalam.Getarannya merambat ke tanah.Masuk ke telapak kaki.Naik perlahan sampai ke dada.Napas Elena tertahan.Pintu Stella Maris terbuka.Julian keluar lebih dulu.Seorang balita berada dalam gendongannya. Mata kecil itu masih merah, pipinya basah oleh sisa tangis.Di belakangnya, anak-anak mulai keluar satu per satu.Tas sekolah menggantung miring di pundak kecil.Ritsleting yang tak tertutup rapat.Buku gambar dengan sudut terlipat.Foto lama yang pinggirannya mulai memudar.Botol minum.Boneka kain.Mereka berjalan memenuhi halaman tanpa suara.Elena menatap mereka.Tubuh-tubuh kecil yang beberapa jam lalu masih duduk di meja mak

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sebelum Semua Terlambat

    Mesin mobil menyala lebih dulu sebelum pintu tertutup sempurna. Getarannya merambat ke lantai beton, naik ke sepatu, lalu hilang di udara yang masih menggantung di dalam gudang. Adriano masuk tanpa menoleh. Pintu tertutup. Bunyi logam pendek memutus sisa ruang. Di kaca spion, gambar itu masih ada. Elena di lantai. Kepala sedikit menunduk. Rambut jatuh menutupi sisi wajah. Julian berdiri di dekatnya. Satu tangannya belum sepenuhnya turun, seperti masih mencari sesuatu yang sudah terlambat disentuh. Mobil bergerak. Bayangan itu mengecil. Terpotong sudut gerbang. Hilang. Keheningan turun terlalu cepat setelahnya. Julian berlutut. Lututnya menyentuh beton dingin. Tangannya menyentuh lengan Elena. Hangat. Masih ada. “Kita tidak punya waktu.” Elena tidak menjawab. Matanya masih tertinggal di pintu gudang yang sudah kosong. Seolah menunggu sesuatu kembali dari arah yang tidak akan terbuka lagi. “Aku…” Suara itu pecah sebelum menemukan bentuk

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Harga yang Tak Bisa Dihindari

    “Bayar dulu.” Kalimat itu tidak naik, tidak turun. Datar, seperti sesuatu yang sudah selesai sebelum sempat diperdebatkan. Rantai di atas kepala bergeser pelan. Bunyi kecil yang tidak menemukan tempat jatuh. Julian tidak langsung menjawab. Tangannya masih menggenggam pergelangan Elena. Lebih erat dari sebelumnya. Seolah jika dilepas sedikit saja, seluruh ruang ini ikut lepas bersamanya. Matanya turun ke map di tangan Adriano. Naik lagi. “Kau pikir ini apa?” Suara Julian rendah. Tertahan di tenggorokan, dipaksa keluar sebelum berubah jadi sesuatu yang lain. Jemarinya mengencang di kulit Elena. “Kau bahkan tidak membeli barang.” Hening. “Kau membeli orang.” Adriano tidak bergerak. Wajahnya tidak berubah. Seolah kalimat itu tidak menemukan tempat untuk menempel. Map di tangannya turun perlahan ke sisi tubuh. Tangannya masuk ke saku jas. Sesuatu keluar. Hitam. Tipis. Gerakan Julian berhenti. Casing itu terlihat di bawah cahaya lampu industri. Sudut kecilnya tergore

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sebelum Ia Sempat Membawanya Pergi

    Kilauan jingga memantul tipis di permukaan laut yang membentang di sisi jalan. Julian memegang setir dengan satu tangan. Ponsel berada di dekat dashboard. Layar yang sempat padam menyala lagi saat mobil melewati guncangan kecil. Jemput aku di pelabuhan. Matanya turun sekilas. Kembali ke jalan. Lampu lalu lintas berubah merah. Mobil berhenti. Jari telunjuknya mengetuk lingkar kemudi satu kali. Berhenti. Hijau. Mobil bergerak lagi. Gudang-gudang pelabuhan mulai muncul di kejauhan. Crane tinggi berdiri membelah langit seperti rangka besi hitam. Semakin dekat, buku-buku jarinya memucat di atas setir. Pintu masuk area pelabuhan terbuka. Kerum

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Harga yang Mulai Ditagih

    Suara klakson kapal masih menggantung jauh di udara.Tak ada yang bergerak.Elena menatap Adriano.Matanya tak berkedip.Di belakang pria itu, staf tadi menundukkan kepala pada map di tangannya. Pulpen masih berada di atas kertas. Tinta belum mengering.Angka itu masih ada di sana.Deretan nol yang bahkan gagal dipahami kepalanya.Matanya turun.Ke ujung pena.Ke jemari yang menulis.Ke tinta hitam yang baru saja memindahkan sesuatu ke namanya.Bukan uang.Bukan angka.Sesuatu yang terasa lebih berat.Pikirannya melayang pada gerbang putih Stella Maris.Pada jendela lantai dua.Pada laut yang terlihat dari belakang bangunan tua itu.Lalu Julian.Pada pesan yang dikirim dari ponselnya.Aku aman.Semuanya berjalan sesuai rencana.Napasnya terasa pendek.Mulai sekarang setiap keputusanmu punya alamat.Dan kau sudah tahu alamatnya.Jemarinya mengencang pada kain gaun.Tatapannya terangkat kembali."Kalau aku berhenti melawan..."Suara itu terdengar asing di telinganya sendiri.Tak ada per

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Yang Dipajang Hanya Setengah Kebenaran

    Cahaya menyempit saat mereka masuk lebih dalam.Suara dari ruang utama tertinggal di belakang—tidak hilang, hanya tidak lagi membentuk sesuatu yang utuh. Dinding terasa lebih dekat. Pantulan di kaca tidak lagi membawa kerumunan, hanya garis dan sudut yang dipilih untuk tetap terlihat.Tangan Adrian

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Ia Tidak Lagi Sekadar Dipamerkan

    Pintu kaca terbuka.Udara di dalam lebih dingin—rata, cahaya jatuh merata di permukaan—lukisan, kaca, logam—tidak ada yang menonjol, tidak ada yang tertinggal.Percakapan sudah ada.Tidak berhenti ketika Adriano masuk.Hanya bergeser.Elena berjalan di sisinya.Sejajar.Tidak menyentuh.Tidak terti

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Ia Dibawa Keluar Sebagai Sesuatu

    Pagi tidak benar-benar masuk sebagai sesuatu yang baru. Cahaya sudah ada lebih dulu—tipis, rata, menempel di permukaan tanpa menghangatkan apa pun. Adriano membuka mata. Langit-langit tetap sama. Tidak ada suara yang mendahului. Di sisi ranjang, ruang itu kosong. Seprai sudah kembali ra

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Tidak Ada yang Kembali Netral

    Koridor sudah kembali kosong saat suara itu muncul. Roda menyentuh marmer, pelan, terukur. Valerius berhenti di titik yang sama seperti sebelumnya—tidak lebih dekat ke ujung koridor, tidak juga menjauh dari garis yang baru saja dilewati. Elias masih di sana. Posisinya tidak berubah. Hanya ara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status