Beranda / Rumah Tangga / Perempuan Yang Kalian Remehkan / Diantara Rasa Sakit Dan Kehilangan

Share

Diantara Rasa Sakit Dan Kehilangan

Penulis: Queenara
last update Tanggal publikasi: 2026-07-26 02:03:13

Lorong menuju ruang operasi terasa begitu dingin.

Lampu-lampu putih di langit-langit memantul di lantai mengilap. Ranjang yang membawa Freya bergerak perlahan didorong oleh dua perawat. Bunyi roda yang bergesekan dengan lantai terdengar berulang, menjadi satu-satunya suara di tengah keheningan malam.

Freya memandangi langit-langit rumah sakit tanpa berkedip.

Sesekali rasa nyeri dari perutnya kembali menyerang, membuat dahinya mengernyit dan bibirnya bergetar menahan erangan.

Talita be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   RENCANA YANG MENGGEMBIRAKAN

    Sore itu, Ny. Ratna bertemu dengan Eveline di sebuah restoran yang cukup tenang. Berbeda dari biasanya, pertemuan mereka kali ini terasa jauh lebih serius. Ada sesuatu yang ingin disampaikan Ny. Ratna, dan sejak awal ia sudah menyimpan senyum penuh kemenangan di wajahnya. Eveline yang baru saja duduk langsung memperhatikan ekspresi wanita itu. "Tante kelihatannya sedang senang." Ny. Ratna tersenyum. "Memang ada kabar baik." Eveline mengangkat alis. "Kabar baik?" Ny. Ratna mengangguk pelan. "Tadi Tante bertemu Freya." Seketika senyum Eveline memudar. "Freya?" Ny. Ratna mengangguk. "Dan Tante akhirnya mendapatkan apa yang selama ini kita tunggu." Eveline terdiam. Ny. Ratna mendekatkan tubuhnya sedikit. "Freya tidak akan mempersulit perceraian." Mata Eveline melebar. Untuk sesaat, ia tampak benar-benar terkejut.

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   KEPUTUSAN UNTUK MELEPASKAN

    Siang itu, butik kecil yang menjadi tempat Freya mengembangkan RHEYA Atelier mulai dipenuhi aktivitas.Tidak lagi seperti beberapa bulan lalu ketika ruangannya hanya berisi beberapa rak pakaian dan kardus pesanan.Kini, beberapa pakaian hasil desain Freya tergantung rapi.Ada pula meja kecil untuk menerima pesanan, rak kain, serta beberapa kardus yang siap dikirim.Talita sedang memeriksa daftar pesanan ketika sebuah mobil berhenti di depan butik.Seorang wanita turun dari dalamnya.Ny. Ratna.Talita yang melihat kedatangannya langsung terdiam."Freya..."Freya yang sedang memeriksa desain di meja menoleh."Ada apa?"Talita menunjuk ke arah pintu.Freya mengangkat wajah.Seketika ekspresinya berubah."Mama?"Ny. Ratna masuk dengan langkah anggun.Matanya langsung menyapu seluruh ruangan.Ia melihat rak-rak pakaian.Beberapa pelanggan yang sedang melihat-lihat koleksi.Tumpukan paket yang sudah diberi label p

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   Jalan Yang Berbeda

    Hari-hari berikutnya berjalan tanpa banyak perubahan di rumah itu.Namun diam-diam, sesuatu telah berubah dalam diri Freya.Ia tidak lagi menghabiskan waktunya menunggu Arga pulang.Ia juga tidak lagi bertanya ke mana pria itu pergi, dengan siapa ia bertemu, atau mengapa pesan-pesannya tidak dibalas.Untuk pertama kalinya sejak menikah, Freya mulai belajar menjalani hari tanpa menjadikan Arga sebagai pusat hidupnya.Tubuhnya memang belum sepenuhnya pulih.Bekas operasi di perutnya masih terasa nyeri, terutama ketika ia terlalu lama duduk atau bergerak.Tetapi pikirannya sudah mulai dipenuhi sesuatu yang lain.RHEYA Atelier.Pagi itu, Talita datang membawa beberapa contoh bahan.Ia meletakkan tumpukan kain di atas meja kerja kecil Freya."Aku sudah bicara dengan Bima."Freya langsung menoleh."Bima bilang apa?""Dia siap membuat sampel dari desainmu."Mata Freya berbinar."Benarkah?"Talita mengangguk."Katanya desain yang kamu kirim kemarin cukup menarik.""Dia bahkan bilang kalau has

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   TEKANAN YANG SEMAKIN BERANI

