Partager

4

Auteur: Fatimahnur
last update Date de publication: 2026-08-14 03:19:15

Ia menyeringai, aku tidak tahu kapan pria itu menyusul, yang aku tahu dia tiba-tiba ada di belakang tubuhku. Mungkin tujuannya memang baik, karena hendak membantuku membuka pintu yang sulit aku buka, akan tetapi kenapa reaksi dari wajahnya membuatku takut?

"Kau bahkan sudah mengu|um milikku, apa masih takut juga?!"

Aku terkesiap! "Tuan, terkejut dan hal itu sungguh tidak ada hubungannya, dan semua itu jauh berbeda. Kenapa anda menyamakannya dan seolah semua hal yang aku lakukan salah?!" rasa kesal itu sudah menumpuk dalam hati, dan mungkin kalau tidak di tahan, akan meluap dan semakin menjadi-jadi!

"Terimakasih sudah membantu, tapi aku mau istirahat sebelum bekerja untuk anda,"

"Bekerja?" Salah satu alis pria itu terangkat, ia memicingkan matanya dan sesaat setelahnya tampak menatap tubuhku atas dan bawah. Merinding rasanya, belum lagi tatapannya masih terlihat sama, yaitu liar!

Tangan besar itu menyentuh punggung dan ke bawah terus hingga berada di bawah pinggang. Aku menatapnya dengan pandangan yang sedikit tajam. "Kau tidak akan bekerja untukku!"

"A–apa maksud anda, Tuan?!"

"Kau adalah budak naf5uku! Mulailah terbiasa sekarang, dan apa yang aku perintahkan, maka lakukan tanpa bantahan!"

Pria itu mendorongku masuk, tapi sesaat setelahnya ia menyentuh pinggangku dan... Bibir ini rasanya hampir kebas karena lu-matan yang terus saja ia berikan, sama seperti tadi, ia pasti melepaskan dan menghirup aroma tubuhku, tepat di leherku. Entahlah apa yang ia hirup di sana, aku merasa tubuhku hanya bau keringat dan cairan bening miliknya saja.

"Esok, aku akan memperjelas pekerjaanmu, setelah mandi dan berganti pakaian, istirahatlah."

Pria itu pergi begitu saja, tanpa mengatakan apapun lagi. Segala hal yang ia lakukan membuatku sakit kepala, dan untungnya ia tampan..., mungkin kalau dia jelek, aku benar-benar lebih baik mati saja!

***

POV Ferdo.

Aroma harum itu, manis... Aku tidak bisa berhenti untuk tidak menggigitnya. Sekali seumur hidup, aku baru mendapatkan seorang wanita yang membuatku candu...

Brakk!

Suara pintu yang terbuka dengan paksa dan kasar itu membuatku menoleh. "Ferdo! Apa yang kau lakukan?! Kau menyeret adikku keluar hanya karena seorang manusia?!"

Dev, dia adalah kakak dari Chelsea. Sudah pasti ia akan berbuat demikian setelah adiknya melaporkan apa yang telah aku perbuat padanya!

"Dev, dengar aku.... Aku tidak pernah menerima sebuah pengkhianatan! Bukankah dia yang mengemis padaku, dan aku menerimanya. Tapi apa yang ia perbuat padaku? Kau lihat tahu sendiri kan, dan kau juga lihat saat dia bersetubuh dengan temanku sendiri, dan tentu juga temanmu! Kau kira aku akan menerimanya setelah apa yang dia lakukan?!"

"Itu memang kesalahan, tapi ada sebabnya! Adikku tidak akan melakukan hal terkutuk itu bila lelaki sialan itu tidak memasukan sesuatu pada minuman adikku! Kamu malah menjadikan ini alasan! Dan kamu pikir, keluargamu menerima manusia itu? Jangan harap Ferdo!"

Tatapan itu, dan sebuah ucapannya mungkin benar, tapi siapa perduli?! Harum dan manisnya tidak bisa diabaikan, bagaimana bisa cecunguk sepertinya meremehkan pilihanku?

