LOGINTerima Kasih Kak Agus, Kak Sofyan, Kak Ian atas dukungan Gem-nya Dan berkat Kak Agus yang memberi 5 Gem sekaligus siang ini, total tambahan Gem menjadi 11. Itu artinya, ada satu bab bonus tambahan lagi hari ini \(^_^)/ Di tunggu~ Akumulasi Gem: 25-09-2024 (Sore): 1 Gem (Reset)
Bayangan itu mendadak berubah seakan hidup.Begitu kata-kata "Hukum Bayangan" jatuh dari mulut Drew Shadowmist, seluruh naungan gelap yang menutupi lantai arena bergerak serentak. Seperti makhluk tak kasat mata yang menerima perintah dari tuannya, bayangan-bayangan itu mengalir ke arah kaki Drew, melilit naik melewati pergelangan, betis, paha, dan seluruh tubuhnya dalam hitungan detik. Lapisan kegelapan padat terbentuk melingkupi Drew dari ujung kaki hingga ke leher, bukan sekadar pelapis biasa. Seluruh substansi kegelapan di arena ini memutuskan untuk berdiri di sisinya.Xavier Dragvine mengepalkan kedua tangannya.'Ini bukan lagi tentang teknik gerak. Dia memanggil hukum alam itu sendiri.'Tidak ada waktu untuk berpikir lebih jauh. Drew Shadowmist melesat ke depan.WUUSSHH!Bukan kecepatan biasa yang bisa diikuti mata. Dia bergerak seperti bayangan yang meluncur di permukaan air, mulus, tanpa gesekan, tanpa hambatan. Barisan bayangan di bawah kakinya menjadi jalan yang ia tempuh
Ryan melihat transformasi itu dan tersenyum tipis.'Xavier berhasil mendorongnya sampai ke sana.'Garis darah naga bukan sekadar kekuatan tambahan. Di Benua Valorisia, Keluarga Dragvine dan Keluarga Celestedragon berdiri di puncak justru karena warisan itu. Naga adalah Dao tersendiri, makhluk yang menyelam ke dasar samudra dan menembus lapisan awan tertinggi, yang menyerap hampir semua elemen alam dan beradaptasi di lingkungan mana pun. Vitalitas mereka tidak tertandingi. Bahkan luka yang sudah menguras sebagian besar energi spiritual Xavier sebelum ini sekarang relevansinya mulai bergeser.Dan kini, sebagian dari esensi itu mengalir penuh dalam tubuh Xavier.Beberapa peserta di sisi arena menahan napas. Mereka yang punya cukup pengetahuan paham apa artinya transformasi semacam itu. Garis darah naga yang benar-benar aktif bukan hanya soal penampilan yang berubah.Seluruh fondasi pertarungan ikut ber
Ini bukan lagi pertarungan.Ini eksekusi yang sengaja diperlambat.Xavier Dragvine terlempar ke kiri. Sebelum kakinya sempat menapak, kepalan sudah menyambut dari sisi kanan, menghantam sisa pelindung darah naganya dengan kekuatan yang membelah permukaan arena satu jengkal ke bawah. Darah menyembur dari sudut bibirnya. Dia memaksakan energi spiritual ke telapak kakinya, mengerem laju tubuh, berhenti setengah meter dari tepi arena.Drew sudah menghilang lagi sebelum Xavier sempat menoleh ke arahnya.Tawa itu datang dari atas. Ringan dan ganjil, seperti seseorang yang sedang menikmati permainan yang hanya lucu bagi dirinya sendiri."Bocah Sekte Moon Flower!" Drew muncul sesaat di sisi kiri arena, kedua tangan dimasukkan santai ke dalam saku jubahnya, senyumnya lebar ke satu sisi. "Apa aku ini manusia atau anjing gila, menurutmu sekarang?"Xavier mendengus. Napasnya tersengal tapi matanya tidak lepas da
Suara tribun meledak. Xavier tidak menunggu. Begitu kata "dimulai" jatuh, jarinya bergerak membentuk segel tangan. Dari dalam tubuhnya, raungan naga bergema seperti petir yang meledak di balik dinding batu tebal, dalam dan berguncang, menembus sampai ke tulang. Aura darah naga berwarna kebiruan melingkupi seluruh tubuhnya dalam hitungan detik, memancarkan tekanan yang membuat udara di radius beberapa meter terasa seperti berdiri di dasar kolam yang dalam. 'Drew Shadowmist kuat. Kondisiku tidak ideal. Tidak ada pilihan selain langsung bertarung penuh sejak awal.' Drew menatap transformasi itu dari tempatnya berdiri. Senyumnya tidak goyah. "Menarik." Suaranya ringan, hampir seperti orang yang baru menemukan mainan baru. "Kau ini manusia atau binatang iblis?" Xavier mendengus. "Dan kau? Dengan senyum seperti itu... manusia atau anjing gila?" Drew terdiam satu detik. Lalu tawanya meledak, keras dan tiba-tiba, sampai beberapa penonton di baris depan tribun refleks menoleh. Kemudi
Tribun belum sempat mencerna apa yang baru saja terjadi ketika suara Tetua berbadan besar memecah keheningan. "Ryan Pendragon menang!" Satu dua kepala mulai menoleh. Lalu semua. Tavin Sanctum berlutut di atas bluestone dengan kedua tangan yang bukan lagi berbentuk tangan. Yang tersisa hanyalah kabut darah pekat dan remukan tulang yang hancur dari dalam, tanpa satu luka luar pun yang bisa dijadikan alasan untuk memprotes hasil ini. Tidak ada yang bicara. Tidak ada yang perlu bicara. Beberapa peserta yang belum bertanding menatap ke arah Tavin dengan ekspresi yang sama, bukan simpati, lebih ke perhitungan ulang soal lawan yang baru saja mereka lihat bertarung. Ryan berbalik dan menuruni arena. Langkahnya terukur. Tidak terburu-buru, tidak pula dibuat-buat lambat. Seperti seseorang yang baru selesai melipat kain setelah pekerjaan rumah beres. Tapi begitu tubuhnya melewati batas pandang tribun, rona di wajahnya turun tipis. 'Bahkan dengan menahan diri seperti ini, meridian yang
Tribun meledak.Keheningan yang tadi masih mengambang seketika digantikan oleh gelombang bisik-bisik dan teriakan yang saling tindih. Tidak ada yang memprediksi pertandingan ini akan terjadi di babak ini."Kenapa kau memilihku?" Tavin berdiri lima langkah dari Ryan, suaranya mengandung sesuatu di antara pertanyaan dan tuntutan."Apakah aku perlu alasan untuk memilihmu?" Ryan balik bertanya, santai.Tavin menghela napas pendek. "Kau tahu siapa kami? Dua keluarga di kawasan terpencil ini punya kedudukan istimewa yang tidak dimiliki siapa pun.""Keluarga Sanctum adalah keturunan para dewa. Apakah dengan memilihku, kau tidak merasa sedang meremehkan sesuatu yang tidak kau mengerti?"Ryan melirik Tavin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cara pandangnya singkat, sekilas, tapi cukup untuk membuat pemuda itu merasakan sesuatu berdiri di tengkuknya tanpa ia tahu alasannya."Keturunan para dewa?" Ryan mengula
"Kurasa tidak lama lagi Tuan Arthur akan menjadi mimpi buruk bagi banyak kekuatan dan sekte. Yang pertama menderita pastilah Sekte Hell Blood," lanjutnya serius. "Jika Paviliun Ivoryshroud tidak mengambil tindakan yang tepat, itu akan berbahaya bagi mereka juga." Saat mereka berdua mengobrol, seeko
Pemikiran itu segera terhenti. Bagaimanapun, baik Brandy Shroud maupun para pengikutnya tidak dianggap sangat kuat di Gunung Langit Biru. Terlalu banyak kultivator di sana yang jauh lebih mengerikan. Brandy Shroud hanyalah kepala cabang Paviliun Ivoryshroud di Nexopolis. Para kultivator di caba
Sang tetua Sekte White Tower menatap Ryan dengan sorot penuh selidik. Ada sesuatu yang sangat aneh dengan pemuda ini. Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, murid-murid Sekte Medical God seharusnya tidak memiliki kekuatan sekuat ini. Terlebih lagi, teknik Matahari Surgawi yang dikuasai Ryan
Lelaki tua itu menghela napas. "Tapi jangan khawatir, aku akan mengirim orang untuk menghapus ingatan semua saksi pertempuran hari ini. Tidak ada yang akan membocorkan berita ini." Ryan bisa merasakan ketulusan niat baik lelaki tua itu, namun dia sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman balas de







