共有

Bab 6 Berita Bahagia?

作者: Aira Tsuraya
last update 最終更新日: 2026-01-18 16:00:01

“Putri sepertinya kelelahan usai menempuh perjalanan jauh, Jenderal,” urai tabib istana.

Setelah Kael membawa Elowen keluar dari aula utama, Raja Calleb memerintahkan tabib istana untuk memeriksa kesehatan Elowen.

“Setelah istirahat sejenak, pasti akan kembali pulih,” imbuhnya.

Kael hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Kemudian ia melirik ajudannya. Seolah paham apa maksud tatapan Kael, sang Ajudan langsung mengantar tabib istana keluar ruangan.

Kael hanya diam menatap Elowen yang masih berbaring lemah. Kemudian tanpa sadar Kael menatap kedua tangannya. Sekelebat bayangan saat dia menggendong Elowen keluar dari aula utama terputar di benaknya.

Kael mendengkus kasar. “Apa yang aku lakukan tadi?”

Selanjutnya tanpa suara ia sudah berlalu pergi, keluar dari kamar Elowen.

Entah berapa lama Elowen terlelap, yang pasti saat ia terjaga ada aroma enak menusuk hidungnya. Pelan Elowen membuka mata dan melihat seorang dayang sedang tersenyum menatap ke arahnya.

“Akhirnya Anda siuman, Putri.”

Elowen terdiam sambil mengusap keningnya. Perlahan ia bangun dan duduk di tepi kasur. Samar-samar ia mengingat jika sedang berada di aula utama menikmati jamuan. Namun, mengapa kini ia berada di kamar.

“Tadi Jenderal Kael yang menggendong Anda ke sini. Beliau tampak ketakutan saat melihat Anda pingsan.”

Elowen terdiam saat mendengar penjelasan dayang. Mana mungkin Kael melakukannya? Bukannya dia tidak mau bersentuhan dengan wanita. Kael bahkan meminta dia menjaga jarak dan tetap berada di tempatnya. Tidak boleh mendekat.

“Sepertinya rumor tentang penyimpangan Jenderal memang salah. Semua orang di aula utama melihat sendiri apa yang dilakukan Jenderal tadi.”

Elowen hanya tersenyum samar sambil menganggukkan kepala. Sudahlah, ia tidak akan mengambil pusing dengan ulah Kael. Yang penting kali ini, ia harus mengisi perutnya.

“Eng … apa itu untukku?” tanya Elowen sambil menunjuk aneka hidangan yang tersaji di meja.

Dayang itu tersenyum sambil menganggukkan kepala. Tanpa menunggu lagi, Elowen langsung menyantap hidangan tersebut.

Elowen pikir penjelasan dayang soal ulah Kael terhadapnya hanya untuk menyenangkan hatinya. Namun, nyatanya hampir seluruh penghuni istana negeri Aquilora sibuk membicarakan hal itu.

“Rumor itu tidak benar. Aku melihat Jenderal Kael menggendong istrinya.”

“Ia terlihat ketakutan dan menatap istrinya dengan penuh cinta.”

“Pasti ada yang sengaja menyebar rumor itu.”

“Jenderal Kael tidak menyimpang seperti yang dibicarakan selama ini.”

Tidak hanya di negeri Aquilora, bahkan negeri Valtoria sudah mendengar berita tentang Kael yang menggendong Elowen dan perlakuan manisnya.

Itu sebabnya saat mereka datang dari kunjungan, banyak wajah yang menyambut dengan senyum terkembang. Bahkan Kaisar Vorentis langsung meminta mereka menghadap.

“Aku senang sekali melihat kalian berdua,” sapa Kaisar Vorentis usai Kael dan Elowen memberi salam.

“Sepertinya perjalanan dinas ini tidak sia-sia,” imbuhnya.

Kael hanya diam. Wajahnya sedingin embun pagi menatap pria paruh baya di depannya. Sementara Elowen hanya menundukkan kepala. Ia sendiri tidak tahu, mengapa tindakan heroik suaminya begitu berpengaruh sebesar ini.

“Selanjutnya jika kamu kunjungan, bawa serta istrimu, Kael!”

Tidak ada jawaban dari Kael. Ia seperti batu karang yang berdiri tegak tak tersentuh.

“Apa Anda tidak ingin mendengar laporan hamba, Yang Mulia?”

Tiba-tiba Kael bersuara, setelah terdiam lama. Kaisar Vorentis tersenyum sambil menganggukkan kepala.

“Tentu. Kamu boleh pergi, Elowen. Kamu pasti lelah.”

Elowen mengangguk, memberi salam kemudian sudah berlalu pergi. Sedari tadi, ia memang ingin segera beristirahat. Ia merindukan ranjangnya.

Tidak bisa ia pungkiri negeri Aquilora memang indah sesuai bayangannya. Namun, perjalanan menuju ke sana benar-benar menguras tenaga. Apalagi untuk dia yang tidak pernah berpergian jauh.

