로그인Dua jam kemudian, rapat Rayhan akhirnya selesai. Dia kembali ke ruangannya dengan wajah lelah. Namun begitu duduk, sekretarisnya langsung mengetuk pintu.TokTokTok “Masuk.” Suara Rayhan terdengar dari dalam."Permisi pak, ada bu Alisha ingin bertemu." Mila memberitahu Rayhan kalau ada Alisha ingin bertemu dengannya."Alisha?" tanya Rayhan."Iya pak bu Alisha."Rayhan langsung mengangkat wajah."Serius Alisha?" tanya Rayhan memastikan."Iya, pak."Rayhan berdiri. “Tidak biasanya Alisha datang ke kantor tanpa memberi kabar lebih dahulu.” Pikir Rayhan.Pintu terbuka. Alisha masuk sambil membawa sebuah tas kecil. Rayhan berjalan menghampirinya."Ada apa sayang ? Kenapa tiba-tiba datang?" suara Rayhan terdengar berpura-pura senang dan Alisha tersenyum."Aku ingin mengajakmu makan siang."Rayhan membalas senyum itu, tetapi ada sesuatu dalam tatapan Alisha yang membuatnya merasa tidak nyaman.Seolah-olah kedatangan istrinya bukan sekadar untuk makan siang."Baik. Tunggu
Maaf yah kak baru lanjut lagi, kemarin hiatus lumayan lama. Semoga lanjutnya bisa nyambung dengan cerita sebelumnya.Rayhan menarik napas panjang, kemudian memaksa pandangannya kembali pada layar laptop.Dia membuka salah satu berkas yang sejak tadi terabaikan. Beberapa angka terpampang di layar, lengkap dengan laporan penjualan dan catatan dari bagian keuangan. Namun baru beberapa detik membaca, pikirannya kembali melayang. Siapa lagi yang menjadi beban pikirannya selain ... Celine.Nama itu seolah terus berputar di kepalanya. Rayhan mengusap wajah kasar. Dia sendiri tidak mengerti mengapa kehadiran Celine akhir-akhir ini begitu mengganggu pikirannya.Selama ini dia selalu mampu memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan. Dia terbiasa mengambil keputusan dengan kepala dingin. Bahkan ketika menghadapi masalah besar di perusahaan, Rayhan hampir tidak pernah kehilangan fokus.Dia selama menikah tidak pernah berniat untuk selingkuh, bahkan dia tidak pernah memikirkan Alisha seperti dia
Sampai di kantor, Rayhan langsung masuk ke ruangannya dan duduk di ruang kerjanya. Tas kerja diletakkan diatas meja dan Rayhan mengeluarkan Laptopnya. Laptop sudah terbuka dan beberapa berkas sudah tersusun. Namun selama hampir lima belas menit, tidak satu pun pekerjaan disentuhnya, pikiran Rayhan masih berada di rumah.Saat langkah kaki Celine yang tadi lewat di ruang makan, Alisha bertanya dan menatapnya saat sarapan tadi. Bahkan ke malam tadi, dimana dia baru saja bercinta dengan Celine.Rayhan menyandarkan tubuh ke kursi, lalu menatap langit-langit.“Kenapa malah makin susah dilupakan …” gumamnya.Rayhan mengambil onselnya, lalu dibuka layar chat dengan Celine.Dia menatap kolom pesan kosong beberapa saat. Ingin mengirim pesan untuk Celine tapi dia ragu.Akhirnya dia mengunci layar kembali dan memutuskan untuk tidak menghubungi Celine.“Arrgghh ... sial ada apa dengan aku ?” pertanyaan itu muncul untuk dirinya sendiri.Sementara itu, di rumah Alisha sedang membantu Celine
