Partager

2

Auteur: Fatimahnur
last update Date de publication: 2026-08-14 03:17:41

Sepertinya kata itu cukup sederhana, akan tetapi mengapa aku takut dan malah menurutinya? Hingga pada akhirnya aku sadar, apa yang ia ancam adalah suatu hal yang baru saja aku mohonkan untuk tidak terjadi!

Tanganku melemah, tapi anehnya aku takut jatuh! Aku mengalungkannya ke leher lelaki yang membawaku, tanpa tahu seperti apa wajahnya, dan tanpa tahu – apa dia masih muda?

"Tuan Ferdo, apa kita akan kembali ke kediaman utama keluarga anda?" tanya seseorang yang aku rasa merupakan bawahan dari lelaki itu. Bila ia dipanggil tuan, mungkin saja ia adakah seseorang yang memiliki kuasa, tahta, dan harta dalam dunia yang mulai berantakan ini, atau malah duniaku ysng berantakan seorang diri?

"Aku punya mainan baru, Max! Ke kediamanku saja dulu!"

Aku tidak bergerak, bahkan saat dibawa ke dalam mobil. Aku tidak duduk sendiri, melainkan duduk di pangku4n lelaki itu. "Apa kau menjual diri sehingga berakhir di sana"

Aku diam beberapa saat, sebelum akhirnya pria itu menarik helaian rambut halusku! "Agghh!" gumamku saat aku merasakan perih di kulit kepala.

"Jawab, atau akan aku po-tong lidahmu!"

"Aku di jual, Tuan. Kalau saja aku menjul diri di sana, aku tidak akan berakhir dilelang. Aku hanya akan berada di rumah bordir, dan hidup dengan nyaman." jawabku dengan suara yang terdengar sangat pelan.

Mataku masih tertutup, aku tidak berani membukanya. "Kalau begitu, c¡um aku!" tekan pria itu.

Aku terkejut, dan tidak langsung menurut. Aku masih sangat bingung, dan akhirnya diam dengan tubuh yang tidak bergerak.

"Kamu harus belajar, sekarang karena matamu tertutup, aku akan membimbing mu agar tahu bagian mana yang harus kamu hi-sap."

Kepala belakangku disentuh, dan aku ditarik bi-birku melu-mat habis bi-bir pria itu, tapi apa yang ia lakukan semakin buas, dan aku sampai tidak bisa mengimbangi. "Ummppphhh!" gumamku, ia sungguh menghi-sap, dan me-lumat habis bi-birku. Aku hampir menarik diri, tapi tangannya menahan pinggangku. Saat suasana makin terasa memanas, aku ingat dengan sopir yang membawa mereka.

Aku melepaskan penutup mata, dan berusaha melihat pria yang  membelinya. Saat aku menarik diri dan membuka penutup mata, aku akhirnya melihat seorang pria yang mungkin usianya sekitar tigapuluh lima tahun duduk.

Raganya keras, matanya berwarna abu-abu dan ia terlihat sangat tampan, tapi ada aura dingin yang terlihat kuat.

Pria itu menyeringai lebar, dan hal itu membuatku malah takut! Meski ia terlihat sangat tampan, tapi ia terlihat sedikit menyeramkan. Tatapannya tajam, dan ia sungguh sangat memikat.

"Aku akan pastikan, kamu tidak akan menyesal karena aku membelimu. Karena kamu membuka penutup mata itu tanpa persetujuanku, maka aku akan menghukum mu untuk melakukan suatu hal!"

Pria itu menurunkanku secara paksa di depan kakinya. Padahal mobil itu sempit, tapi ia berusaha memaksaku melakukan suatu hal yang kini sungguh sangat mengerikan.

"Milikku menegang karenamu, sekarang sentuh dan tenangkan dia!"

Mataku terbelalak lebar, dan pria itu tampak mengeluarkan kelelakiannya yang sangat besar. Aku menelan ludah dengan sangat kasar, aku bingung, tanganku berkeringat. "Di sini?" tanyaku dengan suara bergetar halus. Aku gugup, dan semua itu karena apa yang harus aku lakukan kini ada di dalam mobil.

