Beranda / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 398. Reka menjadi sukarelawan uji coba

Share

398. Reka menjadi sukarelawan uji coba

Penulis: Rendi OP
last update Tanggal publikasi: 2023-10-15 18:02:33

Martis berbalik dan melihat Reka berdiri di belakangnya, memegang tabung serum dengan ekspresi penuh harapan di wajahnya. "Reka," kata Martis, terkejut tapi juga merasa lega melihatnya. "Kamu tahu bahwa serum ini masih dalam tahap pengujian, kan?"

Reka mengangguk, tampaknya memahami risikonya. "Aku tahu, Kak. Tapi aku juga tahu betapa pentingnya serum ini. Aku ingin membantu. Aku ingin berbuat sesuatu untuk melawan mutan itu."

Martis menatap Reka, merasa bangga dan sedih sekaligus. Dia tahu bet
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengendali Sistem Terkuat   1055. DUO YIN-YANG

    Hasrat dan rasa lapar yang membara terhadap Rumput Jiwa Suci Purba akhirnya meruntuhkan seluruh harga diri Lele Kembar Yin-Yang. Makanan langka yang hanya tumbuh seribu tahun sekali itu terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja oleh dua penunggu danau tersebut. Ikan Lele Hitam dan Ikan Lele Putih saling menatap pasrah, menghela napas panjang seraya menggoyangkan kumis panjang mereka secara lemas. "Baiklah... demi rumput ajaib itu, kami menyerah!" seru Ikan Lele Hitam dengan suara pasrah. "Kami akan menari tarian ikan lumpur konyol itu!" tambah Ikan Lele Putih seraya memanyunkan bibirnya. Estias menyeringai lebar hingga deretan gigi batunya terlihat jelas. Ia memegang seikat rumput ungu keemasan di atas dadanya, sementara Brakas melipat tangan di dada seraya pasang mata dengan raut wajah paling puas. "Ayo! Tunjukkan tarian terbaik kalian!" seru Estias penuh semangat. SPLASH! Kedua ikan lele melayang di udara beberapa inci di atas rumput. Ikan Lele Hitam mulai meliuk

  • Pengendali Sistem Terkuat   1054. RUMPUT AJAIB KUNO

    Perdebatan sengit di tengah Danau Yin-Yang Cahaya Abadi telah berlangsung hampir satu jam penuh. Matahari kian tinggi memancarkan sinar hangatnya, membiaskan pendaran perak di permukaan air. Estias dan Brakas berdiri dengan napas tersengal-sengal, memegangi pinggang batu mereka. Wajah dua raksasa setinggi tiga setengah meter itu nampak begitu lelah, bukan karena bertarung fisik melawan musuh kuat, melainkan karena kewalahan meladeni omelan beruntun tanpa henti dari dua ekor lele ajaib berkumis. "A-Abang Estias..." bisik Brakas seraya mengusap peluh di kening perunggunya, "lidahku rasanya kram... aku sudah kehabisan kata-kata untuk membalas lele putih itu." Estias memanyunkan bibirnya konyol, mengibaskan tangan batunya ke udara. "Sudahlah, Brakas! Otak batuku bisa pecah kalau terus mendengarkan Lele Hitam itu berceramahi tentang kerapian lumpur! Kita keluar saja!" Dengan langkah gontai yang dipenuhi rasa kalah debat, Estias dan Brakas akhirnya berjalan gontai keluar dari dana

  • Pengendali Sistem Terkuat   1053. PERDEBATAN

    Suasana damai di Lembah Mata Air Cahaya yang tadinya dipenuhi gelak tawa Lancelot dan Martis mendadak berubah menjadi aneh. Di tengah danau perak yang dangkal, Estias dan Brakas masih sibuk bergoyang konyol seraya mengepakkan tangan batu mereka di atas air. Lumpur perak celemotan di sekujur wajah dan zirah batu kedua raksasa tersebut. Namun, saat Estias hendak melompat untuk memamerkan Gaya Seluncur Lumpur berikutnya, gerakan kakinya mendadak terhenti kaku. "Ehh?" Estias melotot konyol, menunduk menatap dasar air danau yang jernih. "Brakas... kau menyenggol kakiku pakai jempol batumu ya?" Brakas yang sedang berdiri di sebelahnya menggelengkan kepala dengan cepat, matanya ikut melotot bingung. "Tidak, Abang! Kakiku dari tadi diam di atas batu! Tapi... rasanya ada sesuatu yang licin dan kumisan sedang menggosok-gosok betisku!" WUSSS-SPLASH! Belum sempat dua raksasa itu melangkah mundur, permukaan air danau perak meletup halus. Dua ekor ikan lele raksasa berukuran sepanjang dua

