LOGINSuamiku adalah seorang presdir yang bertemperamen dingin. Kami sudah menikah selama enam tahun, hubungan kami pun dingin bak es. Untuk kesekian kalinya, dia meninggalkanku dan pergi ke Disneyland bersama sekretarisnya, bahkan menyewa seluruh pertunjukan kembang api untuknya. Saat itulah aku sadar, dia memang bukan milikku sejak awal. Tiga hari setelah dia pulang, aku pergi ke luar negeri bersama putra kami, meninggalkan surat perceraian di meja. Tak kusangka, dia malah bersedih dan berusaha mencariku gila-gilaan.
View More「おめでとう、妊娠してる!……双子だよ!一条くん、きっと驚くね!」
専属医の三上先生の言葉が何度も頭の中で復唱されている。
「信じられない!嘘?本当に私のお腹に子どもが?しかも二人も!?」
嬉しいというよりも頭の中が真っ白だ。結婚して三年。妊活に励み子どもを授かることを待ちわびていた。ずっと、ずっと待ち望んでいた瞬間が今日、いきなり二倍になってやってきた。
病院からの帰り道、窓の景色を眺めながら私は夫の瑛斗に報告する場面を何度も想像した。彼のくしゃっと笑った顔。少し照れたような心の底から嬉しそうな顔。早くその顔が見たかった。
長年仕えている運転手が私の変化に気づき話しかけてきた。
「華お嬢様、何か良いことでもあったのですか?さきほどからとても幸せそうなお顔で微笑んでいらっしゃいますね。」
「ええ、とっても素敵で幸せなことがあったの。」
夫の一条瑛斗は、一条グループの若きCEO。切れ長の瞳、通った鼻筋、そしていつも自信に満ちた佇まい。初めて見た時、私はその完璧なまでのルックスに息を呑んだ。瑛斗のことを高校の時からずっと好きで初恋の人だった。
神宮寺家の令嬢である私は、父や祖父が決めた相手と結婚をしなくてはいけなかった。いわゆる「政略結婚」だ。家のために自分の気持ちとは関係なく結婚することは絶望的な未来に思えた。しかし、運命は残酷なだけではなかった。
お見合いの席で、一条家の御曹司として瑛斗が現れた時は信じられなくて言葉を失った。まさか初恋の相手が夫になるなんて想像もしていなかった。その夜、喜びと幸せで胸がいっぱいになり興奮して眠れなかった。こうして私たちは夫婦になった。
あれから三年。瑛斗は社長に就任して多忙な毎日を送っているが、私は初恋の相手瑛斗の妻になれたことに幸せを感じながら毎日を過ごしている。
(念願の妊娠だもん。こんな嬉しいニュースは直接伝えて瑛斗の喜ぶ顔が見たい)
病院を出てすぐに電話で報告しようと思ったが直接伝えることにした。
病院から帰ってきてすぐに瑛斗が好きなラザニアを作って帰りを待つことにした。もちろんソースは一から手作りだ。料理長の作るご飯も美味しいが、こんな特別な日は自分で作って瑛斗を喜ばせたかった。
(どんな顔をするだろう。どんな言葉をくれるだろう。)
ソースを煮込みながら、彼の喜ぶ姿とこれから始まる家族4人の生活を想像しながら彼の帰りを待っていた。出来立てを食べて欲しくて帰りが何時になるか連絡したが返事は来ない。ソファで待っているうちにうたた寝をしてしまい、車のエンジン音で目を覚ました時には既に22時を過ぎていた。
瑛斗を出迎えるため慌てて玄関へ向かう。
「おかえりなさい」
「ただいま。」
「なんだか疲れているみたいだけど大丈夫?」
「ああ。……話があるんだ。少しいいかな」
いつもより冷たく沈んだ声で瑛斗が静かに言った。疲れ切った様子の瑛斗だが、大人の男の色香をまとい、疲れた顔さえも魅力的だった。3年たった今でも瑛斗と目が合うとドキドキして胸が高鳴る。
表情がどこか硬い瑛斗の後ろを歩きリビングへ入った。
(仕事で疲れているのかもしれない。でも妊娠のことが分かったら気持ちも変わるかも!)
