Home / Romansa / Palung Cinta Mafia / Tukang ojek cantik

Share

Tukang ojek cantik

Author: Zahira
last update Last Updated: 2021-04-27 14:01:35

Migy sudah tidak tahan lagi menjadi tukang ojek kalvi. Setiap hari ia harus mengantar ke sekolah dan menjemput ke rumahnya. Tak hanya menjadi tukang ojek, bahkan ia mencakup sebagai asisten pribadi Kalvi.

Seperti saat ini, Migy dengan berat hati menjinjing tas sekolah Kalvi, yang beratnya luar biasa. Bagaimana tidak, isi dalam tas Kalvi meliputi sepatu futsal dan seragam olah raganya.

“Kalvi, kamu bantuin aku dong. Ini kan, lumayan berat.” Migy berusaha menyamakan langkah kakinya menyamai Kalvi.

“Aaahh. Cuma tas segitu aja, lo udah ngeluh. Gimana kalau gue kasih anak selusin?” Kalvi berhenti di tempatnya untuk menunggu langkah Migy mendekatinya.

Migy hanya cemberut mendengar ucapan Kalvi. Siapa juga yang mau dikasih anak selusin, emang aku kucing? Migy berusaha agar terlihat tenang menghadapi sikap Kalvi yang seperti Tirani.

“Kamu mau punya anak selusin? Emang kamu punya gen kucing?” kata Migy terkekeh geli.

“Gue sih siap aja. Yang paling enak pas buatnya, lahir satu terus cetak lagi. Kalau udah dua belas, gue mau buat tim solid.”

Kalvi sengaja menggoda Migy, agar cewek itu lebih akrab dengannya. Percuma seminggu ini Kalvi terus berusaha mendapatkan perhatian Migy. Karena pada dasarnya, Migy adalah cewek baik-baik, jadi agak sulit untuk ditaklukan.

Saat ini Kalvi telah bertekad untuk memutuskan hubungannya dengan semua pacarnya. Sudah cukup ia menjalani hubungan yang tidak normal, sekarang hanya satu misi yang akan ditujunya, yaitu mendapatkan hati Migy sang primadona sekolah.

Ketika jam istirahat berbunyi, Kalvi mengabari semua pacarnya. Ia memberitahukan untuk berkumpul di kantin sekolah yang telah dipesannya. Maklum, walau ia mempunyai jiwa badboy tingkat dewa, ia tidak pernah membiarkan para wanitanya berselisih paham. Semuanya harus kompak dan akur.

“Sayang, kok kita semua kumpul di sini?” Lony bertanya sambil bersandar di samping Kalvi.

“Baiklah, semuanya. Hari ini gue harus mengumumkan sebuah keputusan.”

Semuanya menatap pada Kalvi dengan tatapan bingung. Sekitar lima belas siswi remaja duduk di bangku yang telah disiapkan Kalvi.

“Kali ini gue mengatakan jika gue akan mundur menjadi pacar kalian. Kenapa? Karena gue udah bosan menjalani hubungan yang membosankan ini. Gue mau mencoba untuk hidup normal,” tegas Kalvi menjelaskan.

“Tapi kenapa?” semuanya bertanya-tanya bingung.

Kalvi menarik napas dalam lalu melepaskan perlahan. Udah kayak orang lahiran aja kuy.

“Pokoknya ini adalah keputusan mutlak dari gue. Dan kalian boleh mencari pengganti gue, carilah cowok yang lebih baik.”

Lony sangat terkejut mendengar ucapan Kalvi yang tiba-tiba memutuskan hubungan dengan mereka. Walau Kalvi mempunyai banyak pacar, ia sangat pintar membagi waktu dengan yang lainnya, bahkan mereka sangat kompak tanpa ada rasa cemburu.

“Tapi, Kalvi. Apakah ini tidak terburu-buru? Bahkan kita aman-aman aja selama ini.” Sintia ikut menambahkan. Ia mewakili rasa penasaran dari semua pacar Kalvi.

Kalvi menatap Sintia dengan lembut. Ia bisa melihat cewek imut dan manis itu, menatapnya tak rela. Dari semua pacarnya, Sintia adalah teman kencan terfavorit bagi Kalvi. Cewek imut itu tidak banyak neko-neko jika berkencan dengannya.

