Home / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 422 Gang Belakang

Share

Bab 422 Gang Belakang

Author: Tristar
last update publish date: 2026-11-03 13:00:00

Gang di belakang Butik Aurelia sempit dan lembap. Tempat sampah besar berjajar di sepanjang dinding, bau sisa makanan bercampur air comberan menyengat hidung.

Di ujung gang, sebuah sedan hitam menunggu dengan mesin menyala. Sopirnya mengetuk-ngetukkan jari di kemudi dengan gelisah.

Pintu tangga darurat terbuka dengan keras.

Rico keluar sambil menyeret Sonya. Lengan kirinya masih melingkar erat di leher wanita itu, pistol di tangan kanannya menempel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 422 Gang Belakang

    Gang di belakang Butik Aurelia sempit dan lembap. Tempat sampah besar berjajar di sepanjang dinding, bau sisa makanan bercampur air comberan menyengat hidung. Di ujung gang, sebuah sedan hitam menunggu dengan mesin menyala. Sopirnya mengetuk-ngetukkan jari di kemudi dengan gelisah. Pintu tangga darurat terbuka dengan keras. Rico keluar sambil menyeret Sonya. Lengan kirinya masih melingkar erat di leher wanita itu, pistol di tangan kanannya menempel di pelipis Sonya. Darah dari pelipis Rico sendiri sudah mengering, meninggalkan garis merah gelap di pipinya. "Jalan," desisnya. Sonya menyeret kakinya, sengaja memperlambat langkah. Sepatu hak tingginya sudah terlepas satu. "Kamu tahu apa yang bakal Joko lakukan ke kamu?" ucapnya dengan suara serak karena cekikan di lehernya. Rico tertawa. "Gak ada. Kakek bilang, orang di atas melarang siapa pun menyentuh Joko. Jadi aku gak akan menye

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 421 Butik Aurelia

    Butik Aurelia berdiri di ujung Jalan Kenari, kawasan belanja paling mewah di pusat Ibu Kota. Bangunannya tiga lantai, dindingnya kaca dari lantai dasar sampai atap, dengan papan nama emas yang berkilau di bawah matahari siang. Pukul sebelas, lantai dua butik itu sudah diubah menjadi studio foto. Lampu-lampu sorot berdiri di setiap sudut. Fotografer, penata rias, dan beberapa staf Butik Aurelia sibuk berlalu-lalang. Rinda berdiri di depan latar putih dengan gaun sutra biru tua. Kamera berkilat berkali-kali. "Dagunya sedikit naik, Nona Rinda. Ya, begitu. Sempurna!" Rinda tersenyum ke arah lensa. Tapi matanya sesekali melirik ke arah pintu tangga. Di dekat pintu itu, Nyonya Desi berdiri bersandar di dinding dengan tangan terlipat, mengenakan setelan hitam sederhana. Wajahnya datar, tapi matanya terus bergerak, menyapu setiap orang yang masuk dan keluar. Sonya duduk di kursi di samping penata rias,

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 420 Serigala Dari Kampung

    Pukul sepuluh pagi, sebuah minibus tua berwarna biru pudar berhenti di depan gerbang Vila Bintang. Pintunya terbuka dengan bunyi berderit. Sebelas pria turun satu per satu, membawa tas-tas besar di bahu. Kaus mereka lusuh, sandal jepit mereka tipis, tapi tubuh mereka tegap dan berotot. Pria terdepan berdiri mematung di depan gerbang, menatap bangunan megah di baliknya dengan mulut setengah terbuka. "Seno," bisiknya tanpa menoleh. "Ini beneran rumah Bos?" Seno berdiri di sampingnya, sama melongonya. "Kayaknya kita salah alamat, To." Gerbang terbuka. Joko berjalan keluar dengan kedua tangan di saku celana, tersenyum lebar. "Kalian telat setengah jam." "Bos!" Darto langsung melepas tasnya dan berlari menghampiri. Dia hampir memeluk Joko, lalu berhenti di tengah jalan, kikuk, seolah baru sadar dia sedang berdiri di depan vila seharga ratusan miliar. Akhirnya dia hanya membungkuk dala