"Kau kira aku perduli? Aku sungguh tidak perduli saat kedua orangtuaku atau bahkan keluarga besarku menolak semua itu. Aku yang memegang kendali, Dev! Kau bisa apa bila aku menginginkannya?! Dan aku harap! Kau juga sama seperti aku! Mendapatkan seorang manusia yang membuatmu lupa kata klan, keluarga, atau bahkan sukumu sendiri!"

Suara petir menggelegar, kilatan cahayanya bahkan sampai seakan menembus jendela kaca yang tidak bertirai. Aku menyeringai, dan menatap teman lamaku yang mungkin sebentar lagi akan menjadi musuhku! "Hahahahaha, sebentar lagi ucapanku akan menjadi kenyataan, sekarang angkat kaki dari sini, atau aku yang akan mengusirmu, Dev!"

Ia pergi begitu saja, menahan rasa kesalnya, dan aku tahu – ia pasti tidak akan tinggal diam kali ini. Suara langkah kakinya memburu, seakan diburu waktu, padahal emosinya yang hampir meledak!

***

Mentari pagi mulai menyapa, rasa nyaman, aman dan lelah membuatku malas untuk bangun. Akan tetapi, kilau cahaya yang menerobos masuk itu menimbulkan silau! Mau tidak mau, harus bangun dan melihat ke sekitar. Aku menggeliat sebelum duduk, dan mulai menatap kamar besar yang aku huni, menguap dan mulai menyibak selimut. Saat hendak bangun dan turun dari ranjang, tubuhku tertahan..

"Lah, aku kenapa ini?! Kenapa aku kok nggak bisa bangun, jangan-jangan aku cidera?!"

Jantungku berdegup sangat kencang saat membayangkan banyak hal buruk yang terjadi. Aku berusaha menunduk dan melihat ke arah kaki, tapi setelah aku melihat area bagian bawah perut, aku langsung menoleh ke samping. "Tu–tuan?! Anda di sini, sejak kapan?!"

Pria itu, entah sejak kapan ada di sana, tidur di sampingku, dan memelukku?! Apa maksudnya?

Perlahan, matanya terbuka... Bola mata berwarna abu-abu itu tampak menatap dengan tatapan cukup tajam, akan tetapi terlihat menawan. Aku menelan ludah, dan sungguh pesona pria itu tidak bisa aku abaikan ternyata!

"Kenapa?! Rumah ini adalah rumahku, dan aku bebas mau tidur di mana. Aku akan mandi, setelah aku selesai, kamu juga harus mandi. Ada acara sarapan, setelah itu kita akan pergi ke sebuah tempat."

Aku hanya mengangguk, aku juga melihat Ferdo tampak duduk, dan yang paling membuat terkejut lagi untuk kesekian kalinya... Ia bertelanjang dad4, tubuh indahnya itu terlihat, ia benar-benar mempesona, dan membuat desiran aneh.

"Kenapa menatapku begitu?! Apa kamu mau?!" Ferdo kembali bicara ngawur. Ia selalu saja menggoda, seakan apa yang ia perlihatkan mungkin membuatku ingin..

"A–apa yang anda katakan?! Aku akan mandi, Tuan." Aku kabur dari pria itu, entahlah ia marah ataupun kecewa, yang penting, kabur aja dulu.

***

Di dalam kamar mandi, aku mulai menghidupkan shower, air hangat mulai membasahi kulit, dan bisa sabun yang halus dan beraroma mawar membuatku merasa tenang, dan merasa ringan. Seketika, semua hal yang ada di kepalaku hilang sejenak.

Akan tetapi, saat aku mulai mendongak dan menyiram wajahku dengan air hangat itu, aku merasa ada yang mulai menyusuri tubuhku menggunakan tangannya yang besar. Menyentuh segala inci, dan bahkan seakan tidak ada yang mau ia tinggalkan. Aku merinding! "Kenapa, kamu kembali takut?" Bisik orang itu.

