Share

601. Namanya Telia

Penulis: Rendi OP
last update Tanggal publikasi: 2024-02-11 03:14:43

"Kami tidak bermaksud mengganggu, kami hanya ingin pulang," tambah Mia, mencoba untuk menenangkan situasi.

Telia tampak berpikir sejenak, matanya yang misterius menatap Martis dan Mia. "Baiklah," katanya akhirnya, "Tapi sebelum itu, kalian harus membantu saya."

Ternyata, Telia juga terjebak di tempat itu dan membutuhkan bantuan untuk bisa keluar. Martis dan Mia, meski awalnya ragu, akhirnya setuju untuk membantu Telia. Mereka berharap dengan bekerja sama, mereka bisa menemukan jalan keluar dari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengendali Sistem Terkuat   1045. ANOMALI DI PERBATASAN

    Berbulan-bulan telah berlalu sejak penumpasan Sekte Bayangan Abadi dan penetasan Burung Phoenix Api Emas yang kini diberi nama Ignis oleh Mia. Kehidupan di Desa Lembah Asri berlangsung dalam kedamaian yang tak tergoyahkan. Kehadiran Brakas, adik kandung Estias memberikan warna baru di desa tersebut. Bersama Estias, kedua raksasa itu membantu warga membangun infrastruktur benteng dan pertanian dengan kekuatan Dominion mereka yang tak terbatas. Namun, di balik kedamaian yang melingkupi Benua Utama, Martis tidak pernah melupakan tugasnya sebagai Penguasa Mutlak. Di puncak bukit tertinggi di balik desa, Martis duduk bersila dalam meditasi. Di sekeliling tubuhnya, Tujuh Api Suci Abadi Tingkat Dewa memancar tenang, menyatu secara harmonis dengan pusaran esensi alam. Ignis melayang anggun di angkasa di atas Martis, menjaga ketenangan sang majikan. [Sistem: Melakukan Pemindaian Rutin Multiverse] [Deteksi Anomali: Terjadi Fluktuasi Energi Asing di Sektor Perbatasan Alam Bahtera!] [Tingka

  • Pengendali Sistem Terkuat   1044. KEMBALINYA SANG PEMENANG DAN DUA RAKSASA DOMINION

    Pendaran sinar matahari sore membiaskan warna keemasan di sepanjang jalan setapak menuju Desa Lembah Asri. Embusan angin sejuk membawa aroma harum bunga liar dan dedaunan basah, menyambut kepulangan rombongan Martis dari Kota Batu Berdarah. Di barisan depan, Martis melangkah dengan tenang. Di dalam pelukannya, Telur Binatang Dewa Suci berpendar hangat secara teratur, memancarkan garis-garis cahaya keemasan yang kian terang akibat pasokan energi Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang disuntikkan Martis secara halus di sepanjang perjalanan. Di sampingnya, dua raksasa setinggi tiga setengah meter, Estias dan Brakas berjalan seraya tertawa terbahak-bahak, saling menepuk bahu batu mereka hingga memicu dentuman-dentuman kecil yang menggetarkan tanah. "Hahaha! Brakas, nanti di desa aku akan mengenalkanmu pada daging panggang bumbu pedas buatan warga!" seru Estias penuh semangat, mata raksasanya berbinar konyol. "Tapi kau harus ingat, jangan makan dua porsi sekaligus seperti waktu kita di kot

  • Pengendali Sistem Terkuat   1043. SANG PEMENANG MUTLAK

    Gema sorak-sorai dan teriakan penuh penghormatan membahana di seluruh pelosok Kota Batu Berdarah. Ribuan warga dan petarung bersujud di atas tanah, menatap sosok Martis yang melayang tenang di tengah panggung dengan mata yang dipenuhi rasa kagum mutlak. Nama Martis sang Pahlawan Api yang telah memusnahkan sosok bayangan misterius dan menyelamatkan Benua Utama kini terngiang nyata di hadapan mereka. Tetua Kaelas masih berlutut di panggung batu meteorit yang retak. Pria tua yang menjadi jawara bertahan di kota itu mengangkat kedua tangannya ke udara seraya melilitkan jubah taoisnya secara rapi. "Hamba... dan seluruh petarung di Kota Batu Berdarah," ujar Tetua Kaelas dengan suara lantang yang menggetarkan arena, "dengan ini menyatakan mundur dari sayembara! Tidak ada satu pun manusia di tempat ini yang cukup bodoh untuk mengukur kekuatan melawan sang Penyelamat Benua!" Pengawas arena yang gemetar hebat buru-buru menyapu keringat di keningnya. Dengan tangan yang menggigil, ia mengambi

