Share

Bab 174

Author: yourayas
last update publish date: 2026-08-28 20:39:02

Malam itu, Samudera tidak benar-benar bisa tidur. Ia berbaring terlentang di atas kasur king size, matanya menatap teduh pada Seraphine yang bersandar nyaman di dada bidangnya. Tangan kirinya melingkar posesif di pinggang ramping sang istri, sementara jemari tangannya meremas kain sutra piyama milik Seraphine.

Sejak ciuman mereka beberapa saat yang lalu, mati-matian Samudera menahan gejolak di dalam dirinya.

Sejak Seraphine keluar dari kamar mandi dan aroma sandalwood bercampur wangi alami tubu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 174

    Malam itu, Samudera tidak benar-benar bisa tidur. Ia berbaring terlentang di atas kasur king size, matanya menatap teduh pada Seraphine yang bersandar nyaman di dada bidangnya. Tangan kirinya melingkar posesif di pinggang ramping sang istri, sementara jemari tangannya meremas kain sutra piyama milik Seraphine.Sejak ciuman mereka beberapa saat yang lalu, mati-matian Samudera menahan gejolak di dalam dirinya.Sejak Seraphine keluar dari kamar mandi dan aroma sandalwood bercampur wangi alami tubuh Seraphine menguar di setiap sudut kamar, gairah dalam diri Samudera benar-benar tidak tertahan. Apalagi setiap Seraphine menggeliat kecil dalam pelukannya, Samudera seketika merasa kehilangan seluruh kewarasannya.Sudah berminggu-minggu Samudera tidak menyentuh istrinya secara utuh, terutama setelah malam-malam gelap mereka karena pertengkaran mengenai masa lalu Samudera yang terungkap, Samudera tidak bisa menyentuh Seraphine seutuhnya.Hasrat untuk membalikkan tubuh Seraphine, mengungkungnya

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 173

    Satu jam kemudian, setelah menyelesaikan pembayaran, Samudera dan Seraphine melangkah keluar dari restoran. Samudera dengan sigap meraih jaket Chrome Hearts miliknya, lalu memakaikannya kembali ke tubuh Seraphine. Pria itu merapikan kerah jaket tersebut, memastikan tidak ada celah udara dingin yang masuk menyentuh leher istrinya."Hangat?" tanya Samudera."Hangat," jawab Seraphine singkat, menenggelamkan kedua tangannya di dalam saku jaket yang kebesaran itu."Sini tangannya," pinta Samudera.Tanpa menunggu Seraphine mengeluarkan tangannya, Samudera sendiri yang menyusupkan tangan besarnya ke dalam saku jaket tebal yang dipakai Seraphine, mencari jemari lentik istrinya di dalam sana, lalu menautkan jemari mereka dengan sangat erat.Mereka mulai melangkah kembali menyusuri trotoar menuju hotel tempat mereka menginap. Langkah kaki mereka santai dan beriringan, menciptakan irama ketukan yang menenangkan di tengah keheningan malam kota Saitama.“Sayang,” panggil Samudera lembut, memperlam

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 172

    Samudera dan Seraphine tiba di restoran fine dining yang tersembunyi di sudut distrik Saitama. Mereka langsung diarahkan ke meja yang sudah di reservasi oleh Seraphine. Suasana di dalam ruangan sangat hangat, tenang, dan cenderung privat.Seraphine melepas jaket Chrome Hearts milik Samudera, meletakkan di sandaran kursi kayu. Samudera tidak mengalihkan pandangannya dari sang istri yang begitu cantik dan elegan di depannya.“Bagus banget tempatnya, Sayang,” gumam Samudera, tangannya meraih jemari lentik sang istri di atas meja kayu. “Kamu nyari tempat ini dari kapan?”Seraphine menyunggingkan senyuman tipis. “Sekitar empat hari lalu, pas aku masih di Jakarta. Aku minta tim sekretaris aku buat nyari restoran di Saitama yang punya masakan autentik. Aku tahu kamu capek makan makanan catering venue atau fast food selama tur.”"Selalu detail," sahut Samudera terkekeh rendah, matanya berbinar penuh rasa kagum. "Kamu emang gak pernah setengah-setengah kalau ngelakuin sesuatu."Seraphine hanya

