Home / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 145 Berhasil Terjerat

Share

Bab 145 Berhasil Terjerat

Author: Tristar
last update publish date: 2026-06-02 18:22:50

Lama kelamaan, sensasi nikmat yang di berikan pijatan Joko, perlahan memicu hasrat wanita itu.

Wajah Lana memerah, mata wanita itu menjadi sayu. "Ahh... Mm... kalau aku... terus di pijat di sana, pasti aku bakalan kehilangan kewarasanku," gumam Lana di dalam hati.

Dia ingin menghentikan Joko, tapi tubuhnya enggan melakukan itu.

"Ahhh... ahh..."

Mendengar desahan nikmat Lana semakin keras, Joko menjadi sangat yakin, kalau hasrat wanita itu sudah semakin bergejolak.

"Oke... sekarang waktuny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 319 Tante Lestari Setuju Ikut

    Joko berbaring di sebelah Tante Lestari, lalu dia memeluk wanita itu. "Gimana tan? Puas gak?" tanyanya dengan nada menggoda."Jangan di tanya lagi, aku sudah sangat puas!" balas Tante Lestari.Joko terkekeh pelan, lalu dia menggigit pelan bibir merah Tante Lestari dan menghisapnya beberapa kali.Tante Lestari membuka matanya. Dia menjauhkan wajah Joko. "Kamu masih belum puas?""Hehe, iya. Tante mau layani aku lagi?" tanya Joko sambil memainkan alisnya."Jangan harap! Kalau main lagi, aku akan benar-benar mati kelelahan," balas Tante Lestari.Joko tertawa. Haha, oke... oke, aku cuma bercanda kok."Tante Lestari menatap Joko dengan tatapan lekat. "Sekarang aku paham, kenapa kamu punya banyak wanita. Pria sekuat kamu gak akan mungkin cukup di temani satu wanita.""Tan, ada yang ingin aku katakan," ucap Joko ekspresinya menjadi serius."Katakan saja!" balas Tante Lestari."Aku mau pindah ke ibu kota. Semua wanita yang ingin mengikutiku aku bawa ke sana termasuk Rara. Tante mau ikut juga g

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 318 Sampai Lemas

    Kembali ke Joko dan Tante Lestari. Terlihat, Tante Lestari baru saja mengeluarkan batang besar dari mulutnya. Dia membaringkan tubuhnya di samping Joko. "Ayo mulai!" ajaknya. Joko bangkit, lalu dia melepaskan kain renda yang menutupi area inti Tante Lestari. Saat lain itu terlepas, pemandangan celah basah yang sangat tembem dan mulus tanpa noda itu terpampang di mata Joko. "Aku sudah menebak! Semuanya pasti bagus!" ucap Joko dengan mata berbinar. "Ngapain sih di lihat terus? Buruan masukin!" ucap Tante Lestari sambil melemparkan tatapan tajam. "Hehe, jangan buru-buru!" ucap Joko, lalu dia membenamkan wajahnya di area basah itu. Tante Lestari seketika mendongak, sambil mengeluarkan erangan nikmat. Tangannya secara refleks meremas rambut Joko, dan menekan kepala Joko ke bawah. "Jo, kamu... ahh... nakal banget sih..." Suara-suara percikan air terdengar di bawah sana. Joko menggunakan keterampilan tarian lidahnya untuk memberi kenikmatan kepada Tante Lestari. "Bocah ini jag

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 317 Ganas Banget

    Sampai di dalam kamar Tante Lestari... Setelah menutup pintu dan menguncinya, Tante Lestari menarik Joko ke tempat tidur, lalu dia mendorongnya sampai Joko terbaring di sana. "Wanita ini ternyata sangat ganas!" gumam Joko di dalam hati dengan nafas yang menggebu sakit bersemangatnya. Tante Lestari naik ke atas tubuh Joko, lalu menekannya. "Aku ingin bertanya dulu sama kamu!" ucapnya dengan serius. "Apa itu? Tanyakan saja!" "Kamu dan Rara, pasti bukan cuma teman biasa! Sedari dulu, dia tak pernah membawa teman prianya menginap di rumah. Bahkan mantan pacarnya pun tak pernah!" "Aku gak akan berbohong. Aku dan Rara punya hubungan gelap. Putrimu itu, biasanya menyebutnya teman ranjang!" balas Joko dengan santai. Wajah Tante Lestari sangat muram. "Bocah sialan, kamu berani sekali memperlakukan putriku seperti itu!" bentaknya. "Jangan salahkan aku, putr

