Share

198. Part 12

last update publish date: 2026-06-13 01:01:43

Melihat serangan berbahaya yang datang dari arah depan dan belakangnya. Si Mata Bara keluarkan suara berdengus. Sekali menghentakkan kakinya tubuh laki-laki ini melambung ke atas.

Pada saat tubuh melesat, dia memutar tubuh lalu kepalkan kedua tangan menyongsong serangan senjata kepala pengawal dan pasukannya.

Wuss!

Dari kedua tangan Mata Bara menderu hawa panas luar biasa, menjalari setiap orang yang berada di sekelilingnya. Hingga membuat lima orang pengawal tersapu robo

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   198. Part 12

    Melihat serangan berbahaya yang datang dari arah depan dan belakangnya. Si Mata Bara keluarkan suara berdengus. Sekali menghentakkan kakinya tubuh laki-laki ini melambung ke atas.Pada saat tubuh melesat, dia memutar tubuh lalu kepalkan kedua tangan menyongsong serangan senjata kepala pengawal dan pasukannya.Wuss!Dari kedua tangan Mata Bara menderu hawa panas luar biasa, menjalari setiap orang yang berada di sekelilingnya. Hingga membuat lima orang pengawal tersapu roboh. Dua diantaranya terpelanting dengan perut tertancap senjatanya sendiri.Sementara itu Pati Jaladara yang lebih berpengalaman bertindak cepat. Begitu hawa panas menderu melabrak tubuhnya, pedang pendek yang dipergunakan untuk menyerang segera diputar membentuk perisai pertahanan yang kokoh.Benturan keras antara pedang dengan pukulan tak dapat dihindari lagi. Ledakan berdentum mengguncang tempat itu. Debu pasir dan bunga api bermuncratan di udara.Pati Jaladara terlempar.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   197. Part 11

    Sementara kepala pengawal ini terlempar sejauh tiga tombak dengan tubuh dikobari api. Sambil menahan rasa sakit luar biasa akibat Jilatan api yang membakar pakaiannya. Pati Jaladara berguling-guling selamatkan diri. Dia selamat begitu api padam. Namun keadaannya sangat menyedihkan. Selain sekujur tubuh dipenuhi luka. Seluruh badannya menghitam seperti kayu bakar.Bersusah payah dengan dibantu para pengawal yang lain Pati Jaladara bangkit berdiri. Setelah berdiri tegak dia berteriak."Sebagian pengawal lindungi tumenggung dan keluarganya!" Seru laki-laki itu. Para pengawal segera berpencar, berbagi tugas. Sebagian berlarian ke arah datangnya serangan. Sebagian lagi bergerak melindungi majikannya."Aku tak butuh perlindungan. Cari jahanam yang telah membunuh istri dan mencederai putriku!" Teriak Dadung Kusuma dalam sedih dan kemarahannya.Dia sendiri segera bangkit, lalu meninggalkan jenazah istrinya. Kemudian dia melangkah lebar menuju pintu gerbang yang m

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   196. Part 10

    Senopati sendiri hanya baru berhasil menyerap kabar bahwa para pembunuh itu berasal dari lembah bangkai. Hal ini diperkuat dengan pengakuan si Mata Bara yang telah membunuh para kerabat juga istri dan dua putri sang adipati.Seperti sama telah diketahui. Senopati sempat melakukan pengejaran terhadap sang pembunuh. Namun dia gagal meringkus si Mata Bara, bahkan senopati kena dihajar hingga wajahnya biru lebam sedangkan tulang hidungnya patah.Apa yang menimpa para sahabat sesama tumenggung tentu saja didengar oleh tumenggung Dadung Kusuma. Dia sendiri belum mengetahui mengapa pembunuh haus darah tiba-tiba muncul di wilayah yang masih berada dalam kekuasaan adipati Seta Kurana.Namun demi mengingat masa lalunya yang kelabu. Dan demi cintanya pada keluarga, tumenggung Dadung Kusuma pun memilih menyelamatkan anak istrinya.Malam menjelang hari ke tujuh setelah peristiwa pembunuhan demi pembunuhan terjadi. Dia memutuskan untuk mengungsikan anak istrinya ke kal

