Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 477. Melawan pasukan negara Sanis

Share

477. Melawan pasukan negara Sanis

Author: Rendi OP
last update Petsa ng paglalathala: 2023-11-17 10:37:02

Martis dengan suara tegas menjawab, "Siapa kalian dan apa yang kalian inginkan? Kami hanya melewati wilayah ini dengan tujuan damai."

Pemimpin Pasukan Sanis dengan nada sombong membalas, "Kalian berdua adalah mata-mata dari Negeri Semangka, bukan?! Kami tidak akan membiarkan kalian melangkah lebih jauh. Serahkan diri kalian atau hadapilah konsekuensinya!"

Lalu Reka dengan penuh keyakinan menyangkal, "Kami bukanlah mata-mata. Kami hanya ingin membela kebenaran dan melindungi rakyat Negeri Semang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengendali Sistem Terkuat   1025. LANGIT MERAH DARAH

    Sinar matahari fajar yang hangat menembus celah-celah daun bambu keemasan, membiaskan pendaran cahaya sejuk di atas gubuk kayu tersembunyi. Di dalam gubuk, suasana terasa tegang namun penuh harap. Estias tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir dengan langkah raksasanya yang canggung, sementara Rafaela duduk bersila seraya menyatukan kedua tangannya, memanjatkan doa tulus untuk keselamatan sang pahlawan api. "Estias, duduklah... kau membuat gubuk ini berguncang," bisik Rafaela lembut, meski matanya sendiri kerap mengarah ke pintu luar. "Bagaimana aku bisa duduk?!" balas Estias seraya menepuk dadanya panik. "Martis bertarung sendirian melawan Hantu Hitam itu! Kalau dia sampai lecet sedikit saja, aku tidak akan pernah memaafkan diriku—" BOOM! Sebuah deru angin hangat mendadak berembus dari luar, menghentikan kalimat Estias. Pendaran cahaya keemasan yang menenangkan merayap masuk melintasi celah jendela gubuk. Sesosok pria melangkah masuk dengan santai. Pakaian tempurnya yan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1024. RAHASIA KEHAMPAAN

    Langit di atas Pusat Kota Abadi telah melampaui batas kehancurannya. Pertarungan yang berlangsung selama berjam-jam tanpa jeda itu telah meratakan seluruh bangunan benteng, menyisakan kawah raksasa yang membara oleh benturan energi emas dan hitam. Udara di sekitarnya terdistorsi hebat, memancarkan gelombang panas bercampur tekanan dingin yang membekukan darah. CLANG! BANG! BOOOM! Di angkasa, Martis melayang cepat, melayangkan serangkaian tinju berbalut Api Suci Abadi Tingkat Dewa. Namun sosok bayangan misterius itu secara lincah meleleh menjadi lautan benang hitam, menyerap sebagian daya hantam pukulan Martis sebelum menyatu kembali di sudut lain dan melancarkan tebasan balasan yang merobek bagian tepi pakaian tempur Martis. "Hahaha! Percuma, Martis!" suara ghaib sosok bayangan itu bergema garing dari segala arah. "Tubuhku adalah Kehampaan murni! Tidak ada wujud padat yang bisa kau hancurkan! Setiap serangan apimu hanya akan terserap dan menjadi bahan bakar bagi kekuatan abadi

  • Pengendali Sistem Terkuat   1023. KIBASAN PEMURNI DAN ADU KEKUATAN ANGKASA

    Langit di atas Pusat Kota Abadi tidak lagi berwarna biru, melainkan berubah menjadi lautan kegelapan pekat yang membeku. Di puncak menara tertinggi kota, formasi sihir Kehampaan Abadi berputar liar, menyedot partikel kehidupan dari tanah dan udara di sekitarnya. Di tengah-tengah alun-alun benteng utama, telah bersiaga puluhan ribu prajurit elit Sekte Bayangan Abadi. Mereka terdiri dari para algojo bertopeng, komandan zirah hitam, hingga raksasa-raksasa hasil eksperimen energi kehampaan. Senjata-senjata mereka yang beracun memancarkan pendaran ungu pekat, membentuk lautan prajurit yang tampak tak tertembus. Di atas puncak menara, melayang sosok bayangan misterius. Wajahnya yang tanpa bentuk padat tersenyum sinis saat merasakan gelombang panas yang mendekat dari angkasa. "Kau datang juga, Martis..." bisik sosok bayangan itu dengan suara ghaib yang bergema gading. "Tetapi datang seorang diri menghadapi puluhan ribu pasukanku adalah bentuk kebodohan tertinggi—" BOOOOOOOOOOMMMM!