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 419 Tamu Yang Tak Lagi Diinginkan

    Kediaman Keluarga Andika berdiri megah di atas bukit di sisi timur Ibu Kota. Malam itu, lampu-lampu di sayap timurnya menyala sampai larut. Di sebuah ruangan berlantai kayu, Tuan Besar Jery duduk bersila di atas tikar rotan. Lengan baju kirinya terlipat kosong. Wajahnya keras, napasnya teratur, matanya terpejam. Pintu geser terbuka. Seorang pria berusia enam puluhan melangkah masuk. Tubuhnya tinggi, rambutnya disisir rapi ke belakang, mengenakan setelan tradisional abu-abu gelap. Wajahnya tenang, nyaris ramah. Tapi auranya menekan seisi ruangan seperti udara sebelum badai. Darmawangsa Andika. Kepala Keluarga Andika. Di belakangnya, seorang pria muda berusia akhir dua puluhan menyusul masuk sambil memainkan cincin di jarinya. Wajahnya tampan, senyumnya malas. Tuan Muda Andika. Tuan Besar Jery membuka matanya. "Pilku?" Darmawangsa Andika duduk di kursi di seberangnya, menyilangkan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 418 Cermin Di Kamar Joko

    Pagi itu, Bila turun ke dapur lebih awal dari biasanya. Dia berhenti di ambang pintu. Feli berdiri di depan kompor, mengenakan celemek bermotif bunga milik Sinta. Dua wajan menyala sekaligus. Di meja makan, belasan piring sudah tertata rapi, lengkap dengan roti panggang dan buah potong. Feli menoleh. Tangannya yang memegang spatula membeku. "Bila..." Bila melangkah masuk tanpa menjawab. Dia menuang kopi ke cangkir, lalu bersandar di meja dapur, menatap Feli yang kembali sibuk dengan wajannya. "Kamu bangun jam berapa?" tanya Bila akhirnya. "Jam empat." "Buat apa?" Feli mematikan kompor. Dia menunduk, menatap telur dadar di wajan. "Aku gak bisa apa-apa di sini. Gak bisa bertarung, gak ngerti bisnis. Cuma ini yang bisa aku lakukan." Bila menyesap kopinya pelan. Hening cukup lama. "Kenapa dulu kamu ikut dia, Fel?" Feli terdiam. Lalu dia melepas celemeknya pelan, melipatnya di atas meja. "Kamu tahu aku dari mana, Bil. Kontrakan sempit. Ibu jualan gorengan. Utang di mana-mana."

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 417 Basemen Dua

    Ferrari Joko meluncur menuruni jalur parkir Mal Grand Senja dengan ban berdecit. Basemen dua gelap. Hanya beberapa lampu darurat yang menyala, memantulkan cahaya kekuningan di lantai beton yang lembap. Di ujung basemen, sebuah sedan putih terparkir sendirian. Dua mobil hitam berhenti mengapitnya, lampu depannya menyorot tajam ke arah sedan itu. Enam pria berdiri mengelilingi sedan putih. Salah satunya mengayunkan tongkat besi ke kaca jendela belakang. Prang! Kaca itu retak membentuk jaring laba-laba. Dari dalam mobil, terdengar jeritan tertahan. Joko menginjak rem. Ferrari-nya berhenti melintang beberapa meter dari mereka. Keenam pria itu menoleh bersamaan, menyipitkan mata karena silau lampu Ferrari. Joko turun dari mobil dan menutup pintunya pelan. "Malam-malam begini," ucapnya santai, "kalian gak punya kerjaan lain selain memecahkan kaca mobil wanita?" Pria bertubuh paling besar melangkah maju, tongkat besi di tangannya. "Bukan urusanmu. Pergi sebelum kepalamu ik

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status