Inicio / Romansa / Pesona Paman Seno / PPS | Susah Tidur

Compartir

PPS | Susah Tidur

Autor: Karl Valerie
last update Fecha de publicación: 2026-05-27 23:16:02

Sedari tadi Rindu sudah beberapa kali memutar tubuhnya kesana kemari di atas ranjang. Jam dinding sudah menunjukkan pukul satu pagi. Namun tak ada tanda-tanda gadis itu akan tertidur.

Helaan napas berat terdengar dari bibir kecil Rindu. Gadis itu tengah berbaring terlentang, dengan iris beningnya menghadap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang. Mengingat apa yang telah terjadi di antara dirinya dan Seno beberapa jam lalu di bengkel.

Rasa sedih baru mendera hati Rindu saat ini. Namun s
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kehancuran Hanum

    Hanum membuka kedua matanya yang tampak berkunang-kunang. Kelopak matanya menyipit, berusaha menghalau cahaya yang masuk ke dalam retinanya."Tahanan nomor 302 sudah sadar, Dok." kata seorang wanita yang baru saja memeriksa keadaan Hanum.Hanum menatap langit-langit ruangan yang dia tempati saat ini. Terasa begitu asing dan dingin. Dia hendak memegangi kepalanya yang terasa pening dengan tangan kirinya, ketika merasakan pergerakannya terbatasi.KruncingKruncingSuara besi yang saling beradu membuat Hanum mengernyit. Dengan sisa kesadarannya dia melirik ke bawah, mendapati tangan kirinya yang tengah diborgol dengan brankar yang dia tempati.Netra bening Hanum seketika membelalak. Dadanya bergemuruh hebat dengan ledakan air mata yang membasahi pelupuk matanya.Hanum berpikir jika semua ini hanyalah sebuah mimpi. Semua yang dia alami beberapa waktu lalu, ternyata benar-benar sebuah kenyataan yang menyakitkan."Tidak. Ini semua pasti hanya mimpi hiks." Hanum terisak, masih mengelak denga

  • Pesona Paman Seno   PPS | Balasan untuk Hanum

    Hancur sudah pertahanan yang selama ini dia bangun. Raut wajah congkak dan arogan yang selama ini selalu menghiasi wajahnya, kini telah berganti dengan raut menyedihkan. "Apa Bibi masih perlu bukti?" tanya Rindu dengan senyum kecil. Gadis itu lantas menangkup wajah Seno. Lalu mendaratkan bibirnya di atas bibir sang paman. Tentu saja dengan mesra Seno membalas ciuman Rindu di depan Hanum yang semakin terpuruk. Di depan matanya kini dia melihat pria yang sangat dia cintai tengah berciuman dengan keponakannya sendiri. Betapa hancurnya hidup Hanum saat ini. "Sudah, Sayang. Kita bisa lanjutkan nanti." kata Seno menghentikan gerakan Rindu yang menginginkan lebih. Bahkan Seno memperlakukan Rindu dengan begitu lembut. "Tega kamu, Mas. Bisa-bisanya kamu berbuat seperti itu dengan keponakanku. Lelaki macam apa kamu, Mas?" maki Hanum dengan mata memerah. "Dan kamu! Dasar gadis licik tidak tahu diri! Wanita j*lang." umpat Hanum menunjuk wajah Rindu. Plak Suara tamparan yang begit

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kenyataan Pahit

    Perjalanan yang seharusnya menghabiskan waktu 4 jam, hanya ditempuh selama 2 jam setengah oleh Seno. Selain karena mengendarai mobil sendiri bersama Rindu, mereka juga tidak sampai terjebak macet."Paman, Rindu lapar." rengek Rindu sembari mengusap perutnya yang keroncongan.Seno melempar senyum kecil mendengar rengekan gadis di sampingnya."Ya sudah, kalau begitu nanti kita berhenti di warung pecel yang ada di depan gang, ya." balas Seno menyebutkan warung pecel langganannya yang tempatnya berada di depan gang masuk desa mereka. Jaraknya tidak terlalu jauh dari posisi mereka sekarang. Rindu mengangguk setuju dan kembali menyamankan duduknya. Sedari tadi gadis itu tak memejamkan matanya sama sekali. Dia benar-benar menemani Seno berkendara sampai tujuan.Beberapa menit kemudian, Seno menghentikan kendaraannya di depan warung pecel sederhana yang tak begitu ramai. Keduanya lantas segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam warung milik wanita tua yang menjadi langganan Seno karena mas