"Kau masih mau menawar?!" tanyanya dengan suara penuh tatapan tajam.

Ia memegang tenggorokanku, dan mulai menekannya. Aku menyipitkan mata dan berusaha melepaskannya. "Uuggh! Baik, aku akan melakukannya, tapi – aku tidak pernah melakukannya, Tuan." gumamku dengan wajah merah.

Pria itu tidak perduli, ia menarik kepalaku dan memaksaku memasukan pisang miliknya masuk. Aku merasa jijik, dan lendir berwarna putih yang licin itu terasa menjijikan!

"Pegang!" Bentaknya dengan suara meninggi. Aku memasukan benda besar menjijikan itu ke dalam mulutku. Pria itu mendongak dengan tenggorokan yang menelan ludah. Bibirnya bergumam dan mungkin ia merasa bahagia, dan merasa senang dengan apa yang aku lakukan.

Bau dari hal yang keluar dari sana berbau, dan rasanya menjijikan. Aku menarik kepalaku dan berusaha menjauh dari area itu, tapi ia tidak perduli, dan menarik paksa kepalaku dan hal itu akhirnya seakan menabrak kerongkonganku!

"Uuugghhhh!" Aku menepuk-nepuk pa-ha pria itu karena aku hampir mau muntah rasanya, sebelum akhirnya ia menarik paksa dan menumpahkan sesuatu di dad4ku.

Cairan putih itu sangat banyak, dan aku merasa sangat jijik! Matamemerah, dan sudut mata bahkan sudah mengeluarkan air mata... Aku sampai tersedak, dan mulutku penuh dengan hal menjijikan itu.

"Ahh! Meski kau masih amatir, tapi kau sungguh sangat  bisa membuatku banyak keluar. Kau membuat aku nyaman, dan aku akan menghargai hal ini, tapi..." Pria itu kembali menekan leherku dan mendekatkan aku ke arahnya. Pria itu menundukan kepala dan tubuhnya, dan ia menatapku dengan tatapan tajam penuh makna.

"Kau harus bisa memuaskan aku, bila kau tidak bisa, maka aku akan menghukum mu!" tekan pria itu. Aku hanya menatap mereka dengan mata yang sedikit menyipit. Leherku terasa panas setiap saat pria itu menc3kikku.

Aku kembali duduk, dengan pakaian yang sudah Basar karena cairan dari pria itu. Aku merasa lebih murahan daripada p3lacur. Tapi, aku hanya bisa menunduk dalam.

"Buka!" ujarnya. Aku yang sedang melamun sembari meremas pakaianku akhirnya bingung dan menatap ke arahnya.

"Hah?" gumamku bingung.

Pria itu menarik paksa pa-kaianku dan membuatnya benar-benar lepas dari tu-buhku. Aku bingung, dan mataku terbelalak lebar. Sesaat kemudian, aku melirik ke arah sopir, dan ternyata sopir yang ada di depan itu tidak berani menatapku dan pria itu dari kaca dasbor mobil.

"Aku bilang buka, ya buka!" gumamnya. Aku bingung, terkejut dan malu. Mataku merah, kali ini karena aku malu saat bagian atas terekspos dan pria itu seakan hendak menerkam.

Tapi sesaat kemudian, ia membuka jas yang pakai lalu memakaikannya padaku. Daguku ia naikkan ke atas, dan ia mendekatkan diri padaku.

"Jadi gadis penurut, kalau kamu masih ingin hidup!" Pria itu mendekatkan wajahnya ke area leherku dan mulai menghirup aroma tubuhku saat itu.

"Aromamu harum, dan manis..., ini sangat menarik, dan aku tahu, kau mampu membuatku merasa kenyang." gumamnya dengan suara rendah.