Sedikit rasa tak rela muncul dalam hati Kalvi. Walau bagaimanapun, selama ini ia menikmati hubungannya dengan pacar yang berbeda-beda setiap hari.

“Maaf, ini adalah keinginan gue yang sebenarnya.” Kalvi mencoba berkata sebijak mungkin.

“Apa itu karena Migy?” tuding Lony tak terima.

Kalvi kaget. Ia tak menyangka tuduhan Lony benar. Tapi, ia tidak ingin semuanya tahu jika ia sedang berusaha mati-matian mengejar Migy, karena jika mereka tahu takutnya ada kesalah pahaman di antara mereka.

“Bukan. Itu tidak ada hubungannya. Gue mau fokus sama sekolah dulu, sebentar lagi kita mau ujian kelulusan. Jadi, kalian jangan berpikir yang bukan-bukan. Gue masih bisa jadi sahabat kalian, jika mau.”

Sementara Lony, ia tidak yakin itu adalah alasan Kalvi yang sebenarnya. Ia sangat yakin jika Kalvi mengejar Migy.

Setelah pertemuan terakhir Kalvi dan semua pacarnya berakhir damai, Kalvi hanya duduk terdiam di kantin. Di sana masih ada Sintia yang setia menunggu kepergian Kalvi.

Sintia menundukkan kepalanya, merasa kecil hati untuk mendapatkan cinta dari Kalvi.

“Jangan berharap ke gue, ada banyak cowok di sekolah ini yang lebih baik dari gue,” kata Kalvi menatap Sintia lembut.

“Aku maunya sama kamu, Kalvi. Bukankah cinta tidak bisa dipaksakan, dan tidak membutuhkan alasan? Jadi aku hanya mau kamu saja.”

“Terserah lo sih. Gue nggak akan menghalangi, tapi jangan harap lo dapetin yang lo ingin, karena gue benar-benar gak bisa lagi,” ucap Kalvi.”

Di tempat lain, Migy dan kedua sahabatnya sedang berbincang-bincang bersama. Mereka sedang berada di koridor sekolah, membahas tentang pelajaran kimia yang sebentar lagi akan ulangan harian.

Di sana ada Lia dan Lois. Mereka adalah sahabat terbaik dari Migy, yang selalu menemani Migy dari sekolah dasar.

“Migy, kok aku perhatiin akhir-akhir ini kamu bareng Kalvi terus. Kenapa?” kata Lia penasaran.

Migy berpikir sejenak. Ia tak ingin sahabatnya berpikir yang macam-macam mengenai kedekatannya dengan Kalvi.

“Iya. Aku sama Kalvi  memang sering bareng.” Migy hanya menjawab seadanya.

Lia merasa ada yang disembunyikan oleh Migy, ia mulai penasaran dengan kebenarannya. Ia yakin jika Migy mendapat masalah dari cowok mesum itu, maklum ia juga mengetahui bagaimana Kalvi yang selalu keras kepala mengejar Migy.

“Tapi kalau aku ingat-ingat, kamu sering antar jemput dia deh, Migy. Kamu kok mau jadi kang ojeknya dia?” Lois juga menambahkan. Rasa ingin tahu sangat besar dari mereka berdua.

“Sebenarnya, aku sama Kalvi telah membuat kesepakatan. Di mana, aku telah menyetujui perjanjian untuk mengantar jemputnya selama satu semester.”

“Kenapa bisa begitu? Enak di dia dong.” Timpal Lia.

Akhirnya Migy menjelaskan semua masalah yang telah dihadapi belakangan ini. Bukannya simpati, malahan kedua sahabatnya tertawa terbahak-bahak mendengar Migy menendang itu-nya Kalvi.

“Serius! Bagus kalau gitu, Migy. Jangan mau dimodusin sama preman mesum itu, walau tampangnya lumayan, tapi kelakuannya minta di skincare biar kinclong akhlaknya,” Lia berseru senang menanggapi penjelasan Migy.

“Tapi kamu yakin, mau menjadi kang ojeknya selama itu, Migy? Kan kita butuh belajar tambahan.” Lois terlihat tidak suka jika Migy berdekatan dengan Kalvi.