Langkah Elowen pelan menapak meninggalkan aula utama. Ia hanya ingin cepat beristirahat di kamarnya saat ini. Namun, baru beberapa langkah, tiba-tiba Elowen merasakan sesuatu dalam tubuhnya.

Kepalanya pening, seperti berputar-putar, belum lagi rasa mual yang sudah berada di ujung tenggorokan. Hal sama yang pernah ia rasakan saat berada di Kerajaan Aquilora tempo hari.

Elowen menghentikan langkahnya, berpegang pada pilar batu sambil menyentuh keningnya. Tanpa sepengetahuan Elowen, ada langkah tanpa suara mendekat dan langsung menangkap tubuh Elowen sebelum menyentuh lantai.

Pelan Elowen membuka mata. Situasi nyaman dan sangat dikenalnya serta merta terlihat di pandangannya. Ini kamarnya. Lalu siapa yang membawanya ke sini? Apa Kael lagi yang melakukannya?

Elowen melirik melintasi tirai kelambu ranjangnya. Ia melihat siluet tinggi sedang berdiri membelakanginya dengan tegang. Elowen tahu siapa pemilik siluet itu, tak lain dan tak bukan Kael—suaminya.

“Dia sakit apa?” suara Kael membahana lebih dulu.

Terdengar datar seperti biasa, tanpa emosi signifikan.

Di depannya terlihat pria paruh baya berpenampilan tabib istana berdiri menghadap Elowen. Tatapannya begitu lembut dan menenangkan. Elowen yang mengawasinya dari balik tirai saja merasakan ketenangan.

“Putri tidak sakit, Jenderal.”

Serta merta jawaban tabib istana itu mengejutkan Kael begitu juga Elowen. Wanita cantik berambut keemasan itu membeku di ranjangnya. Entah mengapa jantungnya berdentum semakin cepat.

Kemudian dengan refleks tangan Elowen menyentuh perutnya.

“Apa mungkin … ,” batinnya.

Belum sempat Elowen menyelesaikan kalimatnya, tabib istana itu kembali bersuara, “Selamat, Jenderal. Sebentar lagi Anda akan menjadi ayah. Putri Elowen hamil.”

Aira Tsuraya

Hai, jumpa lagi dengan Aira Tsuraya. Kali ini kisahnya beda dengan yang lain, ya. Mo tahu gimana nasib Elowen dan Kael. Ikuti terus kelanjutan ceritanya. Udah Daily update, nih. So, happy reading.

| 12
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Jarbey Yoek
kelihatannya pemerkosa misterius itu adalah kael
goodnovel comment avatar
Sweet Mina
Kaget gak nih Kael. Gak pernah disentuh, tapi tiba-tiba hamil.
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal   Bab 133 Kekecewaan Roxana

    Menjelang sore, Alaric pulang. Ia langsung menemui Roxana di kamarnya. Wajahnya terlihat lelah, tapi sebuah senyuman tersungging di rautnya saat melihat wajah Roxana. “Apa kabar si Kecil hari ini?” tanya Alaric lembut. Ia duduk di dekat Roxana sambil mengecup keningnya. Roxana tersenyum membalas perlakuannya. “Si Kecil baik. Ya ... meskipun aku sedikit teler sepanjang hari ini.” Alaric terdiam. Mata kecilnya tampak mengawasi Roxana dan memperhatikannya penuh cinta. “Apa aku perlu panggil Tabib Lucanus atau Bibi Julia?” Roxana menggeleng. “Tidak. Tidak perlu. Aku rasa jawaban mereka pasti sama. Lagipula Tabib Lucanus sudah memberiku obat.” Alaric tersenyum, tangannya meraih tangan Roxana dan mengelusnya lembut. “Lalu kamu ingin aku melakukan apa?” Roxana terdiam sesaat, kemudian menoleh ke Alaric s

  • Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal   Bab 132 Adu Siasat

    Minerva menahan napas sambil membekap mulutnya. Ia takut mulutnya bersuara keras karena terkejut. Kalau sudah begitu, ia pasti dalam bahaya. “Anda yakin, Pangeran?” tanya suara yang lain. “Tentu saja aku yakin. Kalau tidak, untuk apa kalian kukumpulkan di sini? Sudah saatnya Valtoria tahu siapa sebenarnya Kael." “Ia hanya bajingan yang menginginkan takhta dan akan melakukan apa pun dengan segala cara untuk mendapatkannya.” Suara Alaric terdengar dingin dan penuh kebencian, seolah yang sedang berbicara itu bukan Alaric. Minerva hanya diam sambil mengelus dadanya. “Apa jadinya jika Putri Roxana tahu soal ini?” batinnya. “Baik. Jika demikian, kami akan berpihak pada Anda, Pangeran. Memang seharusnya yang layak naik takhta adalah Anda. Putra kandung Kaisar Vorentis, bukan Jenderal Kael.” Sebuah suara kembali terdengar dan terkesan penuh pujia

  • Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal   Bab 131 Penyusun Rencana

    "Livia, sepertinya Ayah tidak berhasil menyakinkan semua anggota senat. Kalau sudah begini, Ayah yakin rencana kita tidak akan berhasil,” ucap Tuan Tiberon.Usai berdebat sengit di dalam tadi, beberapa tamu sudah berpamitan pulang. Terlebih mereka yang tidak sepemikiran dengan Tuan Tiberon dan Livia. Hanya beberapa yang tinggal.Kali ini Tuan Tiberon sudah menemui putrinya yang meninggalkan ruangan lebih dulu tadi.Livia tersenyum mendengar ucapan ayahnya. Ayahnya sudah melalang buana di dunia politik. Kepiawaiannya membujuk lawan sudah diakui, tapi khusus kali ini ia kalah telak dengan pembela Kael sejati.“Ayah tenang saja. Aku sudah memikirkan cara lain. Yang penting, rencana kita harus berjalan dengan baik.”“Mencabut gelar Kael, menghukum atas kebohongannya dan mengangkat Alaric menjadi pewaris takhta.”Tuan Tiberon terdiam. Entah mengapa wajahnya menunjukkan kegelisahan. Livia memperhatikan dengan saksama.“Apa lagi yang Ayah risaukan kini?”Tua

  • Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal   Bab 130 Perdebatan Terjadi

    "Apa yang Anda ingin hamba lakukan, Jenderal?” tanya Neil pagi itu.Mengawali hari Kael sudah memanggil Neil ke ruangannya. Ia tidak bisa tidur tenang semalaman memikirkan perubahan sikap Alaric. Kael yakin ada sesuatu yang telah terjadi hingga membuat Alaric berubah.“Aku ingin kamu menyelidiki Alaric.”Neil terdiam, tapi ekspresi wajahnya menunjukkan keterkejutan.“Maksud Anda Pangeran Alaric, Jenderal?”Kael mengangguk. “Memangnya ada berapa Alaric di istana ini?”Neil terdiam sambil menganggukkan kepala. Hal yang sangat aneh ketika Kael tiba-tiba memintanya menyelidiki Alaric. Memangnya apa yang sedang terjadi saat ini?“Aku ingin tahu siapa yang ia temui belakangan ini. Aku juga ingin tahu apa yang sedang ia kerjakan? Kalau perlu kamu juga memantau Roxana.”Neil terlihat terkejut kembali. Alisnya mengernyit dengan wajah yang terlihat bingung. Kael menghela napas memperhatikan reaksi Neil.“Aku hanya ingin tahu apa Roxana juga mengenal orang i

  • Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal   Bab 129 Perubahan Alaric

    Kaisar Vorentis hanya diam sambil menatap Alaric tanpa kedip. Ia sangat terkejut mendengar pernyataan putranya saat ini. Sedangkan Alaric berdiri di depannya menantang tanpa rasa hormat sedikit pun. Sikap yang selama ini tidak pernah ditunjukkan Alaric. “Kenapa ayah diam saya? Kenapa tidak bisa menjawab?” sergah Alaric dengan berapi-api. Helaan napas perlahan keluar dar bibir Kaisar Vorentis. Pria paruh baya itu terdiam dengan bahu yang naik turun. Tatapannya tajam seperti tatapan bijak seorang penguasa bukan tatapan seorang Ayah yang penuh kesedihan. “Siapa yang menyuruhmu berkata seperti itu, Alaric?” Bukannya menjawab permintaan Alaric, Kaisar Vorentis malah balik bertanya. Tentu saja Alaric marah mendengarnya. “Tidak ada yang menyuruhku. Aku melakukannya atas kesadaranku sendiri. Kebodohan yang telah lama aku simpan atas semua ketidak adilan sikap Ayah padaku.” Kaisar berdecak, mengge

  • Pernikahan Skandal dengan Sang Jenderal   Bab 128 Permintaan Tak Terduga

    “Apa katamu? Hamil?” ulang Alaric memastikan.Roxana tersenyum sambil menganggukkan kepala seraya mengelus perut ratanya. Alaric tertegun melihatnya tanpa kedip. Beberapa kali jakunnya bergerak naik turun menelan saliva. Wajahnya masih terlihat terkejut.“Aku ucapkan selamat untukmu, Alaric, Roxana.”Kael sudah bersuara memecah keheningan itu. Alaric menoleh ke arahnya dan mengangguk datar. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.“Roxana sudah diperiksa Tabib Lucanus dan katanya ia tengah hamil dua minggu. Cukup rentan dan butuh perawatan ekstra. Itu juga sebabnya, Bibi anjurkan Roxana dan kamu tinggal di sini.”Julia mengambil alih pembicaraan dan langsung dijawab dengan gelengan kepala Alaric.“Tidak. Tidak. Roxana punya istana sendiri dan aku tidak mau jika ia harus tinggal di sini bersama ---“Alaric menggantung kalimatnya, tapi tatapannya sudah mengarah ke Elowen. Semua yang ada di sana memperhatikan sikap Alaric. E

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status