Setelah itu pintu tertutup dan Rayhan tidak tampak lagi. Sementara Celine masih duduk di tepi ranjang dengan napas yang belum sepenuhnya tenang. Rambutnya sedikit berantakan, kulitnya lengket oleh keringat, dan pikirannya jauh lebih kacau dibandingkan tubuhnya. Ada rasa menyesal tapi juga ada rasa puas setelah percintaannya dengan Rayhan barusan. “Ya tuhan kenapa aku jadi begini ?” tanya Celine pada dirinya sendiri. “Harusnya aku bisa menolak ... tapi sentuhan pak Rayhan membuat aku lupa apa itu penolakan.” Begitu langkah Rayhan tak lagi terdengar, Celine perlahan berdiri. Dia berjalan menuju kamar mandi kecil di belakang kamarnya, lalu menyalakan air. Dengan diam, dia membersihkan dirinya, berusaha menghapus sisa-sisa percintaan mereka dari tubuhnya, seakan sisa keringat Rayhan tidak bisa hilang begitu saja. Namun yang paling sulit dibersihkan justru bukan jejak di keringat keduanya, tetapi perasaan yang terus bertentangan di dalam hati. Air mengalir cukup lama dan akhirnya
Melihat Rayhan pergi meninggalkan Celine. Celine pun beranjak menuju ke belakang, karena akan ke kamarnya terlebih dahulu.Baru saja Rayhan melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga, tiba-tiba Rayhan membalikkan badannya dan kembali mendekati Celine.Rayhan berjalan cepat mengejar Celine dan akhirnya Rayhan memeluk Celine dari belakang lalu membalikkan badan Celine, sehingga kini keduanya saling berhadapan.“Maaf Celine aku sudah tidak tahan.”Rayhan langsung mendorong tubuh Celine dan Celine tidak dapat menghindari karena tubuhnya kini diapit antara tubuh Rayhan dan tembok.Rayhan langsung mencium Celine dengan rakus, seakan tidak pernah mencium bibir Celine sebelumnya.Celine terlihat gelagapan, berusaha menghindar karena takut tiba-tiba Alisha datang dan melihat mereka.“eemmphh ... pak.”Tidak membiarkan Celine melepas pagutannya, Rayhan kembali meraih bibir Celine dan kali ini sebelah tangan Rayhan memegang tengkuk Celine, sehingga Celine tidak dapat menghindari lagi.
Sampai di lantai dua, Rayhan terpaku di depan pintu kamar Raka, tangan Rayhan sudah terangkat dan hampir saja mengetuk pintu kamar Raka.“Mas ... kamu ngapain ke kamar Raka ?”Tiba-tiba suara Alisha terdengar, membuat Rayhan menggantungkan tangannya dan tidak jadi mengetuk pintu.“Eh ... eemm ... sayang kamu belum tidur ?” tanya Rayhan dengan suara gugup karena terkejut saat mendengar suara Alisha.“Aku mau lihat Raka sebentar.”Jawab Rayhan sekenanya karena takut Alisha curiga. Alisha berjalan mendekati Rayhan.“Raka sudah tidur. Tadi aku sempat melihat sebelum masuk ke kamar.”Alisha menggandeng tangan Rayhan dan membawanya ke kamar mereka.“Sudah jangan diganggu, mereka pasti sudah tertidur pulas.”Rayhan menggaruk kepalanya sambil tersenyum kikuk dan berjalan mengikuti Alisha menuju ke kamarnya.“Sial ... kenapa Alisha belum tidur sih ? gagal deh aku menyambangi Celine.” Gerutu Rayhan sambil berjalan mengikuti Alisha.**Malam berganti, pagi hari Alisha dan Celine su
Pagi hari, Rayhan sudah rapi dan turun ke bawah untuk sarapan. Alisha sudah menyiapkan semua sarapan, namun begitu Rayhan datang Alisha langsung meninggalkan Rayhan di ruang makan. “Alisha kamu mau kemana? Temani aku sarapan karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.” Alisha yang masih
Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah
Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudah
"Mas .. eeggghh ....” Suara desahan dan leguhan serta peraduan dua manusia yang sedang menikmati malam bahagia setelah hampir dua bulan keduanya tidak saling bersentuhan, itu semua karena Alisha baru saja melahirkan. “Alisha ... sayang, sungguh mas merindukan ini sayang.” Baru saja Rayhan akan







