Share

Bab 47

Author: yourayas
last update publish date: 2026-04-27 23:10:15

Pesawat jet pribadi Motion13 baru saja meninggalkan landasan pacu Berlin Brandenburg Airport, membelah awan menuju Amsterdam. Di dalam kabin, suasana sedikit lebih tenang daripada biasanya. Aroma kopi hitam yang kuat menyeruak, berusaha mengusir sisa-sisa hangover yang masih menggelayuti beberapa member.

Samudera duduk di kursi paling pojok, mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi matanya yang sembab dan kepalanya yang masih terasa seperti dipukul palu godam. Di sampingnya, Sekala sedan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 48

    Di Jakarta, hari sudah memasuki sore hari dengan semburat jingganya yang memasuki kaca jendela ruangan Seraphine Swarna Kirana. Ia baru saja menyelesaikan rapat koordinasi terakhirnya di hari itu. Helaan napas lega keluar dari mulutnya, sambil menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang empuk, memutar lehernya yang terasa kaku.Ponselnya yang tergeletak di atas meja bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk. Begitu melihat nama pengirimnya: Suami, sudut bibir Seraphine terangkat tanpa disadari.Samudera: Obat sama supnya sudah habis. Enak banget, makasih ya Nyonya Wicaksana. Maaf buat semalam... gue beneran di luar kendali. Tapi satu hal yang perlu lo tau, bagian 'The Muse' itu... itu satu-satunya bagian yang paling jujur dari semua racauan gue. Gue siap kasih penjelasan lengkap, tapi syaratnya, gue harus jelasin itu sambil peluk lo di rumah. Amsterdam sebentar lagi mendarat. I love you, Sera.Seraphine tertegun, dadanya berdesir hangat. “Sambil peluk lo di rumah katanya?” gumamnya pel

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 47

    Pesawat jet pribadi Motion13 baru saja meninggalkan landasan pacu Berlin Brandenburg Airport, membelah awan menuju Amsterdam. Di dalam kabin, suasana sedikit lebih tenang daripada biasanya. Aroma kopi hitam yang kuat menyeruak, berusaha mengusir sisa-sisa hangover yang masih menggelayuti beberapa member. Samudera duduk di kursi paling pojok, mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi matanya yang sembab dan kepalanya yang masih terasa seperti dipukul palu godam. Di sampingnya, Sekala sedang asyik mengunyah jeruk kupas, matanya sibuk menonton variety show di tabletnya. Samudera berdeham pelan, suaranya parau. "La." Sekala menoleh, melepas sebelah earbud-nya. "Ya, Bang? Kenapa? Mau jeruk? Biar segeran dikit mualnya." Samudera menoleh pelan, matanya sedikit sayu karena sisa hangover. "La... gue mau tanya. Semalem, pas kita minum-minum di suite, gue ngomong apa aja ke kalian sebelum gue balik ke kamar?" Sekala berhenti mengupas jeruknya, matanya berkedip jenius. "Hmm, nggak banya

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 46

    Seraphine baru saja memasuki kantornya di Jakarta. Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Seperti biasa, di mejanya sudah tersedia buket bunga tulip putih dan baki berisi sarapan sehat yang dikirimkan oleh asisten Samudera.Namun, ada yang berbeda hari ini. Ada sebuah kartu kecil lagi."I heard you felt lonely last night. I’m sorry I wasn’t there to hug you back to sleep. But look at these tulips, they stand tall even in the cold, just like you. Eat your breakfast, Sera. I’ll be watching from Berlin. - Sam"Seraphine tersenyum tipis, jarinya menyentuh kelopak bunga yang lembut. Ia mengambil ponselnya, hendak mengirim pesan, namun ia teringat bahwa di Berlin sekarang masih pagi dan Samudera pasti sedang beristirahat.Ya. Setelah sukses di kota-kota sebelumnya—London, Manchester, dan Paris. Saat ini Motion13 melanjutkan tur eropanya di Berlin, Jerman.Ia menghela napas, duduk di kursi kebesarannya. Ia memikirkan tentang koper perak yang ia lihat di layar tadi. Seraphine bukan wanita bodoh.