  • Pengendali Sistem Terkuat   1052. ILMU PEDANG SUCI

    Pusaran cahaya keemasan membawa Martis, Lancelot, Estias, dan Brakas kembali ke kedamaian Lembah Mata Air Cahaya. Setelah memusnahkan sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa dengan tebasan pedang dimensi peraknya, Lancelot terkulai lemas di dalam pelukan Martis. Energi di dalam inti jiwanya terkuras habis hingga batas terbawah akibat memaksakan teknik tingkat suci yang nampak belum sepenuhnya sempurna secara beruntun. Martis merebahkan tubuh Lancelot secara perlahan di atas padang rumput hijau yang empuk, tepat di tepi air danau perak yang menenangkan. Pendaran Api Suci Hijau Zamrud menyelimuti raga Lancelot secara halus, lalu menutrisi otot-otot dan meridian yang tegang. "Istirahatlah sejenak, Lancelot," ujar Martis lembut. "Kau telah mengerahkan seluruh kemampuanmu." Lancelot mengangguk pelan dengan wajah yang masih sedikit pucat. "Maafkan aku, Ayah... Aliran energiku ternyata masih belum cukup stabil untuk menopang tebasan dimensi secara berulang." Martis menyunggingkan senyum

  • Pengendali Sistem Terkuat   1051. SANG KSATRIA PERAK

    Sinar matahari pagi menerobos celah-celah tebing di sekitar Lembah Mata Air Cahaya. Hawa dingin di perbatasan Sektor Barat berangsur-angsur menghangat oleh pendaran aura keemasan yang memancar dari raga Martis. Kondisi kesehatan Martis, Estias, dan Brakas kini telah pulih total 100%, bahkan aliran meridian mereka terasa jauh lebih jernih dan selaras dari sebelumnya. Martis berdiri di tepi tebing, memandang jauh ke arah horizon angkasa Sektor Perbatasan Alam Bahtera. Mata Penglihat Kehampaan di mata keemasannya menangkap gelombang sinyal keberadaan sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa yang melayang kian mendekat menuju daratan Benua Utama. "Pasukan musuh yang tersisa tidak melarikan diri," ujar Martis dingin. "Mereka sedang mengonsolidasikan kekuatan di atas lembah perbatasan." Estias menghantamkan dua tinju batunya hingga memicu gelombang kejutan. "Hahaha! Bagus sekali! Aku belum sempat membalas racun busuk panglima mereka! Ayo kita ratakan kapal-kapal kayu hitam itu!" Brakas m

  • Pengendali Sistem Terkuat   1050. MATA AIR CAHAYA

    Pusaran kilat perak membelah angkasa Benua Utama dengan kecepatan yang melampaui batas angin. Lancelot memacu seluruh daya batinnya, memeluk tubuh Martis dengan satu tangan seraya menopang pusaran sihir pelindung yang membawa raga raksasa Estias dan Brakas. Di belakang mereka, kejaran sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa perlahan menghilang ditelan jarak. "Tahan sebentar, Ayah... Uncle Estias, Uncle Brakas..." bisik Lancelot seraya menatap cemas raut wajah ketiga orang di dekatnya yang kian memucat akibat Racun Pemusnah Jiwa Purba. Lancelot mengarahkan laju terbangnya menuju ke arah pegunungan tersembunyi di perbatasan Sektor Barat, sebuah wilayah yang baru saja ia jelajahi selama pengembaraannya. Di tengah himpitan bukit-bukit batu purba yang tertutup kabut tebal, terdapat sebuah lembah terisolasi yang menyimpan Mata Air Cahaya Abadi, suaka penyembuhan purba yang tak sengaja ditemukan Lancelot beberapa minggu lalu. BOOM! Lancelot mendarat cepat di dasar lembah. Suhu udara di

  • Pengendali Sistem Terkuat   847. Diundang

    Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   842. Mengajari Martis

    Jendral Salim sebenarnya sudah menduga bahwa hal ini pasti akan terjadi. 'Anakku ini, rasa percayanya pada seseorang sangat hati-hati. Aku tak habis pikir, setelah Ibunya meninggal, sikapnya jadi seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar ia kembali seperti dulu lagi?' Sambil menatap langit, Jend

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   837. Misi

    Martis dan Gozil melihat bahwa Edmiral Kaziru berhasil menahan serangan yang Gozil lakukan. Melihat itu, Gozil sangat frustasi. Matanya melotot dan ia mengeraskan rahangnya lalu berteriak, "Jangan remehkan kekuatan Ras Naga...!" Gozil pun kembali membuka mulutnya berniat sekali lagi menembakkan bola

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   849. Huruf D

    Pertemuan Martis dengan Raja Garza sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dari Martis, ia merasa untung karena akhirnya mendapatkan tempat yang sangat cocok untuknya betlatih meningkatkan kekuatannya. Sedangkan dari Kerajaan Garza, mereka merasa untung karena sejak kabar berita tentang Marti

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status