Antara harus berbalik dan melihat siapa orang itu, atau bertahan dan berusaha meyakinkan tidak terjadi apapun.. tidak ada suara apapun, bagaimana mungkin ada orang yang masuk ke dalam kamar mandi itu?!

Jantungku seakan hampir meloncat dari tempatnya, aku berusaha berbalik pelan, dan melihat siapa yang ada di belakang tubuhku, air masihengalir, dan aku membelalakan mata saat melihat siapa yang ada di belakang tubuhku. Kakiku melemas, aku hampir ambruk...

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   8,

    POV Ferdo.Setelah meniduri wanita itu, tubuh ini rasanya ringan, meskipun nantinya tidak tahu akan semarah apa wanita itu. Seharusnya ia tidak marah, karena ini adalah suatu hal yang wajib ia lakukan dan ia berikan, 'kan?!"Max, aku kelepasan, dan aku meniduri wanita itu." aku mulai bicara pada asisten pribadiku, sembari berjalan menuju ke luar mansion. Ada hal yang harus di lakukan, dan banyak hal yang harus dibereskan."Saya tahu, Tuan." Max menjawab, dengan suara yang sedikit lebih jauh di belakang."Aku tidak tahu apa wanita itu menerimaku, dan benih yang aku tumpahkan dalam rahimnya, tapi aku ingin kamu pastikan, kalau ia tidak melakukan tindakan bodoh setelah apa yang aku lakukan, kamu mengerti apa maksudku?" Aku mulai memberikan sebuah perintah secara tidak langsung. Aku terlalu takut, akan tetapi tidak langsung menjelaskan secara langsung. Entah mengapa, aku takut wanita itu akan melukai dirinya sendiri setelah apa yang terjadi."Tidak usah takut, Tuan. Saya akan memerintahka

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   7,

    Mata merah dengan tangan yang terikat, memberontak dan melolong seperti serigala. Lelaki tampan itu berubah liar, dan tidak terkendali. Menakutkan, tapi tangannya tampak hitam, dan pergelangannya berda-rah! Tidak tega rasanya membiarkannya begitu, tapi aku akui, aku masih sangat kesal padanya!Aku marah, tapi kakiku bergerak mendekat. Mati, jauh lebih baik daripada terjebak antara hubungan keluarga hewan yang tampaknya lebih banyak yang tidak mau menerima.Terus melolong, dan itu terdengar menakutkan... Apa bisa dijinakan? Dia terlalu buas dari sebelumnya, dan apa yang membuatnya menjadi seperti itu?!"Nona! Anda tidak boleh mendekat! Tuan Ferdo sedang tidak terkendali! Beliau bisa melukai anda!" teriak seorang pria, yang entahlah siapa.Aku hanya menoleh sejenak, menatap orang itu lama, dan kembali mendekat ke arah Ferdo. Tekatku bulat, tidak akan menyerah begitu saja meski mereka berkata jangan sekalipun!Dan saat didekati, Ferdo makin menjadi-jadi. Besi yang mengikat pergelangan ta

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   6, Pertikaian

    Ini nyata, bukan ilusi, bukan sebuah mimpi juga, lutut yang terbentur lantai marmer itu terasa sakit. Tapi melihat dua binatang buas itu, apa lebih baik hanya menonton saja? Atau pergi dari sana untuk menyelamatkan diri sendiri.Kata "Berhenti bila salah satu mati," membuat aku makin takut. Dan sialnya keluarga itu malah hanya diam dan menonton saja.Tubuh Ferdo terlempar jauh, ia tampak terluka. Aku spontan menutup mulut saat melihat hal itu. Apa ini akhir dari semuanya?! Dan dia akan tewas karena aku? Dengan tekat yang besar, aku berlari ke arahnya, mencoba memeluknya... Tapi yang aku dapatkan ternyata tidak sesuai harapan. Dia mengayunkan tangannya dan menghantam tubuhku. Aku tersentak cukup jauh, hingga punggungku menghantam sebuah vas yang besar. Bagian depanku perih, dan sakit... Cairan merah mulai keluar, bau da-rah mulai tercium kuat. Perlahan, pandanganku berkunang-kunang, tapi aku melihat silwet bayangan seseorang mulai mendekat, meski aku tidak yakin, apa itu benar dia?***