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   195. Part 9

    "Hhm, aku tak mau banyak bicara. Kau menyuruh aku begini kuikuti begini. Kau memintaku begitu aku ikut begitu. Sekarang aku sudah siap.” Jawab Angon Luwak.Dia lalu menahan nafas.Begitu nafas ditahan. Tiba-tiba Angon Luwak merasakan tanah tempat kedua kakinya berpijak bergetar hebat. Lalu Seiring dengan terdengarnya suara gemuruh aneh mengerikan dari simbol bintang bersudut lima mencuat cahaya putih menyilaukan.Cahaya itu menyebar mengikuti arus yang membentuk simbol. Tak lama cahaya mencuat ke atas membubung tinggi hingga membuat Angon Luwak lenyap dari pandangan mata. Anehnya walau Pendekar Sinting berada di tengah-tengah cahaya. Sedikitpun dia tak merasakan sengatan hawa panas yang luar biasa. Malah Angon Luwak merasa sekujur tubuhnya menjadi sejuk.Walau demikian pemuda ini tetap saja dilanda gelisah."Jiwa dalam hulu pedang apa yang terjadi?" Tanya Angon Luwak dengan suara bergetar tersendat."Jangan banyak bicara paduka. Semua

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   194. Part 8

    "Hasyih-hasyih.... Sial. Aku mencium bau aneh. Bau ini jelas bukan bau kentut. Bau kentut aku sudah hapal karena aku sering buang angin. Bau yang tercium olehku ini busuk sekali! Seperti bau bangkai!" Rutuk Angon Luwak."Hmm, ke tempat itulah gusti akan pergi. Ada kematian di seberang laut sana. Ada kemarahan ada dendam. Tapi upaya gusti untuk memulihkan diri belum berhasil. Cobalah tarik nafas sekali lagi, hirup udara dalam-dalam.”Merasa kapok takut kejadian pertama terulang lagi tentu saja Angon Luwak enggan memenuhi permintaan jiwa dalam hulu pedang."Aku tak mau melakukannya!" Tegas Angon Luwak terus terang."Kalau begitu gusti Saka Buana tak akan pernah kemana-mana dan tetap berada disini selamanya.”"Gila. Kau menakuti atau mengancam aku?!""Tak ada yang menakuti tak ada yang mengancam. Semua yang hamba katakan memang benar adanya.” Jawab jiwa di hulu pedang.Pendekar Sinting terdiam.Setelah berpikir d

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   193. Part 7

    "Menurut ketentuan takdir para dewa. Sudah waktunya bagi gusti untuk meninggalkan pulau Es ini.”"Meninggalkan pulau? Hmm, aku pernah berpikir untuk kembali ke tanah Dwipa. Tapi harapan itu rasanya hanya tinggal menjadi angan-angan. Karena sekarang aku rasakan semua kekuatanku lenyap entah kemana. Semua ini pasti gara-gara ulahmu Pedang Laut Selatan," Kata Angon Luwak penasaran."Tak usah bersedih hati, paduka. Semua ilmu kesaktian yang Paduka miliki sama sekali tidak musnah. Semua kesaktian paduka tertahan pedang akibat terjadinya tali sambung rasa antara pedang dengan paduka.”"Hah apa? Jadi antara aku dan Pedang Laut Selatan telah terjadi kontak batin?" Tanya Angon Luwak kaget dengan mulut ternganga."Begitulah yang terjadi.”"Gila betul. Cuma gara-gara kontak batin semua kekuatanku jadi tidak berfungsi dan aku berubah menjadi seperti karung basah yang tak berguna? Sekarang aku ingin tahu kapan semua kekuatanku pulih. Dan keman

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   115. Part 24

    Melihat lawan terjengkang Raka Syiwa segera menyerbu. Sambil hantamkan kaki kirinya ke dada lawan dia berkata."Kau boleh memiliki segudang ilmu segunung kesaktian. Tapi bila berhadapan denganku segala kepandalan yang kau miliki menjadi tidak berguna!"Berbarengan dengan ucapannya i

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   114. Part 23

    Dua tangan yang terkepal dan memancarkan cahaya hitam redup menderu ke bagian kepala sedangkan tangan satunya lagi melabrak bagian bahunya.Raka Syiwa tentu saja tak menyangka bakal mendapat serangan tak terduga secepat itu. Mahluk yang seluruh tubuhnya berlapis kulit tebal tak ubahnya kul

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   113. Part 22

    Pendekar Sinting kedipkan mata pada si kakek memberi isyarat agar tak bersikap gegabah dengan menyebut asal usul pemuda itu. Rupanya kakek itu mengerti tidaklah heran dia akhirnya memilih untuk berdiam diri namun tetap bersikap waspada.Sementara itu Raka Syiwa tetap ajukan pertanyaan pada

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   112. Part 21

    Mahluk pohon menggerung, seolah tidak mau kalah dia makin memperhebat suara tawa. Adu kekuatan tenaga dalam melalui suara tawa berakhir setelah terjadi ledakan keras berdentum di udara. Mahluk berujud seperti pohon terjengkang roboh namun segera bangkit kembali. Sementara Pendekar Sinting yang se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status