    Tentu. Saya ubah sapaan Arga kepada Ny. Ratna menjadi “Mama” dan menyesuaikan dialog agar konsisten.MenulisBab: Tekanan dari Sang IbuSejak pagi, Arga tidak bisa berkonsentrasi.Di ruang kerjanya, beberapa dokumen penting terbuka di atas meja. Laporan keuangan, proposal proyek, dan berkas kerja sama dengan Surya Kapital Group seharusnya menjadi perhatiannya.Namun satu hal terus mengganggu pikirannya.Freya.Sikap wanita itu pagi tadi terasa begitu berbeda.Selama bertahun-tahun menikah, Freya memang pernah marah. Pernah menangis. Pernah mendiamkannya.Tetapi tidak pernah seperti tadi.Tidak ada tuntutan.Tidak ada pertanyaan.Tidak ada usaha untuk menahannya.Seolah-olah Freya sudah benar-benar menyerah.Arga menyandarkan tubuhnya pada kursi."Kenapa dia berubah seperti itu?"Pandangannya kosong ke luar jendela.Biasanya, jika mereka bertengkar, Freya akan tetap menunggunya pulang. Bahkan setelah disakiti, wanita itu masih berusaha menyiapkan makan malam atau menanyakan apakah ia s

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   PAGI YANG ASING

    Pagi itu terasa berbeda.Tidak ada suara langkah Arga di kamar mereka.Tidak ada percakapan kecil seperti biasanya.Tidak ada pula Freya yang bangun lebih dulu untuk menyiapkan pakaian suaminya.Semalam, untuk pertama kalinya, Arga tidur di kamar tamu.Dan Freya membiarkannya.Ia tidak bertanya.Tidak memanggil.Tidak pula mencoba menghentikannya.Sepanjang malam, Freya justru terjaga cukup lama sambil menatap langit-langit kamar.Banyak hal berputar di kepalanya.Tentang Arga.Tentang Eveline.Tentang Ny. Ratna.Tentang rumah tangga yang selama ini ia pertahankan sendirian.Freya akhirnya menyadari satu hal.Ia tidak mungkin terus-menerus memaksa seseorang untuk mencintainya dengan cara yang ia inginkan.Jika hati Arga perlahan berpindah...Jika suatu hari takdir memang memisahkan mereka...Freya ingin dirinya sudah cukup kuat untuk menerimanya.Ia tidak ingin terus menggenggam seseorang yang mungkin sudah ingin pergi.Karena semakin erat ia menggenggam, semakin dalam pula luka yang

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   SEBUAH HARAPAN DARI SEORANG AYAH

    siang itu, ruang rapat utama Malik Group dipenuhi suasana yang jauh lebih tenang dibanding beberapa minggu terakhir.Di atas meja tersusun dokumen kerja sama, laporan keuangan, serta rancangan proyek yang akan dijalankan bersama Surya Kapital Group.Arga duduk berhadapan dengan Pak Surya, ayah Eveline sekaligus pemilik Surya Kapital Group.Beberapa jajaran direksi dari kedua perusahaan juga turut hadir.Setelah hampir dua jam membahas berbagai detail kerja sama, Pak Surya menutup map di hadapannya sambil tersenyum puas."Saya rasa semua poin penting sudah kita sepakati."Arga mengangguk."Terima kasih atas kepercayaannya, Pak."Pak Surya menyandarkan tubuhnya ke kursi."Surya Kapital Group akan mengucurkan pendanaan sebesar seratus miliar rupiah sesuai kesepakatan.""Dana akan dicairkan secara bertahap setelah seluruh dokumen selesai."Mendengar angka itu, beberapa direksi Malik Group saling berpandangan lega.Selama beberapa bulan ter

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   Jendela Baru

    Pagi itu, cahaya matahari menembus tirai tipis kamar. Suara pintu yang menutup pelan menandakan Arga sudah berangkat ke kantor. Seperti biasa, kepergian suaminya meninggalkan keheningan yang terasa hampa di rumah megah itu.Freya duduk di tepi ranjang, menatap kamar yang tertata rapi. Hatinya masih

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   Makan Malam Keluarga

    Ruang makan keluarga besar itu berkilauan dengan lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit. Meja panjang dipenuhi hidangan mewah—sop buntut yang masih mengepul, ikan salmon panggang dengan saus lemon butter, hingga wine mahal yang dihidangkan dalam gelas kristal. Namun di balik semua ke

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   Pagi Yang Tak Lagi Hangat

    Pagi itu terasa begitu tenang. Udara masih lembap, langit belum sepenuhnya terang, dan suara azan Subuh menggema dari kejauhan, bersahut-sahutan dari masjid ke masjid. Freya membuka matanya perlahan. Cahaya lampu tidur yang temaram memantul di wajahnya yang tampak masih letih karena malam sebelumny

  • Perempuan Yang Kalian Remehkan   Kata-Kata Yang Menyayat

    Pintu kamar berderit pelan. Arga masuk dengan langkah gontai, dasi sudah terlepas, wajahnya kusut penuh beban. Matanya merah, entah karena lelah atau terlalu banyak menahan emosi seharian.Freya yang masih duduk di tepi ranjang tersentak. Cepat-cepat ia menyeka pipinya dengan punggung tangan, menye

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status