MasukIni bab bonus hadiah sekaligus bab terakhir hari ini. Selamat beristirahat (◠‿・)—☆
Sosok Ryan melesat maju seperti bayangan.Esensi Pedang Abadi menyembur dari tubuhnya dan mengalir ke Pedang Iblis Darah. Bilah merah itu bergetar keras, lalu memancarkan sinar cemerlang yang menebas lurus ke arah bayangan petir.Boom!Tebasan itu merobek ruang.Tanah di bawah ikut bergetar hebat. Sinar pedang yang tajam seolah menyapu seluruh cakrawala, membawa tekad Ryan yang menolak tunduk pada Dao Surgawi.Dalam sekejap, tebasan itu sudah tiba di depan bayangan petir.Boom!Tepat saat Pedang Iblis Darah menebas turun, Mata Iblis di langit akhirnya terbuka sepenuhnya.Wusss!Aura mengerikan menyebar dari mata hitam itu.Energi iblis membanjir keluar seperti lautan gelap yang runtuh dari langit. Ledakan demi ledakan mengguncang sekeliling. Ruang hancur berlapis-lapis, sementara arus energi iblis menerjang ke arah bayangan petir tanpa bisa dibendung.Bayangan petir itu berusaha bertahan.Namun kekuatan penghancur dari Mata Iblis terus menghantam tubuhnya. Petir yang menyelimuti d
Boom!Seluruh artefak ruang-waktu meledak pada saat yang sama.Suara ledakannya mengguncang seluruh medan perang kuno. Gelombang kehancuran menyapu langit, membuat para kultivator di tanah merasa gendang telinga mereka hampir pecah. Banyak dari mereka buru-buru menutup telinga sambil mundur, takut terseret sisa ledakan.Di tengah ledakan itu, wajah bayangan petir akhirnya berubah muram.Serangan Ryan barusan memang tidak menghancurkannya, tetapi berhasil meninggalkan luka ringan pada tubuh petirnya. Bagi bayangan yang membawa kehendak Dao Surgawi, hal itu adalah penghinaan besar.Seekor semut ternyata sanggup melukainya.Itu tidak bisa dimaafkan.Bayangan petir mengangkat kedua tangannya.Dalam sekejap, petir yang tak terhitung jumlahnya membanjir turun dari langit. Semua kilat itu berkumpul dan memadat menjadi pilar cahaya raksasa, lalu menghunjam ke arah Ryan dengan kecepatan mengerikan. Tekanan yang dibawanya membuat ruang di sepanjang jalurnya bergetar, seolah hendak pecah ka
Ugh!Saat rune petir itu mendarat di tubuhnya, Ryan merasakan sekujur raganya seperti digerogoti dari dalam.Kekuatan petir menyusup ke daging, darah, dan tulangnya. Tubuh Iblis serta Immortal Divine Body miliknya meletup bergantian, berusaha melindungi raga fisiknya dari kehancuran. Namun kekuatan rune itu terlalu dahsyat. Ini bukan tribulasi petir biasa. Tekanannya jauh lebih berat, seolah benar-benar membawa kehendak Dao Surgawi untuk menghapus keberadaannya.Perlahan, cahaya rune itu mulai memudar.Namun keadaan Ryan sangat buruk.Wajahnya pucat tanpa darah. Darah mengalir dari banyak luka di tubuhnya, membasahi Zirah Ilahi Kosmik yang menempel di badannya.Dengan susah payah, Ryan memaksa tubuhnya berdiri lagi.Kedua lengannya gemetar hebat. Napasnya berat, tetapi matanya tetap tajam.“Dao Surgawi ingin membunuhku?” Ryan menyeringai meski mulutnya penuh darah. “Sayangnya, kekuatanmu masih jauh dari cukup!”Ia menatap bayangan petir itu dengan keras kepala.‘Mana mungkin aku mat
Sebuah tinju tiba-tiba menghantam perut Ryan.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya. Tubuh Ryan terpental jauh ke belakang seperti layang-layang putus tali. Kecepatan bayangan petir itu terlalu mengerikan. Bahkan dengan penglihatannya, Ryan nyaris tidak mampu menangkap gerakannya dengan jelas.Ia jatuh berat, lalu memaksa tubuhnya bangkit.Kakinya bergetar menahan tubuh yang masih limbung. Ia mengusap darah di sudut bibir, kemudian kembali menatap bayangan petir itu dengan sorot dingin.Tidak ada rasa takut di matanya.Di bawah, para musuh Ryan langsung merasa girang.Melihat Ryan terjungkal hanya oleh satu pukulan membuat harapan mereka menyala lagi. Mungkinkah musuh yang selama ini begitu sulit dibunuh akhirnya tumbang di bawah tribulasi ini?Sebagian bahkan diam-diam berharap bayangan petir itu segera menghabisi Ryan sepenuhnya.Ryan tidak memedulikan mereka.Ia menggenggam Pedang Ib
Para kultivator dari berbagai faksi besar membelalakkan mata. Sebagian bahkan memuntahkan darah karena terlalu terkejut. Ryan tidak mati. Bukan hanya itu, ia bahkan tampak tidak mengalami luka berarti setelah muncul kembali di hadapan mereka. Kenyataan itu membuat musuh-musuhnya merasakan ketidakberdayaan yang dalam. Mereka sudah berkali-kali mengira Ryan akan mati, tetapi pemuda itu selalu bangkit lagi. Harapan untuk membunuhnya seakan runtuh satu per satu. Jika Ryan terus hidup dan diberi waktu untuk tumbuh, kelak ia pasti akan melesat tinggi. Pada saat itu, mungkin tak seorang pun dari mereka yang mampu menghentikannya lagi. Nama yang selama ini sudah menjadi mimpi buruk Wilayah Barat akan berubah menjadi bayangan yang menekan seluruh Benua Valorisia. Di angkasa, Ryan berdiri diam. Ia merasakan aura mengerikan dari Dao Surgawi yang menekan seluruh Death Domain Universe. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya tidak lagi santai. Kali ini, tekanan itu benar-benar
Pria berjubah emas itu menggeram rendah. “Bahkan ia sudah diakui sebagai tuannya?” Wajahnya berubah dingin. Rasa tidak nyaman yang pernah ia rasakan sebelumnya kini muncul lagi, bahkan lebih jelas dari terakhir kali. “Sialan. Perasaan ini muncul lagi.” Ia mengingat kejadian sebelumnya dengan sorot mata tajam. Orang itu bukan hanya membuat Piringan Enam Jalan Reinkarnasi bereaksi, tetapi juga telah memurnikan sebuah Tablet Reinkarnasi. Hari itu, saripati darahnya bahkan terhalang begitu saja. Hal itu membuat amarahnya sulit ditekan. “Aku benar-benar ingin tahu siapa yang senekat ini.” Kedua matanya berkilat dingin. “Andai aku tidak terkurung di tempat ini, andai aku bisa memastikan identitasmu, kau sudah kulenyapkan dari muka bumi sejak dulu.” Aura kaisar yang agung menyebar dari tubuhnya. “Kewibawaan Kerajaan Ilahi bukan sesuatu yang bisa diguncang oleh semut sepertimu.” Ia menarik napas dalam-dalam. Setelah beberapa saat, suaranya kembali terdengar, lebih dingin dan pen