Diantara Lia dan Lois, sahabat terbaik dari Migy adalah Lois. Ia telah dekat dengan Migy semenjak mereka memasuki taman kanak-kanak. Dan mereka sering belajar bersama di rumah Migy. Bahkan, Lois sudah menganggap Migy sebagai saudara dekatnya.

“Ya, mau bagaimana lagi, Lois. Aku udah terlanjur janji sama dia, kalau nggak dia mengancam akan mencelakaiku.”

Lia dan Lois terkejut. Mereka tak menyangka bahwa Migy yang selama ini tidak pernah punya masalah, mendapat ancaman dari badboy mesum itu. Mereka juga mengetahui jika Kalvi tidak pernah ingkar dengan ancamannya.

“Kamu mesti hati-hati juga sama dia, ya Migy? Aku khawatir jika dia punya niatan tersembunyi,” Lia berusaha memberi kewaspadaan terhadap Migy.

Migy merasa tersentuh dengan kedua sahabatnya yang selalu peduli kepadanya. Rasa persahabatan mereka semakin dekat, setelah bertahun-tahun bersama. Tidak pernah ada hal yang ditutup-tutupi jika salah satu dari mereka mendapat masalah, maka yang lain ikut membantu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Palung Cinta Mafia   Penyesalan Migy

    Setelah berhasil memindahkan Kalvi ke rumah sakit kota, Migy dan semua keluarga Kalvi menunggu di depan UGD.Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore. Sementara Kalvi telah hampir satu jam di dalam ruangan tersebut. Dan semua keluarganya terlihat sedih menunggu kabar dari dokter.Migy berjalan mendekat dan duduk di sebelah Ibu Kalvi, pupil-pupilnya menatap ke pintu tuang gawat darurat.Ketika Ibu Kalvi menatap Migy, air mata mulai membasahi wajahnya.“Tante, Kalvi jatuh di saat kita beriringan pergi ke puncak. Dan tiba-tiba ia melajukan motornya dengan cepat sehingga kejadian itu begitu sangat terjadi. Apa yang harus aku lakukan?”Ibu Kalvi terkejut sehingga setiap saraf di tubuhnya menegang. Ia bahkan tergagap saat berbicara, “Kenapa ….dia bisa sampai…seperti itu?”Ibu kalvi jelas sangat terkejut.Migy mengatakan, “Awalnya kami semua menaiki motor masing-masing. Migy dan Nathan menaiki mo

  • Palung Cinta Mafia   Insiden Berdarah

    “Tapi, Nenek berpesan bahwa Nona tidak boleh….”“Eh, bukan apa-apa kok!” kata Migy dengan cepat membekap mulut Nathan dengan tangannya.Kalvi terkejut melihat respon Migy yang seperti itu.“Nathan, ayo. Kamu ikut kita, oke?” kata Migy sambil mengedipkan mata sebagai kode.Nathan mengernyit, ia merasa bingung harus menuruti ucapan Migy atau melaporkan apa yang terjadi saat ini kepada Nenek Umaya. Karena, dari awal perjanjian ia telah diberitahu untuk menjaga Migy dari pacarnya.“Ayo, Migy. Jika terlalu lama, takut tidak keburuan,” ajak Kalvi.“Iya,” Migy tersenyum gugup, namun matanya tetap menatap Nathan yang sudah terlihat muram.“Aku ambil mobil dulu,” kata Kalvi.“Hmm. Kalvi, aku mau bilang, aku bareng Nathan saja, ya?” kata Migy takut-takut.“Hah? Terus aku sendirian?” ucap Kalvi tidak percaya.Mi

  • Palung Cinta Mafia   Saingan Cinta

    Malam harinya, Migy mendapat pesan dari Kalvi.“Migy…..”“Besok kan kita libur, mau jalan bareng aku, nggak?”Migy yang membaca pesan teks itu mulai terlihat bingung. Dari awal ia telah diwanti-wanti oleh Nenek untuk menjauhi Kalvi. Namun, sekarang iatidak mempunyai keberanian untuk memutuskan Kalvi, karena bagaimana pun merekabaru saja jadian, dan alasan untuk mengakhiri hubungan pun masih belum pasti.Mendadak Migy dilema berat. Dalam hati, ia memikirkan cara untuk mencari alasan yang tepat untuk membuat Kalvi mengerti.“Mau kemana?” balas Migy.“Kita jalan ke taman hiburan, mau nggak?”“Oke, besok kita ketemuan di rumah kamu saja.” Migy mengakhiri pesannya dan mematikan ponselnya.Sambil merebahkan badannya di ranjang, Migy kembali menimang mengenai pertemuannya besok dengan Kalvi. Karena bagaimana pun, saat inidirinya akan selalu mendapat p