Aku meringis saat merasa pria itu menggi-git area leherku, selain ia aneh, ia juga sungguh sangat buas! "Aagghhh! Apa yang anda lakukan!" Aku terkejut saat pria itu menggi-git leherku, dan aku merasa cairan merah dalam tubuhku ikut keluar dalam waktu yang bersamaan.

"Manis, sangat manis..." gumamnya dengan suara rendah, tapi terdengar seperti gumaman juga.

Aku menahan rasa sakit, sekaligus rasa takut di saat aku melihat apa yang pria itu lakukan, dia menjilat, dan seperti mengecapnya seperti tengah menyantap hidangan yang sangat lezat.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   8,

    POV Ferdo.Setelah meniduri wanita itu, tubuh ini rasanya ringan, meskipun nantinya tidak tahu akan semarah apa wanita itu. Seharusnya ia tidak marah, karena ini adalah suatu hal yang wajib ia lakukan dan ia berikan, 'kan?!"Max, aku kelepasan, dan aku meniduri wanita itu." aku mulai bicara pada asisten pribadiku, sembari berjalan menuju ke luar mansion. Ada hal yang harus di lakukan, dan banyak hal yang harus dibereskan."Saya tahu, Tuan." Max menjawab, dengan suara yang sedikit lebih jauh di belakang."Aku tidak tahu apa wanita itu menerimaku, dan benih yang aku tumpahkan dalam rahimnya, tapi aku ingin kamu pastikan, kalau ia tidak melakukan tindakan bodoh setelah apa yang aku lakukan, kamu mengerti apa maksudku?" Aku mulai memberikan sebuah perintah secara tidak langsung. Aku terlalu takut, akan tetapi tidak langsung menjelaskan secara langsung. Entah mengapa, aku takut wanita itu akan melukai dirinya sendiri setelah apa yang terjadi."Tidak usah takut, Tuan. Saya akan memerintahka

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   7,

    Mata merah dengan tangan yang terikat, memberontak dan melolong seperti serigala. Lelaki tampan itu berubah liar, dan tidak terkendali. Menakutkan, tapi tangannya tampak hitam, dan pergelangannya berda-rah! Tidak tega rasanya membiarkannya begitu, tapi aku akui, aku masih sangat kesal padanya!Aku marah, tapi kakiku bergerak mendekat. Mati, jauh lebih baik daripada terjebak antara hubungan keluarga hewan yang tampaknya lebih banyak yang tidak mau menerima.Terus melolong, dan itu terdengar menakutkan... Apa bisa dijinakan? Dia terlalu buas dari sebelumnya, dan apa yang membuatnya menjadi seperti itu?!"Nona! Anda tidak boleh mendekat! Tuan Ferdo sedang tidak terkendali! Beliau bisa melukai anda!" teriak seorang pria, yang entahlah siapa.Aku hanya menoleh sejenak, menatap orang itu lama, dan kembali mendekat ke arah Ferdo. Tekatku bulat, tidak akan menyerah begitu saja meski mereka berkata jangan sekalipun!Dan saat didekati, Ferdo makin menjadi-jadi. Besi yang mengikat pergelangan ta

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   6, Pertikaian

    Ini nyata, bukan ilusi, bukan sebuah mimpi juga, lutut yang terbentur lantai marmer itu terasa sakit. Tapi melihat dua binatang buas itu, apa lebih baik hanya menonton saja? Atau pergi dari sana untuk menyelamatkan diri sendiri.Kata "Berhenti bila salah satu mati," membuat aku makin takut. Dan sialnya keluarga itu malah hanya diam dan menonton saja.Tubuh Ferdo terlempar jauh, ia tampak terluka. Aku spontan menutup mulut saat melihat hal itu. Apa ini akhir dari semuanya?! Dan dia akan tewas karena aku? Dengan tekat yang besar, aku berlari ke arahnya, mencoba memeluknya... Tapi yang aku dapatkan ternyata tidak sesuai harapan. Dia mengayunkan tangannya dan menghantam tubuhku. Aku tersentak cukup jauh, hingga punggungku menghantam sebuah vas yang besar. Bagian depanku perih, dan sakit... Cairan merah mulai keluar, bau da-rah mulai tercium kuat. Perlahan, pandanganku berkunang-kunang, tapi aku melihat silwet bayangan seseorang mulai mendekat, meski aku tidak yakin, apa itu benar dia?***