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 171

    Konser Day 2 Motion13 di Saitama Super Arena baru saja selesai sekitar empat puluh menit yang lalu. Samudera melangkah keluar dari bilik kamar mandi privat di dalam dressing room. Rambut hitamnya yang basah disisir rapi namun masih cukup berantakan—sengaja dilakukan Samudera untuk membuat dirinya semakin menawan.Samudera hanya mengenakan oversized t-shirt putih polos berbahan katun organic premium yang lembut, dipadukan dengan celana jeans berwarna abu-abu.“Sam, lo beneran gak mau ikutan after party sama anak-anak?” tanya Yosua berjalan mendekat sambil membawa keripik kentang.Seluruh member Motion13 perlahan memperhatikan Samudera. Mereka sudah tahu dari cerita heboh leader mereka semalam di grup bahwa istri tercintanya—Seraphine Swarna Kirana menyusul kemarin malam ke Saitama.Samudera menyunggingkan senyuman manis dan terkesan sombong. “Enggak. Gue ada janji yang jauh lebih penting malam ini.”Harsa mengangkat alis. “Sama Ibu Negara?” tebak Harsa.Samudera mengangguk lagi. “Iya.

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 170

    Seraphine merapikan piyama sutranya yang sedikit kusut. Ia menurunkan kakinya ke lantai berkarpet tebal, melangkah anggun menuju koper Rimowa hitam miliknya yang berdiri di dekat lemari pakaian besar. Seraphine membuka koper, merogoh bagian dalam kompartemen atas lalu mengeluarkan sebuah tas kertas berukuran sedang berwarna hitam tebal dengan pita sutra berwarna emas yang terikat rapi di bagian atasnya. Di balik tas kertas itu, terlihat logo busana kelas dunia bertuliskan Hermès dan sebuah kotak jam tangan mewah dari kayu mahoni berukir elegan. Seraphine membalikkan badannya, berjalan kembali mendekati tempat tidur sambil membawa tas kertas dan kotak kayu tersebut di kedua tangannya. "Ini buat kamu," ujar Seraphine pendek, menyerahkan tas kertas dan kotak mahoni itu ke atas pangkuan Samudera yang sedang duduk bersila di atas kasur. Samudera terpaku. Matanya berkedip beberapa kali. “Ini apa, Sayang?” Seraphine menyandarkan pinggulnya pada tepi meja nakas di samping tempat tidur, m

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 169

    Pagi itu, Samudera adalah orang yang membuka matanya terlebih dahulu. Kesadarannya terkumpul sepenuhnya dalah hitungan detik, begitu merasakan rasa hangat yang ia rindukan selama berminggu-minggu. Samudera menundukkan pandangannya. Di sana, tepat di atas dada bidangnya, sang istri masih tertidur lelap. Seraphine terlihat bersandar sangat nyaman di dadanya, dengan helai-helai rambut panjangnya yang terurai menutupi dada telanjang Samudera. Dan yang paling membuat senyuman Samudera merekah sempurna adalah kedua tangan Seraphine yang masih melingkar di sekeliling pinggangnya. Pemandangan yang sangat sangat dirindukan Samudera saat istrinya kembali bermanja padanya. Samudera memandangi istri cantiknya tanpa henti, sementara tangan kanannya bergerak pelan membelai halus punggung Seraphine yang terbalut piyama. Pria itu menundukkan kepalanya pelan, mendaratkan kecupan-kecipan kecil yang lembut di puncak kepala Seraphine, lalu bergeser ke pelipis dan kening wanitanya tanpa menimbulkan sua

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 6

    Tiga hari ternyata berlalu dengan cepat.Di balik dinding kaca gedung World Entertainment yang dingin, sebuah draf pernyataan sedang ditinjau oleh Ardhaka Wicaksana untuk terakhir kalinya. Samudera, yang biasanya menghabiskan waktu di ruang latihan hingga ototnya mati rasa, kini duduk di sofa asram

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 5

    Pagi itu, Samudera memarkirkan SUV hitamnya di basement gedung World Entertainment. Dia datang lebih dulu daripada kedua belas membernya yang masih antri mandi di dorm. Tujuannya datang lebih awal hanya satu: menemui Papanya di lantai atas gedung agensi.Samudera mematikan mesin mobilnya. Sisa arom

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 4

    Seraphine mendengus, ia meletakkan garpu dengan denting halus yang mengisi keheningan galeri. “Kita ketemu cuma sekali karena kerjasama produk parfum gue, Samudera. Pertemuan formal itu nggak membuat kita jadi teman lama yang bisa sharing rahasia masing-masing dalam satu atap. Secara teknis, kita c

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 3

    Pagi itu, di kasur asramanya yang dingin. Samudera menatap kartu nama Seraphine. Setelah perdebatan panjang dengan Papanya dan interogasi dengan para member, Samudera memutuskan untuk mengambil inisiatif.Papanya memang menyuruh Samudera untuk menghubungi Seraphine, mengatur janji untuk makan malam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status