Home / Romansa / Pesona Paman Seno / PPS | Lengket [+]

Share

PPS | Lengket [+]

Author: Karl Valerie
last update publish date: 2026-05-28 23:24:15

Seno mengernyitkan dahinya saat merasakan benda kenyal yang tengah menghisap bibirnya beberapa kali. Masih dengan mata terpejam, pria itu berusaha untuk menyingkirkan beban berat yang ada di atas tubuhnya.

Seno dibuat menggeram karena sepertinya sosok ini sengaja mengusik tidurnya. Membuatnya mendengus dan dengan kesal membuka lebar kedua matanya.

Deg

Pria itu dibuat berjengit saat melihat sosok yang ada di depannya saat ini . Seno pikir sejak tadi Hanum-lah yang telah mengganggunya. Tapi terny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Paman Seno   PPS | Permintaan Seno

    Rindu tak langsung menanggapi ucapan Seno barusan. Gadis itu masih diam, mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.Apa dengan dirinya memberi seorang anak untuk Seno, pria itu tidak akan meninggalkannya? Lalu bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Mengingat hubungan mereka yang masih belum jelas arah tujuannya.Seno tahu, Rindu pasti merasa keberatan dengan permintaannya. Terbukti dengan diamnya gadis itu yang membuat dirinya merasa canggung. Seno sadar diri, dia terlalu banyak menuntut gadis itu."Em, lupakan saja ucapan Paman tadi, Sayang. Em, lebih baik kita bicara yang lain saja." timpal Seno terdengar kikuk.Rindu tampak mengangguk, masih mengunci rapat bibirnya. Untuk saat ini dia belum ingin memikirkan permintaan Seno terlalu jauh. Dia ingin fokus dengan balas dendamnya yang sempat terhenti karena dirinya yang terlalu fokus dengan kebersamaannya bersama Seno."Kamu hanya membuat kopi saja?" tanya Seno mencoba memecah kecanggungan di antara mereka.Rindu mengangguk sembari

  • Pesona Paman Seno   PPS | Masih Rahasia

    Rindu yang awalnya ingin membuat Hanum merasa kesal dengan mengirim foto Seno yang berada di dekapannya buru-buru menarik pesannya lagi. Gadis itu tidak ingin terang-terangan menabuh genderang perang dengan Hanum. Dia tidak ingin membuat semuanya berakhir dengan mudah. Hubungan ini masih harus dirahasiakan.Biarkan Hanum dihantui rasa penasaran dengan perubahan sikap Seno. Rindu ingin wanita itu sendiri yang mencari tahu apa yang terjadi pada suaminya. Dan pelan-pelan Rindu akan membuka perselingkuhan mereka melalui Seno.Kali ini Rindu kembali menjadikan Seno sebagai batu loncatan. Setelah berhasil membuat pria itu jatuh cinta padanya, dia juga akan memanfaatkan perasaan Seno untuk memenuhi kebutuhan balas dendamnya.Rindu tahu jika apa yang dia lakukan memang terdengar jahat. Tapi hanya inilah satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya untuk bisa membalaskan dendam pada Hanum. Dengan menggunakan Seno sebagai pelaku utama untuk membuat hidup Hanum sengsara.Rindu yakin, wanita itu be

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pesan Misterius [+]

    Hujan terus mengguyur dengan begitu derasnya tiada henti. Sudah lebih dari satu jam, tapi tak ada tanda-tanda hujan akan segera reda. Ditambah petir yang menyambar dengan suara menggelegar. Membuat suasana siang ini begitu mencekam.Tapi semua itu tidak dirasakan oleh pasangan kekasih yang saat ini tengah bermesraan di dalam kamar. Siapa lagi kalau bukan Rindu dan Seno yang masih betah berpelukan di atas ranjang tanpa melakukan aktivitas apapun.Hawa dingin yang menusuk kulit membuat mereka enggan untuk beranjak. Keduanya lebih memilih menghangatkan diri dengan saling berpelukan. Dan sesekali mempertemukan bibir mereka dalam sebuah ciuman.Sesekali tangan Seno akan dengan nakal menyelinap masuk ke dalam pakaian yang Rindu kenakan. Meremas gundukan kenyal yang menjadi favoritnya.Tentu Rindu membiarkan hal itu terjadi. Dia tidak merasa risih karena telah terbiasa dengan sentuhan yang Seno berikan pada tubuhnya. Bahkan dirinya sendiri yang terkadang memintanya pada pamannya itu."Emnh..