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   5

    Dia menyentuhku, dan aku membeku. Semua yang terjadi, seakan tidak bisa ditolak, entah karena memang terbawa suasana, atau semua memang hanya sebuah reaksi dari tubuh yang memang tidak menolak."Reaksimu tidak buruk juga, tidak menolak, tapi juga tidak menerima. Lalu, apa kita lanjut saja?" ujar Ferdo.Bagian intiku dimasuki oleh salah satu jarinya, aku sebenarnya ingin mendorongnya agar berhenti, tapi aku tidak bisa! Aku tidak bisa melakukannya, dan sialnya bibirku malah mende-sah dan aku merasa bagian itu makin gatal. Tapi, saat aku menginginkan lebih, ia pergi begitu saja dan membuatku bingung."Apa yang dia lakukan?! Dia mempermainkan aku?!" Aku kesal, mulai bicara sendiri dan marah! Tetapi, aku juga ingin. "Aaagggghhhh! Tuhan memberikan takdir sialan!" teriakanku sangat keras, tapi aku yakin tidak akan ada yang bisa mendengarkannya.***Setelah mandi, dress panjang berwarna hitam mulai aku kenakan, bertali spaghetti dan kulit ini begitu kontras. Mengenakan riasan tipis sudah cuku

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   4

    Ia menyeringai, aku tidak tahu kapan pria itu menyusul, yang aku tahu dia tiba-tiba ada di belakang tubuhku. Mungkin tujuannya memang baik, karena hendak membantuku membuka pintu yang sulit aku buka, akan tetapi kenapa reaksi dari wajahnya membuatku takut? "Kau bahkan sudah mengu|um milikku, apa masih takut juga?!" Aku terkesiap! "Tuan, terkejut dan hal itu sungguh tidak ada hubungannya, dan semua itu jauh berbeda. Kenapa anda menyamakannya dan seolah semua hal yang aku lakukan salah?!" rasa kesal itu sudah menumpuk dalam hati, dan mungkin kalau tidak di tahan, akan meluap dan semakin menjadi-jadi! "Terimakasih sudah membantu, tapi aku mau istirahat sebelum bekerja untuk anda," "Bekerja?" Salah satu alis pria itu terangkat, ia memicingkan matanya dan sesaat setelahnya tampak menatap tubuhku atas dan bawah. Merinding rasanya, belum lagi tatapannya masih terlihat sama, yaitu liar! Tangan besar itu menyentuh punggung dan ke bawah terus hingga berada di bawah pinggang. Aku menatapnya

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   3

    "Tenang, kau tidak akan mati meski aku gigit. Aku tentu tidak mau rugi karena langsung membuat kamu mati."Ucapan pria itu membuatku diam, tapi kali ini yang aku pikirkan – bagaimana bisa ia melukaiku, dan aku merasa giginya menancap di le-herku tadi.Aku mematung, semua hal terasa menakutkan. Rasanya aku hampir mau pingsan, dan aku tidak berani menatap pria itu."Tuan, kita sudah sampai."Sopir di depan mulai bicara, tapi matanya tidak juga menatap ke arah kami berdua. Tanganku ditarik paksa, kakiku terasa masih lemas saat pria itu menarikku tanpa aba-aba.Kakiku yang masih kram akhirnya membuatku terjatuh ke lantai, dan lututku menghantam permukaan tanah yang keras dan kasar. "Ssshhh," desisku.Aku menatap lututku, dan ternyata luka tergores. "Ck! Lemah sekali kau!" kata itu terucap begitu saja. Aku mendongak dan menatap pria itu. Mungkin ia kesal padaku, dan mungkin juga muak denganku, tapi aku bisa apa?! Kakiku kram juga karena ulahnya!Awalnya, suasana hening, tapi beberapa saat

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status