「先にご飯にする?今日ね、話をしたいことがあって瑛斗の好きなラザニアを作って待っていたんだ。」
「……そうやって機嫌でも取っているつもりなのか。」
「え……?」
瑛斗の言葉に耳を疑った。普段はそんなことを言う人ではない。頭の回転が早く、いつも冷静で落ち着いて、人が不快に思うような台詞は今まで一度も言ったことがないので信じられなかった。
「瑛斗、仕事で何か嫌なことや問題でもあったの?何か疲れている?私に出来ることがあるなら……」
ソファに座る瑛斗に近寄り、膝をついて手を重ねると怪訝そうな顔をしてすぐさま振り払った。
「触るな。もう放っておいてくれ。それよりここにサインをしてくれないか?」
彼は深くため息をついた後、鞄から一枚の白い封筒を取り出した。
何の書類か分からず受け取ったがタイトルを見た瞬間、頭の中が真っ白になった。
(なにこれ……)
【離婚協議書】 彼から渡された書類にはこう記されてあった。
Rayner memang akhirnya menepati janji hanya memiliki satu anak. Setidaknya, untuk sekarang.Sejak Keyla keguguran, Rayner bersikeras ingin bercerai. Mereka berdua bertengkar hebat karena hal itu. Keluarga Keyla juga bukan orang-orang yang mudah dihadapi. Mereka bukan hanya menggantungkan hidup pada Rayner, tetapi juga bahkan menuntut uang dalam jumlah besar agar mau melepaskannya."Hazel, setelah berpisah darimu, dia bukan siapa-siapa lagi. Sudah punya yang terbaik malah mengacaukan semuanya sendiri. Kalau tahu bakal begini jadinya, kenapa dulu berbuat kesalahan?"Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Temanku melanjutkan, "Kapan kamu pulang?""Dulu kamu ke luar negeri cuma untuk menjauh dari pasangan berengsek itu. Tapi sekarang mereka sudah bercerai, harusnya kamu bisa pulang, 'kan?"Aku menggeleng. "Pendidikanku belum selesai. Aku baru akan pulang kalau Dalton sudah lulus."Temanku langsung berseru kaget, "Pendidikanmu?!""Ya, bidangku masih butuh pendalaman. Tunggu saja. Saat aku
Saat melihatku, Rayner hanya bisa tersenyum getir. Begitu matanya tertuju pada Dalton, dia refleks menutup wajahnya dengan telapak tangan.Dalton tidak mengatakan sepatah kata pun. Rayner akhirnya berkata dengan suara serak dan lelah, "Selamat ya ... kamu berhasil. Akhirnya kamu bisa lepas dari aku."Aku menggeleng pelan. "Rayner, kamu selalu menyalahkan orang lain. Itu nggak adil untukku. Apalagi, ini memang bukan salahku."Rayner terdiam. Dia menandatangani dokumen dengan tangan yang masih gemetar. Aku bahkan sempat khawatir dia akan berubah pikiran."Jangan lupa, nanti masih harus ambil akta resmi. Tenang saja. Aku nggak akan tunda-tunda lagi."Baru saja dia selesai bicara, Keyla masuk ke ruangan dengan memegangi perutnya. Jantungku langsung berdegup kencang. "Dia ... hamil?"Begitu kalimat itu keluar, Dalton langsung menoleh dan menatap Rayner. "Papa bilang cuma punya aku sebagai anak satu-satunya. Papa bohong!""Jadi yang dia bilang waktu itu ... semua benar! Papa nggak mau aku la
Dalton masuk bersamaku. Rayner menemaninya bermain puzzle, sementara aku pergi mencuci tangan.Begitu melihatku, wajah Keyla dipenuhi kebencian. "Kamu senang, ya? Kalau memang mau pergi, pergilah sejauh mungkin. Kenapa masih meninggalkan jejak? Kamu sengaja buat Rayner mengejarmu, itu cuma taktik pura-pura menjauh, 'kan?"Aku mengangkat alis. "Surat cerai sudah lama kuserahkan ke Rayner. Dia yang nggak mau tanda tangan, aku nggak bisa memaksa. Kamu bisa ngejar sampai sejauh ini, buktinya kamu cukup hebat. Sekalian saja bantu aku bujuk dia supaya mau tandatangan."Wajah Keyla memerah karena marah. Aku hanya tertawa dingin sambil mengeringkan tangan, lalu duduk di sofa dengan menyilangkan kaki dan menatapnya santai. "Oh ya, Dalton nggak suka pedas. Tolong diperhatikan saat masak nanti, Bu Keyla."Rayner juga menoleh dan menambahkan, "Masak yang agak hambar saja."Keyla terpaksa menahan amarahnya dan menelan semuanya bulat-bulat.Setengah jam kemudian, makanan baru disajikan. Dalton mengg
Rayner langsung tertegun. "Mana mungkin? Papa cuma punya satu anak ... cuma Dalton!"Dalton menoleh padaku, tidak mengatakan apa pun. Aku tidak menanggapi Rayner, lalu langsung berbalik masuk ke rumah. Ketika dia mencoba ikut masuk, aku menoleh tajam ke arahnya."Kalau kamu masuk tanpa izin, itu pelanggaran hukum. Di sini, aku punya hak untuk pakai senjata."Raut wajah Rayner seketika berubah karena tidak percaya. Namun, aku tidak peduli sedikit pun. Aku menggandeng Dalton masuk, lalu menutup pintu dengan tenang. Di luar, Rayner terus mengetuk pintu dengan keras.Aku mengira dia akan menyerah, tapi ternyata dia cukup cepat dalam bertindak. Beberapa hari kemudian, dia malah menyewa rumah tepat di sebelah kami.Pagi itu, saat Dalton bangun dan menatap keluar jendela, dia menunjuk ke arah luar sambil berkata pelan, "Mama, itu Papa, ya?"Dari jendela, terlihat Rayner berdiri di balik pagar sembari menatap ke arah rumah kami dengan tatapan nanar. Aku menghela napas panjang. "Dia datang untu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.