Teilen

Bab 141

last update Veröffentlichungsdatum: 22.09.2026 21:37:25
“Jealousy is never satisfied with anything short of an omniscience that would detect the subtlest fold of the heart.” — George Eliot

…

Tak terasa acara pameran sekaligus pelelangan lukisan selesai hingga senja datang bertandang.

Perjalanan menuju pulang terasa hening, tidak seperti saat berangkat dipenuhi oleh obrolan hangat sepasang suami istri meski di atas kertas. Jingga berbicara panjang lebar sedangkan Arjuna menimpalinya dengan antusias meski singkat.

Sebaliknya, saat mereka pulang, Arj
Piemar

Halo, my lovely Goodreaders, makasih ya sudah menikmati ceritanya hingga bab ini. Kalau kalian suka, kalian bisa support novelnya baik dalam bentuk gem/hadiah atau komen. Suppport kalian sangat berarti buat Author. Minta dukungannya ya, novel ini mengikuti writing event (Goodchamp). Untuk lolos seleksi berikutnya fase 3 dukungan kalian sangat berarti. Terima kasih banyak. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.

| 5
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 267

    Esok hari, suasana hati Jingga sudah membaik setelah kesalahpahaman yang terjadi kemarin di klarifikasi oleh Arjuna. Namun, tetap saja, ia masih dilanda penasaran soal wanita yang akan diberikan cincin oleh Arjuna.Pasalnya, setelah terjadi perdebatan kecil di antara mereka, Jingga bisa selamat dari Arjuna, pindah kamar dan istirahat tanpa ada gangguan darinya. Arjuna juga mengurungkan niatnya untuk menyatakan cintanya padanya sebab situasi tidak memungkinkan.Suasana hati Jingga sudah acak-acakan. Setelah menimbang-nimbang, ia akan mencari waktu dan menentukan tempat yang tepat untuk melamarnya dengan cara yang benar. Di benaknya, sudah terbayangkan adegan romantis lamaran yang diidamkan oleh seorang wanita.Pagi itu, pergelangan kaki Jingga sudah membaik, tidak sebengkak semalam meski untuk berja

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 266

    Wajah Arjuna seketika terdiam mendengar perkataan yang disampaikan istrinya. Rupanya, ada yang memergokinya berduaan bersama dengan Amanda. Sialnya, orang itu adalah Jingga.Beberapa detik, Arjuna yang sempat terhenyak lalu tersenyum. Betapa tidak, Jingga marah ketika melihat dirinya bersama Amanda. So, itu tandanya bahwa ada yang cemburu.Jingga cemburu pada Amanda?Kalau begitu, Jingga pun memiliki perasaan yang sama sepertinya. Gayung bersambut ternyata. Arjuna tidak keberatan kalau Jingga marah dan kesal padanya karena hal ini.Arjuna menggeser tubuhnya di atas ranjang, hingga berdekatan dengan Jingga yang berbaring, dengan posisi memalingkan wajahnya.Bibirnya nyaris menempel di cuping telinga Jin

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 265

    “The opposite of love is not hate, it’s indifference.” (Lawan dari cinta bukanlah kebencian, melainkan ketidakpedulian; Elie Wiesel)…“Ough, sakit banget. Tau gitu aku ikut Karina pulang ke kosannya.” Jingga merutuk dalam batinnya. Sepulang dari mall, ia menyempatkan diri mampir ke sanggar lukis di mana ia mengajar dulu. Sebulan yang lalu ia resign karena sangat sibuk dengan persiapan tugas akhir.Beruntung, ia juga masih mendapatkan penghasilan tambahan dari sebuah situs yang menjual ilustrasi digital. Setidaknya, kemampuannya dalam seni gambar atau lukis sangat membantu masalah finansialnya. Ia hanya ingin bertemu dengan rekan sesama tutor di sana. Sebetulnya, alasannya hanyalah ingin menghindari Arjuna. Ia kesal pada suaminya karena sudah pergi berduaan di toko perhiasan bersama cinta pertamanya, pikirnya sudah salah paham. Dan, malangnya, hari sial tidak ada dalam kalender. Ponselnya tertinggal di mobil Karina dalam keadaan silence. Pasti, Karina yang rempong tidak akan memper

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 264

    “The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place.” (Masalah terbesar dalam komunikasi adalah ilusi bahwa komunikasi telah terjadi ;George Bernard Shaw)…Malam itu, Arjuna bolak balik berjalan di depan balkon kamar miliknya. Tatapannya tertuju pada gerbang rumah mewah yang menjulang pongah, menunggu kepulangan istrinya. Padahal jarum pendek sudah merangkak ke angka delapan malam. Namun, batang hidungnya belum kelihatan juga. Ada rasa gelisah sekaligus tak sabar menanti kehadirannya. Pasalnya, ia sudah mempersiapkan cincin berlian yang akan ia sematkan pada jari manis istrinya. Cincin yang menandakan awal baru hubungan mereka berdua. Bukan cincin simbolis yang menunjukan formalitas hubungan suami istri yang palsu. Sejak cincin itu sudah menghuni saku jasnya, ia tak sabar menantikan istrinya. Naasnya, rencananya sepertinya akan ditunda mengingat Jingga belum pulang. “Kemana lagi anak itu?” gerutu Arjuna kini tatapannya teralihkan pada benda pipih y

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 263

    Jingga tergugu mendengar pertanyaan Arjuna yang terang-terangan. Tak habis pikir, pria itu yang telah mengatur pernikahan mereka dalam sebuah perjanjian kontrak dan ia pula yang melanggarnya terlebih dahulu.“Mas, sebaiknya kita kembali pada perjanjian awal kita sebelum menikah.” Jingga menjawab dengan tenang meski di dalam batinnya terjadi pergulatan hebat tentang bagaimana pernikahan itu akan mereka bawa. Ini adalah penolakan secara halus tetapi terang-terangan.Wajah Arjuna yang sempat melunak kembali mengeras. Ia merasa jawaban Jingga bukanlah jawaban yang sesungguhnya.Seandainya Jingga menolak setiap kali ia memeluk atau menciumnya, mungkin Arjuna bisa percaya bahwa gadis itu memang tidak memiliki perasaan yang sama. Namun, Jingga selalu menerima setiap sentu

  • Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa   Bab 262

    Di sebuah pub di ibu kota, seorang pemuda tampak larut dalam alkohol. Ia tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Satu-satunya hal yang diinginkannya saat ini adalah menenggelamkan diri dalam minuman keras demi melupakan peliknya masalah hidup.“Udah cukup, Abi.” Zoey, teman koas Abimana, berusaha mengingatkan. “Kamu intoleran alkohol. Kalau terus dipaksakan, kamu bisa kolaps.”Zoey segera menyambar gelas berisi minuman berbusa dari tangan Abimana.Abimana menatap rekannya dengan tajam. “Kamu nggak usah ikut campur, Zoey. Ini bukan urusanmu.”“Urusanku, soalnya ibumu nyuruh aku mantau kamu.” Jawab Zoey dengan dengusan kasar. “Lagian cewek masih banyak. Hilang satu tumbuh seribu—”

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status