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 316 Mulai Beraksi

    Beberapa saat kemudian, Joko keluar dari kamar hanya menggunakan kimono. Kebetulan di kamar itu tersedia handuk mandi seperti itu. Di turun ke lantai bawah dengan langkah santai. Tante Lestari yang sedang menonton tv langsung menoleh ke arah Joko. "Sudah mandinya? Kok gak langsung tidur?" tanyanya sambil tersenyum hangat. "Sudah tan, segar banget, hehe! Saking segarnya sedikit rasa ngantuk tadi jadi hilang," balas Joko. "Tan, boleh aku minta air putih? Aku agak haus." "Boleh dong. Ambil saja di dapur! Kalau mau air dingin juga ada di kulkas, jangan sungkan!" "Kalau gitu aku gak sungkan tan," Joko pergi mengambil segelas air, lalu kembali menghampiri Tante Lestari. "Tante suka nonton film yah?" tanya Joko. "Iya, tante emang agak suka nonton. Kamu mau ikut nonton? Kalau mau, ayo duduk di sini!" ucapnya sambil menepuk tempat di sisinya. "Sambil menunggu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 315 Tante Lestari, Ibunya Rara

    Beberapa menit kemudian, akhirnya sampai di rumah Rara. Terlihat rumah itu cukup besar, bahkan ada parkiran untuk mobil. "Hmm, dulu keluarga pasti kaya," ucap Joko sambil menatap rumah Rara. Baru saja Joko dan Rara keluar dari mobil, pintu rumah itu terbuka dan seorang wanita dewasa keluar dari rumah. Saat Joko melihat itu, tenggorokan langsung terasa sangat kering. "Gluk..." dia menelan ludah dengan susah payah. Rara melirik singkat ke arah Joko, senyuman tipis terlukis di bibirnya. "Apa ini ibu Rara" gumam Joko di dalam hatinya. Penampilan wanita itu tampak masih muda. Jika di lihat, dari luar seperti seumuran Ayu. Hal yang paling menarik perhatian Joko tentu saja kemolekan tubuh wanita itu. Dada nya yang sangat menjulang besar dan bulat. Pakaian tidur longgar panjang sepaha, tanpa lengan, dan berkerah rendah, membuat wanita dewasa itu terlihat semakin menggoda. Kaki jenjangnya sangat mulus, seperti di ukir dari giok halus. Aura dewasa itu terpancar lebih kuat dari wajahnya

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 314 Rebut Tunangan Orang Lain

    "Kalau masalah itu, aku bisa kok memikirkan cara agar nanti aku hamil anak kamu," balas Sumi. "Tetap saja, aku merasa enggan. Sangat di sayangkan kalau wanita cantik dan baik sepertimu gak aku pertahankan di sisiku!" Sumi tersenyum getir. "Baik apanya, dulu aku ini sangat nakal. Kalau baik, aku pasti masih segel!" "Baik gak cuma di lihat dari luarnya. Tapi hatinya! Kalau kamu seperti Dita dan Yeni, walau seberapa cantik kamu ~ aku gak akan enggan sama sekali kehilanganmu," ucap Joko. Mendengar itu, Sumi menjadi terharu lagi, sehingga air matanya kembali mengalir keluar. Joko menghela nafas, ketegasan perlahan terlukis di wajahnya. "Walau aku akan di cap jahat, aku akan tetap membawamu ke sisiku!" Mendengar itu, Rara bersorak gembira. "Kamu memang yang terbaik, Jo!" Mata Sumi pun berbinar. Senyuman lembut perlahan terukir di bibirnya. "Kalau Joko berhasil, kamu mau kan ikut Joko ke ibu kota?" tanya Rara sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sumi. Sumi mengangguk pelan. "Mau... a

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status