مشاركة

Bab 3

مؤلف: Yu.Az.
last update تاريخ النشر: 2026-10-14 16:13:22

Mata Kania langsung berbinar. “Benarkah?”

Kinara mengangguk. “Ya.”

Kania langsung tersenyum lebar. “Terima kasih, Kinara! Aku tahu kau pasti mau membantuku! Tenang saja, aku tidak akan berani merebut Damian darimu. Ini hanya sementara. Aku akan mencari cara agar kamu bisa bebas dari pernikahan itu. Kakak janji!”

Di sisi lain, senyum juga hampir muncul di wajah Melin dan Jason. Namun, keduanya segera menyadarinya dan buru-buru mengubah ekspresi.

Melin memasang wajah kecewa. “Kinara, jangan seperti ini, nak.”

Kinara menatapnya.

“Kau jangan selalu membela kakakmu. Selama ini kau selalu menanggung kesalahan yang dia lakukan. Kalau terus seperti ini, kapan Kania akan belajar dari kesalahannya?”

Jason ikut menghela napas panjang. “Ayah juga tidak ingin kau mengorbankan masa depanmu demi kakakmu.”

Kalimat itu terdengar sangat menyentuh. Sayangnya, Kinara sudah tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Apapun yang dilakukan Kania, Kinara-lah yang akan menanggung akibatnya.

Melin dan Jason selalu berpura-pura melindunginya di depan Kinara. Padahal, di belakangnya, mereka menertawakan kebodohan gadis yang mereka anggap mudah dikendalikan itu.

Dulu, Kinara tidak pernah menyadarinya. Sekarang, setiap ekspresi palsu mereka terlihat begitu jelas.

Kinara tersenyum lembut. “Tidak apa-apa, Bu, Yah.”

Ia menatap Melin dan Jason bergantian.

“Aku tidak tega melihat Kak Kania menangis. Aku juga takut kalau dia terlalu tertekan, dia akan melakukan sesuatu yang lebih buruk.”

Kania langsung mengangguk. “Benar! Aku berjanji tidak akan membuat masalah lagi.”

Kinara tersenyum. “Semoga begitu.”

Melin segera mengusap rambut Kinara seolah-olah seorang ibu yang sangat menyayangi putrinya.

“Sudahlah. Kinara masih harus beristirahat. Kita pulang dulu.”

Jason mengangguk.

“Kau istirahat yang cukup, Kinara. Setelah keadaanmu membaik, kita akan membicarakan pernikahan ini dengan keluarga Huang.”

“Baik, Yah.”

Kania kembali mendekati Kinara. “Terima kasih, adikku.”

Kinara hanya tersenyum. “Tidak perlu berterima kasih.”

Tak lama kemudian, Melin, Jason, dan Kania meninggalkan kamar rawat inap itu.

Pintu akhirnya tertutup.

Suasana yang semula dipenuhi tangisan dan kepura-puraan akhirnya kembali sunyi.

Senyum di wajah Kinara perlahan menghilang. Tatapannya berubah dingin. Ia menatap pintu yang baru saja dilewati ketiga orang itu.

“Kesempatan keduaku.”

Tangannya mengepal di atas selimut. Dulu, ia terlalu bodoh. Ia mempercayai orang-orang yang menganggap dirinya hanya sebagai alat untuk mendapatkan kekayaan.

Ia bahkan membantu Kania memalsukan kematiannya sendiri agar gadis itu bisa menghindari pernikahan dengan Alexander Huang. Tapi yang ternyata Kania justru selingkuh dengan Damian setelah bebas dari jeratan pernikahan itu.

Kini, Kinara tidak akan membantu mereka lagi. “Kalau begitu, tunggu saja.”

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

“Aku ingin melihat apakah keluarga Zhao akan menerima wanita yang tidak bisa hamil.”

Tatapan Kinara semakin tajam. “Apakah mereka masih akan menerimamu seperti dulu, Kania?”

Kali ini, Kinara tidak akan menjadi gadis yang mudah dimanfaatkan, ia tak akan menyembuhkan Kania seperti dulu lagi. Kali ini, setiap kebohongan akan ia balas dengan kebenaran.

Setiap pengkhianatan akan ia kembalikan berkali-kali lipat. Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera mengetahui satu hal.

Kinara masih duduk bersandar di ranjang rumah sakit. Ia baru saja hendak memejamkan mata ketika pandangannya tanpa sengaja tertuju pada cincin yang melingkar di jari manisnya.

Kinara mengangkat tangannya, lalu mengamati cincin tersebut dengan saksama. Entah mengapa, benda itu terasa begitu familiar, tetapi ia tidak pernah benar-benar mengetahui rahasia di baliknya.

