LOGINDalam hati Joshua pasti mengomel mengapa Samuel begitu pelit tidak mengizinkan dia berada di samping Katarina. Namun mengingat jika Bella didekati oleh pria lain, Joshua juga pasti akan melakukan hal yang sama seperti Samuel. Joshua bisa mengerti apa yang Samuel rasakan. “Kamu tadi sudah menunggu lama, ya?” tanya Joshua seraya tersenyum ramah kepada Samuel. Joshua tidak masalah Samuel tidak mengizinkan dia dekat-dekat dengan Katarina. Saat menginjakkan kaki di negara asalnya dan melihat Katarina datang bersama Samuel, Joshua sadar dia tidak mungkin bisa bersama dengan Katarina. Katarina memiliki pendirian yang kuat. Dia tidak sudi menikah dengan pria yang bukan pilihannya, dan keluarganya tidak akan bisa memaksa dia. Joshua sebagai kakak justru tidak bisa tegas seperti Katarina. “Asal bisa ketemu Katarina, nunggu selama apa pun aku nggak keberatan,” kata Samuel. “Kak Joshua sendiri kenapa malam begini baru datang?” Jika bukan gara-gara kedatangan Joshua selarut ini, Samuel tidak pe
Katarina hanya khawatir Joshua terlalu terbawa perasaan dalam perannya. Jika hanya mengobrol, tertawa, dan makan bersama, itu masih tidak apa-apa. Namun Katarina tidak ingin ada kontak fisik dengan Joshua. Bukan karena Katarina takut Samuel cemburu, tetapi karena dia juga memikirkan perasaan Bella. Di mata Katarina, Joshua adalah milik Bella. Katarina memanggil Bella dengan sebutan “Kak”, maka Joshua adalah kayak iparnya. “Aku tunggu sampai kamu selesai kerja,” kata Samuel. “Katarina, kamu sudah selesai, ‘kan? Lapar, nggak? Ayo aku traktir kamu makan.” Samuel tidak sudi membiarkan Joshua yang mengajak Katarina makan malam bersama. Jika ada yang mentraktir Katarina, harus Samuel-lah orangnya. Sebelum Katarina sempat menjawab, Joshua berkata, “Kalau kamu yang mau traktir, boleh saja. Katarina, gimana kalau kita kasih dia kesempatan. Kebetulan aku juga lapar.” Maksud Joshua adalah dia ingin Samuel mengajak dia dan sekretarisnya juga. Tujuan Joshua tidak lain dan tidak bukan adalah me
“Pak Samuel.” Saat Samuel baru memasuki area lobi, seorang petugas di meja resepsionis memanggilnya. Di malam hari hanya ada satu orang yang bertugas di sana. Dia sudah mendapatkan instruksi dari Katarina. Ketika melihat Samuel masuk, dia dengan santun menyapa dan menuntunnya ke ruang tunggu khusus untuk tamu istimewa. “Pak Samuel, Bu Katarina mengizinkan Bapak untuk menunggu di ruang VIP karena udara di luar dingin. Pak Samuel bisa menghangatkan badan dulu sebelum pulang.” “Aku mau tunggu sampai dia pulang kerja,” kata Samuel dengan ramah. Namun, si petugas resepsionis hanya menanggapi ucapannya dengan senyum dan tidak berkata banyak. Yang penting dia sudah menyampaikan apa yang diminta oleh bosnya. Apakah Samuel menangkap maksudnya atau tidak, itu urusan dia sendiri. Dia juga sudah terbiasa melihat Samuel datang dengan bunga dan berbagai macam hadiah. Setiap kali datang ke gedung ini, Samuel tidak pernah datang dengan tangan kosong. Dia pasti membawa barang-barang yang dia belika
Selama saingan cintanya belum keluar, Samuel bertekad tidak akan pergi. Dia dengan tenang menunggu di dalam mobil sambil terus menatap ke gedung tinggi yang ada di hadapannya. Sesekali dia menarik jaketnya untuk menghangatkan diri. Suhu di dalam mobil sudah cukup hangat, tetapi dia masih kedinginan dan sering mengusap kedua tangannya. Dalam dua hari terakhir ini, suhu udara di Mambera juga sedang turun. Sekarang sudah memasuki akhir musim semi. Setiap tahunnya akan ada periode waktu di mana terjadi penurunan suhu yang cukup drastis. Akan tetapi perubahan suhu di Mambera terlalu ekstrim. Tiga hari yang lalu, warga sana masih bisa mengenakan pakaian lengan pendek. Lalu tiba-tiba turun hujan deras selama dua hari ini, dan suhu udara juga tentu saja menurun tajam. Semua orang bergegas mengeluarkan mantel paling tebal yang mereka miliki. Di Harsa sendiri selalu dingin, terutama dalam beberapa hari ke belakang ini. Begitu pergi dari tempat yang memiliki penghangat ruangan, Samuel langsung
Katarina menatap Joshua seraya tersenyum dan berkata, “Aku nggak nyangka Kak Joshua bakal mendukung Samuel. “Aku dan dia bukan musuh,” sahut Joshua tersenyum. “Kita kan selama ini cuma kakak beradik. Yang kamu cintai juga bukan aku. Yang mau kita berdua menikah itu orang tua kita. Aku cuma bantu kamu bersandiwara saja untuk memancing Samuel. Aku akui, Samuel cocok banget sama kamu. Keluarga kalian berdua juga cukup setara.” Kondisi ekonomi keluarganya Joshua saat ini sudah tidak lagi sama dengan keluarga Doha, terlebih lagi keluarganya Bella. Cara pandang orang tua Joshua terhadap Bella berubah hanya karena keluarganya Bella sedang menghadapi masa sulit. Kedua orang tua Joshua tidak lagi mendukung Joshua untuk berpacaran dengan Bella karena itu, dan hubungan mereka berdua selama ini juga tidak mengalami kemajuan yang berarti. Dikatakan kakak beradik, Joshua dan Bella sebenarnya saling menyukai satu sama lain. Namun jika dikatakan pasangan, mereka berdua belum secara resmi berpacaran
Di dalam gedung ada penghangat ruangan sehingga Samuel tidak akan kedinginan. “Nggak bisa. Aku masih ada klien. Sudah, ya. Pulang sana,” kata Katarina dengan tegas. Setelah itu dia pun langsung menyudahi pembicaraan. Dia tahu Samuel sangat merepotkan, tetapi Katarina tak menyangka ternyata separah ini. Sudah berapa hari berlalu? Katarina memeriksa kalender. Belum ada satu bulan sejak kantor kembali beroperasi setelah tahun baru hingga detik ini. Mengapa waktu terasa sangat lambat berlalu? Clarissa berkata setidaknya bertahanlah selama setengah tahun. Jangan beri Samuel kesempatan agar dia merasakan seperti apa sulitnya mengejar wanita idamannya. Setelah setengah tahun berlalu, Katarina diperbolehkan menunjukkan sedikit perhatian kepada Samuel agar Samuel tidak menyerah.Begitu Katarina berhasil memikat Samuel seutuhnya, barulah dia bisa menerima Samuel dan menikmati dunia mereka berdua. Kemudian menikah dan mengadakan resepsi pernikahan. Namun itu pun setidaknya butuh waktu minimal






