مشاركة

14,

مؤلف: Fatimahnur
last update تاريخ النشر: 2026-08-24 08:33:23

"Ke-kenapa lagi?" suaraku bergetar saat aku melihat seseorang yang datang tanpa aba-aba dan tanpa permisi.

Ia tersenyum, manis sekali... Tapi kenapa membuat gugup begini?! Tatapannya lembut, tidak buas, dan ia tersenyum hangat.

Lelaki itu mendekat, tubuh rasanya membeku dan ingin rasanya lari dari kenyataan yang sempat membuat nafas ini berhenti. Tubuh rasanya membeku kitak dapat bergerak. "A–ada apa lagi?" gumamku dengan suara bergetar hebat.

"Tidak usah takut, Nona. Saya datang karena saya
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   14,

    "Ke-kenapa lagi?" suaraku bergetar saat aku melihat seseorang yang datang tanpa aba-aba dan tanpa permisi. Ia tersenyum, manis sekali... Tapi kenapa membuat gugup begini?! Tatapannya lembut, tidak buas, dan ia tersenyum hangat. Lelaki itu mendekat, tubuh rasanya membeku dan ingin rasanya lari dari kenyataan yang sempat membuat nafas ini berhenti. Tubuh rasanya membeku kitak dapat bergerak. "A–ada apa lagi?" gumamku dengan suara bergetar hebat. "Tidak usah takut, Nona. Saya datang karena saya hanya ingin membawa gaun. Ternyata gaun yang tuan bawa salah. Beliau tidak ingin pasangannya terlalu menawan saat keluar dari rumah." ujar Max. Apa yang ia katakan sangat berlebihan, tapi aku hanya tersenyum kaku. Sulit rasanya untuk tetap tenang, dan mungkin wajahku kini terlihat sangat tegang. "Itu berlebihan," kataku dengan sangat santai. Lelaki itu mendekat dan memberikan sebuah paper bag yang ternyata ia bawa sedari tadi. Aku mendekat dan menerima dengan sopan. "Terimakasih, Max. Aku ak

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   13, Ketakutan

    Uap masih mengepul tipis saat aku melangkah keluar dari kamar mandi. Rambutku menetes, meninggalkan jejak air di lantai. Handuk membalut tubuhku, tapi dinginnya tetap merayap ke kulit. "Aku tidak tahu, apa lagi yang akan terjadi nantinya, tapi untuk sekarang, aku akan berusaha menerimanya." Segala takdir yang aku terima begitu mengerikan, aku merasa tertekan. Jari-jariku menyentuh bahannya gaun itu pelan. Dingin. Halus. Beratnya mungkin pas di tangan. Warna merah menyala itu kini terasa lebih dalam di bawah cahaya lampu kamar. Potongannya tidak terlihat sederhana, tapi setiap jahitan terlihat dibuat dengan niat. Bukan gaun yang dibeli asal-asalan. Aku melepaskan handuk. Kulitku masih hangat bekas air panas. Aku menatap tubuhku yang penuh bercak merah di cermin, entah bagaimana nanti menutupinya.. Aku berdiri di depan cermin. Uapnya sudah mulai hilang. "Bagaimana caraku menutup bercak merah yang ada di punggung?" gumamku dengan sangat bingung. Aku menatap ke arah gaun sekali lagi

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   12, Kembali Ternodai

    "Tidak! Sudah cukup aku mengorbankan diri satu kali kemarin! Itu sudah impas dengan harga yang harus saya terima!" Aku menolak saat ia kembali lagi menjamahku, "Tuan Ferdo! Menyingkir dari tubuhku!" Aku berteriak saat lelaki itu memaksaku, dan aku menolak saat ia berusaha menguasai tubuhku! Aku bukan boneka, meski ia telah memberiku! "Kau harus melayani aku! Aku sudah membelimu mahal!" Teriak Ferdo dengan suara meninggi. "Aaaggghhh!" Aku berteriak saat bagian intiku dimasuki sangat dalam dan paksa. Entah bagaimana, lelaki itu bisa melakukannya dalam keadaan aku menolak sepenuhnya. Akan tetapi, benda keras itu masuk sehingga membuatku menahan nafas! Airmata mulai mengalir dari ujung pelupuk mata, Isak tidak lagi ia dengarkan, lelaki itu benar-benar buas, tidak perduli apa yang aku rasa. Leher mulai tersentuh, sesaat setelah ia mendekatkan bi-birnya. Ia menghisapnya, meninggalkan sensasi perih yang tidak bisa ditolak, atau ditepis. Aku menangis, tapi ia tidak perduli, tidak ada ken

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   11, Untuk kesekian kalinya...

