MasukSebuah kecelakaan membingungkan yang melibatkan Ghazanvar Nawasena Gunadhya dan menelan nyawa sepasang suami istri membuat Ghazanvar terjebak pernikahan dengan anak korban kecelakaan tersebut. Ghazanvar yang masih bingung dan merasa bersalah karena kecelakaan itu malah menjadikannya sebagai saksi akhirnya menerima solusi absurd sang mami untuk memperistri anak korban yang sekarang menjadi yatim piatu. Naraya Kirani adalah mahasiswi Seni sebuah Universitas di Jakarta tiba-tiba harus menjadi yatim piatu setelah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Gadis cantik dengan mata besarnya yang indah itu terpaksa menerima lamaran mami Zara untuk Ghazanvar dari pada harus menjadi penebus hutang mendiang orang tuanya kepada seorang rentenir kejam yang ingin menjadikannya istri. Dalam sepengetahuan Naraya, Ghazanvar adalah orang pertama yang melihat dan melaporkan kecelakaan kedua orang tuanya. Apakah pernikahan kedua orang asing ini bisa berakhir saling mencintai? Atau justru Nay akan membenci Ghaza, bila mengetahui kalau pria itu ikut andil dalam kecelakaan yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal?
Lihat lebih banyak“Tahan sebentar. Ini akan terasa sakit.”
Kelopak mata Aina terbuka perlahan, ia menggeliat saat merasakan hawa panas menyentuh pundaknya.
Namun begitu menyadari pemandangan di atas tubuhnya, Aina langsung membelalak.
Tepat di atas tubuhnya, seorang pria dengan tubuh kekar sedang mengukungnya. Kepala pria itu nyaris menyentuh pundak polosnya. Dan detik itu juga, Aina tersadar bahwa pundaknya tersibak, menampilkan kulitnya yang mulus.
Tanpa berpikir dua kali, ia langsung mendorong kuat tubuh pria itu hingga jatuh dari kasur.
“Apa yang kau lakukan?!”
Ia beringsut mundur, menghimpit kepala ranjang, tangannya bergerak menarik bagian gaun yang terbuka.
Tidak ada jawaban dari pria yang tadi berada di atasnya. Pria itu nampak sibuk meraba-raba sekelilingnya. Kening Aina sontak berkerut dalam.
Apa yang dia lakukan…?
Namun saat ingin bertanya lebih lanjut, ia baru menyadari keadaan sekitarnya.
Ini bukan kamarnya!
"Istriku..." suara berat dan dalam dari pria yang ada di depannya membuat Aina menaikkan alisnya.
"Bukankah kita sudah setuju untuk bermain peran menjadi sepasang suami-istri yang bahagia?" tanya pria itu datar sambil menatapnya dengan… kosong?
Aina tersentak mendengar pria itu memanggilnya. Apa maksudnya suami istri? Dia sudah melajang hampir seumur hidupnya dan menghabiskan sebagian harinya dengan membaca novel di kamarnya. Bagaimana bisa ada pria yang mengaku sebagai suaminya?
Ini pasti mimpi!
Namun melihat penampilan pria di hadapannya… dengan wajah bak dewa yunani, alis tebal, ia luar biasa tampan. Dan Aina baru menyadari bahwa kedua mata pria itu terlihat sedikit aneh.
Aina menelan ludahnya, menatap lurus mata pria itu. Bahkan tidak ada fokus di sana, dan tidak ada gerakan pupil seperti orang pada umumnya. Warna putih keabu-abuan nyaris memenuhi sebagian besar pupil matanya, membuat dada Aria berdebar aneh.
Pria itu tidak sedang menatapnya.
Suara pria di depannya kembali menarik kesadaran Aina.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau jadi ragu karena jijik dengan suamimu yang buta ini?"
Aina membelalak. Mulutnya terbuka, namun tidak ada suara yang keluar darinya. Ternyata pria itu buta… pantas saja tatapannya terlihat kosong seperti itu. Aina langsung merasa iba pada pria tampan di mimpinya itu.
Namun saat Aina hendak bersuara, pria itu tiba-tiba mendekat dan mencengkeram tangannya. Sentuhannya terasa sangat nyata, membuatnya panik dan yakin bahwa semua ini bukan mimpi seperti yang ia kira.
Aina membeku di tempat saat perlahan pria itu bergerak mendekat, ia menelusuri lengan Aina dengan ujung jarinya, seolah sedang memastikan posisi wanita itu di hadapannya.
“Padahal kau juga yang memaksa ingin tidur denganku,” ucap pria itu rendah. “Tapi sepertinya kau menyesalinya.”
Jarak di antara keduanya semakin menipis, tubuh Aina menegang dengan bulir keringat dingin yang memenuhi keningnya. Tanpa sadar, Aina mencengkram sprei sutra yang melapisi tempat tidur.
Pria di depannya ini semakin mendekat, tangan besar pria itu menarik kancing gaunnya perlahan.
Aina ingin menyangkal bahwa semuanya pasti hanya mimpi… namun segalanya terasa sangat nyata. Terlebih saat bibir pria itu mulai mendarat di pundaknya, sebelum berhenti tepat di dekat telinganya.
“Bertahanlah dan jadi istri yang baik kali ini.”
Aina refleks mendorong pria itu lagi. Kali ini ia menggunakan kesempatan itu untuk bangkit dari tempat tidur, lalu bergegas ke arah pintu untuk melarikan diri.
Meski pria itu tampan, tapi Aina tak ingin melakukan itu dengannya. Mereka belum menikah, bahkan ia tak mengerti kenapa bisa ada di situasi seperti ini.
Aina berlari sekuat tenaga, tak menoleh lagi karena takut pria buta itu mungkin saja bisa mengejarnya. Namun tiba-tiba, rasa sakit yang tajam menghantam dadanya.
