Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 651 - Tanah Berharga

Share

Bab 651 - Tanah Berharga

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-01-18 06:17:15
Ayah Rose mengerutkan kening. "Biarkan saja semuanya seperti apa adanya. Kita hanya mendengarkan cerita dari pihak Rose. Kali ini, kita akan menganggapnya sebagai pelajaran."

"Ayah, kenapa?" protes Rose. "Anak itu sangat sombong. Apakah kita akan membiarkannya lolos begitu saja?"

"Sombong! Kurasa kaulah yang paling sombong!"

Suara tua yang menggelegar itu membuat Tuan dan Nyonya Ferdion tersentak.

Mereka bangkit berdiri saat lelaki tua itu mendorong pintu hingga terbuka. "Ayah, mengapa Ayah
Rianoir

Pagi semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Mari awali pagi ini dengan kisah Ryan (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) ini bab pertama pagi ini. selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 56
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3843: Nama Asli Luna

    Lina Jirk mengerucutkan bibir dengan kesal, lalu berjalan keluar dari aula.“Peraturan macam apa itu? Sekolah tidak berguna.”Namun baru beberapa langkah, ia teringat sesuatu. Lina berhenti dan berbalik menatap Eliot Lane.“Anu, boleh aku minta tolong?” tanyanya. “Apa kau punya teknik yang bisa menelusuri kejadian yang sudah lama berlalu? Aku mau yang tingkat tinggi.”Eliot mengerutkan kening.Ia tidak tahu apa yang ingin diselidiki Lina, tetapi dari tatapan gadis itu, urusannya jelas bukan hal kecil. Meski begitu, ia tidak banyak bertanya. Eliot hanya mengulurkan jari dan menyentuh kening Lina.Cahaya samar mengalir masuk.Tidak lama kemudian, wajah Lina berubah cerah.“Terima kasih. Aku pergi beberapa hari untuk menyelidiki sesuatu.”Setelah berkata begitu, Lina langsung pergi.Begitu sosok Lina lenyap, seorang pria muncul di sisi Eliot.Kalau Ryan Pendragon ada di sana, ia pasti langsung mengenalinya. Pria itu adalah Divine God Frost Sword, sosok yang dulu terluka parah di Death

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3842: Pedang Selene

    “Nona Selene juga akan berangkat ke Kerajaan Nine Nether?”Dugaan Ryan Pendragon semakin mengerucut.Kerajaan Nine Nether bukan tempat yang bisa dimasuki sembarang orang. Hanya keluarga kerajaan dari Empat Kekaisaran Agung, para kepala dari empat akademi, serta segelintir genius papan atas yang memiliki kelayakan untuk hadir.Namun Selene Chase justru bisa pergi ke sana untuk merayakan hari kelahiran Putri Kesembilan.“Iya.” Selene tersenyum penuh rahasia. “Kau pasti penasaran dengan jati diriku, kan?”Ryan menatapnya tanpa menjawab.“Sayangnya, jati diriku belum pernah kubuka kepada orang luar.”Ryan hanya bisa menghela napas dalam hati. Ketika berhadapan dengannya, wanita ini justru bertingkah seperti gadis kecil yang senang menyimpan rahasia.**Setelah selesai makan, semua orang bersiap pulang.“Ryan, tunggu sebentar.”Begitu mendengar panggilan Selene, Xander Jett dan Za

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3841: Lantai Teratas

    Quillon Wynn terkekeh pelan.“Kau belum paham, Bocah. Perempuan itu makhluk yang digerakkan perasaan. Bahkan para dewi di sembilan lapis langit pun pada dasarnya sama.” “Kalau kau berhasil menarik perhatian mereka, mereka bisa saja jatuh hati hanya dari kabar yang mereka dengar tentangmu, bahkan tanpa pernah bertemu langsung.”Ryan memutar bola mata dan memilih tidak menanggapi. Ia melirik Selene Chase yang masih menggenggam tangannya.‘Mungkinkah wanita misterius dengan kultivasi setinggi ini benar-benar tertarik kepadaku?’ pikirnya.‘Atau karena tubuhku membawa aura Demon Emperor, sehingga dia langsung menaruh kesan baik?’Pandangannya menyapu wajah Selene yang tertutup cadar tipis.Entah kenapa, tiba-tiba muncul dorongan kecil di dalam dirinya untuk menyingkap cadar itu dan melihat wajah di baliknya dengan jelas.Namun Ryan segera menekan pikiran itu.‘Sadar, sadar,’ batinnya sambil mengalihkan pand

