INICIAR SESIÓNKarena ayahnya terlibat penipuan investasi bodong, Casey harus melunasi utang 5 miliar kepada kelompok mafia Carter yang dikenal kejam dan tanpa ampun. Untuk melindungi adiknya, ia menjadi pelayan di bawah perintah Harrison Edmund Raymond, bos mafia Carter sekaligus penerus keluarga Raymond keluarga elit yang terkemuka ia memiliki senyum memikat namun ambisi gelap. Di tengah intrik keluarga Raymond dengan Aidan yang menyebalkan dan Leon yang penuh kebencian terhadap Harrison. Casey harus bertahan hidup di dunia penuh bahaya. Akankah ia menemukan cara untuk melawan takdir, atau justru terjebak selamanya dalam bayang-bayang mafia ini?
Ver más“Jadi, barusan kau mengerjaiku, ya?” tanya Aidan dengan nada kesal. Wajahnya masih sedikit memerah, mungkin karena malu dan marah tapi yang jelas ia sangat kesal karena menyadari Casey baru saja mengerjainya.Casey menundukkan kepalanya sebagai permohonan maaf karena merasa bersalah yang sudah mengerjainya.“Maafkan saya, Tuan… Itu satu-satunya cara yang terpikir oleh saya,” ujarnya sepelan mungkin.Namun sesaat kemudian, Casey mengangkat kepalanya, senyum tipis menghiasi wajahnya senyum yang samar-samar yang menyimpan kekesalan.“Tapi, Tuan…” lanjutnya, nada suaranya mulai kembali tegas.“Kenapa kamar ini kembali berantakan? Padahal baru kemarin saya bersihkan.”Tatapannya menusuk, ia menunjukkan beberapa tumpukan baju, barang yang sudah di rapikan ditempat seharusnya berserakan begitu saja dan menutupi area lantai, bahkan kabel-kabel gadget menjuntai di lantai.“Ini kan kamarku! Terserah aku mau berbuat apa saja!” seru Aidan ketus, matanya menantang.Casey menahan napas, masih menco
Merasakan atmosfer yang tidak menyenangkan antara dua bersaudara itu, Casey segera berpamitan dan meninggalkan ruangan. Begitu berada di luar, ia menghela napas lega, mencoba menenangkan detak jantungnya yang sempat tegang. Tanpa membuang waktu, ia melangkah cepat menuju lokasi tugas yang tertera dalam memo Harrison.Sementara itu, di dalam ruangan, Leon masih menatap tajam ke arah Harrison. Namun, tatapannya perlahan beralih ke pintu yang baru saja ditutup Casey."Apakah gadis itu...?" gumam Leon, suaranya nyaris tak terdengar.“Iya,” jawab Harrison datar bahkan sebelum Leon menyelesaikan pertanyaannya dia sudah menjawab pertanyaan dari Leon.“Biasanya, kau tak akan segan menghabisi nyawa siapa pun tanpa rasa kasihan walaupun itu seorang wanita. Tapi kali ini, kau justru membiarkannya hidup dan malah mempekerjakannya sebagai pelayan. Apa sebenarnya maksudmu?” tanya Leon, menatap Harrison penuh kecurigaan.Sementara Harrison hanya tersenyum tipis, menyeruput rokoknya, lalu meletakkanny
“Hei, kau. Bangun,” terdengar suara pria itu memanggil. Casey membuka matanya perlahan, masih dalam keadaan setengah sadar, ia mengangkat kepalanya dan mengucek kedua matanya.Begitu matanya terbuka sepenuhnya, ia terkejut mendapati pria yang semalam terbaring pingsan kini sudah siuman. Pria itu menatapnya dengan sorot mata tajam, membuat jantung Casey berdetak lebih cepat.Dengan gugup, Casey segera membetulkan posisi duduknya dan menghindari kontak mata. Ia menyadari dirinya terlambat untuk bersiap jika pria itu berniat menyerang. Perlahan, matanya melirik ke sekitar pria itu. Tidak ada benda tajam ataupun pistol di sekitarnya, ia pun bernapas lega.Meskipun begitu, Casey tidak boleh lengah. Jika pria itu menyerang tiba-tiba, satu-satunya pilihannya adalah langsung ke titik vitalnya lalu melarikan diri.Namun pria itu tetap bergeming, sorot matanya tajam dan menusuk, tak lepas dari wajah Casey. Tatapan itu membuat detak jantung Casey berdebar tak karuan, tubuhnya membeku dan gemetar
Waktu sudah menuju larut malam. Para pelayan sudah kembali ke kamar mereka masing-masing. Suara burung hantu menggema di seluruh penjuru mansion, menciptakan suasana yang mencekam. Casey melangkah cepat, bahkan nyaris berlari menuju kamarnya. Kamarnya terletak hampir di lantai bawah, di ujung lorong yang minim cahaya, diterangi oleh beberapa lampu tua yang nyalanya redup.Suara burung hantu itu kembali terdengar, kali ini lebih keras dan menggelegar, membuat jantung Casey berdegup kencang. Mansion ini memang tampak mewah dan megah di siang hari, namun saat malam tiba, tempat ini berubah menjadi sangat menyeramkan. Casey yakin di dalam kemewahan dan kemegahan mansion ini tidak luput ada hantu di dalamnya, Casey yang sangat takut pada hantu segera berlari cepat untuk memasuki kamarnya.Namun, di tengah perjalanan, Casey mencium bau anyir yang menyengat aroma besi yang menusuk hidung dan membuat perutnya mual. Jantungnya berdetak makin tak karuan. Apakah bos mafia itu sedang menyiksa ses
Casey yang masih duduk di kasur Harrison, sesekali melirik pria itu yang sedang tenggelam dalam tumpukan kertas berjilid. Tangan Harrison bergerak cepat, membolak-balikkan halaman demi halaman, mengamati setiap tulisan dengan teliti. Suasana terasa sunyi, kecuali suara kertas yang berdesir halus. C
Setelah menyelesaikan tugas pertamanya Casey merogoh saku seragam dan meraih sesuatu di dalamnya, sebuah memo yang diberikan Ema sebelum Casey melakukan pekerjaannya. Casey menelusuri tulisan yang di memo tersebut.“Membersihkan kamar Aidan sudah, selanjutnya-“ gumam Casey pelan sedang bicara send












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.