Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 321 Pulang Dan Berbincang

Share

Bab 321 Pulang Dan Berbincang

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-09-02 16:03:00

Joko meninggalkan rumah Rara setelah matahari menggantung cukup tinggi. Dia melanjutkan mobilnya pulang ke rumah Lana.

Setibanya di sana di sambut oleh Lana, Sinta, Ayu, dan Mona. Keempat wanita itu semuanya ada di rumah.

"Sayang, akhirnya kamu pulang," ucap mereka semua hampir bersamaan.

Joko memeluk satu persatu wanita itu. Setelah itu, mereka masuk ke dalam rumah.

"Aku punya kabar bagus lho. Kalian mau dengar gak?" tanya Joko dengan riang sambil duduk di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 354 Kedatangan Tuan Muda Rico

    Joko melangkah masuk ke lobi gedung Permata Biru. Lantainya marmer putih mengilap, langit-langitnya tinggi dengan lampu kristal yang menggantung megah. Di sudut ruangan, sebuah layar besar menampilkan foto kalung Mutiara Kaisar yang berkilauan. Seorang resepsionis wanita berseragam rapi langsung berdiri begitu melihatnya. "Selamat siang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" sapanya sopan. "Siang. Aku mau ketemu Nadya. Katanya dia sudah menunggu," jawab Joko. Resepsionis itu sedikit terkejut mendengar Joko menyebut nama atasannya tanpa embel-embel apa pun. Namun dia tetap tersenyum ramah. "Boleh saya tahu nama Tuan?" "Joko." "Mohon tunggu sebentar, Tuan." Resepsionis itu mengangkat gagang telepon, berbicara singkat, lalu mengangguk beberapa kali. Begitu menutup telepon, sikapnya berubah jauh lebih hormat. "Maaf sudah membuat Tuan menunggu. Bu Direktur sudah menunggu Tuan di ruangannya. Mari, saya an

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 353 Ternyata Memang Milik Nadya

    "Dipamerkan?" Joko menegakkan punggungnya. "Kapan?" "Kemarin," jawab Nadya dengan nada riang. "Terus gimana hasilnya? Banyak yang suka?" "Lebih dari sekadar suka, Joko!" Suara Nadya terdengar sangat bersemangat. "Berkat kalung Mutiara Kaisar, popularitas perusahaanku naik pesat. Mutiara seperti itu jarang sekali ada. Perusahaan yang bisa mendapatkannya, tentu langsung jadi sorotan." Joko tersenyum mendengarnya. "Syukurlah." "Sudah banyak yang menawar, lho. Ada kolektor, ada juga dari keluarga-keluarga besar," lanjut Nadya. "Tapi aku gak akan menjualnya dulu. Aku masih butuh popularitasnya buat mengangkat nama perusahaan." "Keputusan yang bagus," balas Joko. Hening sejenak di seberang telepon. Lalu suara Nadya terdengar sedikit lebih pelan. "Ngomong-ngomong... kalau kamu lagi santai, main saja ke kantorku." Joko menyeringai. Dia menyandarkan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 352 Main Di Luar Sama Sinta

    Sinta menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Untuk beberapa saat dia diam, lalu tersenyum tipis. "Aku gak nyangka hidupmu bakal sampai di titik ini, Joko," ucapnya pelan. "Aku masih ingat waktu kamu pertama kali mangkal ngojek di dekat warungku," lanjut Sinta sambil terkekeh. "Bajumu lusuh, motormu jelek banget. Kadang mogok di tengah jalan, terus kamu dorong sambil ngedumel." Joko ikut tertawa. Ingatannya melayang ke masa-masa itu. Panas terik di pangkalan ojek, menunggu penumpang yang tak kunjung datang, makan seadanya di warung Sinta. "Iya, ya. Dulu khawatir banget gak dapat uang," gumamnya. Sekarang, semuanya berubah total. Uang ratusan miliar di rekening, vila megah di Ibu Kota, Ferrari dan Rolls Royce di garasi. Jauh sekali dari pemuda kampung yang dulu duduk di atas motor butut menunggu penumpang. "Kadang aku juga ngerasa ini kayak mimpi," ucap Joko jujur. Sinta melingkarkan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 351 Jatah Ranjang Dari Tante Lestari

