LOGINEliora tidak suka di kekang, dia ingin bebas berekspresi, akan tetapi Ayahnya memaksa memberikan dia seorang pengawal. Peter, pengawal yang sangat taat akan peraturan harus menjamin keselamatan Eliora dengan nyawanya sendiri. Dimana Eliora berada, disitu pasti ada bayangannya Peter. Eliora melakukan berbagai cara agar bisa lepas dari Peter, akan tetapi seiring waktu berjalan tanpa mereka sadari hati keduanya sudah saling terpaut akan cinta. Bagaimana Eliora menghadapi Peter? Akankah keduanya dapat bersatu?
View More“Silakan pindah mobil Nona,” ucap Peter membuka pintu mobil taksi tersebut. Iora hanya melirik sinis pada Peter, hatinya sangat dongkol. “Awas!” ucap Iora kasar dan mendorong pintu mobil tersebut. “Cepat sekali dia menemukan ku? Pakai ilmu apa dia? Jangan-jangan dia sudah menyadap ku,” gumam Iora. “Nona… Apakah nona baik-baik saja?” tanya Kiko sambil memeriksa tubuh Iora. Iora tidak menanggapi dan bertanya, “Bagaimana bisa dia menemukanku?” Kiko memberikan botol minum pada Iora dan menjawab, “setelah tahu nona kabur, pengawal itu tidak mengatakan apa-apa dan kami keluar dari taman langsung mengikuti taksi itu.” Iora menyipitkan matanya. “Hm… mencurigakan,” gumamnya. “Apa yang mencurigakan?” tanya Kiko dan mengikuti arah pandangan dari Iora. Iora menarik nafas dan menatap Kiko. Peter masuk ke dalam mobil. “Sekali lagi anda kabur nona, saya pastikan izin anda keluar rumah akan dicabut selamanya,” ucap Peter dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan normal.
“Nona…” rengek Kiko sambil menahan tangan Iora yang sedang membuka pintu pagar yang ada di halaman paling belakang. “Ssst… Jangan berisik nanti ketahuan,” bisik Iora dengan gerakan jari telunjuk di depan mulutnya. “Nona… tolonglah… saya yang akan di hukum oleh tuan besar kalau nona kabur lagi,” mohon Kiko dengan wajah memelas. Iora mendecih kesal. “Cih.. makanya kamu ikut.” Kiko berlutut dan memeluk kaki Iora dengan erat. “Nona, jangan nona, saya mohon. Kalau nona kabur lagi, bisa-bisa saya dikirim ke luar negeri jadi TKW, hiks…” mohon Kiko sambil menangis. Iora menghentikan gerakan tubuhnya. Dia menatap Kiko dengan cemberut. “Saya mohon jangan aneh-aneh lagi nona. Saya tidak mau jadi TKW.” Kiko terus memohon pada Iora. Iora menarik nafas dalam-dalam, dia juga tidak ikhlas kalau Kiko benar-benar dijadikan TKW oleh papanya. “Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya seseorang dengan suara tegas. “Pa-papa,” sebut Iora lalu memasang senyuman lebar. Iora dengan cepat m
“Jangan menghalangiku!” tegas Iora pada pria yang menjulang tinggi di depan itu. “Maaf nona, saya menjalankan perintah tuan besar. Anda tidak bisa berjualan di pasar,” jawab Peter dengan nada sopan. “Bukan urusanmu, Awas!” Iora mendorong Peter yang berdiri di depannya. Iora terkungkung di antara pintu mobil dan tubuh Peter. “Lebih baik anda masuk kedalam mobil nona,” tukas Peter tidak bergeser sesenti pun dari tempatnya berdiri. “Minggir,” teriak Iora kesal. Peter tidak menanggapi. Buk! Iora menekan kakinya yang ada diatas kaki Peter yang mengenakan pantofel hitam itu. Peter sama sekali tidak kesakitan. “Hah!” desah Iora. “Minggir,” desak Iora sambil mencoba mendorong tubuh Peter lagi. Peter tidak bereaksi apapun. Dia tetap pada tempatnya. “Apa yang kamu makan sih? Batu?” ejek Iora karena tidak bisa mendorong tubuh Peter. Peter menunduk sedikit dan menyeringai. “Apa yang ada makan nona? Batu? Anda terlalu keras kepala,” sahut Peter mengembalikan pertanyaa
Iora menatap tempat tidur pasien dengan rasa bersalah. “Apakah dia tidak apa-apa?” tanya Iora pada papanya yang duduk disampingnya. “Dia pingsan karena hantaman di kepalanya terlalu keras. Beruntung tidak ada cedera otak. Hanya saja luka robek dari atas telinga kiri sampai ke pelipis cukup dalam,” jelas papanya. Iora menatap tangan kanannya yang di perban, hanya luka robek kecil yang tidak perlu dijahit. Mungkin kalau pengawal pribadinya tidak menolong Iora tepat waktu saat itu, Iora-lah yang ada di atas tempat tidur pasien, kalau beruntung. Kemungkinan besar dia sudah mati tertusuk pecahan pot bunga keramik tersebut. “Apakah dia sudah punya keluarga?” tanya Iora pada papanya. “Anak laki-laki umur tiga tahun,” jawab papanya. Iora menarik nafas dalam-dalam. “Aku ingin beri anak dan istrinya tunjangan dua kali lipat selama dia tidak bisa bekerja. Dan terlebih beri dia cuti panjang untuk masa pemulihan,” mohon Iora pada papanya. Papanya merangkul Iora dengan sayang. “T
“Ya Tuhan,” lirih Iora dengan bibir bergetar. -Ditemukan seorang tukang ojek online di dalam parit dekat jembatan dengan keadaan sudah meninggal dunia, kemungkinan adalah korban begal.- Tangan Iora bergetar menggeser halaman berita tersebut di ponselnya, ada foto korban yang sudah disamarkan dan
Iora menundukkan kepalanya. Dia melirik pengawalnya dan mengumpat dalam hati. “Dasar pengadu, tidak hanya badannya yang sixpack, mulutnya juga ada enam,” umpat Iora dalam hatinya. “Kamu tahu, tindakanmu hari ini dapat membuat orang yang ingin mencelakaimu mendapatkan kesempatan untuk menyakiti
Iora duduk di gazebo di belakang rumahnya. Menikmati teh dan kue kering buatan pelayan khusus untuknya. “Sepertinya terlalu aneh dan kebetulan. Orang itu tahu rumah ini dan mengawasi dari luar, apakah dia ada orang dalam?” pikir Iora. “Aku harus mencari tahu, kalau aku takut dengan teror ini, suda
“LIHAT! APA YANG TERJADI? semua karena kamu terlalu keras kepala. Bagaimana kalau pertolongan datang terlambat? Keras kepalamu itu hampir saja membuatmu mati sia-sia,” teriak papa Iora dengan marah. Iora hanya menundukkan kepalanya, tidak memiliki keberanian untuk mengeluarkan satu katapun. “Mas
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.