Namun di saat yang bersamaan, sesuatu menabrak tubuhnya hingga ia jatuh tersungkur. Napasnya memburu saat rasa sakit di kepala dan sekujur tubuh menyerangnya tanpa ampun.
"Nyonya! Apakah Anda baik-baik saja?!" suara seorang wanita membuatnya terkejut. Aina menoleh perlahan, mendapati wanita dengan pakaian bak pelayan berlutut di sampingnya.
"Kenapa Anda berlarian di lorong malam-malam seperti ini? Bukankah Anda seharusnya sedang bersama Yang Mulia Duke Elgard?" lanjut wanita itu.
Aina membeku seketika
Duke... Elgard?
Nama itu tak terasa asing di telinganya.
Aina langsung menatap sekelilingnya. Tempat yang asing, gaun yang aneh, suami buta dan Duke Elgard…
Jangan bilang ia berada di dalam novel favoritnya?!
Satu topik pembicaraan yang sampai saat ini tidak pernah berani Ghazanvar dan Naraya bahas adalah tentang keterlibatan Ghazanvar dalam dunia hitam sebagai penerus sang papi.Naraya bisa mengijinkan Ghazanvar touring bersama teman-teman ghenk motornya tapi melakukan sesuatu yang berhubungan dengan dunia hitam—Naraya sulit sekali memberi ijin kepada Ghazanvar untuk pergi.“Sayang ….” Ghazanvar mengikuti Naraya ke kamar Zion karena dari Baby monitor terdengar suara Zion menangis.“Nan, Zion sama saya aja …,” kata Naraya alih-alih merespon panggilan suaminya yang telah menggunakan pakaian stelan jas lengkap padahal hari sudah larut malam.“Nanny keluar aja,” pinta Naraya agar Nanny tidak mendengar percakapan mereka. Nanny mengangguk tanpa membantah lalu keluar dari kamar Zion tidak lupa menutup pintu.“Sayang …,” panggil Ghazanvar lagi meminta perhatian Naraya.Naraya membuka kancing di dadanya untuk menyusui Zion, dia lantas duduk di single sofa khusus ibu menyusui yang bisa bera
Hari ini Gunadhya menggelar hajat besar untuk pernikahan Zyandru-anak bungsu dari om Kama dan tante Arshavina.Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba kakak sepupu Ghazanvar yang baru saja pulang dari menyelesaikan pendidikan S2 di Amerika itu menikah dengan anak pesaing bisnis ayahnya.Menurut gosip yang beredar dari kalangan Gunadhya, calon mempelai pengantin wanita mendapat wasiat dari mendiang ayahnya untuk menikah dengan Zyandru.Dan yang membuat heran adalah om Kama dengan ayah dari calon mempelai wanita sering berseteru karena bersaing ketat dalam bisnis.Karena hal tersebut muncul dugaan kalau ada perjanjian menguntungkan yang dilakukan Zyandru dengan calon istrinya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.Jadi pagi sekali Naraya sudah didandani oleh Mua ternama langganan para artis dan ibu pejabat yang diundang datang ke rumah. Menurut informasi, Svarga dan Zaviya akan datang saat resepsi jadi Ghazanvar dan Naraya harus datang di akad nikah.Ghazanvar dan Sv
Beberapa bulan kemudian Anasera melahirkan putri cantik bernama Alenna Keiza Gunadhya.Dan malam minggu ini Arnawarma mengundang keluarga kecil Ghazanvar serta Radeva dan Anggit dengan Latief untuk makan malam di rumahnya.Bayi kecil bernama Keiza itu mendapat banyak kado dari sahabat mommy dan daddynya.Sama dengan Ghazanvar, Arnawarma pun memperlakukan Anasera layaknya Ratu.Ada banyak asisten rumah tangga serta perawat yang mengurus Keiza dan Anasera jadi di saat lemah seperti ini Anasera hanya ongkang-ongkang kaki saja di rumah menikmati kenyamanan yang diberikan suaminya.“Ipeh berapa minggu lagi melahirkan?” cetus Ghazanvar bertanya.“Antara empat atau lima minggu lagi.” Radeva yang menjawab.“Kalian kok anteng-anteng aja jadi orang tua baru, kaya santai banget gitu … memangnya Zion sama Keiza enggak pernah bangun malem? Yang aku denger katanya kalau istri baru melahirkan si suami harus siap sedia membantu istri begadang karena menyusui.” Rad
Ghazanvar benar-benar memperlakukan Naraya seperti seorang ratu.Setelah dokter menyatakan kalau Naraya sudah diperbolehkan pulang, Ghazanvar langsung mencari Nanny untuk Zion dan suster untuk merawat Naraya.“Bang, Nay ingin ngurus Zion sendiri … Nay juga enggak butuh perawat,” bisik Naraya di telinga suaminya saat dia baru saja sampai di rumah dan bertemu dengan dua orang wanita yang usianya terpaut sekitar sepuluh tahunan lebih tua dari mereka.Ghazanvar tersenyum, memberikan seat car di mana Zion tengah terlelap kepada Nanny.“Nanti kalau dia nangis bawa ke kamar saya ya,” titah Ghazanvar kepada Nanny tanpa merespon ucapan istrinya.“Baik, Pak.” Nanny pergi membawa seat car menuju lantai dua di mana kamar Zion berada.“Air hangat untuk Ibu berendam sudah siap, saya juga tambahkan garam Himalaya agar ibu lebih rileks,” kata sang perawat.“Terimakasih ya Bu, nanti saya panggil kalau butuh sesuatu,” kata Ghazanvar menahan agar sang perawat tidak perlu ikut ke kamar mereka.Na
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak