MasukBanyak orang mengatakan, cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan, terutama jika perasaan itu telah tumbuh sejak lama. Inilah yang Lisa Hogward rasakan, jatuh cinta kepada teman masa kecilnya, Dino. Dia adalah cinta pertama Lisa dan gadis itu begitu mencintainya. Pertemanan mereka berjalan baik, walau hanya satu pihak yang lebih dominan dalam hubungan itu, namun pada akhirnya mereka berdua pun menjadi sepasang kekasih. Hubungan itu bertahan lama, tetapi semakin lama hubungan itu berlangsung, Lisa mulai menyadari satu hal, bahwa Dino sama sekali tak menyukainya, bahkan sejak awal pertemuan mereka. Pemuda itu tak menaruh hati padanya. Dino tak pernah mencintai Lisa. Hanya ada satu cinta dalam hubungan itu, dan Lisa tahu jika hanya dia yang bertahan dalam hubungan rumit mereka dengan perasaan yang tidak pernah berubah. Apakah dengan cara menjauhi pemuda itu dapat membuat pemuda itu berbalik menatap ke arahnya? Rasanya sangat menyakitkan, terlebih lagi, Lisa telah memilih untuk menambatkan hatinya kepada seseorang yang tidak akan pernah bisa membalas rasa cinta yang sama besarnya. Karena apa pun yang Lisa lakukan, tidak akan pernah mengubah pandangan Dino terhadapnya, gadis itu tetap menjadi beban dalam hidup pemuda itu. Bertahun-tahun kemudian, keduanya kembali bertemu dalam keadaan yang jauh berbeda. Sama-sama sudah bekerja dan ternyata mereka bekerja pada perusahaan yang sama. Dengan posisi yang lebih membingungkan. Yaitu antara bos dan sekretaris.
Lihat lebih banyakEntah pikiran dari mana, dan ide yang muncul karena hal apa, Lisa pun merogoh isi tasnya, mengambil sebotol air mineral yang dia beli dari kantin sekolah, lalu berjalan lambat menuju seorang pemuda yang kini sudah menengadahkan wajah untuk menatapnya."Ini," Lisa menyodorkan botol minuman itu kepada Gavin. "Ambillah."Dan dibalas dengan tatapan bingung dari Gavin yang diajak bicara, lalu gadis itu pun menambahkan, "Memang ini hanya air minum biasa, tak bisa membuat amarahmu reda atau membuat hatimu tenang, tapi setidaknya ini dapat membantu mendinginkan pikiranmu."Gavin masih belum menerima botol minum yang Lisa sodorkan padanya, dia masih diam mematung di tempatnya semula. Menatap Lisa tanpa kedip, lalu beralih menatap air minum yang masih terdapat segel pada tutupnya.Hampir beberapa menit tak kunjung diambil, Lisa pun menurunkan tangannya yang mengapung di udara. Gavin mendengkus sambil menatapnya dengan ekspresi tak suka."Kau itu jangan jadi
"KAU!" Rosa menunjuk tepat di depan wajah Gavin. Matanya berkaca-kaca menahan amarah yang bergejolak di hatinya. "Berhenti menggangguku!" jeritnya putus asa."Berhenti mencampuri urusanku! Ini hidupku! Memangnya siapa kau?! Berani berkomentar tentang apa yang aku lakukan!" Rosa berteriak, melampiaskan apa yang ia rasakan saat itu. Napasnya sedikit tersengal-sengal. Dia terlalu bersemangat mengeluarkan isi hatinya, sehingga tak menyadari batas yang ia miliki.Memangnya adik kelasnya ini tahu apa tentangnya? Kenapa berani sekali mengomentari hidup seseorang serta menentukan apa yang harus dia lakukan? Pemuda ini juga mengatainya sebagai sosok yang egois.Rosa masih menahan diri. Dia sendirilah yang menjalani hidupnya selama ini, dia tak melakukan apa-apa sehingga pantas dibenci orang lain, tapi kenapa ada orang yang berani berkomentar tentang apa yang harus dan tidak boleh dia lakukan? Apalagi, ucapan itu keluar dari orang asing yang merupakan adik kelasnya di sek
Entahlah, kukira setelah ini tak akan ada lagi air mata.***Pergi ke ruang klub adalah kegiatan yang kini sedang Lisa lakukan. Seperti yang dikatakan oleh Reza, setelah sekolah usai, mereka akan mengadakan pertemuan seperti biasa. Sore itu tampak mendung, setidaknya itu lebih baik daripada panas menyengat. Musim kemarau di Kalimantan tak jauh berbeda dengan Jawa, tetap terasa panas ketika keluar rumah dan berdiri selama sepuluh menit.Meski berada dalam ruangan, Lisa selalu dipesankan oleh Wina untuk selalu memakai sunscreen agar kulitnya tak terkena paparan cahaya matahari yang negatif. Wina cukup perhatian, Lisa senang mengenal gadis yang mengidolakan BTS itu. Semakin senang setelah ada murid pindahan yang merupakan anak berdarah campuran Korea di kelas mereka, si Lee Na.Lisa berjalan lambat, terlihat santai menikmati kesendiriannya berjalan di tengah ruangan panjang lantai dua. Toh, sepanjang koridor menuju kelas geografi di
Wanita yang apabila dilanda kesusahan mereka tidak mengeluh, tetap sabar menerima keadaan, serta berusaha mencari solusi. Ketahuilah wanita seperti itu, harus diperlakukan seperti ratu, sebab keberadaannya akan sulit didapat. *** Lisa pikir, hanya untuk kali itu saja dia datang terlambat ke sekolah, nyatanya pada keesokan harinya, gadis itu kembali bangun kesiangan. Sebuah kebiasaan yang sangat jarang dilakukan oleh Lisa yang tak pernah tidur lewat jam 11 malam. "Te-terlambat!" pekik Lisa hampir menangis di tempat. Gadis itu tak lagi memedulikan tatanan rambutnya, pun dengan seragam sekolahnya yang sedikit basah karena keringat. Lisa hanya ingin segera sampai ke sekolah, dia bahkan bisa melihat gerbang yang dicat warna biru muda dari kejauhan. "Ah, hampir sampai!" Lisa terus berlari dengan mata yang berbinar cerah. Gadis dengan surai panjang sepinggang itu terlalu fokus berlari, sampai-sampai tak men












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak