共有

Bab 25

作者: Ratih Larasati
“Ada apa?”

Shelly tampak bingung.

“Kamu sudah sarapan?” Nenek Mina menahan napas di dada, hampir saja tersedak karena menahannya terlalu lama.

Joycelin memutar mata, terus memberi kode dengan tatapan pada neneknya.

Shelly mengangguk. “Sudah.”

“Kalau begitu kamu ….” Nenek Mina mengumpulkan keberanian, tapi kalimat yang hampir keluar justru berubah.

“Kamu ke rumah sakit naik apa?”

“Bawa mobil sendiri.” Shelly langsung menangkap bahwa Nenek Mina sebenarnya ingin mengatakan sesuatu.

“Nenek, kalau ad
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Westi
kok Shelly nggak jujur sama nenek sich..
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 540

    Sambil berkata begitu, Kak Ratih pergi ke ruang makan mengambil ponsel Shelly, lalu menyelipkannya ke tangan Shelly.“Telepon sendiri.”Setelah itu Kak Ratih berbalik masuk ke dapur dan kembali sibuk.Layar ponsel yang gelap memantulkan raut wajah Shelly yang rumit.Setelah lama terdiam, dia menarik napas dalam-dalam lalu berjalan ke balkon.Shelly menelepon Saryna. Belum sampai dua kali berdering, panggilannya sudah diangkat.“Siapa ini?” Suara yang terdengar dari seberang bukan suara Saryna, melainkan seorang anak laki-laki.“Aku mau bicara dengan Saryna.”Di seberang sana hening beberapa detik, lalu terdengar suara anak itu yang tidak senang. “Aku tahu kamu. Kamu satu-satunya teman kakakku, tapi ayah dan ibuku nggak mengizinkan kakakku main sama kamu.”Untuk sesaat Shelly tidak tahu harus mengatakan apa.“Kakakku nggak bakal main sama kamu. Mulai sekarang jangan telepon dia lagi.”Setelah melontarkan kalimat itu, anak laki-laki itu langsung menutup telepon.“Eh ….” Shelly belum semp

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 539

    Dibanding kabar Rendy menemukan putrinya, media jauh lebih tertarik pada satu hal. Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini, orang yang memanipulasi dari balik layar hingga membuat Rendy terpisah dari darah dagingnya sendiri selama lebih dari dua puluh tahun.Berita datang bertubi-tubi dari segala arah. Di antara begitu banyak spekulasi, terang-terangan maupun tersirat, semuanya mengarah pada Johan.“Coba tebak, langkah Johan berikutnya apa?”Ujung jari Jeffry mengetuk pelan tepi meja, sekali demi sekali.Shelly meletakkan koran pagi di tangannya. Setelah terdiam sejenak, dia berkata, “Menjadikan dirinya juga sebagai korban. Bilang kalau dia juga pernah kehilangan seorang putri.”“Begitu berita seperti itu menyebar, langkah berikutnya Johan pasti membawa banyak orang ikut mencari putrinya, lalu menemukanmu di depan semua mata.”Alis Jeffry sedikit terangkat. “Nanti, apa rencanamu?”Saryna lebih dulu mengakui hubungan keluarga dengan Rendy. Sebanyak apa pun, tetap akan ada banyak oran

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 538

    Alis Herman terangkat sedikit. “Benarkah?”Melihat ada tanda-tanda pria itu mulai melunak, Elora akhirnya mengembuskan napas lega. Dia mengangkat tiga jari dan berkata, “Aku janji. Kalau kamu bantu aku melewati kesulitan kali ini, kamu suruh aku melakukan apa pun juga aku mau. Kalau nggak, biarkan aku mati mengenaskan!”Sumpah itu cukup kejam. Terlalu kejam, sampai terdengar sangat meyakinkan.“Kalau begitu …” ujar Herman santai. “Bagaimana kalau aku minta kamu menjauh dari Jeffry?”Mata Elora membelalak. Dia mencengkeram tepi ranjang dan langsung duduk tegak. “Jadi benar kamu masih mengincar Jeffry? Herman, kamu benar-benar nggak tahu malu! Jeffry bukan orang yang bisa kamu khayalkan seenaknya. Jangan mimpi!”Sudut bibir Herman terangkat membentuk lengkung penuh ejekan.Pintu ruang pemeriksaan didorong terbuka. Terdengar suara Melly. “Nanti setelah aku pulang baru kita bicarakan.”Dia menutup telepon lalu menutup pintu. “Sudah selesai?”Elora sudah duduk tegak. Cairan bening di perutn

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 537

    “Bukan.”Shelly membantah.Raut di antara alis Jeffry pun melonggar, sudut bibirnya terangkat tipis.“Ini cuma saling mengambil yang dibutuhkan,” jelas Shelly.Lengkungan di bibir Jeffry langsung lenyap. Tatapannya seketika menjadi jauh lebih gelap. “Saling mengambil yang dibutuhkan? Memangnya apa yang aku butuhkan darimu?”Shelly menatapnya. “Mana aku tahu?”“Banyak hal yang memang kamu nggak tahu.” Jeffry meliriknya dengan kesal, lalu berbalik pergi.Pintu kamar tidak ditutup. Shelly juga malas turun dari ranjang, jadi dia rebah lagi dan mencoba tidur.Setelah keributan barusan, rasa kantuknya malah hilang. Dia berguling ke sana kemari, dan baru menjelang paruh malam bisa tertidur pelan-pelan.…Keesokan paginya, di rumah sakit Kota Sentara.Pintu ruang kerja Herman didorong terbuka.Dia menoleh ke arah orang yang datang, lalu berdiri dan keluar dari balik meja. “Tante Melly.”“Iya.” Melly mengangguk tipis, sekadar memberi salam.Di belakangnya, Elora masuk dengan gaun abu-abu muda.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 536

    Si kecil ini ternyata cukup berani. Meski sempat kaget, dia cepat tenang lagi. Dibawa ke tempat asing pun dia tidak takut, mata hitam bulatnya berputar ke sana-sini, sibuk mengamati semuanya.Sejak tadi hati Shelly terus tegang. Sebenarnya dia tidak berselera makan, bahkan sama sekali tidak ingin menyentuh makanan. Dia hanya ingin mengalihkan topik.Demi Jery agar tidak kelaparan, dia memaksa diri makan lumayan banyak.Setelah makan malam, tanpa menunggu Jeffry pulang, dia langsung membawa Jery kembali ke kamar untuk beristirahat.Kurang lebih lewat pukul sepuluh, Jery akhirnya tertidur.Terlalu banyak hal terjadi siang tadi. Pikiran Shelly masih kacau. Begitu berbaring, kesadarannya langsung mengambang, samar seperti sedang bermimpi.Sampai sebuah suara rendah yang begitu familiar menembus telinganya dan seketika membuatnya sadar penuh.“Kalau mau pergi, kamu sendiri yang bawa dia pergi. Aku nggak ada waktu ....”Nada kesal Jeffry bercampur dengan suara langkah kaki. Dia berhenti di u

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 535

    Telepon tersambung dan suara Saryna terdengar dari seberang sana.“Sebenarnya ada apa sih! Kenapa Shelly ikut Jeffry pergi?”Harrison begitu gelisah sampai hampir meledak. “Menurutmu, apa Shelly bakal diapa-apain sama Jeffry?”“Dia ikut Jeffry pergi?” Nada suara Saryna terdengar rumit. “Harrison, kamu sudah dikasih kesempatan malah nggak dipakai. Tinggal di lantai bawah pun masih bisa kalah cepat dari orang lain.”Harrison mengacak rambutnya yang berantakan. “Aku ... ketiduran.”“Kamu jelas-jelas tahu Keluarga Gunawan lagi mengincarnya, Shelly juga sedang dalam bahaya, tapi kamu masih bisa tidur?”Saryna merasa menyesal, tapi sama sekali tidak iba. “Benar saja, kamu memang nggak seteliti Jeffry. Shelly pergi sama dia juga bagus. Semoga ... nanti Shelly nggak membenciku.”Harrison mengumpat, “Sial! Masa aku harus kalah terus sama Jeffry? Cuma Keluarga Gunawan doang, aku nggak percaya ....”Sambil terus mengomel, dia menutup telepon.…Royal Haven Residence.Menghadap laut, bersandar pad

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status