    Gelang itu tampak sederhana, seperti gelang kain pada umumnya, namun warnanya sangat gelap, dan juga beraroma pohon pinus. "Apa ini terbuat dari pohon pinus?! Kenapa baunya aneh sekali?! Penampilannya juga biasa saja. Tapi – kenapa aku malah penasaran?!" tanganku terulur untuk mengambil gelang itu, meski aromanya aneh dan cukup menusuk di hidung, akan tetapi ada hal yang membuatku merasa jauh lebih tenang. Dan di tengah gelang itu, ada sebuah mainan yang tampaknya seperti bunga pohon pinus. Aku tersenyum melihatnya. "Tidak buruk juga, aku akan memakainya. Ini lebih unik dari beberapa gelang yang pernah aku miliki." gumamku. Seketika suasana hatiku terasa jauh lebih damai, dan aku seakan menerima sebuah kado terhebat sepanjang usia ini. Aku akhirnya memakainya, dan perutku ternyata terasa sangat lapar setelahnya. "Ah, mungkin karena suasana hatiku membaik, aku jadi ingin makan!" Satu nampan di meja nakas yang sebelumnya tergeletak dan tak tersentuh akhirnya aku ambil. Meskipun aku

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   10,

    POV Alicia. Aku kehilangan mahkota, dan aku telah kehilangan apa yang paling berharga. Tapi, lelaki itu datang setelah aku menolak makan. Bukan datang minta maaf ataupun merasa bersalah setelah apa yang ia lakukan padaku, ia malah marah-marah dan takut aku yang sebagai barang miliknya ini rusak dan tidak bisa ia terima. Aku diam, tanganku sudah mengepal sepenuhnya, dan aku sebenarnya sangat kesal dengan segala perlakuannya, akan tetapi – aku tidak ingin menyiksa diri sendiri dengan melawannya, bahkan meminta maaf pun tidak aku lakukan karena aku merasa tidak bersalah samasekali. Setelah lelaki itu pergi, aku hanya duduk termenung. "Kamu punya nyali juga ternyata, seorang manusia hina, masih berani memperlakukan tuanku seperti itu!" Ucapan dari seorang maid itu terasa membuatku muak! Aku menatap ke arahnya dan akhirnya bangkit dari dudukku dan menghadapinya. 'Plaaak!' satu tanganku melayang ke arah wajahnya dengan keras. "Aku tahu, aku kotor! Tapi, kamu tidak berhak mencemooh aku s

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   9,

    POV Ferdo."Bermain wanita maksud anda?" aku langsung menanyakannya pada Tuan Josh, dan aku juga melihat senyumannya, senyuman licik yang seakan setuju dengan kata-kataku. Biasanya aku langsung menyetujuinya, dan meski aku tidak bersetubuh dengan wanita-wanita itu, tapi aku pasti akan menikmati tubuh wanita. Akan tetapi, kini kenapa berat sekali rasanya?Aku tersenyum, sebelum akhirnya meletakan gelas yang sebelumya aku angkat dan aku nikmati sedikit. Sialnya lelaki itu memberikanku minuman keras, bukan minuman hangat seperti kopi."Maaf, saya sedang banyak urusan. Mungkin lain kali, terimakasih atas kerja samanya, dan mungkin sekarang saya akan segera kembali." aku bangkit dari duduk, menghampiri lelaki itu dan hendak berniat menjabat tangannya dan pergi dari sana. Lelaki itu ikut berdiri, bergerak dari tempatnya dan segera menuju ke arahku dan menjabat tanganku."Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik, dan saya berharap anda tidak mundur lagi, karena tentu saja saya akan memberi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status