Home / Zaman Kuno / Perjalanan Sang Batara / 104. Kesaktian Keris Batu Raden

Share

104. Kesaktian Keris Batu Raden

Author: Gibran
last update publish date: 2025-07-22 06:05:59

Mata Gondo Sula tercekat melihat tubuh keris yang berwarna hijau tua itu. Dari dalam sarung keris tersebut muncul aura yang sangat aneh dan membuat sesak pernafasan. Seketika suasana tempat tersebut menjadi lebih dingin dan mencekam. Iblis Cantik mengangkat keris itu tinggi-tinggi.

"Keris Batu Raden, aku meminta padamu, panggilkan siluman yang bisa menyembuhkan ajian Pengikat Arwah!" ucap Iblis Cantik dengan suara bergetar. Tangannya bergetar sesaat. Lalu dengan cepat wanita it
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan Sang Batara   330.Tertangkap

    Bersamaan dengan tumbangnya Ye Zhu, Xian Hui pun memenangkan pertarungan melawan Zhu Guan. Siang Yu menatap Jaka Geni lalu dia menjatuhkan pedangnya di tanah hingga menancap. "Aku menyerah. Kekuatanku sudah mencapai batasnya. Dan makhluk-makhluk tak berguna ini mengacaukan segalanya. Harusnya makhluk lain, tapi malah babi sialan yang keluar." kata Siang Yu kesal. Jaka Geni menghampiri Siang Yu. "Sebenarnya aku masih penasaran, kamu ini Yang Sian Kan atau Siang Yu? Jika benar kau Yang Sian Kan, dimana kekasihku Utari Dewi?" tanya Jaka. Dia mengira sedari awal Siang Yu hanyalah drama yang di lakukan Yang Sian Kan. "Aku benar-benar Siang Yu. Apakah kamu pernah mendengar yang namanya reinkarnasi?" tanya Siang Yu. Jaka diam sejenak. Sejak kecil dia hanya tahu tentang bertarung. Gurunya sama sekali tidak mengajarkan ilmu lain selain silat dan kanuragan. "Sepertinya kamu ini orang bodoh. Tapi pada dasarnya aku tidak ada perselisihan denganmu. Aku anggap pertarungan ini sebagai latiha

  • Perjalanan Sang Batara   329.Siluman Ye Shu

    Blarrrrrr! Ledakan keras kembali mengguncang makam besar yang kini telah menjadi arena pertarungan dahsyat. Tanah melambung tinggi setelah ledakan terjadi. Siang Yu mendengus kesal. Matanya yang membara menatap ke arah Jaka Geni yang melongo tak percaya. "Pedang ku menyerang sendiri?" ucap Jaka tak percaya. "Sepertinya ada daya tarik tersendiri dari tubuh Siang Yu atau pedang merah itu. Kita coba untuk mengetes lagi."Jaka menghunus kan pedangnya ke arah lain. Tangannya sedikit berat seolah pedang itu tidak mau ke arah yang lain. Namun ketika dia menghunus pedangnya ke arah Siang Yu, seketika petir ungu melesat lagi ke arah Siang Yu! "Gila! Dia benar-benar tertarik untuk melawan Siang Yu!" ucap Jaka dalam hati. Siang Yu yang sudah murka langsung membabat petir tersebut dengan pedangnya. Namun dia terpental keras karena ledakan yang ditimbulkan petir tersebut. "Setan sialan,bantu aku wahai pedang Segel Neraka!"Siang Yu menancapkan pedang ke dalam tanah. Kali ini muncul tiga ma

  • Perjalanan Sang Batara   328.Pertarungan Dua Pedang Dewa

    Jaka Geni tertawa membuat Siang Yu berang. Dengan penuh amarah dia berteriak. "Bunuh dia!" Jaka kembali serius saat melihat makhluk besar yang keluar dari dalam tanah makam. Makhluk itu adalah sesosok babi hutan dengan tubuh manusia. Tubuhnya sangat besar, hampir lima kali lipat tubuh orang dewasa. Dengan pedang Guntur Jaka menyerang makhluk tersebut. Xian Hui turut membantu dalam wujud ular raksasa. Melihat ular putih raksasa yang memotong serangan babi hutan siluman tersebut, Siang Yu segera mencabut pedangnya dan melawan Jaka Geni. Pertarungan dua pedang Dewa pun terjadi. Pedang Segel Neraka milik Siang Yu sejatinya adalah milik Dewa Penjaga Neraka,Wuchang. Siang Yu mendapatkan pedang itu sebagai hadiah karena masa reinkarnasi nya yang seharusnya dua puluh tahun setelah kematian, menjadi delapan ratus tahun lamanya. Karena kesabaran itulah, yang membuat Wuchang mau memberikan salah satu pedang nya. Yaitu pedang Segel Neraka. Jaka Geni sangat bersemangat saat bertarung. Entah

  • Perjalanan Sang Batara   327.Titisan Siang Yu

    Yang Sian Kan melangkah keluar dari lubang. Matanya merah membara. Tangannya di hantam kan ke tanah makam. "Datanglah!" teriak Yang Sian Kan. Lalu dari dalam tanah muncul retakan besar yang melancarkan aura merah gelap. Sebuah pedang beraura merah keluar dari dalam tanah. Pedang itu penuh dengan kobaran api. Pedang Guntur Saketi menanggapi kedatangan pedang tersebut. Cahaya kilat Ungu yang terpancar dari tubuh pedang itu semakin santer. Dan secara aneh terbang ke arah Jaka Geni yang segera menangkapnya. "Eyang sampai menanggapinya seperti ini, pedang pusaka apa yang keluar dari tanah makam itu?" batin Jaka Geni. Yang Sian Kan mendatangi pedang yang baru muncul dari dalam tanah. "Delapan ratus tahun aku menantikan kedatangan ku di dunia ini. Ternyata tubuh pemuda ini yang menjadi wadahnya. Sungguh mengejutkan masih ada darah Chu yang mengalir di dunia ini." ucap Yang Sian Kan sambil menarik pedang merah membara yang muncul dari dalam tanah. Matanya menyorot ke arah Jaka Geni. "

  • Perjalanan Sang Batara   326.Neraka Jari Merah

    Utari Dewi merasa terpancing untuk keluar dari toko Nenek Chung. Dia melihat banyak orang berkerumun melihat ke arah langit di timur laut. Utari menatap ke arah sana. Mata birunya seketika membesar. "Awan hitam di musim panas? Tidak mungkin ada turun hujan bukan?" batin Utari Dewi. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. "Jangan-jangan...!" mata Utari berkaca-kaca. Berbulan-bulan lamanya dia tidak bertemu dengan Jaka Geni. Dia yakin sekali, itu adalah kekuatan petir sang pendekar yang telah lama dia rindukan. Nenek Chung melihat perubahan pada wajah gadis itu. "Apakah kau mengetahui sesuatu dengan keadaan di sana? Aku yakin itu berada di kawasan Ibu Kota." ujar Nenek Chung. Utari Dewi tidak menjawab. Namun dia tersenyum penuh arti kepada nenek tersebut. Tiba-tiba kerumunan itu menyingkir saat serombongan pasukan berkuda datang. Utari Dewi buru-buru masuk ke dalam toko. Seorang berpakaian putih dengan rambut putih panjang berhenti bersama pasukan tersebut. Pasukan itu adalah praj

  • Perjalanan Sang Batara   325.Pertarungan Di Atas Makam

    Kasim Yang Jie tergopoh-gopoh berlari keluar istana saat mendengar laporan ada awan hitam yang tiba-tiba menutupi langit Luoyang. Dia melihat dengan jelas awan yang sangat gelap itu sehingga seluruh kota menjadi seperti di malam hari. Para penduduk kota mulai panik. Mereka segera menyalakan lampu minyak di rumahnya masing-masing. "Awan hitam yang tak biasanya... Apakah pendekar asing itu telah berada di Luoyang?Tepat sekali di saat Kaisar dan Menteri Pertahanan sedang berperang. Sial," ucap Yang Jie sambil terus menatap awan hitam itu. Tiba-tiba dari atas langit sinar ungu terang menyilaukan mata menyambar turun ke bawah dengan suara yang menggelegar membuat kota Luoyang bergetar. Semua orang panik dan segera menutup rumahnya. Padahal hari masih pagi. Mereka bersembunyi di dalam rumah masing-masing. Para pedagang pun segera menutup tokonya karena takut jika ternyata itu adalah amukan Dewa Petir Lei Gong. "Sepertinya Dewa akan menghukum Raja Tang Tie. Tapi sayang, Raja tengah perg

  • Perjalanan Sang Batara   53. Iblis Cantik Dari Lembah Neraka

    Pangeran Slamet membalikkan badannya. Dia merasa harga dirinya sebagai seorang Pangeran di sebuah Kerajaan besar telah hilang. "Apa yang aku lakukan? Bagaimana bisa aku mengintip wanita yang tengah mandi?" ucapnya lirih dengan perasaan bercampur aduk. Saat di

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Perjalanan Sang Batara   52. Pangeran Dari Banyu Emas

    Jaka terbangun saat sinar matahari pagi menembus dedaunan yang menyilaukan matanya. Dia menoleh ke sebelahnya, dimana ada dua gadis cantik jelita yang masih memeluk tubuhnya. Dua wanita yang tak lain adalah Ratu Ambarwati dan Putri Maharani, tengah memeluknya dalam kead

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Perjalanan Sang Batara   46.Pedang Warisan Dewa

    Jaka membuka matanya dan melihat ke sekitarnya. Didepannya masih ada kitab yang dia baca beberapa waktu lalu. Tak jauh darinya, Ratu Ambarwati dan Putri Maharani tengah sibuk membuat makanan. Jaka kembali melihat kitab di tangannya. "Aneh, dimana tulisannya?" ucapnya lirih saat mel

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Perjalanan Sang Batara   29. Badai Asmara Maharani

    Perhatian! (Episode ini mengandung adegan dewasa!) bagi yang berumur di bawah 18+ di sarankan untuk tidak membacanya. Terimakasih. Jaka menatap mata indah yang sangat menawan itu. Tidak diragukan lagi, gadis yang ada di depannya benar-benar sangat cantik. Julukan gadis tercantik d

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status