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tamu Yang Tidak Diharapkan

    "Kenapa tidak tidur lagi, hm?" tanya Seno lembut ketika melihat Rindu masih terjaga.Gadis itu menggeleng kecil sembari menyamankan punggungnya. Melirik Seno dengan tatapan teduh."Rindu sudah tidak mengantuk lagi, Paman." jawab Rindu.Sebenarnya kepalanya masih terasa berat karena kurang tidur. Rasa lelahnya juga masih belum hilang karena permainan panas mereka beberapa jam lalu. Tapi dia tidak ingin membiarkan Seno berkendara sendirian jika dirinya tertidur."Kamu pasti masih lelah, Sayang. Tidak apa jika kamu ingin tidur lagi. Paman akan mengemudi dengan hati-hati." ujar Seno yang seakan tahu apa yang tengah Rindu khawatirkan.Rindu mencebik karena Seno terlalu baik pada dirinya. Tapi bohong jika dia tidak merasa senang dengan perhatian yang pria itu berikan."Rindu tidak apa-apa, Paman Sayang. Rindu ingin menemani Paman. Sudah, lebih baik Paman fokus saja mengemudi." timpal Rindu menyudahi percakapan mereka.Seno mengangguk sembari tersenyum kecil. Netra jelaganya fokus pada jalan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Hanum Yang Malang

    PrangBunyi gelas pecah yang sengaja dilempar terdengar begitu nyaring memenuhi sebuah rumah yang terlihat sepi dan sunyi. Seorang wanita dewasa tampak terduduk di depan meja makan dengan dada naik turun menahan letupan emosi yang memenuhi hatinya saat ini."Kenapa kamu bersikap seenaknya seperti ini padaku, Seno." seru Hanum meluapkan kekesalannya. Netranya memicing menatap pecahan gelas kaca yang baru saja dia lempar ke lantai.Hanum merasa begitu frustasi karena sampai detik ini dia sama sekali tidak mendapat kabar dimana keberadaan Seno, suaminya. Pria itu juga tidak memberinya kabar apapun. Sudah ratusan kali Hanum mencoba menghubungi nomor pria itu, namun panggilannya selalu tidak tersambung. Bisa kalian bayangkan bagaimana kalutnya Hanum selama beberapa hari ini karena Seno.Setiap hari Hanum selalu datang ke bengkel Seno, berharap dapat melihat suaminya. Tapi sampai detik ini dia tidak kunjung menemukan batang hidungnya. Hanum juga mendesak Surya untuk mengatakan dimana kebera

  • Pesona Paman Seno   PPS | Malam Yang Panjang [+]

    Seno membawa Rindu menuju kamar gadis itu yang terletak di lantai dua. Sesekali keduanya terlibat aksi saling cium dengan begitu liar. Baik Rindu maupun Seno tak ingin mengalah satu sama lain. Membuat suasana di antara mereka semakin memanas. Pelukan Rindu di leher kokoh Seno terlepas kala pria itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Netra mereka saling bertemu dengan gairah yang sama-sama menggebu. Wajah Seno menunduk, menempelkan keningnya dengan kening Rindu. Lalu bibirnya bergerak menyesap bibir bawah gadis itu dengan lembut. Dan Rindu dengan senang hati menyambut ciuman tersebut. Tangan Seno dengan terampil melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Rindu. Menyisakan gadis itu dalam keadaan yang benar-benar polos. Rindu yang tidak ingin kalah, lantas ikut membantu Seno melepaskan pakaiannya. Membuat keadaan pria itu kini sama dengan dirinya. Seno menyeringai lebar memindai tubuh Rindu dari puncak kepala hingga ujung kaki dengan tatapan penuh minat. Visualnya masih sama sepe

  • Pesona Paman Seno   PPS | Perhatian Rindu

    Pagi sekali Rindu sudah bangun dari tidurnya. Tak seperti biasanya yang dia akan dengan sengaja bangun siang, hari ini dia tampak sudah segar dengan wajahnya yang sedikit basah setelah mandi.Dengan kaos pendek berwarna sage dipadukan dengan rok mengembang sebatas lutut, Rindu keluar dari kamarnya.

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mencari Perhatian

    Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Rindu rela mengubur kekesalannya pada Seno. Setelah merenung di dalam kamarnya selama hampir satu jam, gadis itu akhirnya keluar dari kamarnya. Tujuannya saat ini adalah dapur. Dia ingin menarik perhatian Seno dengan membuatkannya secangkir kopi.Dengan raut w

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tarik Ulur

    Rindu terbahak-bahak setelah keluar dari ruangan pamannya, Seno. Gadis itu masih ingat bagaimana raut syok Seno setelah dia sempat mencium pipinya. Jujur saja Rindu merasa terhibur dengan segala reaksi yang pamannya itu berikan.Bersenandung kecil sembari memainkan kunci motor yang ada di tangannya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pura-Pura Polos

    Seno dengan reflek menjatuhkan Rindu yang sejak tadi duduk di atas pangkuannya. Membuat gadis itu memekik dan mengaduh kesakitan karena bongkahan padatnya menghantam lantai dengan cukup keras."Aduhh.. Paman.." ringis Rindu.Seno yang tersadar sontak membantu Rindu untuk bangun. Lalu mendudukkan ga

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status