공유

Bab 124

작가: Stary Dream
last update 게시일: 2026-05-20 20:23:19

Bendera kuning sudah terpasang di depan rumah. Kursi hingga meja sudah dibawa keluar untuk melapangkan rumah yang baru saja mendapatkan kedukaan.

Satu, dua bahkan tiga pelayat baru saja tiba di rumah duka. Termasuk Selina dan Rama yang baru saja memarkirkan mobilnya.

Suara sirine terdengar dari jauh..

Selina menoleh dari dalam mobil. Sebuah mobil polisi melintas dan berhenti di depan rumah. Seorang pria dengan memakai baju tahanan turun dengan tang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Aldi kapokmu kpn bknnya sadar diri mlh mkin makin menjadi tak terkendali hadehh, Rama pasti bkln jagain Selina pastinya darimu Aldi
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 133

    Cincin sudah tersemat. Selina meraih tangan Rama dan menciuminya dengan takzim. Sekarang pria ini adalah imamnya. Tempat ia bergantung. Tempat ia mematuhkan diri dan berlindung. Rama tersenyum. Ia mengusap kepala Selina yang tertutup hijab. Pria ini menyentuhnya dan melantukan doa. Wanita ini sekarang adalah istrinya. Tempat ia mencurahkan dan memberikan kasih sayang. Keduanya saling melempar senyum. Debaran itu sekarang sudah mereda. Berganti dengan rasa yang tegas melingkupi relung hatinya. Selina mencium tangan Mala dan Taufan secara bergantian. Mala memeluk menantunya dengan erat. Sekarang Selina resmi menjadi menantu kesayangannya. Begitu juga dengan Maryono yang membisikkan sesuatu pada Rama. Pria ini bahkan menangis pelan. "Aku percaya padamu, Rama. Kalau kamu tidak akan menyia-nyiakan Selina dan juga Aulia. Namun jika di lain hari kamu tidak sanggup lagi, tolong kembalikan mereka berdua

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 132

    Mata Rama bengkak dengan lingkaran hitam. Bukannya tertidur nyenyak semalam, Rama maalh tak bisa tidur.Begini rasanya ingin menikah? Detak jantung Rama berdegup tak karuan. Ia antusias tapi juga cemas.. bagaimana jika pernikahan hari ini berjalan tidak sesuai rencana?Semalaman Rama berdoa untuk kelancaran pernikahannya hari ini. Semoga tidak ada hal buruk yang menimpa acara pernikahannya.Pagi ini, Rama sudah tampan dengan memakai jas pengantin berwarna biru langit. Ia pun berkaca di cermin untuk memastikan penampilannya sebelum pergi ke gedung acara."Sudah siap, Rama?" Tanya Mala yang sudah memakai kebaya berwarna biru tua."Ma. Lihat mataku!" Rama menunjuk matanya."Astaga, nak! Apa yang terjadi?" Mala jadi tertawa. "Sebentar mama panggilan tim MUA. Biar mereka menyamarkan lingkaran hitammu.""Ya. Sekalian buatkan aku kopi." Rama ngantuk sekali dan butuh obat yang namanya tidur. Tapi tak mungkin dia tidur di hari be

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 131

    Semua mata tertuju pada pria yang duduk dikursi roda tersebut. Rangga datang dengan wajah layunya. Ia tak berani mengangkat wajah ataupun menyapa keluarga yang tengah berkumpul.Lain hal lagi dengan wanita yang tersenyum sumringah itu. Ia menyapa semua orang tanpa rasa malu."Hai semua.. sepertinya kami melewatkan acara malam ini." Ucap Nisa tersenyum manis.Kirana bangun dari duduknya. Oleh karena situasi yang menjadi canggung, wanita ini mengambil alih dengan pura-pura tak mengerti."Hai, Nisa, Rangga. Kejutan sekali.. kamu sudah diperbolehkan pulang?""Tepat sekali saat tante dan mama tadi pulang ada dokter yang berkunjung. Dia bilang mas Rangga bisa pulang malam ini." Nisa yang menjawab pertanyaan itu."Begitu ternyata." Kirana tersenyum. "Kalian sudah makan malam?""Kebetulan belum. Aku dan mas Rangga belum sempat makan malam ini." Jawab Nisa lagi."Mari tante antarkan ke meja makan." Ajak Kirana.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 130

