Share

Masukin Aja 1

last update Last Updated: 2025-10-30 14:43:17

"Emmpp!" suara Santi meluncur mulus seperti yang Bimo inginkan.

"Kamu menyukainya kan sayangku?" Lagi-lagi Bimo berbisik ditelinga Santi dan dia menggigit kecil telinga Santi.

"Ah, Pa-k!" Santi mengigit bibirnya mencoba menahan hasrat yang sudah mulai naik.

"Sssttt, pelankan sedikit suaramu, kita hanya akan pemanasan saja. Aku akan menagihnya nanti malam, kau jangan harap bisa tidur pulas malam ini!"

Bimo terus menariknya sampai sudut ranjang, mendudukkan Santi di pangkuannya tersenyum penuh hasratnya yang makin tak terbendung.

"Aku mau menagih hutangmu yang kemarin," Bimo mengusap pipi Santi dengan sangat lembut.

"Tolong Pak, saya bukan perempuan seperti itu. Saya mohon lepaskan sa-,"

Bimo yang sudah gemas dari kemarin langsung melumat bibir Santi, membuat Santi tak bisa berkutik. Meski tangannya terus mencoba mendorong, tubuhnya terlalu besar dan kuat sehingga mau tak mau Santi hanya bisa pasrah.

"Buka mulutnya Santi sayang, aku tahu kamu sering melakukannya dengan pacarmu kan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Perawat Papa    Ditantang

    “Kamu?!” delik Santi.“Aku mendapati ini secara legal dan benar-benar valid. Atau kalau kamu ragu, kamu bisa membuktikannya sekarang!” Santi di tantang Baga.Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Itu adalah sesuatu yang mustahil, tapi kejanggalan tetap terasa di hati Santi apalagi dia semalam juga merasakan keraguan itu. “Kau mengawasiku?” decak Santi.“Bukan hanya kamu, aku harus mengetahui rivalku dengan pasti. Apa yang aku inginkan harus aku dapatkan!” Baga berkata dengan tegas seolah dia tidak akan mengalah.“Apa kamu bilang? Kau ini benar-benar gila. Aku bilang, aku sangat mencintai suamiku dan nggak akan mungkin berpaling darinya. Dia satu-satunya lelaki yang kucintai.”Santi masih bersikeras dengan keputusan dan hanya itu yang dia ingin katakan saat ini. “Aku bisa jamin dan katakan semua akan berubah saat kau benar-benar mengetahui yang sebenarnya. Aku tidak akan membiarkan dia melukaimu. Kalau aku sedikit saja melihat kau menangis, aku akan langsung merampasmu

  • Pesona Perawat Papa    Hanya Untukmu

    “Kita lakukan lagi, ya!” wajah Baga yang memelas sudah membuktikan kalau dia benar-benar menginginkannya lagi.“Nggak usah aneh-aneh! Aku sudah katakan nggak mau melakukannya lagi!” Santi yang tetap bersikeras dengan pendirian.Baga malah menyandarkan tubuhnya di dada Santi membuat ruang geraknya terhambat.“Aga, hentikan! Cepat turunkan aku!”Santi meronta. Namun, laki-laki berbadan tegap dan besar itu tidak membuat mudah digoyahkan. Dia tetap memeluk tubuhnya dengan erat.“Sayang … aku tahu kamu menyukainya. Aku tidak akan menggodamu, aku hanya ingin sekali lagi, ya, ya?” persis seperti anak kecil, dia sedang merengek.Untungnya beberapa pengawal dan pelayan yang berada di area tersebut semuanya berbalik.“Atau kamu ingin melakukan hal lainnya, hup!” Santi terkejut, tiba-tiba dia berdiri.Tubuh Santi diangkat dan Baga mulai berjalan keluar dari taman sementara pengawal dan pelayan diperintahkan untuk mengikuti juga membawa kereta bayi milik Santi.“Aga! Aga! Apa yang sedang kau laku

  • Pesona Perawat Papa    Negosiasi Harus Sukses

    “Kamu pasti haus juga kan?” Santi mengangguk pelan.Baga menarik kereta dorong makan dan mengambil minuman, “Ini coklat hangat dan ada jus jeruk hangat. Kamu mau dua-duanya?” Bukan pilihan yang dikatakan Baga, tapi keduanya.Lagi-lagi Santi menurut, Baga menarik kursi agar mereka bisa saling berhadapan. Lalu Baga mengarahkan gelas jeruk hangat lebih dulu ke mulut Santi. Santi meneguknya.Ada sedikit ragu sebenarnya karena sekarang posisinya. “Anakku sedang kelaparan rupanya!” Santi tidak menjawab hanya menerima suapan minuman lagi dari Baga, “biarkan aku bantu,” Baga secara naluri seperti seorang ayah juga suami mengambil alih gendongan tadi dan meletakkan di kereta bayi. Kemudian mengambil lagi satunya dan memberikan pada Santi.“Kamu cantik sekali kalau sedang seperti ini,” Baga merapikan rambut Santi dan meletakkannya di daun telinga. Tentu saja Santi tidak bisa menolak karena posisinya sekarang memang tidak bisa menolak. “Aga!” Dia hanya bersedia.“Aku mengatakan yang sebenarn