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3840: Riak Selene

    Kata-kata yang dipenuhi keilahian itu menghantam tepat ke bagian paling rapuh dalam hati Cassian Weston. Dalam sekejap, setiap kalimat Ryan Pendragon seperti pisau tak terlihat yang menggerogoti hati Daonya. Setelah itu, bekasnya tertinggal jauh di dalam Jiwa Primordial Cassian. Cap milik Ryan, yang sarat dengan jejak keilahian, terukir begitu dalam hingga sulit digoyahkan. Bahkan seorang Kultivator Ranah Star Sealed pun belum tentu sanggup menghapusnya. Selene Chase yang semula hanya sedikit tertarik kepada Ryan kini memandanginya dengan tatapan yang sepenuhnya berubah. Ia berasal dari latar belakang yang tidak biasa. Sepanjang hidupnya, ia sudah melihat terlalu banyak genius berbakat gila. Ada yang lahir dengan garis darah kuno, ada yang membawa warisan langka, dan ada pula yang sejak kecil dipuja sebagai calon penguasa masa depan. Namun orang yang mampu melakukan hal seperti barusan bisa dihitung dengan jari. Berdasarkan ingatannya, hanya ada satu sosok yang pernah melakuk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3839: Jejak Keilahian

    “Bukankah kau harus memenuhi syarat taruhanmu sendiri?” tanya Ryan Pendragon. Orang seperti Cassian Weston tidak layak mendapatkan belas kasihannya. Siapa pun yang berani menyinggungnya harus membayar harga yang pantas. “Karena kau sendiri yang mengajukan taruhan ini, mari kita selesaikan cepat-cepat,” Selene Chase ikut mendesak sambil tersenyum tipis. Ia cukup tertarik melihat Cassian berlutut. Seorang Kultivator Ranah Star Seed berlutut kepada Kultivator Ranah Creation. Tontonan semacam itu jelas tidak setiap hari bisa disaksikan. Zara Westalis membuka mulut, hendak memohon keringanan. Namun begitu pandangan Selene menyapunya sekilas, seluruh kalimat yang sudah tersusun di kepalanya langsung lenyap. Tekanan dari seorang Kultivator Ranah Star Sealed bukan sesuatu yang bisa ia lawan hanya dengan keberanian. Pada akhirnya, ia hanya sanggup menunduk. Cassian tahu dirinya sudah tamat. Rasa dingin merambat dari telapak kakinya sampai ke ubun-ubun. Mulai hari ini, ia tidak aka

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3838: Satu Telapak

    Aura Cassian Weston akhirnya berhenti naik setelah menyentuh batasnya. Napasnya tersengal. Kedua tangannya terangkat perlahan, lalu seluruh energi spiritual di dalam tubuhnya dihimpun tanpa sisa. Kekuatan domainnya meledak keluar tanpa kendali, membuat udara di sekitar Gerbang Bulan bergetar kacau. Matanya terpaku pada gerbang kristal yang sudah menutup kembali. “Aaaah!” Cassian melolong panjang, kemudian menghantamkan kedua telapak tangannya ke Gerbang Bulan. Dentuman keras menggema di seluruh halaman. Tanah berguncang oleh hantaman itu. Momentum serangan Cassian benar-benar mencengangkan. Bahkan jika dibandingkan dengan dorongan Ryan Pendragon sebelumnya, gerakannya justru terlihat jauh lebih dahsyat. Debu terangkat setinggi pinggang, dan beberapa tamu di barisan belakang sampai mengangkat lengan untuk melindungi mata. Semua orang menatapnya dengan mata membelalak. Pertama, Cassian memakai teknik rahasia sampai auranya melonjak. Setelah itu, ia melepaskan serangan sebes

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status