LOGINWanita berpakaian merah menghampiri Joko sambil memasang ekspresi genit. "Tuan, aku akan kasih imbalan sama kamu. Kapan pun Tuan butuh teman di ranjang, kasih tahu saja aku," ucap wanita sambil menyentuh dada Joko.
Joko menatap wajah wanita itu, lalu turun ke dadanya. "Wanita ini memang cantik! Tubuhnya juga bagus banget!" gumam Joko di dalam hati. Beberapa wanita lainnya datang mendekati Joko. Mereka semua mengatakan hal yang sama seperti wanita berbaju merah.Saat Joko sedang mengobrol santai sama Bila, Rinda, dan Geli, tiba-tiba ada seorang pria berjas rapi menghampiri.Pria itu menatap Bila dan dua wanita lainnya. "Kalian bertiga ikut aku! Tuan Muda Rico menunggu kalian di hotel!" ucapnya dengan acuh.Ketiga wanita itu, tampak lesu setelah mendengar ucapan pria itu.Joko mengerutkan keningnya. "Rico. Bukannya itu nama Tuan Muda yang mengirim orang untuk membawa paksa Nadya sama Sonya," batinnya."Kak Jo, sepertinya kita harus pergi dulu! Kapan-kapan kita nongkrong bareng lagi," ucap Bila dengan ekspresi lesu."Kalian sepertinya berat sekali mau ketemu dia!" ucap Joko dengan santai.Pria berpakaian rapi itu menatap Joko dengan tatapan tajam. Namun, dia tetap diam."E-enggak kok. Kita ada kerjaan sama Tuan Muda Rico. Sebenarnya kita agak lelah hari ini, jadi agak lesu," ujar Feli."Kalau lelah, gak perlu pergi! Berapa yang dia berikan, aku akan ganti!" ucap Joko.Bila, Rinda, dan Feli, saling menatap satu sama lain. Kemudian, mereka menata
Beberapa saat kemudian... Joko akhirnya sampai di cafe terpopuler itu. Saat mobil Joko masuk ke dalam parkiran, para pengujung Cafe yang ada di luar dan di dalam langsung menatap mobil merah cerah itu dengan tatapan takjub. "Itu Ferrari keluaran terbaru!" Tunjuk seorang pria. "Gila... keren banget!" Pria itu tampak bersemangat. "Di lihat dari penampilannya sih, pasti masih baru banget!" ucap seorang pria berpakaian rapi. "18 miliar. Kalau di pakai beli mobil Porsche seperti milikku, dapat 3 unit," sahut seorang pria berambut silver. "Kalau yang menyetirnya pria, aku harus menarik perhatiannya," ucap wanita yang tampak sangat genit. Di dalam mobil, Joko tampak sedikit terkejut saat melihat parkiran mobil di sana. Dia tidak terkejut betapa banyaknya mobil, tapi dia terkejut saat melihat cukup banyak mobil mewah di sana. "Hmm, yang datang kebanyakan orang kaya. Memang pantas
Abel duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya. Dua sales sebelumnya menghampirinya, mereka duduk di sebelah Abel. "Traktiran dong, kamu dapat banyak komisi," ucap sales berkacamata sambil menyenggol punggung Abel. "Tenang saja, pasti aku traktir!" balas Abel. "Hehe, gitu dong!" ucap sales berambut pendek. Keduanya menatap Abel dari atas sampai bawah dengan tatapan seksama. "Kamu kelihatan agak lelah. Tuan Muda tadi, jago banget yah?" tanya wanita berkacamata. "Bukan cuma jago, dia kuat banget!" balas Abel. Mata kedua wanita itu sedikit membesar. "Benarkah? Dia pakai obat kuat yah?" Tanya wanita berambut pendek. Abel menggelengkan kepalanya. "Dia murni kuat. Bukan cuma kuat, dia bisa berkali-kali keluar! Kalau dia gak kasihan sama aku, dia pasti membuatku sampai gak bisa jalan," balasnya. Kedua wanita itu tersentak. Mereka tak menyangka, ada pria yang mampu seperti itu. Abel tersenyum lebar. "Baru kali ini aku sepuas ini. Bahkan, aku jadi penasaran, ingin meras
Tak lama kemudian, wanita itu kembali. Dia meletakkan satu bungkus pengaman, lalu dia duduk di pangkuan Joko dengan posisi kaki di lebarkan. "Aku bantu lepas yah," ucapnya sambil tangannya bergerak cepat melepaskan kancing kemeja Joko. Setelah kemeja Joko terlepas, wanita itu memandang tubuh kekar Joko dengan tatapan panas. "Tuan, kamu sangat sempurna. Bukan cuma tampan, tubuhmu juga sangat bagus," ucap sambil mengelus otot dada Joko. Joko menyeringai, dia menarik tubuh wanita itu semakin dekat dengan tubuhnya, lalu satu tangannya meraih semangka besar wanita itu dan meremasnya. "Ahhh..." Desahan nakal keluar dari mulut wanita itu. Wajahnya tampak menikmati, dan tubuhnya menggeliat seksi. Sambil menikmati remasan Joko di semangkanya, wanita itu melepaskan kancing kemejanya dengan cepat. Setelah semua kancing terlepas, dia melepaskan kemeja, lalu melemparkannya ke samping.
Joko sebagai pria yang suka kecantikan, tentu akan memilih yang paling cantik. Dia menatap ketiga wanita itu, lalu menunjuk wanita berambut pirang. "Kamu saja!" ucapnya. Wanita berambut pirang itu tampak sangat gembira. "Mari Tuan, saya antar!" ucapnya sambil memberi isyarat mengundang. Dua wanita lainnya menghentakkan kaki dengan wajah cemberut. Joko mengikuti wanita berambut pirang itu. Tak lupa, matanya itu terus mencuri-curi pandang ke tubuh aduhai wanita itu. Namun, Joko teringat akan pesan dari Kak Rita dan Ayu. Ekspresi wajahnya tampak menjadi sedikit tertekan. "Tuan Joko, di dealer ini semua merek mobil mewah ada. Kalau boleh tahu, Tuan Joko suka mereka apa?" tanya sales wanita itu. Joko yang sudah sering melihat mobil mewah di internet, tidak tampak kebingungan sama sekali. "Aku suka merek Ferrari," ucapnya. "Kalau gitu, saya antar
Dana sebesar 1,2 triliun, sedari tadi sudah masuk ke rekening Joko. Melihat uang sebanyak itu, Joko mulai berpikir akan menggunakannya buat apa. Akhirnya, dia membuka pasar saham, ingin melihat-lihat apa ada saham yang menjanjikan. Jika ada, dia berniat menginvestasikan sebagian uang yang baru saja dia dapatkan. "Saham Perusahaan SHO, walau masih naik ~ tapi gak terlalu banyak!" ucapnya sambil melihat statistik saham perusahaan tersebut. Kemudian, Joko berpindah ke saham Perusahaan Permata Biru. Melihat akhir-akhir ini saham tersebut terus naik, mata Joko berbinar. "Dari 100 miliar yang aku investasikan, sudah jadi 160 miliar. Ternyata perusahaan ini pesat juga berkembangnya. Hmmm, apa aku tanam lagi di perusahaan ini yah?" Karena merasa ragu, Joko tidak langsung memutuskan. Dia mencari tahu dulu kabar tentang perusahaan tersebut beberapa hari ini. "Ternyata, perusahaan ini baru mengeluarkan banyak produk perhiasan yang bagus. Kalau
"Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia
Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa
Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me
Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh







