공유

74. PPPN

작가: Callme_Tata
last update 게시일: 2026-05-03 12:10:33

"Jangan macam-macam! Saya bakal laporin kalian ke polisi!"

Andrean yang tubuhnya di tahan oleh Satria dan Tono, mengancam dan memberontak minta dilepaskan.

Namun, Satria yang memegang potongan balok kayu itu tak takut sama sekali. Yang ada, ia justru memasang ekspresi santai seperti sedang bermain di pantai.

Di balik helm full face yang dipakainya, Satria menyunggingkan sudut bibirnya. Sedangkan sepasang matanya menatap remeh Andrean yang ternyata tidak memiliki kemampuan apapun selain mengan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   209. PPPN

    Di depan rumah sakit, di sanalah kini Tuan Arya berada. Sepasang matanya menatap ke arah area parkiran, menunggu seseorang datang.Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah memasuki area parkiran rumah sakit tersebut, membuat pria paruh baya itu menyunggingkan senyum tipis.Dari dalam mobil mewah tersebut, turunlah Ares, asisten pribadi Tuan Arya yang selama ini membantunya mengurus seluruh pekerjaannya."Maaf sudah membuat Tuan menunggu lama, saya tadi kejebak macet," kata Ares yang menghampiri bos besarnya itu.Pria berusia sekitar tiga puluh tahunan itu meminta maaf kepada Tuan Arya yang sudah cukup lama menunggunya di depan gedung rumah sakit tersebut."Gak apa-apa, saya juga lagi gak terburu-buru," kata Tuan Arya, menimpali perkataan Ares dengan santai seraya tersenyum.Mendengar perkataan bosnya, Ares menganggukkan kepala dan membalas senyuman pria paruh baya itu."Begini, Res. Saya memanggil kamu datang kemari karena ingin meminta kamu melakukan hal yang sangat penting."Tuan Arya

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   208. PPPN

    "Secara fisik, kondisi pasien saat ini sudah mulai stabil dan membaik. Tapi ada hal yang perlu saya sampaikan—"Dokter yang saat ini berdiri di hadapan Tuan Arya dan yang lainnya, menjeda kalimatnya. Ia menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya secara perlahan sebelum menjelaskan kondisi Satria saat ini pada keluarganya.Sepasang mata Dokter pria paruh baya itu menatap Tuan Arya dan yang lainnya bergantian, "Berdasarkan respons dan hasil pemeriksaan sementara, besar kemungkinan pasien mengalami generalized amnesia atau yang biasa disebut amnesia global. Kondisi seperti ini menyebabkan hampir seluruh ingatan masa lalunya hilang."Degh!Tubuh Rain menegang, dadanya terasa begitu sesak. Air matanya yang hampir surut, kini kembali menetes tanpa diminta, membasahi pipinya yang mulus."Maksud Dokter, Satria bener-bener gak ingat apa pun?" tanya wanita hamil itu dengan suaranya yang lirih dan bergetar.Dokter menghela napas pelan dan mengangguk, "Benar, untuk saat ini, pasien bisa saja t

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   207. PPPN

    Satria yang baru saja bangun dari komanya terlihat diam tanpa ekspresi. Hanya sepasang matanya saja yang berkedip dan terbuka sayu.Kini, pemuda itu duduk bersandar pada kepala ranjang. Wajahnya yang penuh luka begitu pucat seperti mayat hidup."Sayang, akhirnya kamu sadar. Aku senang banget!" Rain yang merasa senang tersenyum sambil memeluk tubuh sang kekasih.Namun, Satria yang dipeluk dan diajak berbicara tetap tak memberikan reaksi. Pemuda itu tetap diam, tak merespons perkataan orang-orang yang ada di sekitarnya."Kamu tahu gak? Aku, Ibu, Papa, dan yang lainnya cemas banget sama keadaan kamu," lanjut Rain dengan suara bergetar menahan tangis.Satria yang dipeluk memejamkan matanya sesaat dan mengembuskan napas pelan. Ia mengepalkan kedua tangannya yang terasa lemah, lalu mendorong tubuh Rain yang memeluknya."Lepaskan saya!"Mendengar perkataan Satria dan juga penolakannya, Rain terkejut bukan main. Spontan wanita hamil itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang kekasih."S

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   206. PPPN

    "Walaupun ketemu aku secara langsung, jawabannya tetep sama, Mas. Aku gak akan mengizinkan siapa pun buat ketemu anakku untuk saat ini, termasuk kakakku sendiri!"Degh!Kalimat bernada santai tetapi terdengar serius milik Tuan Arya yang baru saja kembali, membuat Tuan Seno langsung menoleh ke arah sumber suara.Melihat wajah adiknya yang terlihat datar, Tuan Seno menghela napas pelan. Di hadapan adiknya itu, ia pun memaksakan senyumannya dan melangkah mendekat."Ar, gimana keadaan anakmu? Mas dan Diana ke sini, mau lihat keadaannya," kata Tuan Seno. Perkataannya yang semula bernada tinggi terhadap Pak Anjas, kini bernada rendah dan santai.Di hadapan adiknya, pria paruh baya itu tersenyum ramah. Berbeda sekali dengan sikap sombong dan kasar yang semula ia tunjukkan."Iya, Ar. Katanya anak kamu yang hilang udah ketemu, jadi kami bela-belain ke sini buat jenguk!" sambung Diana dengan sudut bibir tersungging.Melihat wajah kakak dan iparnya, Tuan Arya menghela napas pelan. Jelas sekali j

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   205. PPPN

    "Argh... anakku, tolong anakku. Jangan biarkan dia kenapa-kenapa! Tolong selamatkan Narendra-ku!"Nyonya Laras yang terduduk di lantai, menjerit histeris sambil memegangi kepalanya. Wanita paruh baya itu menangis, meminta tolong agar putranya diselamatkan.Terkejut, Tuan Arya segera merengkuh dan memeluk tubuh istrinya. Ia berusaha menenangkan sang istri yang panik ketakutan."Laras, tenang... jangan panik kayak gini. Anak kita baik-baik aja dan sekarang lagi dalam masa pemulihan," kata Tuan Arya sembari mengusap punggung istrinya yang bergetar."Aku gak mau kehilangan Naren. Anakku gak boleh mati kayak Mas Beni... jangan sampai mereka nyakitin anak kita lagi!" kata Nyonya Laras.Degh!Mendengar perkataan Nyonya Laras yang menyebut nama 'BENI', Tuan Arya semakin terkejut. Dalam hati ia berpikir, apakah kesadaran istrinya sudah membaik dan kembali?"Mas, ada apa? Mbak Laras kenapa?"Pak Anjas dan Bu Karina yang ikut terkejut, memasuki ruangan rawat tersebut. Pasangan suami istri itu me

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   204. PPPN

    Di dalam ruangan VVIP tempat Satria dirawat, Rain duduk di kursi samping ranjang pasien. Dengan setia, wanita hamil itu menemani calon suaminya yang mengalami koma, bahkan tak henti mengajak pemuda itu berbicara, berharap Satria bangun dan merespons perkataannya."Kalau kamu gak kecelakaan, harusnya besok hari pernikahan kita. Tapi sekarang, kamu malah tiduran di sini," ucap Rain. Suaranya pelan dan bergetar, menunjukkan jika ia begitu sedih melihat keadaan calon suaminya.Bibir wanita hamil itu berbicara, sedangkan tangannya bergerak mengusap lembut lengan Satria yang terasa begitu dingin.Wajah pucat Satria yang penuh luka, dibalut perban di bagian kening dan kepala, membuat perasaan Rain terasa begitu sakit. Dalam waktu beberapa bulan terakhir, sudah berapa kali Satria masuk rumah sakit tersebut. Dan kali ini adalah yang terparah."Kamu tahu gak, Sayang? Semalam aku tidurnya gak nyenyak, selalu kepikiran kamu," kata Rain, mengadu jika ia tak dapat beristirahat dengan tenang lantara

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   165. PPPN

    Satria yang saat ini sudah berada di apartemen Gold bersama Rain, tampak duduk termenung di sofa ruang tengah. Wajah pemuda gigolo privat itu terlihat murung, seperti sedang banyak pikiran. Melihat Satria duduk termenung tanpa berkedip di salah satu sofa, Rain yang keluar dari kamar itu pun mengha

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   163. PPPN

    "Danu, buka pintunya, Abang mau ngomong!" Pintu kamar tersebut tak kunjung dibuka oleh Danu yang berada di dalamnya. Membuat Satria menghela napas panjang dan memejamkan matanya sesaat. Tangannya pun terulur, mengetuk pintu kamar tersebut dengan agak keras disertai panggilannya. Tuk, tuk, tuk!"

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   162. PPPN

    "Huwa, Abang...." Ketukan pintu kamar yang disertai tangisan Ayu di malam hari itu, membuat Satria dan Rain terkejut. Bahkan, Rain yang kaget mendorong perut Satria dan beringsut mundur, menjauh dari depan batangan sang kekasih yang berdiri tegak dan siap bertempur. Mata kedua anak manusia berbe

  • Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya   160. PPPN

    "Beneran mau tidur di sini? Gak pulang ke apartemen atau minta jemput sama Tasya?"Satria yang saat ini duduk di pinggiran kasur kamar tidurnya, bertanya pada Rain yang berada di sampingnya. Pemuda itu ragu pada sang kekasih yang ingin tinggal di rumahnya yang sempit, tidak ber-AC dan lumayan jauh

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status