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 45

    Hari ini adalah jadwal keberangkatan Motion13 menuju Berlin. Suasana lobi hotel jauh dari kata tenang. Puluhan koper besar sudah tertata rapi di dekat pintu keluar, siap dimuat ke dalam bus menuju terminal jet pribadi.Samudera turun dari lift dengan langkah tegap, masih mengenakan jaket shearling hitam pemberian Seraphine yang kini menjadi benda kesayangannya. Namun, ada satu pemandangan yang membuat para member dan staf agensi tertegun sejenak. Samudera menarik satu koper tambahan bermerek Rimowa dengan edisi terbatas yang masih terlihat sangat baru,"Bang, itu koper siapa lagi?" tanya Danendra sambil menunjuk koper yang didorong oleh seorang staf di belakang Samudera untuk masuk ke bagasi bus. "Perasaan pas berangkat dari Jakarta, jatah koper kita cuma dua per orang biar nggak overweight di jet."Samudera hanya melirik koper itu dengan senyum tipis. “Koper gue. Gue baru beli tadi malem di butik deket hotel.”Mahesa yang sedang memanggul tas kameranya langsung mendekat, matanya meny

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 44

    Samudera sudah bersiap untuk jalan-jalan dengan membernya siang ini. Ia sudah selesai mandi, sudah mengenakan celana jeans hitam dengan kaos pendek senada. Samudera kemudian mengambil jaket shearling pemberian istrinya yang tergantung di lemari.Ia berdiri di depan cermin besar di kamarnya, merapikan kerah jaketnya. Ada rasa percaya diri yang berbeda saat ia mengenakan jaket itu. Jaket yang menjadi representasi dari rasa khawatir seorang Seraphine Swarna Kirana.Samudera melangkah keluar kamar, bermaksud menyusul member lain yang kabarnya sedang berkumpul di lobi sebelum berangkat menuju kawasan Le Marais dan Louvre. Namun, saat ia melewati lorong menuju lift, ia melihat sesosok pria berdiri di balkon ujung koridor, membelakangi keramaian.Itu Jauzan.Pria itu sedang menyesap kopi hitamnya. Jauzan merupakan sahabat paling dekat Samudera sejak masa trainee. Bersama dengan Yosua—ketiganya menjadi pilar member tertua di Motion13.Samudera melangkah mendekat, suara sepatunya yang beradu d

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 43

    Paris, pukul sepuluh pagi. Sinar matahari musim semi yang tipis mulai menerangi jalanan berbatu di sekitar hotel mewah tempat Motion13 menginap. Bagi Samudera, ini adalah pagi pertama setelah insiden rinitis yang cukup menghebohkan semalam. Sesuai janjinya pada Seraphine, ia benar-benar tidur cukup tanpa gangguan. Ia baru saja hendak beranjak dari ranjang ketika suara ketukan pintu yang ritmis dan sedikit tidak sabaran terdengar. "Bang! Bang Sam! Bangun woi! Ada paket dari 'Ibu Negara'!" suara melengking Harsa menembus pintu kayu yang tebal. Samudera menghela napas, menyisir rambutnya yang berantakan dengan jari sebelum melangkah untuk membuka pintu. “Nggak usah teriak-teriak, Sa. Gue nggak tuli.” Begitu pintu terbuka, ia mendapati Harsa berdiri di sana dengan senyum lebar hingga matanya menyipit, memegang sebuah kotak besar berwarna hitam legam dengan pita sutra berwarna perak yang sangat elegan. Di belakang Harsa, Mahesa dan Sekala tampak mengintip dengan wajah penuh rasa ingin

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 18

    Seraphine terdiam, namun matanya masih berkilat penuh emosi yang campur aduk. Ia bisa merasakan deru napas Samudera yang stabil, sangat kontras dengan detak jantungnya yang berpacu cepat sejak tadi. “Lo gila,” desis Seraphine akhirnya, suaranya sedikit bergetar. “Lo pikir dengan duit segini, lo bi

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 14

    Samudera keluar dari kamar, setelah perdebatan di atas ranjang tadi dan akhirnya Seraphine bergantian masuk ke kamar mandi. Dia berjalan menuju ruang tengah, rambutnya masih basah dan hanya mengenakan celana pendek hitam serta baju putih. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Seraphine turun ke lanta

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 12

    Uap hangat sisa air panas masih mengepul tipis saat Seraphine membuka pintu kamar mandi. Ia telah menghabiskan waktu hampir empat puluh menit di dalam sana—jauh lebih lama dari ritual mandi biasanya. Karena Seraphine harus membersihkan diri dari makeup berat ataupun hair do yang sangat nempel. Sela

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 10

    Pagi itu, Jakarta seolah menahan napas. Pernikahan power couple antara leader Motion13 dan CEO Seraphine Aesthetics yang sudah diumumkan sejak bulan lalu, hari ini adalah puncaknya.Pemberkatan.Ballroom Hotel The Langham pagi itu telah disulap menjadi altar suci yang memadukan kemewahan dan elegan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status