  • Palung Cinta Mafia   Cinta Tak Direstui

    Di rumah, Kalvi selalu memikirkan kedekatan Migy dan Andre. Ia merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan saat ini, di satu sisi mereka baru menjalani hubungan romantis. Memikirkan hal itu, Kalvi ingin sekali mengatakan kepada Andre bahwa saat ini dia cemburu!“Ahhh. Kenapa sih sulit sekali mendapatkan seluruh hati Migy?” kata Kalvi bergumam kesal.Sambil mondar-mandir, Kalvi memikirkan rencana dan liburan romantis untuk Migy. Sekaligus ini adalah tahap pertama untuk mendekatkan perasaan mereka.Dengan tidak sabar Kalvi menghubungi Peter untuk menanyakan rekomendasi tempat kencan favorit yang cocok untuk dikunjungi.“Halo,” jawab Peter di seberang telepon.“Peter, lo di mana?” tanya Kalvi.“Gue di rumah, kenapa bro?”Kalvi duduk di samping balkon kamarnya, “Gini, gue mau nanya. Lo punya tempat rekomendasi buat tempat kencan, gak?”“Wuiih, mau kencan nih?” go

  • Palung Cinta Mafia   Pernyataan Cinta Megan

    Setelah mengikuti kepergian Kalvi dan Megan dari belakang. Lois akhirnya tiba di sebuah Mall, di sana ia memarkirkan motornya. Lalu diam-diam mengikuti Kalvi.Sementara itu, Kalvi dan Megan telah memasuki area khusus penjual buku dan alat tulis.“Kak, aku mau cari buku ekonomi sama akuntansi,” kata Megan berbicara pada Kalvi.“Ya sudah, kamu cari saja dulu. Aku tunggu di sana,” tunjuk Kalvi pada tempat penjual minuman.Megan menggeleng pelan, “Jangan, Kakak harus temani aku mencari buku, oke?” rengek Megan sambil menarik lengan Kalvi mendekat padanya.Hal tersebut membuat Kalvi menghela napas lelah. Mau tidak mau harus menuruti kemauan Megan, sedangkan ia telah merasa gelisah memikirkan Migy yang pulang sendirian di sekolah.“Ya kak? Ayo kita cari bersama,” ajak Megan sambil menggandeng tangan Kalvi.Rupanya, kejadian itu tidak luput dari pantauan Lois yang mengikuti mereka berdua sejak

  • Palung Cinta Mafia   Awas Kena Tikung

    Sepulang sekolah, Migy diminta oleh kepala sekolah untuk mengumpulkan seluruh anggota osis. Rencananya, mereka akan mengadakan perlombaan akhir tahun ajaran di sekolah.Sementara itu, Kalvi yang sedang menunggu Migy di depan kelas diberitahu Migy untuk pulang lebih duhu.“Kalvi, aku ada rapat osis dulu. Kamu pulang saja duluan,” kata Migy memberi tahu.“Kamu nanti pulang bareng siapa? Apa aku tunggu di sini aja, sampai kamu selesai rapat?” kata Kalvi memastikan.Migy merasa tidak enak hati membiarkan Kalvi harus menunggu dirinya sendirian. Sementara, rapat osis biasanya akan berlangsung satu hingga dua jam.“Mmm. Kamu pulang aja duluan. Nanti aku bisa pulang sendiri kok.”“Kamu gak apa-apa? benaran?” tanya Kalvi sambil meyakinkan Migy.Migy mengangguk yakin. “Iya, sudah sana pulang. Aku mau kumpulin anggota osis yang lain,” kata Migy tersenyum.Kalvi pun membiarkan Mig

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status