  • Pengendali Sistem Terkuat   1022. KEPUTUSAN DI BAWAH BAYANG BAMBU

    Angin sejuk berembus lembut melintasi Hutan Bambu Emas, menggoyangkan dedaunan yang memendarkan pantulan cahaya keemasan. Di dalam gubuk kayu yang tenang, kondisi Rafaela tampak semakin membaik secara fisik. Rona di wajahnya kian segar, tetapi tatapan matanya masih kerap menyipit ketakutan setiap kali mendengar kepakan sayap burung atau derit batang bambu yang bergesek. Penyiksaan berpuluh-puluh tahun di dalam penjara bawah tanah yang gelap telah menorehkan trauma jiwa yang amat dalam pada diri wanita dari Suku Cahaya Purba tersebut. Setiap kali bayangan hitam melintas, tubuh kurusnya akan gemetar hebat, dan ia refleks berusaha meringkuk di sudut ruangan. Martis berdiri di ambang pintu gubuk, menatap lanskap Pusat Kota Abadi yang tampak samar di horizon jauh. Pendaran Mata Penglihat Kehampaan di mata keemasannya menangkap gumpalan aura kegelapan yang kian membesar di atas langit kota, sebuah tanda bahwa sosok bayangan misterius tengah menyempurnakan ritual terakhirnya setelah ke

  • Pengendali Sistem Terkuat   1021. CAHAYA DI ATAS ALTAR

    Atmosfer di puncak Altar Kehampaan terasa begitu pekat oleh aroma racun dan gumpalan asap hitam. Di tengah-tengah struktur melingkar dari batu hitam purba, Rafaela terikat pada sebuah pilar kristal yang mengisap daya hidupnya secara brutal. Setiap detik, cairan emas murni, esensi dari Esensi Cahaya Purba milik Rafaela terperas keluar dan mengalir menuju cawan-cawan tembaga di sekeliling pilar. "Ugh... a-ampun..." rintih Rafaela dengan suara yang kian menipis. Pandangannya mulai buram, dan pendaran cahaya jiwanya kian meredup mendekati titik padam. Pengawas Barok tertawa terkekeh dari balik topeng tengkoraknya seraya mengangkat kedua tangannya ke udara. "Hahaha! Sempurna! Tinggal sedikit lagi Esensi Cahaya Purba ini disedot total, maka Formasi Kehampaan Abadi di Pusat Kota Abadi akan bangkit sempurna! Musnah kau, Wadah Cahaya!" Namun, belum sempat Barok menyelesaikan mantranya— BOOOOOOOOOOOOOOMMMM! Puncak altar batu hitam itu hancur berantakan dalam satu ledakan dahsyat yan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1020. KEDATANGAN SANG DEWA API DAN PENYELAMATAN KILAT

    Di saat yang sama, jauh di luar penjara bawah tanah,di atas langit perbatasan Pusat Kota Abadi, sebuah pendaran garis kilat keemasan murni melesat membelah awan dengan kecepatan yang sanggup meruntuhkan ruang dan waktu. Aura kemurkaan Martis yang telah mencapai puncaknya kini berada semakin dekat untuk membakar seluruh isi Kota Abadi. Pusat Kota Abadi yang megah mendadak mencekam. Langit biru di atas benteng utama terbelah dua oleh gumpalan awan keemasan yang berputar hebat, memancarkan gelombang panas jutaan derajat yang melumat habis formasi sihir pelindung milik Sekte Bayangan Abadi dalam hitungan detik. BOOOOOOOOOOMMMM! Tanpa ada peringatan, atap penjara bawah tanah yang terbuat dari lautan batu kehampaan tebal hancur berkeping-keping! Sinar matahari yang amat silau menerobos masuk, menyapu bersih lautan kegelapan di dalam koridor bawah tanah. Di tengah puing-puing batu yang beterbangan dan kepulan asap emas, sesosok pria melayang turun dengan anggun. Rambut keemasannya me

  • Pengendali Sistem Terkuat   794 Jreng...!

    Setelah Martis mendengar dan melihat keadaan pasukannya yang kurang baik, ia bergegas menuju gerbang depan wilayah kekuasaannya. Wilayah kekuasan Martis ini memang terbilang tidak terlalu luas, dan wilayah itu kini disebut Rebelco. Penamaan Rebelco sendiri terbentuk karena desas-desus yang beredar d

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   808. Kutukan

    Hari ini adalah hari di mana hati dan pikiran Martis dipenuhi tanda tanya. Namun, untuk saat ini Martis tidak mau terlalu pusing dengan keadaan dan situasi saat ini. Pikirnya, yang terpenting setidaknya ia dapat menghilangkan rasa rindunya pada keluarga kecil yang amat dicintainya. Setelah mereka s

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   827. Makhluk aneh

    Si Topi Merah sangat yakin bahwa kali ini ia berhasil menghabisi Martis. Namun keyakinannya itu runtuh setelah ia melihat bahwa yang ia hantam hanyalah lantai, tanpa ada tubuh Martis di sana. "Ke mana dia...?" Si Topeng Merah melihat ke sekelilingnya guna menemukan keberadaan Martis. Akan tetapi s

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   780. Terjerat

    Martis kemudian mendekatkan wajahnya pada Mona. Martis memperhatikan kedua bola matanya. Dan akhirnya, Martis menemukan sesuatu yang terasa janggal. "Tunggu...! Siapa namamu?" tanya Martis, ia segera menarik tangan Mona yang hendak berbalik badan kemudian pergi. Jantung Mona berdebar lebih cepat sa

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status