    Mala menatap tajam wanita yang tengah tersenyum manis padanya. Dengan wajah polos itu, ia bertingkah seolah tak terjadi masalah.Padahal satu minggu yang lalu, Nisa datang ke rumah dan mencaci maki Rangga. Setelah itu, ia mengancam akan menceraikan suaminya yang tak berguna."Apa kabar, tante?" Sapa Nisa ramah pada Kirana."Oh.. baik." Kirana menerima ciuman di pipi kanan dan kiri dari wanita ini. Sementara untuk mertuanya, Nisa main melewatinya saja."Kapan tante tiba dari Jerman?" Tanyanya."Subuh tadi.""Sedang apa kamu disini, Nisa?" Mala menatap tak suka."Seperti yang mama lihat. Mengurus suamiku.""Suami yang hendak kamu ceraikan?" Alis Mala terangkat satu. "Sejauh mana gugatanmu?"Nisa menggeleng. Wajah itu berubah sedih."Aku sudah impulsif dalam membuat keputusan. Jadi kami memutuskan untuk kembali bersama.""Kembali bersama?" Mala memandang anaknya. "Benar itu, Ran

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 129

    Keluarga besar dari pihak Taufan dan Mala mulai berdatangan sejak pagi. Rumah besar yang biasa sepi ini sekarang ramai akan canda tawa. Dan sesuai rencana, malam ini akan diadakan pengajian untuk mendoakan kelancaran hari pernikahan Rama."Berarti pindah ke Jerman itu hanya wacana?" Goda Tommy, adik Taufan. Pria ini juga sudah tiba dari luar negeri."Atau kamu mau mengajak istrimu tinggal bersama kami?" Kirana istri dari Tommy juga ikut-ikutan menggoda keponakannya.Taufan berdeham. "Tidak boleh ada yang keluar dari rumah ini. Semua anak-anakku harus menetap di kota ini."Kirana tergelak sambil memandang kakak iparnya. Apalagi Taufan sudah kembali ke mode protektif."Apa kabar Rangga? Masih sakit?" Tanya adik Mala, Tito."Masih." Jawab Mala singkat.Semua sudah mengetahui kisah tragis kakak dan adik ini. Mungkin ada hikmah setelah ini dimana Rangga dan Rama akan menjadi dekat. Apalagi mereka tahu benar jika beberapa tahu

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 128

    Rangga masih merenung di atas tempat tidurnya. Memandang ke jendela dimana langit sudah berubah menjadi gelap gulita. Malam ini tidak ada Rama di sisi sebrang sana. Adiknya itu sudah terlebih dahulu menyentuh kebebasan.Sementara, Mala nampak lelah walau kata itu tak terucap. Dan dengan rasa tak enak hati, Rangga meminta ibunya itu pulang ke rumah. Mala sudah cukup tua untuk terus-terusan menjaga anaknya. Apalagi anak seperti Rangga yang terus menyusahkan."Kalau ada apa-apa kamu pencet bel saja ya, nak. Nanti ada suster yang akan datang." Mala berpesan sebelum pulang.Rangga mengangguk. Pria ini sudah bisa duduk walau kaki kanannya masih sukar digerakkan.Mala pulang ke rumah untuk mengurus pernak pernik dari pernikahan Rama. Waktu menunjukkan empat hari lagi. Banyak sekali impian Mala untuk menyambut hari bahagia Rama. Namun sayang mungkin semuanya tak sesuai dengan lancarnya rencana.Sesampainya di rumah, Mala langsung melihat kondisi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 29

    Pemakaman ini diadakan secepat kilat. Tanpa tamu yang datang, tanpa tetangga mengetahui. Hanya ada Aldi, Sandi, Husna dan petugas pemakaman.Bayi mungil yang belum cukup bulan itu akhirnya memenuhi panggilan Sang Kuasa. Berjaga di pintu gerbang sembari menunggu kedatangan orang tuanya di surga.Ald

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 28

    Aldi tergugup-gugup membalas pandangan pria paruh baya yang ada di hadapannya. Maryono menatapnya dengan rahang mengeras, matanya memerah seakan penuh penekanan.Rambutnya memang memutih tapi tubuh itu tampak tegap walau ada tongkat yang dijadikan penyangga untuk berjalan. Namun, sama sekali tak me

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 27

    *Trigger warning! Banyak adegan berbahaya untuk penyintas.*Brak!!Mobil truk berwarna merah itu menghempaskan tubuh Selina begitu saja.Selina yang tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya terhuyung mundur setelah terdorong oleh Aldi dari depan. Bersamaan dengan truk merah yang sedang melajukan kend

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 26

    Selina masih disini. Duduk di sudut kamar dengan kaki yang memanjang. Matanya memandang hampa lurus ke depan dengan air mata yang menitik deras. Tanpa suara. Tanpa isakan.Ditangannya menggenggam duka, di bahunya tersirat beban yang tak terlihat. Dan di dalam perut ini ada calon anaknya yang siap m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status