    Tante Lestari menatap Joko lama. Tatapan tajamnya perlahan meredup, berganti sesuatu yang lebih lembut. Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu mengaitkan kedua tangannya di leher Joko. "Kamu ini yah..." bisiknya. Sebelum Joko sempat membalas, Tante Lestari lebih dulu menarik wajahnya mendekat dan mencium bibirnya. Joko sempat terkejut. Wanita yang biasanya kalem dan menjaga wibawa itu, malam ini justru yang berinisiatif lebih dulu. Dia tersenyum di sela ciuman mereka, lalu membalasnya dengan lebih dalam. Ciuman itu semakin panas. Napas keduanya mulai memburu. Tangan Joko bergerak turun, meremas semangka Tante Lestari dari balik gaun tidurnya. "Hmm..." Tante Lestari melenguh pelan. Jemarinya mencengkeram rambut di tengkuk Joko. Joko melepaskan ciumannya sebentar, menatap wanita itu dengan senyum nakal. "Benar saja. Punya Tante jadi padat banget. Gak kendur sedikit pun.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 350 Wanita Semakin Mantap

    Joko menatap para wanita di hadapannya dengan senyum nakal. "Wah, punya kalian jadi makin bagus aja, ya." "Sayang!" Lana memukul pelan lengan Joko, tapi wajahnya memerah dengan senyum tertahan. Mona ikut mendekat, lalu kedua wanita itu saling pandang dengan seringai jahil. Mereka membusungkan dada, sengaja memamerkan hasil perubahan tubuh mereka di depan Joko. "Mau coba, gak? Kekenyalannya beda lho sekarang," goda Lana sambil mengerling. "Buktiin sendiri, Sayang. Jangan cuma lihat doang," tambah Mona, ikut menantang dengan nada menggoda. Joko tidak butuh waktu lama untuk menjawab. Tangannya langsung terangkat, meremas pelan semangka kedua wanita itu secara bergantian. "Ahh~" Lana dan Mona mendesah bersamaan, tubuh mereka sedikit menegang. Joko mengangguk-angguk puas, masih belum melepaskan tangannya. "Benar juga. Jadi lebih padat dan kenyal." "Wah, masih belum puas kelihatannya," celetuk Ayu yang baru ma

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 349 Meramu Pil

    "Cahaya?" Joko mengulang kata itu sambil tertawa kecil, berusaha terdengar santai. "Mungkin maksudku warna sama motifnya!" Bella menyipitkan matanya, menatap Joko lebih lama dari yang seharusnya. Tapi dia tidak membantah, hanya mengangguk pelan, seolah menyimpan kecurigaannya untuk nanti. "Oh ya sudah," ucapnya akhirnya, lalu tersenyum lagi. "Joko, kamu ada waktu ngobrol sebentar gak?" Joko mengangkat alis. "Ngobrol soal apa?" "Aku percaya kamu sebenarnya paham banget soal barang antik," jawab Bella sambil melangkah ke rak di belakang meja kasir. "Aku punya beberapa koleksi yang belum sempat aku pastikan keasliannya. Kalau kamu mau lihat, aku bakal senang banget." Joko terdiam sejenak. Dia tahu, Bella bukan wanita sembarangan yang gampang dibodohi. Alasan "beruntung" yang dia pakai tadi jelas tidak akan mempan kalau diuji lagi dengan barang-barang lain. Lagi pula, kenyataannya dia memang tidak paham soal ciri-ciri barang antik. Dia cuma bisa melihat aura keasliannya lewat pengli

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status