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kembali Bertemu

    Hanum mendengus karena merasa kesal setelah berbicara dengan Rindu beberapa waktu lalu. Entah kenapa semakin hari rasa bencinya pada keponakannya itu semakin menjadi-jadi. Semua tingkah laku Rindu selalu salah di matanya.Mungkin itu terjadi karena dia merasa benci dengan kedua orang tua gadis itu. Bagaimanapun Hanum masih belum berdamai dengan masa lalunya yang merasa iri dengan pencapaian mendiang kakaknya, Heru. Tidak ada raut menyesal dari wajah Hanum ketika mengingat akan sang kakak. Wanita itu terlalu dibutakan oleh kedengkian sampai membuatnya gelap mata.Kembali pada Hanum saat ini, wanita itu tampak berdandan rapi karena hendak menghadiri arisan di RT sebelah. Tentu saja seluruh perhiasan yang dia miliki tidak ketinggalan. Wajar jika Rindu sempat mengatakan jika wanita itu tampak seperti penjual emas dengan penampilannya yang seheboh ini.Dengan mengendarai motor NM*x merahnya, Hanum melenggang pergi tanpa merasa curiga dengan gerbang rumahnya yang terbuka lebar. Mungkin saj

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tanda Merah

    Tubuh Rindu terasa remuk karena permainan panas yang baru saja selesai beberapa menit lalu bersama Seno. Sekarang sang paman tampak tertidur pulas di dalam pelukannya yang hangat. Gurat kelelahan tergambar jelas di wajahnya yang tampan. Sepertinya semalam pria itu kurang istirahat, tebak Rindu.Tangan mungil Rindu terulur mengusap surai gelap Seno dengan lembut. Gadis itu dapat melihat beberapa ruas rambut sang paman yang mulai memutih. Seakan menyadarkan pada dirinya jika usia sang paman sudah tidak muda lagi.Jarak usia dirinya dengan Seno lebih dari 20 tahun. Pria itu sudah cukup tua untuknya yang masih berada di awal 20-an. Tapi hal itu bukan menjadi penghalang bagi cupid untuk melontarkan panah asmaranya. Nyatanya perbedaan usia tak jadi masalah bagi Seno dan juga Rindu."Kenapa aku justru jatuh cinta pada lelaki ini?" gumam Rindu menatap lembut wajah tampan Seno di dalam lelapnya.Rindu tidak pernah menduga jika dirinya akan berakhir seperti ini. Berawal dari rencana balas denda

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tak Cukup Sekali [+]

    Seno semakin gelap mata begitu mendengar ucapan Rindu. Tenggorokannya serasa dicekik yang membuat suaranya tercekat. Ucapan gadis di bawah kungkungannya itu benar-benar mampu membuat pikirannya buntu.Tanpa berkata-kata lagi, Seno kini mulai memposisikan wajahnya di depan pintu surgawi Rindu. Jakunnya tampak naik turun ketika melihat betapa indahnya milik sang gadis yang merah merekah.Rindu menggigit ujung jarinya menekan rasa malu yang hadir ketika mendapati posisi dirinya yang begitu terbuka. Kedua pahanya menekuk dengan kaki mengangkang lebar. Mempertontonkan bagian intimnya pada sang paman."Paman.." lirih Rindu resah.Seno mendongak dengan mata menggelap. Sudut bibirnya membentuk seringai mesum yang berhasil membuat milik Rindu makin berkedut.Tak ingin menyia-nyiakan waktu lebih lama, Seno mulai menyurukkan wajahnya ke depan. Menghirup dalam-dalam aroma memabukkan yang menguar dari inti Rindu. Sebelum kemudian menjulurkan lidahnya membelai labia gadis itu."Ouchhh.." Rindu meng

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mulai Beraksi

    Kicauan burung yang hinggap di ranting-ranting pohon mengusik tidur seorang gadis cantik yang masih setia bergelung di dalam selimut tebal. Hawa dingin yang menerpa kulit karena hujan semalam yang turun dengan deras, membuat gadis itu enggan keluar dari tempat nyamannya.Namun gedoran pintu kamar y

  • Pesona Paman Seno   PPS | Prolog

    Rindu tersenyum sinis saat melihat seorang wanita paruh baya yang tampak tersenyum bahagia saat mendapatkan sebuah kalung emas dari pria paruh baya yang ada di depannya.Dadanya bergemuruh dengan mulutnya yang terkatup rapat untuk meredam amarah yang ada di dalam dirinya. Ketika melihat orang yang

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tarik Ulur

    Rindu terbahak-bahak setelah keluar dari ruangan pamannya, Seno. Gadis itu masih ingat bagaimana raut syok Seno setelah dia sempat mencium pipinya. Jujur saja Rindu merasa terhibur dengan segala reaksi yang pamannya itu berikan.Bersenandung kecil sembari memainkan kunci motor yang ada di tangannya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pura-Pura Polos

    Seno dengan reflek menjatuhkan Rindu yang sejak tadi duduk di atas pangkuannya. Membuat gadis itu memekik dan mengaduh kesakitan karena bongkahan padatnya menghantam lantai dengan cukup keras."Aduhh.. Paman.." ringis Rindu.Seno yang tersadar sontak membantu Rindu untuk bangun. Lalu mendudukkan ga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status