  • Pengendali Sistem Terkuat   1042. IDENTITAS SANG DEWA API

    Lautan api hitam beracun milik Gideon membumbung tinggi, mengurung seluruh sudut panggung batu meteorit. Pria berzirah besi duri itu meraung murka, menghantamkan gada raksasanya lurus menuju kepala Martis dengan kecepatan yang membelah udara. "Mati kau!" jerit Gideon histeris. Martis bahkan tidak berpaling. Ia hanya mengangkat jari telunjuk tangan kanannya secara santai, menyambut ujung gada besi raksasa yang diliputi sihir api hitam tersebut. TING! Tidak ada dentuman suara ledakan. Tidak ada gelombang kejut yang meruntuhkan tribun. Hanya bunyi tingting halus yang memecah keheningan. Ujung jari telunjuk Martis menahan gada besi berbobot belasan ton itu dengan ketahanan mutlak tanpa bergeser serambut pun! Gideon terbelalak horor, matanya hampir melompat keluar dari kelopaknya. "A-Apa?! Dengan satu jari?!" Martis menatap Gideon dengan mata keemasan yang memancarkan pendaran dingin. "Ini bahkan belum mencapai seperseribu dari kekuatanku." [Sistem: Mengaktifkan Output Ener

  • Pengendali Sistem Terkuat   1041. KEMURKAAN SANG PELINDUNG

    Tekanan aura Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang melingkupi raga Martis kian pekat, memancarkan gelombang panas yang memurnikan setiap sisa aroma racun di udara. Vanya berlutut di atas panggung batu meteorit, napasnya tersengal-sengal dengan wajah yang pucat pasi. Efek balik dari hancurnya Sihir Penggoda Purba miliknya melumpuhkan seluruh aliran energi di dalam jiwanya. Melihat mata keemasan Martis yang begitu dingin dan tak tersentuh, Vanya menyadari jurang perbedaan kekuatan di antara mereka. Ia mengepalkan tangannya di atas tanah yang membara, meremas gaun sutra hitamnya dengan bibir gemetar ketakutan. "A-Aku... aku menyerah!" jerit Vanya terengah-engah seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam ke tanah. GONGGGGG! Suara gong perunggu berdentum nyaring menggelegar ke seluruh penjuru arena. "Pemenang babak ini... Nomor Peserta 45, Martis!" teriak pengawas arena dengan suara membahana, memecah keheningan penonton yang masih terpukau oleh pemurnian instan tersebut. Vanya berd

  • Pengendali Sistem Terkuat   1040. SANG PENYIHIR

    Suara dentuman gong perunggu kembali membelah keriuhan Kota Batu Berdarah. Asap tipis yang tersisa dari pertarungan sebelumnya perlahan memudar, memperlihatkan permukaan panggung batu meteorit yang kini dipenuhi retakan mendalam. Martis mendarat dengan anggun di tengah panggung. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai tenang ditiup angin sore, sementara mata keemasannya memancarkan pendaran dingin yang teramat tenang. Di antara ribuan penonton yang memadati tribun, bisik-bisik penasaran mulai merebak. Penampilan Martis yang rapi dan tampan tampak sangat kontras jika dibandingkan dengan para petarung bersenjata berat yang mendominasi sayembara ini. "Nomor Peserta 45 telah bersiaga!" seru pengawas arena seraya mengangkat tangannya. "Dan lawannya di babak ini adalah... sang mawar beracun yang tak terkalahkan, Vanya si Penyihir Mawar Hitam!" Dari sudut panggung yang lain, sesosok wanita melangkah keluar dengan keanggunan yang menghipnotis. Ia mengenakan gaun sutra hitam be

  • Pengendali Sistem Terkuat   961. Aidit terluka

    Jeritan minta tolong itu menggema di tengah derasnya hujan dan gemuruh petir. Martis berlari sekencang mungkin ke arah sumber suara dengan jantungnya yang berdebar-debar. Saat Martis tiba, ia melihat tenda Aidit sudah porak-poranda, kainnya terkoyak dan tercabik-cabik oleh tubuh raksasa anaconda it

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   17. Bekerja sama

    Martis memukuli wajah Anton sampai wajah Anton menjadi babak belur.Beberapa menit kemudian Martis berhenti untuk menarik nafas sejenak.Ternyata Anton belum juga kalah. Anton masih bisa bangkit. Namun sayangnya, Martis tidak membiarkan Anton untuk memulihkan dirinya. Martis takut kalau Anton mengguna

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   16. Serangan bertubi-tubi

    Kali ini Martis terlihat agak kesulitan mengindari serangan dari Anton.Nampaknya kekuatan elemen api Anton berbeda dari kekuatan elemen api yang biasanya. Bagaimana tidak? Martis sudah mencoba elemen tanah dan elemen besi untuk menghalau kekuatan api Anton. Akan tetapi, hasilnya tetap sama saja. Api

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status