“Cincin ini ....” gumam Kinara pelan.

Ia mengusap permukaan cincin yang tampak sederhana itu. Dalam ingatannya, cincin tersebut merupakan peninggalan ibunya yang diberikan oleh mendiang neneknya, tetapi ia tidak pernah tahu bahwa benda itu milik sang ibu.

Kinara baru mengingat satu hal. Dulu, Kania pernah sangat menginginkan cincin yang dikenakannya itu, bahkan beberapa kali mencoba meminta agar mereka bertukar perhiasan.

Untungnya sang nenek sudah lebih dahulu memperhitungkan kemungkinan tersebut. Sebelum meninggal, sang nenek memberikan cincin dengan model yang sama kepada Kania agar gadis itu tidak mengambil milik Kinara.

“Jadi, Nenek sudah memikirkan semuanya sejak awal?” Kinara bergumam sambil menatap cincin itu.

Ia tidak tahu mengapa neneknya begitu berhati-hati dalam urusan cincin tersebut. Sayangnya, saat itu Kinara masih terlalu muda untuk memahami maksud di balik tindakan sang nenek.

Kinara menghela napas panjang, lalu berniat meletakkan kembali tangannya di atas selimut. Akan tetapi, sebelum sempat melakukan apa pun, cincin di jarinya tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat terang.

“Apa-apaan ini?!”

Kinara terkejut dan buru-buru mengangkat tangannya. Cahaya itu semakin menyilaukan hingga ia harus memejamkan mata, sementara tubuhnya seolah-olah ditarik oleh kekuatan yang tidak terlihat.

“Tunggu! Apa yang terjadi?!”

Belum sempat Kinara mencari pegangan, cahaya tersebut menyelimuti seluruh tubuhnya. Dalam sekejap, tubuhnya menghilang dari ranjang rumah sakit, meninggalkan kamar yang kembali sunyi seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 9

    Hari pernikahan yang telah ditentukan akhirnya tiba.Di mansion keluarga Huang, suasana terasa sunyi meskipun upacara pernikahan sedang berlangsung. Tidak ada senyum bahagia maupun ucapan selamat yang meriah. Para tamu hanya menunjukkan wajah muram, seolah-olah mereka sedang menghadiri acara yang tidak diinginkan.Di hadapan semua orang, Kinara berdiri mengenakan gaun hitam sederhana. Di sampingnya, Alexander Huang terbaring di atas ranjang khusus, tidak menunjukkan reaksi sedikit pun akibat kondisinya yang vegetatif.Kinara melirik pria itu sekilas. ‘Jadi, inilah pria yang akan menjadi suamiku.’ Ia tidak mengenal Alexander secara pribadi, tetapi tahu bahwa pria tersebut menjadi korban tindakan gegabah Kania. Dalam kehidupan sebelumnya, Kinara hanya tahu jika Alexander Huang tidak akan pernah bangun dari tidurnya. Sementara itu, keluarga Huang memandang pengantin wanita dengan ekspresi muram dan marah. Sebagian merasa sedih melihat keadaan Alexander, sedangkan yang lain masih menyim

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 8

    “Ingat! Harta warisan itu berupa perhiasan serta harta bawaan milik mendiang orang tua Nona Kinara. Pastikan semuanya disiapkan dengan lengkap. Sedangkan untuk saham perusahaan, enam puluh persen sudah siap diserahkan sesuai hak Nona Kinara,” ujar Tuan Harto dengan tegas.Pria paruh baya itu berdiri di ruang tamu mansion keluarga Wang, menatap Melin dan Jason yang sejak tadi terus berusaha mencari alasan untuk menunda penyerahan warisan tersebut. Di samping mereka, Kania juga duduk dengan wajah muram, jelas tidak menyukai kedatangan pengacara kepercayaan keluarga Wang itu.Setelah menemui Kinara di rumah sakit, Tuan Harto langsung bergegas menuju mansion keluarga Wang untuk menyelesaikan urusan warisan. Ia tidak ingin menunda-nunda lagi, terlebih setelah Kinara sendiri yang memintanya memastikan seluruh hak miliknya segera dipersiapkan.Melin berusaha mempertahankan senyumnya, meskipun jemarinya sudah mengepal di balik gaun yang dikenakannya.“Tuan Harto, bukankah usia Kinara belum c