  • Pesona Perawat Papa    Bukan Laki-laki Mesum

    “Kenapa terus melihatku? Kamu sudah mulai tertarik padaku?” Santi menelan ludahnya saat mendengar Baga berbicara.Lelaki itu benar-benar seperti kehilangan pikiran. Santi bahkan benar-benar tidak habis pikir kenapa dia bisa bertemu dengan laki-laki itu.“Kamu yakin bisa menggendongnya?” nada bicara Santi sedikit rendah. Dia tidak ngegas atau sewot sendiri.“Sekarang menurutmu bagaimana?! Apa aku terlihat kaku?! Atau anakmu yang kugendong akan jatuh?” Spontan Santi menggeleng. Dia memang tidak melihat tanda-tanda itu. Dibandingkan dengan suaminya Bimo, Ini pertama kalinya Santi melihat anaknya digendong orang lain selain Rossa dan Pak Abdi.“Sepertinya suamiku harus belajar darimu!” Kata Santi berucap tanpa sadar. “Belajar dariku? Kau yakin? Bukankah dia ayahnya?” Santi terdiam saat mendengar ucapan Baga, “ada apa? Kau bertengkar dengannya? Apakah serius? Apa ada kemungkinan kau bercerai dengannya?”Baga bicara terus terang pada Santi. Dia benar-benar sudah bertekad akan mengambil Sa

  • Pesona Perawat Papa    Ungkap Isi Hati

    “Dasar cecunguk bodoh dan nggak tahu diri. Itu namanya dia sedang memberikan kamu kesempatan. Eh, malah kamu tolak!” sergap pak Abdi sedikit emosi saat mendengar ucapan anak yang selalu dianggap mencari masalah.“Udahlah Pa, Santi juga nggak masalah. Dia nggak keberatan. Papa masih mau protes?!” Bimo malah semakin sewot saat pak Abdi melakukan protesnya.“Awas aja kalau sampai terjadi apa-apa sama menantuku. Papa nggak akan maafin sama belain kamu ya. Minta tolong sambil bersujud pun papa nggak akan mau nolongin kamu!” cetus pak Abdi melakukan serangkaian serangan.“Ya ampun, Pa, segitunya. Yang anak Papa itu siapa sih? Aku apa Santi? Papa malah lebih ngebelanya?” dengus Bimo malah tidak mau kalah dengan ucapan Pak Abdi. “Papa beneran ya Bimo, Papa nggak bakal maafin kamu kalau Santi mengambil keputusan yang berbeda dengan pikiranmu. Saat ini Santi itu berada dalam tahap yang harus diperhatikan. Dia akan mudah lelah bukan hanya melayani kamu, tapi juga menjaga anak-anakmu. Dia pasti

  • Pesona Perawat Papa    Masih Butuh Perhatian

    Tidak peduli dimanapun, Lana selalu menjadi teman, adik yang paling baik untuk Santi. Dia akan selalu membelanya. Namun, ada sedikit rasa ragu dalam hati Santi.“Mana kak Bimo, mana orangnya, ma. Kalau aku ada disitu aku yang jambak rambutnya!” Lana masih bersemangat dari ujung pengeras suara telepon Rossa.“Apa sih, kamu, Lana!” Bimo sedikit sewot saat menjawabnya. Dia terdengar tidak suka saat mendengar Lana mengumpatnya.“Kakak, kamu ngapain kak Santi, aku nggak mau ya kakak nyakitin kak Santi. Kalau kakak ngelakuin itu, aku bakal kabur dari sini dan langsung pulang. Aku nggak mau lagi sama Alan!” ujar Santi dalam panggilan dengan nada setengah berteriak.“Aku udah kangen banget pengen ketemu kak Santi dan dua keponakanku … pokoknya kalau kak Bimo macam—macam sama kakak, kakak bilang aku ya!” Santi tidak bisa berkata saat mendapatkan dukungan yang paling besar.Padahal Lana bukanlah adik kandungnya, tapi dia memperlakukan Santi seperti kakaknya sendiri.“Jangan macam—macam Lana, A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status