بيت / Male Adult / Pesona Pria Plus-plus / Bab¹⁷⁵—Menjadi Diri Sendiri~

مشاركة

Bab¹⁷⁵—Menjadi Diri Sendiri~

مؤلف: Na_Vya
last update تاريخ النشر: 2026-08-14 20:40:26

Dua hari kemudian...

Pukul tujuh pagi Bagas sudah berada di dalam mobilnya.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia berangkat bekerja bukan untuk menjalankan sebuah penyamaran.

Tidak ada identitas palsu.

Tidak ada nama Lingga.

Tidak ada rencana rahasia.

Tidak ada target yang harus dia dekati.

Hanya sebuah pekerjaan.

Sederhana.

Namun justru karena kesederhanaan itu, Bagas merasa sedikit asing.

Dia melirik dirinya sendiri melalui kaca spion.

Kemeja putih.

Celana bahan hitam.

Rambut yang di
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁷⁵—Menjadi Diri Sendiri~

    Dua hari kemudian...Pukul tujuh pagi Bagas sudah berada di dalam mobilnya.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia berangkat bekerja bukan untuk menjalankan sebuah penyamaran.Tidak ada identitas palsu.Tidak ada nama Lingga.Tidak ada rencana rahasia.Tidak ada target yang harus dia dekati.Hanya sebuah pekerjaan.Sederhana.Namun justru karena kesederhanaan itu, Bagas merasa sedikit asing.Dia melirik dirinya sendiri melalui kaca spion.Kemeja putih.Celana bahan hitam.Rambut yang ditata sederhana.Tidak ada lagi penampilan yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian perempuan seperti Maudy.Bagas tersenyum tipis."Bagaskara..." gumamnya pelan.Nama yang selama berbulan-bulan hampir dia tinggalkan.Kemudian mesin mobil kembali dinyalakan.Dia melajukan kendaraan menuju kantor Hendra.---Hari-hari pertama bekerja ternyata tidak semudah yang Bagas bayangkan.Hendra benar-benar memperlakukannya seperti karyawan biasa.Tidak ada perlakuan khusus.Tidak ada toleransi hanya kare

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁷⁴—Langkah Baru~

    Malam itu, setelah mengantar Rachel kembali ke rumah Vanila, Bagas tidak ikut masuk. Dia hanya memastikan perempuan itu benar-benar baik-baik saja sebelum kembali ke mobilnya. "Aku masuk dulu, ya," ucap Rachel. Bagas mengangguk. "Istirahat." "Kamu juga." Bagas tersenyum tipis. "Besok aku telepon." Rachel mengangguk, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Sementara Bagas menunggu sampai pintu tertutup sebelum akhirnya kembali menuju mobil. Beberapa menit kemudian, mobilnya melaju meninggalkan halaman rumah Vanila. Bagas tidak menuju tempat lain. Melainkan apartemennya sendiri. --- Sesampainya di apartemen Bagas meletakkan kunci mobil di atas meja. Jas yang dikenakannya dilepas dan diletakkan di sandaran kursi. Kemudian dia berdiri cukup lama di depan jendela. Pemandangan kota terlihat ramai dari ketinggian. Lampu kendaraan bergerak seperti garis-garis kecil di bawah sana. Namun entah kenapa, malam ini pikirannya justru terasa lebih kosong. Persidangan tadi masih te

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁷³—Belum Waktunya~

    Persidangan hari itu akhirnya dihentikan setelah Bagas menyelesaikan rangkaian keterangannya. Masih ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Masih ada saksi-saksi lain yang akan dihadirkan. Namun majelis hakim memutuskan pemeriksaan akan dilanjutkan pada persidangan berikutnya. Tok! Tok! Tok! Palu diketukkan tiga kali. "Persidangan ditunda dan akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan." "Sidang selesai." Semua orang mulai berdiri. Suasana ruang sidang yang sejak tadi tegang perlahan berubah ramai. Para wartawan segera keluar untuk mengejar beberapa pihak yang dianggap penting dalam perkara tersebut. Bagas turun dari kursi saksi. Sebelum kembali ke tempat duduknya, dia sempat menatap Maudy. Perempuan itu masih duduk di kursi terdakwa. Wajahnya tenang. Terlalu tenang. Namun kali ini... Tidak ada senyum kemenangan di wajahnya. Bagas tahu. Beberapa bagian dari rencana Maudy sudah mulai terbuka di depan umum. Dan perempuan itu pasti menyadarinya. Bagas

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁷²—Bukti-bukti

    Hakim Ketua kembali menatap Jaksa Penuntut Umum."Saudara Penuntut Umum, apakah masih ada bukti yang akan diajukan berkaitan dengan keterangan saksi?"Jaksa berdiri. "Ada, Yang Mulia."Dia lantas mengambil sebuah map tebal dari meja. "Penuntut Umum akan mengajukan beberapa dokumen medis yang berkaitan dengan almarhum Roy Darmawan."Bagas kembali menegakkan tubuhnya.Rachel pun perlahan mengangkat wajah.Jaksa melanjutkan, "Dokumen tersebut terdiri dari rekam medis pasien, catatan perawatan, catatan pemberian obat, serta hasil pemeriksaan kondisi pasien selama berada di rumah sakit."Penasihat hukum Maudy langsung berdiri."Yang Mulia, kami meminta agar seluruh dokumen tersebut diperiksa keasliannya terlebih dahulu."Jaksa mengangguk. "Itu akan dilakukan."Hakim Ketua menatap panitera. "Catat sebagai barang bukti dan lakukan pemeriksaan sesuai prosedur.""Baik, Yang Mulia."Beberapa lembar dokumen kemudian diserahkan kepada majelis hakim.Ruangan kembali hening.Jaksa lalu berkata, "Se

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁷¹—Fakta Berikutnya

    IYAAA, paham sekarang 😭❤️ Jadi teks yang kamu kirim ini adalah bagian awal pemeriksaan Bagas, dan lanjutan yang kita buat harus langsung menyambung dari kalimat:> “Tidak ada jalan untuk kembali.”Bagas masih duduk tegak di kursi saksi. Tatapannya tertuju kepada majelis hakim.Dia sudah membuka terlalu banyak hal hari ini.Tentang dirinya.Tentang keluarganya.Tentang alasan dia menjadi Lingga.Tentang pernikahan sirinya dengan Maudy.Namun...Masih ada bagian yang jauh lebih berat untuk diceritakan.Jaksa Penuntut Umum kembali berdiri."Yang Mulia, kami melanjutkan pemeriksaan saksi."Hakim Ketua mengangguk."Silakan."Jaksa kembali menghadap Bagas."Saudara Bagaskara.""Iya.""Setelah Saudara mendapatkan kepercayaan terdakwa, apa yang kemudian Saudara ketahui?"Bagas menarik napas perlahan. "Maudy mulai menceritakan beberapa rencananya kepada saya.""Rencana apa?"Bagas terdiam sesaat. Tatapannya sempat beralih kepada Maudy. Perempuan itu masih duduk diam. Namun kali ini wajahnya

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab¹⁷⁰—Tidak Ada Jalan Kembali

    Bagas mengembuskan napas panjang. "Karena terdakwa adalah salah satu penyebab keluarga saya hancur."Ruangan kembali sunyi. "Siapa nama ayah Saudara?" "Raditya Saputra." "Almarhum?" "Iya." "Apa yang terjadi dengan beliau?" Bagas mengepalkan tangan di atas pahanya. "Papa saya memiliki perusahaan. Perusahaan itu kemudian mengalami kebangkrutan." Jaksa mengangguk. "Dan apa hubungan kebangkrutan tersebut dengan terdakwa?" Bagas menatap Maudy. "Maudy mengambil hampir seluruh aset perusahaan Papa." Penasihat hukum Maudy langsung berdiri. "Keberatan, Yang Mulia. Pernyataan tersebut merupakan tuduhan yang belum dibuktikan." Jaksa menoleh. "Kami memiliki dokumen transaksi dan laporan keuangan yang akan diajukan sebagai barang bukti." Hakim Ketua mengangkat tangannya.. "Keberatan dicatat. Saksi tetap dipersilakan menjelaskan berdasarkan apa yang dia ketahui." Bagas mengangguk kecil. Dia kembali menatap lurus ke depan, dan lanjut bicara, "Setelah aset perusahaan habis..." Suarany

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁶⁰—Sudah bisa diajak bicara~

    Orang itu memarkir mobilnya beberapa meter dari mobil Bagas. Lantas, langsung turun dan membuntuti Bagas masuk dengan jarak yang tentunya aman. Sementara Bagas yang tidak sadar jika sedang diikuti, terus berjalan melewati lorong demi lorong tanpa merasa curiga sedikit pun. Langkahnya agak cepat

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁸—Rumah Maudy~

    Dapat mangsa baru, temen sendiri langsung dilupakan. "Mana katanya yang tadi lagi gak mood pergi? Buktinya, dideketin mangsa baru langsung kecantol." Bagas berdecak melihat kelakuan Nathan, yang sudah terlihat akrab dengan Tante Karin. Temannya itu bahkan sepertinya sudah lupa dengan permasalaha

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁷—Pernikahan~

    Bagas pikir jika Maudy tidak akan merealisasikan pernikahan siri dengannya secepat ini. Dan dengan segala perencanaan yang menurutnya sangat matang. Semua serba diatur oleh perempuan itu. Mulai dari tempat, penghulu dan para saksi. Oh, jangan lupa mas kawin yang berupa cincin berlian, yang past

  • Pesona Pria Plus-plus    Bab⁶—Ajakan nikah dadakan~

    Tawaran mengantar pulang Bagas, rupanya disambut baik oleh Rachel. Padahal dia tadi cuma iseng nawarin. Tak disangka, dia pikir Rachel akan menolak tawarannya. Namun, karena sudah terlanjur nawarin pulang, dan Bagas tidak ingin mengecewakan, dia pun terpaksa izin sama Mami Kumala. Dan saat ini

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status