LOGIN“Mari buat pasukan untuk menyerang ke dalam formasi!” Kata-kata dari tetua tanah suci Yaochi sampai, dia tidak bisa lagi untuk diam saja. Jika memang perang bisa terjadi kapan saja, bukankah mereka lebih baik memulai untuk mengurangi korban? Dan mencegah musuh menjadi jauh lebih kuat? Jadi mengirim pasukan adalah langkah yang terbaik untuk mereka sekarang. Hanya saja karena formasi ini mengembang dengan cukup cepat, mereka harus memastikan batasan dari formasi untuk masuk. Jadi mereka harus punya seseorang yang bisa dijadikan pengorbanan untuk melihat sendiri batas kekuatan dari dalam. Mendengar pengorbanan, mana mungkin mereka semua mau mengorbank orang-orang mereka sendiri. Apalagi semuanya adalah orang yang paling mereka anggap penting bagi masing-masing kekuatan di saat seperti sekarang ini. Melihat semuanya hanya diam, tetua agung dari sekte Heaven mengucapkan kata-kata yang membuat semua kekuatan berkeringat. Dia menyebutkan kalau tidak ada dari mereka yang mau bekerjasama untu
“Apa ini yang kamu inginkan?”Awuuuu! (Aku ingin mereka semua mati!)Di dalam alam kematian, serigala hitam di rantai oleh naga hitam yang melihat kalau serigala hitam hilang kendali. Sejak kembali dengan cara dia paksa, serigala hitam tidak pernah mau tenang dan malah lebih terus bertindak liar. Ini karena apa yang terjadi pada Xiao Chen sangat berdampak pada mental serigala hitam. Pada kenyataannya memang bukan salah serigala hitam tapi karena dia ada dengan Xiao Chen, seharusnya dia bisa melindungi Xiao Chen. Tapi dia malah membuat Xiao Chen sekarat seperti sekarang yang membuat dirinya menjadi sangat marah terhadap kelemahan tersebut. Andaikata dia melepaskan semua yang membebani nya, mungkin dia bisa menyelamatkan Xiao Chen. Sekarang dia melihat sendiri kekuatan hidup Xiao Chen sudah mulai terkikis perlahan dan jelas tidak mungkin untuk disembuhkan. “Anak ini benar-benar sangat setia … tapi kamu tetap tidak boleh keluar dari tempat ini apapun yang terjadi! Setelah kamu tenang, a
“Tidak menjawab iya? Apa selalu seperti ini aturanmu? Dia cucuku sekarang, seharusnya kamu mengerti kalau cucu dari keluarga Lou ku bukan sesuatu yang dapat kamu sentuh!” Ekspresi kakek Lou menjadi penuh dengan amarah dan auranya juga meningkat menjadi sesuatu yang sangat mencengangkan. Bahkan jika saat berhadapan dengan dua master sekte sebelumnya pun, aura ini tidak akan dapat ditahan oleh mereka. Jika pun semua pemimpin itu bergabung, masih belum dapat menyaingi sepuluh persen dari aura yang dilepas oleh kakek Lou. Wajahnya yang kembali muda dan juga ada tombak petir yang berkeliaran seperti naga di sekitar tubuhnya membuat suasana tersebut terlihat seperti dewa petir yang sedang turun. Semua keadaan itu benar-benar membuat perubahan besar di dalam lubang hitam, seolah dewa petir sedang murka. Bahkan suasana di alam dewa sedikit terguncang karena kemunculan tombak ungu kehitaman milik kakek Lou tersebut. Saat tidak ada balasan, kakek Lou masih sangat tenang menahan amarahnya dan d
“Duduk katamu? Bahkan jika aku ingin duduk seharusnya kalian harus sadar diri! Kau pikir keturunanku bisa kalian tidak hargai begitu saja? Mereka masih hidup karena kebaikan dari keturunanku, tapi bahkan kalian tidak menunjukan rasa terima kasih padanya dan menuduhnya sebagai orang yang berbuat masalah! Hei, mati saja kalian disana …” balas master sekte Dao dengan ekspresi yang sangat marah dan dia tidak peduli siapapun itu. Tapi jelas kalau dia sudah tidak senang dengan yang telah terjadi pada Xiao Chen sekarang, bahkan tidak ada tanda terimakasih oleh mereka. Master sekte petir menjelaskan kalau semua akan benar-benar memberikan pertanggungjawaban penuh, tapi keduanya benar-benar tidak senang. “Apa kalian benar-benar ingin memulai kekacauan dalam situasi seperti sekarang? Masalah kita belum selesai dan kalian malah seperti ini!” Kata master sekte pedang dengan serius mengingatkan keduanya, masalah mereka sudah sangat besar tapi jika keduanya masih bersikeras membuat masalah. Ini ak
“Jadi apa yang harus kami lakukan sekarang?” tanya pria dengan tato naga kepada para petinggi yang tampaknya tidak terlalu tertarik dengan semua yang terjadi. Seolah mereka benar-benar tidak merasa ada kegagalan dalam rencana mereka. Untuk beberapa saat mereka saling pandang dan tidak mengatakan apapun, mereka hanya berpikir kalau apa yang terjadi sekarang sudah cukup untuk menarik perhatian. Mereka hanya mengingatkan agar tetap menahan pengembangan wilayah kehancuran untuk sementara waktu. Karena mereka butuh waktu untuk bisa membuat diri mereka menggunakan kekuatan kehancuran di alam dewa sepenuhnya. Saat semua kekuatan mereka bisa digunakan, maka mereka bisa pergi untuk berhadapan dengan para ahli di alam dewa. Lalu mereka memberi perintah untuk memperhatikan para dewa dari alam yang lebih tinggi. Meskipun mereka terlihat tenang, tapi tidak ada satupun yang bisa di percaya dari orang-orang alam lebih tinggi itu. Dewa mereka telah bertempur dengan orang-orang itu tapi tidak ada kem
Setelah Xiao Chen keluar dan tepat saat Xiao Chen membuat segel, hal mengejutkan terjadi di tempat para kelompok yang menjadi musuh Xiao Chen itu berada. Dari bawah, mereka tiba-tiba merasakan ada semburan kekuatan besar yang sedang naik. Tapi karena mereka berpikir itu tidak berbahaya jadi mereka sontak menjadi sangat santai, hanya saja selanjutnya membuat mereka langsung ketakutan setengah mati. Karena semburan itu menjadi ledakan besar yang langsung membuat mereka semua terluka, dari asap yang keluar ada berbagai racun yang membuat mereka merasakan sakit luar biasa.“Sialan, ini racun … bagaimana mungkin ada racun di tempat ini? Kenapa?” Banyak dari mereka yang tidak bisa bertahan langsung jatuh dengan sangat menyedihkan. Mereka juga terluka parah dan beberapa banyak yang mati karena racun, melihat rekan mereka mati dengan alasan yang tidak jelas, tentu saja itu membuat banyak dari mereka sangat marah. Mereka hanya memikirkan satu orang yang seharusnya sekarang telah mati, mereka
“Hm…? Jadi ini adalah….” tetua agung melihat sosok Xue Rong'er yang telah menutup wajahnya. Dan karena hal itu, tetua agung sedikit penasaran dengan siapa wanita yang baru saja di bawa oleh Xiao Chen. Dan Mu Biyu yang melihat dari belakang, ikut diam serta penasaran dengan wanita yang saling bergan
“Kalian semua sudah berkumpul? Biyu, adakah yang tertinggal?” tanya tetua agung pada Mu Biyu yang telah diangkat menjadi pemimpin murid. Mu Biyu memeriksa dengan hati-hati dan mengatakan kalau semua murid yang akan ikut dalam kompetisi telah berkumpul. Tidak ada yang kurang dan mereka semua sudah a
“Achu! Kenapa hari ini dingin sekali? Apa ada yang terjadi di sekte selama kita pergi?” Xiao Chen merasa cuaca di sekitar sekte sedikit lebih dingin dari biasanya. Sehingga tubuhnya terasa dingin, sudah beberapa hari sejak dia kembali ke sekte. Dan saat ini dia bersama dengan Gu Zia yang telah kemb
Xiao Chen yang kembali ke penginapan di sambut dengan tatapan aneh oleh tetua pertama, seolah sedang menatap pelaku pencurian. Dan Xiao Chen juga menatap aneh kepada tetua pertama, baru saja datang tapi tetua pertama malah memberikan tatapan seperti itu padanya. Dia seolah telah melakukan kesalahan







