Share

Bab 29

Penulis: Emily Hadid
Entah mengapa, melihat Clara sekarang bersikap dingin dan tampak tidak ingin berurusan dengannya, hati Rendra malah terasa tidak nyaman.

Clara dulu tidak seperti ini. Dulu, hanya dengan melihat Rendra pulang ke rumah di Awana Bay, Clara sudah senang bukan main.

Rendra duduk lama di koridor dan terdiam, sampai akhirnya dia menoleh lagi ke arah ruang rawat. Setelah menatap pintu itu beberapa saat, akhirnya dia bangkit dan berjalan mendekat.

Saat tiba di depan pintu, dia melihat Clara masih duduk di sisi tempat tidur untuk menjaga Sutan. Tanpa banyak bicara, Rendra mendorong pintu dan masuk, lalu duduk kembali di kursi yang tadi dia duduki.

Beberapa hari berikutnya, Sutan masih harus menjalani masa observasi di rumah sakit. Clara pun menunda semua pekerjaannya sementara waktu, memilih tinggal di rumah sakit untuk menemani kakeknya.

Selama itu juga, Rendra sering datang. Dia menemani Sutan berbicara, bermain catur, bahkan terkadang membantu menyiapkan makanan ringan hingga membuat Sutan ta
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 160

    Setelah Clara berkata sejauh itu, Zafran memegang cambuk dengan perasaan dilema.Dia memukul dan mendisiplinkan Rendra agar tidak bertindak sewenang-wenang, agar dia berhenti memikirkan Caroline, dan agar dia menjalani hidup dengan baik.Namun, Clara mengatakan bahwa dia yang memutuskan untuk berpisah, mengatakan bahwa mengakhiri adalah demi awal yang lebih baik. Untuk sesaat, Zafran benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.Zafran menatap Clara. Tangan kanannya bergetar. Dalam kondisi seperti ini, mengayunkan cambuk lagi juga bukan perkara mudah. Bagaimanapun juga, usianya sudah tidak muda lagi.Melihat itu, Clara diam-diam mendekati Zafran, mengambil cambuk dari tangannya dengan lembut, lalu berkata pelan, "Kakek, semua ini sudah berlalu. Aku dan Rendra ke depannya pasti akan lebih baik."Mendengar perkataan Clara, hati Zafran terasa perih. Dia hanya merasa bahwa dialah yang gagal mendidik cucunya dengan baik.Dibantu Clara duduk di kursi di samping, Zafran kembali menatap Clara dan

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 159

    Saat ini, kondisi Rendra memang sudah tidak terlalu baik.Setelah melirik Miskah dan Delisha, Clara kembali menatap Rendra. Punggung dan pinggang Rendra sudah tidak setegak tadi. Dia hampir tidak sanggup bertahan lagi.Namun, Rendra seharusnya sangat paham, selama mereka berdua sama-sama ingin bercerai, persetujuan atau penolakan kakek dan neneknya sebenarnya tidak terlalu berarti.Sebenarnya, dia tidak perlu begitu keras kepala. Lebih memilih menahan pukulan kakeknya demi bersikeras bercerai.Rendra benar-benar membuatnya berada dalam posisi yang sulit. Meskipun demikian, Clara tetap menatap Rendra dan maju dua langkah.Di sisi Zafran dan Rendra, bidak-bidak catur sudah berserakan di lantai. Melihat Clara hendak ikut campur, Rendra segera menoleh menatapnya. Dengan suara bergetar, dia memperingatkan, "Clara, kalau kamu maju, kita nggak akan bisa cerai lagi. Pikirkan baik-baik."Peringatan Rendra membuat langkah kaki Clara terhenti. Dia menatap Rendra tanpa berkedip beberapa saat dan t

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 158

    Bagaimanapun juga, dalam pernikahan ini, yang salah memang dia. Orang yang diberi pelajaran oleh Zafran hari ini juga dia.Di samping Delisha, para pelayan terus membujuk tanpa henti, membujuk Zafran agar berhenti memukul, membujuk Rendra supaya menurut dan mengalah.Namun, Rendra sama sekali tidak pernah mengalah dan tidak pernah melonggarkan sikapnya.Clara menatap Rendra tanpa mengalihkan pandangan, seakan-akan semua yang ada di sekeliling terblokir. Yang terdengar hanyalah suara cambuk Zafran dan sesekali suara napas berat Rendra.Dia benar-benar sangat mencintai Caroline. Lebih baik berbagi harta dengannya, lebih baik dipukuli kakeknya sampai seperti ini, asal bisa bersama Caroline.Setiap mantan pacar yang pernah terseret rumor dengannya, semuanya punya bayangan Caroline. Jika dia adalah Caroline, jika dia melihat pemandangan di depannya ini, mungkin dia akan sangat terharu.Di ruang kerja lantai dua, Jamie sudah mendengar keributan sejak tadi, tetapi tidak keluar. Kini, melihat

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 157

    Melihat pelayan yang panik, Clara langsung menoleh ke arahnya. Di tangga, Renata juga ikut menoleh.Saat itu, pelayan kembali berlari terengah-engah sambil berkata, "Tuan ... Tuan Rendra bertengkar dengan Tuan Zafran. Tuan Zafran sangat marah. Kami beberapa orang yang mencoba melerai malah ikut terluka."Setelah menarik napas dua kali, pelayan melanjutkan, "Nyonya Delisha menyuruhku memanggil Nyonya Clara. Katanya hanya Nyonya Clara yang bisa menghentikan Tuan Zafran."Mendengar perkataan pelayan, Clara kira-kira sudah paham apa yang sedang terjadi. Dia lantas meletakkan alat di tangannya, lalu menoleh ke Renata dan berkata, "Renata, ayo kita ke sana.""Ya," jawab Renata, lalu segera turun dari tangga.Ketika mereka berdua mengikuti pelayan masuk, amarah Zafran masih belum mereda dan Rendra juga masih menghadapinya dengan keras kepala, sama sekali tidak mau mengalah.Para pelayan dan Delisha berdiri di samping. Tidak ada seorang pun yang berani maju untuk melerai.Begitu mendekat, Clar

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 156

    Sebenarnya masih baik-baik saja jika Rendra diam. Namun, begitu dia berbicara, Zafran justru semakin murka dan kembali mengayunkan cambuk dua kali ke arahnya."Nggak cocok? Kalian sudah saling mengenal bertahun-tahun. Kamu melihatnya tumbuh besar, lalu baru sekarang sadar nggak cocok? Baru sadar nggak cocok setelah gadis dari Keluarga Winandy itu kembali? Kamu mau bilang, kamu nggak sengaja menyakiti Clara?""Aku lihat kamu benar-benar sudah kerasukan. Rendra, aku beri tahu kamu, di Keluarga Adresta nggak ada yang namanya perceraian. Hari ini kalau aku memukulmu sampai mati, semua masalah langsung selesai. Aku juga bisa memberi penjelasan pada Sutan."Setelah berkata demikian, Zafran sama sekali tidak menahan diri.Plaat! Plaat! Plaat! Cambuk itu jatuh seperti hujan deras ke tubuh Rendra.Rendra menatap Zafran, sama sekali tidak menghindar. Meskipun pakaiannya sampai robek terkena cambukan, dia tetap menahannya sambil mengatupkan gigi dan berkata, "Baiklah. Kalau hari ini aku masih bis

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 155

    Jawaban Rendra yang tegas membuat Zafran langsung mengangkat telepon dan menelepon bawahannya. "Kamu pergi cari cucu perempuan Keluarga Winandy itu, minta dia ...."Belum sempat Zafran menyelesaikan ucapannya, Rendra sudah mengulurkan tangan dan mengambil ponselnya. "Masalah ini nggak ada hubungannya dengan orang lain. Ini hasil pembicaraan antara aku dan Clara."Ponselnya direbut, membuat wajah Zafran langsung pucat. Dia mengambil tongkat yang ada di samping, mengangkatnya, lalu menghantamkannya ke arah Rendra. "Nggak ada hubungannya dengan orang lain? Menurutku, kamu tersangka utamanya.""Apa kurangnya Clara? Kamu seperti kerasukan dan nggak mau menerimanya."Sambil berkata demikian, Zafran kembali menghantam Rendra dengan tongkat beberapa kali. "Kalau kamu memang nggak ingin hidup baik-baik dengannya, dulu jangan setujui pernikahan ini! Jangan menyakiti Clara!""Menikah denganmu bertahun-tahun, dia nggak mendapatkan apa-apa. Pada akhirnya, yang didapat cuma perceraian. Apa Keluarga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status