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 7

    Tuan Harto terkejut mendengarnya. “Mahar pernikahan?” Ia mengerutkan kening. “Nona akan menikah dengan siapa?”Kinara tidak berniat menyembunyikannya. “Dengan Alexander Huang, putra sulung keluarga Huang.”Tuan Harto spontan berdiri dari kursinya. “Apa?! Nona akan menikah dengan Tuan Muda Alexander Huang?”Melihat keterkejutannya, Kinara tetap duduk dengan tenang. “Benar, Paman.”“Nona, apakah Anda sudah mempertimbangkannya dengan matang?” Tuan Harto tampak gelisah. “Paman tidak bermaksud meremehkan Tuan Muda Huang, tetapi bukankah Nona Kania seharusnya menikah dengan pria itu?”Ia menghela napas panjang. “Bagaimanapun juga, kecelakaan itu disebabkan oleh Kania. Seharusnya dialah yang bertanggung jawab, bukan Nona. Mengapa Nona justru bersedia mengambil alih pernikahan ini?”Kinara menatap Tuan Harto tanpa mengubah ekspresinya.“Paman tidak perlu khawatir. Keluarga Huang adalah keluarga yang bisa diandalkan. Mereka memiliki kekuatan dan pengaruh yang cukup untuk membantuku melindungi

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 6

    Damian tiba di mansion keluarga Zhao dengan wajah muram. Sejak meninggalkan rumah sakit, pikirannya terusik oleh sikap Kinara yang mendadak berubah dingin, bahkan berani mengusirnya dari kamar rawat inap.Begitu memasuki ruang utama mansion, langkah Damian terhenti. Ia melihat, ibunya, sedang sibuk mengarahkan para pelayan yang membawa berbagai kotak perhiasan, kain mahal, serta barang-barang berharga lainnya.“Ibu, apa yang sedang Ibu lakukan?” tanya Damian dengan kening berkerut.Maya menoleh. Begitu melihat putranya, senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.“Kau sudah pulang, Damian? Kebetulan sekali. Ibu sedang mempersiapkan mahar pernikahanmu dengan Kinara.”Damian terdiam sejenak. “Mahar pernikahan?”“Benar.” Maya mengangguk antusias. “Tadi keluarga Wang sudah menghubungi kita dan mengonfirmasi bahwa pernikahan kalian akan dilaksanakan seminggu lagi, tepat setelah Kinara keluar dari rumah sakit.”Bukannya merasa senang, Damian justru tertawa sinis.“Cih! Jadi, begitu rupanya.”

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 5

    Tatapan Kinara seketika berubah tajam. Pria yang berdiri di hadapannya adalah Damian, laki-laki yang pernah sangat ia cintai. Pria yang dahulu selalu ia bela, bahkan ketika semua orang memperingatkannya agar tidak terlalu bergantung pada cinta seseorang.Tapi pria yang sama juga telah menghancurkan hidupnya.Ingatan tentang kehidupan sebelumnya tiba-tiba menyerbu pikirannya. Ia masih mengingat bagaimana Damian dengan kejam menyuruh dokter menggugurkan kandungannya demi kepentingan Kania.Saat itu, bayi mereka berusia enam bulan dan tumbuh dengan sehat di dalam rahimnya, putranya yaitu Ethan.Bayi yang bahkan belum sempat ia peluk, tetapi sudah direnggut dari kehidupannya oleh pria yang dahulu ia percaya akan menjadi pelindungnya.Napas Kinara mendadak terasa sesak. Jemarinya mulai gemetar, sementara wajahnya perlahan kehilangan warna.Tidak, ia tidak boleh melupakan apa yang telah dilakukan pria ini.Ia tidak boleh kembali menjadi Kinara yang sama, gadis bodoh yang rela mengorbankan

  • Pembalasan Dendam: Kutinggalkan Suami Pengkhianat   Bab 4

    Ketika membuka mata, Kinara mendapati dirinya berdiri di sebuah tempat yang sama sekali asing.Di hadapannya terbentang pemandangan yang indah. Sebuah sungai dengan air jernih mengalir tenang di antara bebatuan, sementara pepohonan hijau tumbuh subur di sekelilingnya.Tidak jauh dari sungai itu, berdiri sebuah rumah kecil yang tampak sederhana.Kinara tertegun cukup lama sebelum akhirnya menoleh ke kanan dan kiri.“Di mana ini?”Tentu saja, tidak ada yang menjawab pertanyaannya.Ia memandangi sekelilingnya dengan waspada, berusaha memastikan apakah dirinya sedang bermimpi atau benar-benar berada di tempat asing tersebut.“Bukankah tadi aku masih berada di rumah sakit?” gumamnya. “Bagaimana bisa tiba-tiba berada di sini?”Kinara mencubit lengannya sendiri untuk memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Rasa sakit yang muncul membuatnya mengerutkan kening.“Ini bukan mimpi?”Ia kembali menatap cincin di jarinya. Cahaya yang sebelumnya menyilaukan kini telah menghilang, membuat benda it

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status