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   5

    Dia menyentuhku, dan aku membeku. Semua yang terjadi, seakan tidak bisa ditolak, entah karena memang terbawa suasana, atau semua memang hanya sebuah reaksi dari tubuh yang memang tidak menolak."Reaksimu tidak buruk juga, tidak menolak, tapi juga tidak menerima. Lalu, apa kita lanjut saja?" ujar Ferdo.Bagian intiku dimasuki oleh salah satu jarinya, aku sebenarnya ingin mendorongnya agar berhenti, tapi aku tidak bisa! Aku tidak bisa melakukannya, dan sialnya bibirku malah mende-sah dan aku merasa bagian itu makin gatal. Tapi, saat aku menginginkan lebih, ia pergi begitu saja dan membuatku bingung."Apa yang dia lakukan?! Dia mempermainkan aku?!" Aku kesal, mulai bicara sendiri dan marah! Tetapi, aku juga ingin. "Aaagggghhhh! Tuhan memberikan takdir sialan!" teriakanku sangat keras, tapi aku yakin tidak akan ada yang bisa mendengarkannya.***Setelah mandi, dress panjang berwarna hitam mulai aku kenakan, bertali spaghetti dan kulit ini begitu kontras. Mengenakan riasan tipis sudah cuku

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   4

    Ia menyeringai, aku tidak tahu kapan pria itu menyusul, yang aku tahu dia tiba-tiba ada di belakang tubuhku. Mungkin tujuannya memang baik, karena hendak membantuku membuka pintu yang sulit aku buka, akan tetapi kenapa reaksi dari wajahnya membuatku takut? "Kau bahkan sudah mengu|um milikku, apa masih takut juga?!" Aku terkesiap! "Tuan, terkejut dan hal itu sungguh tidak ada hubungannya, dan semua itu jauh berbeda. Kenapa anda menyamakannya dan seolah semua hal yang aku lakukan salah?!" rasa kesal itu sudah menumpuk dalam hati, dan mungkin kalau tidak di tahan, akan meluap dan semakin menjadi-jadi! "Terimakasih sudah membantu, tapi aku mau istirahat sebelum bekerja untuk anda," "Bekerja?" Salah satu alis pria itu terangkat, ia memicingkan matanya dan sesaat setelahnya tampak menatap tubuhku atas dan bawah. Merinding rasanya, belum lagi tatapannya masih terlihat sama, yaitu liar! Tangan besar itu menyentuh punggung dan ke bawah terus hingga berada di bawah pinggang. Aku menatapnya

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   3

    "Tenang, kau tidak akan mati meski aku gigit. Aku tentu tidak mau rugi karena langsung membuat kamu mati."Ucapan pria itu membuatku diam, tapi kali ini yang aku pikirkan – bagaimana bisa ia melukaiku, dan aku merasa giginya menancap di le-herku tadi.Aku mematung, semua hal terasa menakutkan. Rasanya aku hampir mau pingsan, dan aku tidak berani menatap pria itu."Tuan, kita sudah sampai."Sopir di depan mulai bicara, tapi matanya tidak juga menatap ke arah kami berdua. Tanganku ditarik paksa, kakiku terasa masih lemas saat pria itu menarikku tanpa aba-aba.Kakiku yang masih kram akhirnya membuatku terjatuh ke lantai, dan lututku menghantam permukaan tanah yang keras dan kasar. "Ssshhh," desisku.Aku menatap lututku, dan ternyata luka tergores. "Ck! Lemah sekali kau!" kata itu terucap begitu saja. Aku mendongak dan menatap pria itu. Mungkin ia kesal padaku, dan mungkin juga muak denganku, tapi aku bisa apa?! Kakiku kram juga karena ulahnya!Awalnya, suasana hening, tapi beberapa saat

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status